Indonesia
NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Permainan hati

Hari itu, langit Jakarta tampak sendu, seolah ikut menahan napas untuk menyambut kembalinya seseorang yang lama hilang dari kursi kekuasaan. Mobil hitam panjang berhenti di depan gedung tinggi bertuliskan Star Corporation.

Dari dalam, pintu terbuka. Reghan melangkah keluar, tegap, dengan setelan jas abu gelap yang membingkai tubuhnya sempurna. Tidak ada lagi kursi roda, tidak ada lagi tatapan lemah. Yang berdiri di sana kini adalah Reghan Argantara yang sesungguhnya, dingin, tenang, dan berwibawa.

Beberapa karyawan yang lewat berhenti sejenak, berbisik-bisik.

“Itu Tuan Reghan, kan?”

“Dia sudah bisa jalan lagi?”

“Ya Tuhan, aku kira dia sudah nggak akan balik.”

Langkah Reghan menimbulkan gema di lantai marmer. Sekretaris senior yang dulu mengurus dokumen saat dia menjabat CEO, Bu Nara, segera menyambut dengan gugup.

“Selamat datang kembali, Tuan Reghan,” sapanya dengan sedikit membungkuk. Reghan hanya menatap sekilas dan menjawab datar, “Panggil semua kepala divisi ke ruang rapat utama dalam sepuluh menit.”

Nada suaranya tak berubah, tapi cukup untuk membuat semua orang tahu, pusat kekuasaan di perusahaan itu baru saja bergeser lagi. Saat pintu lift tertutup, Reghan menarik napas panjang, menatap pantulan dirinya di kaca lift. Bayangan di depannya bukan lagi pria yang kalah dan patah. Tapi seseorang yang siap menuntaskan semua urusan yang tertunda.

Ruang rapat utama penuh sesak. Semua kepala divisi duduk dengan wajah tegang. Elion sudah di sana lebih dulu, dengan jas biru tua dan ekspresi tenang yang dibuat-buat. Saat pintu terbuka dan Reghan masuk, semua orang berdiri spontan. Suasana berubah seketika.

“Duduk,” ujar Reghan datar. Suaranya berat, menekan, seperti baru saja menandai kembali wilayah kekuasaannya. Dia berjalan menuju kursi utama, kursi CEO yang dulu kosong selama hampir dua tahun. Tanpa bicara, Reghan duduk. Elion yang duduk di sisi kanan mencoba tersenyum.

“Kakak terlihat sehat. Sepertinya pemulihanmu lebih cepat dari yang kukira.”

Reghan melirik sekilas. “Dan sepertinya kau juga terlalu nyaman duduk di kursi yang bukan milikmu.” Beberapa orang spontan saling pandang, suasana makin kaku.

Elion tertawa kecil. “Kursi ini tidak kosong selama Kakak pergi. Aku yang menjaga agar perusahaan tetap berdiri.”

Reghan menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Elion dalam-dalam.

“Menjaga?” katanya pelan. “Atau mencoba mengambil alih?”

Ucapan itu seperti pisau yang dilempar tepat sasaran. Senyum Elion menegang, tapi sebelum ia sempat membalas, Reghan membuka map hitam di depannya.

“Mulai hari ini, struktur perusahaan akan kembali seperti semula. Semua laporan keuangan dan keputusan strategis harus melewati meja saya.”

Tatapan Reghan menelusuri seluruh ruangan, lalu berhenti pada Elion.

“Dan aku ingin laporan audit tahunan dikirim ke mejaku sore ini, lengkap dan tanpa revisi.”

Elion mengetukkan jarinya di meja. “Kau meragukan aku?”

Reghan menatap dingin. “Aku tidak meragukan siapa pun.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan tajam, “Aku hanya tidak mempercayai siapa pun.”

Keheningan menyelimuti ruangan. Semua orang tahu, kata-kata itu bukan hanya peringatan, tapi deklarasi perang yang terselubung. Beberapa jam kemudian, ketika rapat selesai dan semua orang sudah keluar, Elion menghampiri Reghan yang masih duduk di kursi CEO.

“Kau tahu, Kak,” ujarnya pelan sambil tersenyum miring, “kau boleh duduk di kursi itu lagi, tapi semua orang di luar sana sudah melihat siapa yang sebenarnya bisa memimpin.”

