Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:716
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan dari Perbatasan dan Ancaman Baru

Langkah kaki kelima anggota party petualang Tier SSS bergema mantap saat mereka melangkah keluar dari pintu altar Lembah Petir Kuno. Cahaya matahari sore yang menerobos kabut tipis menyiram tubuh Zass, memantulkan pendar hitam keunguan dari bilah pedang terbarunya. Udara di luar altar terasa lebih ramah dari sebelumnya, seolah Lembah Petir Kuno telah merestui sepenuhnya pewaris baru dari kekuatan legendaris tersebut.

"Perasaan ini benar-benar gila," gumam Ken seraya menggerakkan lehernya yang terasa kaku. "Aura di sekitarmu berubah total, Zass. Kau tidak lagi terasa seperti badai liar yang siap meledak, tapi lebih mirip jurang dalam yang tak terukur dasarnya."

Ryu menyunggingkan senyum tipis seraya menyilangkan tangan di dada. "Itulah tanda penguasaan sempurna. Petir Ungu milik Zass sekarang sudah mencapai tingkat penyatuan jiwa—sebuah pencapaian yang bahkan tidak pernah tersentuh oleh para ksatria istana dari kerajaan mana pun."

Okta menepuk paha besarnya dengan tawa riang. "Ayo kita kembali ke Bar Gurun Perbatasan! Paman Robert pasti sudah menyiapkan daging panggang dan minuman hangat terbaik untuk menyambut keberhasilan kita."

Namun, belum sempat mereka melangkah lebih jauh menuju jalan setapak keluar dari lembah, seekor burung merpati sihir berbulu perak meluncur turun dari langit, mengepakkan sayapnya dengan tergesa-gesa. Di kakinya, terikat sebuah tabung kecil berwarna merah menyala—simbol panggilan darurat tingkat tinggi yang hanya digunakan oleh serikat petualang atau markas utama.

Ryu dengan sigap merentangkan tangannya, membiarkan burung sihir itu mendarat di lengannya. Ia melepas tabung kecil tersebut dan menarik selembar gulungan kertas sihir dari dalamnya. Begitu kertas itu terbuka, tulisan berstempel khusus dari Robert memancarkan cahaya redup.

Raut wajah Ryu seketika berubah serius. Senyum di bibirnya menguap tanpa sisa.

"Ada apa, Ryu?" tanya Kayla dengan raut cemas.

Ryu menatap seluruh rekan timnya, lalu pandangannya tertuju lurus pada Zass. "Paman Robert mengirim pesan darurat. Situasi di wilayah perbatasan Kerajaan Imperial dan Kerajaan Molten memburuk secara mendadak."

Zass mengernyitkan dahi. "Apa yang terjadi? Apakah naga kuno lain muncul?"

"Bukan monster," jawab Ryu seraya membacakan isi gulungan kertas tersebut. "Kerajaan Caelum—kerajaan tetangga di utara yang terkenal dengan pasukan sihir hitamnya—mulai menggerakkan ribuan pasukannya ke perbatasan. Mereka memanfaatkan situasi kekacauan politik dan ketegangan antara Kerajaan Imperial dan Molten pasca-kejadian Misi SSS kemarin. Kerajaan Caelum bermaksud menguasai tambang kristal sihir di perbatasan sebelum kedua kerajaan sempat pulih."

"Penyusup dari utara..." gumam Okta dengan nada berat. "Mereka melihat celah dari retaknya hubungan Raja David dan Kerajaan Molten."

"Tidak hanya itu," lanjut Ryu dengan suara yang makin pelan dan sarat akan penekanan. "Pasukan vanguard Kerajaan Caelum telah mengepung benteng terdepan Kerajaan Imperial. Dan di dalam benteng tersebut... Putri Celestia secara sukarela memimpin pasukan pertahanan garis depan untuk membuktikan keberaniannya."

Deg!

Mendengar nama Celestia disebutkan dalam bahaya nyata, jantung Zass berdegup kencang secara instingtif. Pendar Petir Ungu di matanya menyala seketika, menggetarkan debu-debu batu di sekitar telapak kakinya.

"Celestia... memimpin pertahanan di garis depan?" bisik Zass.

"Dia nekat," sahut Kayla dengan nada khawatir. "Setelah kejadian di balairung istana kemarin, Celestia tampaknya ingin melepaskan diri dari bayang-bayang ayahnya. Tapi pasukan sihir hitam Kerajaan Caelum bukan lawan yang bisa dihadapi oleh pasukan penjaga perbatasan biasa. Jika benteng itu runtuh, Celestia akan jatuh ke tangan mereka."

Keheningan menekan menyelimuti mereka selama beberapa detik. Ryu, Ken, Okta, dan Kayla tidak memberikan desakan apa pun. Mereka semua menatap Zass, menyerahkan keputusan sepenuhnya ke tangan pemuda bertubuh tegap berjubahkan goni usang itu.

Zass memejamkan matanya sejenak. Bayangan raut wajah Celestia yang bersimbah air mata di balairung istana kembali melintas di benaknya. Ia ingat betapa gadis itu selalu mempercayainya saat semua orang menghinanya, betapa gadis itu tetap memegang teguh janjinya meski terpisah bertahun-tahun.

Zass menggenggam erat gagang pedang hitam di pinggangnya. Rasa amarah pada Raja David telah padam, namun rasa cintanya dan tanggung jawabnya untuk melindungi Celestia tidak pernah goyah sedikit pun.

