Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit
⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️
Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.
Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.
Harap membaca dengan bijak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi Las Vegas datang dengan enggan, matahari seolah enggan Menampakan diri di balik tirai kabut tebal.
Dengan perlahan Paloma membuka kelopak matanya,masih setengah sadar dari kantuknya kepalanya terasa pening nyut-nyutan.
Saat ia akan menudukan dirinya pergerakannya langsung terkunci oleh tangan kekar yang menyelimutinya dengan tangan melingkar di perutnya erat.
Paloma menoleh, melihat sosok pria yang telah menghabiskan malam penuh gairah dengannya semalam.
Paloma tidak merasa sedih, karena malam tadi adalah malam terindah yang ia lalu karena dia melakukannya dengan pria yang ia cintai
Maxime.
Pria itu begitu liar , menjadi tidak terkendali di atas tubuh Paloma yang di ibaratkannnya sebagai pacuan. Menjelma menjadi orang yang serakah dengan menjajah dimanapun yang bisa ia nikmati, menyentuh bagian di mana yang membuat Paloma tak henti-hentinya mengerang dan mengeluarkan cairan kenikmatannya.
Pria yang selama ini selalu ia stalking, pria yang selalu mengganggap ia gadis kecil yang belum cukup dewasa.Kini telah melakukan penyatuan dengannya.
Paloma memandang pria itu, hatinya terasa berbunga-bunga pria itu melanggar sumpahnya.
Tangan Paloma yang bebas menyentuh rahang Maxime, lalu mengelusnya lembut.
Selama ini dia melakukan banyak cara agar pria itu melihatnya, bukan sebagai gadis kecil yang tak paham apa-apa tetapi sebagai perempuan dewasa yang mengerti akan konsekuensi cinta.
Maxime membuka matanya, tatapan keduanya bertemu dengan sorot dan maksud berbeda.
Maxime melepas tangan Paloma dari pipinya.
Lalu mulai bangkit memungut pakaiannya yang berserakan lalu memasuki kamar mandi dengan tubuh yang tak tertutup apa-apa, toh Paloma sudah melihat semuanya.
5 menit berlalu dan Maxime keluar dari kamar mandi dengan celana semalam ia pakai dan mengeringi rambutnya dengan handuk di kepala.
Maxime bertelanjang dada membelakangi Paloma, dengan siluet tubuhnya yang terpapar cahaya pagi.Punggung pria itu seolah menjelma menjadi lukisan di ruangan yang setengah gelap.
"Anggap saja malam tadi kita hanya bersenang-senang untuk melepas penat. "Maxime menggunakan kemejannya lalu mengancing kemejannya satu per satu. " Lupakan malam tadi, anggap itu hanya have sex dan saya menjadi pengalaman pertamamu. "Sambung Maxime kali ini sembari memasang dasi-nya.
" Kenapa?. Ujar Paloma sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Maxime memasang jamnya"Karena kita tak sepantasnya Paloma. "Ujarnya menguyur rambutnya ke belakang. " Kamu terlarang bagi saya!. "Lanjutnya.
Paloma hanya bisa diam membisu sembari menggigit bibir bawahnya, bola matanya memandang dengan liar ke segala arah menahan sesak yang membuncah di dadanya.
Baru malam tadi ia merasa seperti di bawa melayang, sekarang ia malah jatuh tersungkur.
"Apa memang tidak pernah terbesit di benakmu melihat aku sebagai wanita dewasa yang layak kamu cintai?. "Paloma berujar sembari mendongakan kepala mencoba menahan air matanya agar tidak luruh.
Maxime menghembuskan nafasnya yang panjang, dia menempelkan pantatnya ke pinggiran meja , menyender di sana sementara tangannya terlipat di dada. Matanya awas mengamati segala tingkah Paloma.
"Why Max, why are you doing this to me?. "Suara Paloma melemah nyaris berbisik enggan menatap Maxime yang dapat membuat benteng pertahanannya runtuh seketika itu juga.
"You are my family Paloma, I consider you my sister. "Kata-kata itu meluncur dari mulut Maxime mengirimi beribu belah pisau tak kasat mata menancap di uluh hati Paloma.
"No older brother fucks his younger sister and we're not brothers max!."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
THANK YOU FOR READING 🌸
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.
For u, a dahlia. 🌺
— Author