Reghan menutup mapnya, berdiri perlahan hingga tinggi mereka sejajar.

“Kalau begitu,” katanya tenang, “mari kita buktikan siapa yang pantas dipertahankan.”

Malam itu rumah keluarga Argantara sudah sepi. Hanya suara jam dinding di ruang tengah yang terdengar berdetak pelan, disusul gemerisik dedaunan di luar yang diterpa angin.

Arum menuruni anak tangga perlahan. Di tangannya ada gelas kosong, niatnya sederhana, hanya ingin mengambil air minum untuk dibawa ke kamar.

Dari arah lorong, Elion muncul dengan langkah sempoyongan. Jas hitamnya disampirkan di bahu, dasi terlepas, dan sebatang rokok masih menyala di antara jari tangannya. Wajahnya tampak kusut, aroma alkohol menyengat terbawa ke udara. Tatapannya berhenti pada Arum, sekilas lalu memanjang.

“Ah … kakak ipar tercinta,” ucapnya lirih, dengan nada setengah mengejek. “Kau belum tidur rupanya.”

Arum memilih diam, melangkah ke dispenser dan menuang air ke gelas tanpa menatap Elion sedikit pun. Tapi langkah kaki pria itu mendekat, berat dan berirama pelan.

“Kau tahu,” katanya, menarik napas dalam lalu menghembuskan asap rokok. “Reghan dan Alena … mereka adalah kisah lama yang belum selesai. Cinta masa lalu yang tidak bisa dihapus begitu saja. Kau pikir dengan cincin dan mahar semiliar itu semua bisa berubah?”

Arum diam, jemarinya menggenggam erat gelas di tangan. Elion menyeringai tipis dan lalu berkata pelan, “sepuluh tahun, Kak Arum. Sepuluh tahun bukan waktu singkat. Kau baru datang sebulan dan berharap menjadi pusat dunianya? Hati-hati, nanti kau sendiri yang kecewa.”

Arum menoleh perlahan, menatap Elion dengan dingin. “Kalau kau punya masalah dengan Tuan Reghan, hadapilah dia. Jangan melibatkan aku.”

Dia melangkah hendak pergi, namun tiba-tiba tangan Elion mencengkeram pergelangan tangannya kuat. Ia menarik Arum mendekat dan menghembuskan asap rokok tepat ke wajah wanita itu.

Asap panas menyentuh hidung dan bibir Arum, membuatnya batuk kecil dan menatap tajam ke arah pria itu.

“Lepaskan!” Nada suaranya tegas.

Elion menatap lama, senyumnya melebar, menyiratkan sesuatu yang sulit dibaca di antara sinis dan kagum. Arum menghentakkan tangannya, membuat rokok di jari Elion hampir jatuh.

“Jangan pernah ulangi itu lagi,” ucapnya dingin sebelum berbalik dan pergi meninggalkan dapur.

Langkah Arum meninggalkan aroma sabun lembut dan ketegasan yang menusuk, sementara Elion berdiri terpaku di tempat. Ia menatap punggung wanita itu yang menghilang di ujung tangga, lalu menyeringai kecil sambil menarik sisa rokok ke bibirnya.

“Ternyata menarik juga, ya, kakak iparku yang satu itu,” gumamnya pelan, senyumnya samar tapi berbahaya.

Arum membuka pintu kamar perlahan. Lampu sudah diredupkan, dan aroma kayu manis samar menyelimuti ruangan. Reghan sudah duduk di atas ranjang, menatap ke arah pintu dengan senyum samar.

“Kemana saja?” tanyanya pelan.

“Aku hanya ke dapur,” jawab Arum, meletakkan gelas di atas nakas. Ia hendak naik ke ranjang, tapi tatapan Reghan berubah tajam. Ia mencondongkan tubuh sedikit, wajahnya serius.

“Kau … bertemu Elion?”

Arum tertegun dan buru-buru menjawab, "tidak.”

Reghan mengerutkan kening, matanya menelusuri udara di sekitar Arum. “Tapi kenapa tubuhmu bau asap rokok? Elion satu-satunya yang merokok di rumah ini, dan itu … baunya kuat sekali.” Nada suaranya rendah, namun getir dan dingin bercampur.