"Kita berangkat ke Benteng Perbatasan," ucap Zass dengan suara dingin yang dipenuhi kepastian absolut.

"Bagus!" seru Ken seraya menarik belatinya dengan binar mata liar. "Sudah lama aku tidak meremukkan pasukan sihir hitam dari utara."

"Format tempur cepat," tambah Okta seraya mengencangkan armornya. "Kita terobos barisan depan mereka sebelum benteng itu runtuh!"

"Ayo!" seru Kayla penuh semangat.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, kelima anggota party petualang Tier SSS melesat meninggalkan Lembah Petir Kuno! Kecepatan gerak mereka melampaui batas normal—bagaikan lima kilatan cahaya berwarna-warni yang membelah padang gersang menuju garis depan pertempuran.

Sementara itu, di Benteng Perbatasan Terdepan Kerajaan Imperial.

Suasana di atas dinding benteng batu raksasa itu penuh dengan asap hitam pekat dan bau hangus. Dentuman ledakan bola-bola sihir hitam bertubi-tubi menghantam dinding benteng, menciptakan retakan-retakan besar yang siap runtuh kapan saja. Ribuan prajurit Kerajaan Caelum berbaju zirah hitam merangkak naik menggunakan tangga-tangga besi, sementara ratusan penyihir mereka terus menembakkan mantra kegelapan dari balik barisan belakang.

Di atas dinding benteng, Putri Celestia berdiri tegar dengan gaun tempur berlapis zirah perak. Rambut panjangnya yang biasanya terurai rapi kini terikat ketat, ternoda oleh abu dan sedikit darah. Dengan sebilah pedang tipis di tangannya, Celestia terus memberi komando kepada para prajurit Imperial yang tersisa.

"Tahan posisi kalian!" teriak Celestia dengan suara tegas, meski napasnya sudah memburu dan staminanya mulai terkuras habis. "Jangan biarkan mereka menembus gerbang utama! Lindungi rakyat perbatasan!"

Para prajurit Imperial bertarung dengan sisa kekuatan mereka, terinspirasi oleh keberanian sang putri yang menolak mundur meski diserang oleh pasukan musuh yang jumlahnya lima kali lipat lebih banyak. Namun, ketimpangan jumlah dan kekuatan sihir terlalu besar.

BOOOMM!

Sebuah ledakan sihir hitam raksasa menghancurkan bagian atas menara benteng! Celestia terlempar beberapa meter ke belakang, menghantam lantai batu keras. Pedangnya terlepas dari genggamannya, menyelesip jatuh ke bawah benteng.

"Putri Celestia!" jerit panglima pasukan penjaga yang berdarah-darah, mencoba berlari menolongnya namun tertahan oleh tebasan tiga prajurit musuh.

Celestia terbatuk-batuk, berusaha bangkit dengan tubuh yang dipenuhi luka memar. Saat ia mendongak, tiga orang komandan penyihir Kerajaan Caelum bertopeng tengkorak telah berdiri di atas dinding benteng, melangkah mendekatinya dengan senyuman licik di balik topeng.

"Putri Kerajaan Imperial yang malang," ujar salah satu penyihir dengan suara serak yang mengerikan. "Rajamu terlalu sombong untuk mengirimkan bantuan tepat waktu. Kau akan menjadi tawanan berharga bagi kerajaan kami."

Penyihir itu mengangkat tongkat kayunya, mengumpulkan energi bola api hitam pekat di ujungnya untuk melumpuhkan Celestia secara mutlak.

Celestia memejamkan matanya perlahan. Dalam kepasrahan dan kelelahan yang luar biasa, bibirnya bergetar membisikkan satu nama yang selalu menjadi pilar kekuatannya.

"Zass..."

Seketika itu juga—langit siang yang dipenuhi asap hitam mendadak terbelah oleh dentuman guntur yang sangat dahsyat!

CRAAAAZZZSH!

Sebuah kilatan Petir Ungu Legendaris berukuran raksasa menyambar jatuh tepat di antara Celestia dan ketiga penyihir musuh! Gelombang kejutan dari petir tersebut meledak begitu hebat, menerbangkan ratusan prajurit Caelum di atas dinding benteng dan menghancurkan bola sihir hitam penyihir tersebut hingga tak berbekas.

Hawa panas yang luar biasa pekat menyelimuti area benteng. Abu dan asap hitam seketika sirna diterpa pusaran angin listrik berwarna ungu murni.

Saat asap menipis, sesosok pemuda bertubuh tegap berdiri di tengah kawah retakan batu. Jubah karung goni usangnya berkibar gagah diterpa angin. Di tangannya, sebilah pedang hitam berukirkan garis petir ungu terhunus mantap, memancarkan aura tekanan pahlawan yang membuat seluruh medan pertempuran mendadak hening seketika.

Celestia membelalakkan matanya, air mata seketika menetes membasahi pipinya yang kotor oleh abu.

"Zass...?" bisik Celestia tak percaya.

Zass menoleh perlahan. Iris mata ungunya yang begitu menenangkan menatap lurus ke arah Celestia. Sebuah senyuman tipis dan hangat terukir di wajah tegas pemuda tersebut.

"Maaf membuatmu menunggu lama, Celestia," ucap Zass dengan suara tenang yang menggema di seluruh area benteng. "Aku di sini sekarang."

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!