“Jangan bermain api di belakangku, Arum.”

Arum memejamkan mata, menarik napas panjang. “Aku tidak bermain api dengan siapa pun, Tuan Reghan. Kau terlalu cepat berprasangka.”

Reghan menatapnya lama, napasnya berat antara cemburu dan takut kehilangan.

“Karena aku tahu seperti apa Elion. Dan aku tahu seperti apa aku … jika harus kehilang...”

Kalimatnya terhenti, dia menatap Arum dengan pandangan yang campur aduk, marah, cemburu, dan cinta yang belum bisa ia kendalikan.

Arum memalingkan wajah. “Jika Tuan tak percaya padaku, lebih baik kita berhenti bicara malam ini.”

"Aku percaya pada diriku," bisiknya

"Tuan Reghan, kamu mau apa?!" tanya Arum panik.

"Tentu saja bikin anak," bisik Reghan membuat wajah Arum bersemu merah, Reghan mencumbu sela sela lehernya, Arum tahu dia takkan bisa menolak, jika dia melakukan itu, dia akan membuat Reghan malah dan mencurigainya lebih dalam terhadapnya.

1
Noorjamilah Sulaiman
nice
Tamirah
Kondisi yg serba salah' Arum status masih istri Reghan, gak ada opsi lain kalau donor nya hanya adik kandung Alvano sendiri,mau tidak mau mereka hrs bersatu lagi hingga Arum hamil
Yang kasihan nasib Gavin mulai Arum hamil muda hingga melahirkan dia yg menjaga dan mengasuh nya .kalau mrk bersatu sungguh menyakitkan bagi Gavin......! .
Tamirah
Betapa kejamnya wanita iblis Alena bahkan Oma nya jg sekarang membecin cucu mantunya yg semula sangat menyayangi, keluarga gila, apa yg ditunggu mbok ya minggat dr rumah neraka' ituu.
Tamirah
Istri mana yg gak kecewa di saat musibah terjadi justru suaminya menyelamatkan mantan pacar padahal demi keselamatan Elena dari runtuhan gelas istri nya luka berkorban tapi suami gak peduli.pergi dr rmh ituu solusi yg terbaik Uang mahar 1 milyar anggap sdh lunas untk bayar hutang selamat hidup dgn keluarga toxic nya juga menukar darah perawan pada suami nya.mungkin juga dari penyatuan dgn suami nya akan ada janin tergantung author mau dibawa kemana cerita ini.
Tamirah
Seiring berjalannya waktu witing tresno jalaran kulino, Reghan lama lama akan tahu betapa lembut nya hativArum dan akan perhatian dgn cacat yg disandang suami nya.Arum menerima pernikahan ini karena dia ingin keluar dari keluarga toxic nya .
febby fadila
reghan klw kamu terus terpuruk seperti itu maka perusahaanmu akan jatuh ke tangan adik tirimu yg serakah itu
febby fadila
elena hanya seorang tunangan dari elion adik tiri reghan, tp kok tinggal serumah si, apa elena ini nggak punya rumah apa
echa purin
👍👍
Wirly Pena
karya yang bagus thor👍

halo kakak2, Jangan lupa mampir ..
"aku istrimu bukan babu mu"

terimakasih 🙏
Wirly Pena
Semangat thor💪

hai temen2 ,dukung dan baca juga yaa "Aku istrimu bukan babu mu"

terimakasih 🙏
Agni aulia
keluarga ogeb. menghukum tanpa bukti🤦🤦🤦
Agni aulia
hukum rimba🤦
Endar_Yudhi
yeahhh ujung-ujungnya mencari Reghan lagi

demi anak
Endar_Yudhi
rasakan kamu Reghan

gemes ihhh laki-laki tak punya pendirian

plin plan
Endar_Yudhi
iiiihhhhhh gemes sama Reghan dan ayok bangkit lah Arum

jangan lemah
Sitidia Puspitasari
reghan goblokk anjj
Sitidia Puspitasari
terlalu naif dan berlarut" dalam masalalu
Hadi Mulyono
regan masih misterius ga jujur
Hadi Mulyono
kalo inget kelakuan regan ke Arum .rasanya ga rela balik lagi ke rmh itu ..biarlah Arum SM gavin
Hadi Mulyono
sialan bener reghan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!