Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 Makan Bersama.
Alvino menegakkan posisi berdiri istrinya.
"Ayo kita kembali!" Alvino tidak banyak bicara dan kemudian menggenggam tangan Kelly dan membawanya pergi.
"Hah!" Mega mendengus tersenyum penuh arti melihat kepergian pasangan suami.
"Jadi dia sudah mulai kasihan, sudah mulai menaruh simpatik, baguslah semuanya bermula dari kasihan, simpatik yang berlebihan dan akan berubah menjadi ketergantungan, lalu akan menjadi keinginan yang tidak akan terbatas. Kyarra suatu saat nanti kamu akan berterima kasih kepada Mama, karena kamu akan merasakan kehidupan yang sesungguhnya," batin Mega.
******
Kyarra dan Alvino saat ini sudah berada di dalam mobil yang meninggalkan kediaman Mega dan mobil mereka berhenti di pinggir jalan.
"Kamu meninggalkan Kelly sendirian di rumah?" tanya Alvino.
"Tadi Kelly tidur, aku ingin ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan yang dimasak untuk makan malam nanti, lalu mampir ke tempat Mama," jawabnya dengan gugup.
"Kelly masih kecil dan seharusnya tidak kamu tinggalkan, meski hanya sebentar, bagimana jika dia bangun dan tidak melihat kamu, bagaimana jika dia terus mencari kamu dan tidak menemukan kamu di dalam hotel," ucap Alvino dengan tegas.
"Maaf. Kak, saya salah. Benar! seharusnya walau kali tidur tidak meninggalkannya, tidak baik meninggalkan anak kecil di dalam ruangan sendirian, apalagi itu bentuknya hotel, karena memang tidak tahu apa yang terjadi," ucap Kelly.
"Kamu jangan melakukan hal itu sekali lagi, kamu biasanya paling tahu harus kecil apapun, jadi lain kali jangan ceroboh," ucap Alvino.
Kyarra menganggukkan kepala.
"Lalu apa yang terjadi tadi? Kenapa kamu harus menemui ibumu, apa kamu memiliki banyak waktu sampai bertengkar dengannya?" tanya Alvino.
"Kami bertengkar karena saya hanya ingin mempertanyakan masalah utang piutang," jawab Kyarra.
"Hutang, piutang apalagi?" tanya Alvino.
"Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan kepada saya, saya tidak pernah terikat hutang apapun, saya juga tidak pernah membuat perjanjian apapun, saya tidak pernah melakukan apapun yang dituduhkan selama ini kepada saya," jawab Kyarra.
"Lalu kenapa kamu tidak membicarakan semuanya kepada saya, kenapa pergi dan justru mencari keributan, apa kamu tidak punya mulut, jika memang kamu merasa tidak melakukan hal itu dan seharusnya kamu bilang," ucap Alvino.
"Bukankah waktu itu saya sudah mengatakan kepada Kakak, kita sudah membicarakan hal ini. Kakak juga tidak percaya kepada saya dan meminta saya untuk membuktikannya, saya juga tidak mengerti apa yang dimaksud dan saya datang menemui Mama untuk menanyakan semuanya," jawab Kelly.
Alvino diam sesaat, ya pasti mengingat bagaimana Kyarra berusaha untuk mengingat hal-hal tersebut.
"Sudahlah lupakan saja tentang hutang piutang itu," sahut Alvino tiba-tiba saja tidak ingin membahas apapun.
Kyarra menghela nafas, menganggukkan kepala
*****
Kelly dan Kyarra sama-sama keluar dari kamar, keduanya terlihat tampak cantik menggunakan pakaian berwarna sama dan merah mencolok. Kyarra meski memakai hijab tetapi pakaiannya selalu modis menjadi trend kekinian dan sementara Kelly bisa terlihat menggemaskan apalagi dengan rambutnya yang diikat begitu lucu.
"Papa!" Kelly menghampiri Alvino yang duduk di sofa.
Pandangan mata Alvino tertuju pada penampilan Kyarra yang sangat cantik, menurutnya perfect dan benar-benar sempurna daya memiliki daya tarik sendiri.
"Papa yang bicara itu Kelly bukan tante Kyarra, udah kenapa tidak melihat Kelly!" tegur Kelly sedikit kesel membuat Alvino tersadar dan mengalihkan pandangannya melihat ke arah Kelly.
Alvino jadi salah tingkah karena ketangkap putrinya yang memperhatikan Kyarra dan sementara Kyarra hanya berekspresi cool, its oke menurutnya tidak harus salah tingkah atau kegeeran karena ditatap Alvino.
"Iya sayang kamu tadi mengatakan apa?" tanya Alvino takut putri kecilnya itu akan marah.
"Papa kenapa kita tidak jadi makan malam di rumah? kenapa harus makan malam di luar?" tanya Kelly.
"Hmmm, karena ini sudah malam dan mungkin tante Kyarra tidak akan sempat memasak di rumah, jadi sebaiknya untuk merayakan nilai Kelly yang lebih tinggi daripada teman-teman, papa akan mengajak untuk makan malam di luar," jawab Alvino.
"Bukan karena Papa tidak ingin memakan masakan Tante Kyarra?" tebak Kelly.
Pertanyaan itu juga sebenarnya ingin dipastikan oleh Kyarra, apa ini hanya akal-akalan Alvino saja agar tidak memakan masakannya, tapi sebelumnya Alvino memang sudah memakan nasi goreng buatannya dan meski itu terpaksa.
"Tidak dong sayang untuk apa juga Papa harus berbohong kepada Kelly, lagi pula siapa yang tidak mau menikmati masakan Tante Kyarra. Jadi Kelly jangan menduga-duga seperti itu," ucap Alvino.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi aja," sahut Kelly.
"Ayo!" ajak Alvino.
Kelly dan Kyarra menganggukkan kepala, mereka berdua akhirnya meninggalkan rumah.
******
Alvino mengajak anak dan istrinya itu ke salah satu Restaurant mewah, meraka sama-sama turun dari mobil, langkah kaki mereka memasuki Restoran, tetapi tiba-tiba langkah Kyarra terhenti ketika tidak sengaja berpapasan dengan Damar yang baru saja keluar dari Restoran itu.
"Kyarra!" sapa Damar
"Hmmm, Mas Damar," sahut Kyarra sedikit gugup dan canggung.
Alvino melihat reaksi Kyarra yang tidak biasanya.
"Hmmm, Mas, kalau begitu saya masuk dulu! permisi!" Kyarra menundukkan kepala dan langsung pergi terlebih dahulu dan ternyata tidak bertanya atau basa-basi kepada Damar sekedar bertanya kabar atau kenapa berada di tempat itu.
Alvino hanya saling melihat sebentar dengan Damar. Alvino juga tidak mengetahui siapa pria yang membuat istrinya tiba-tiba saja diam, kemudian Alvino menyusul Kyarra sampai akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk yang diantarkan oleh pelayan.
"Ayo, Kelly mau pesan apa?" tanya Alvino.
"Kelly tidak tahu makanan apa yang enak di tempat ini. Kelly ikut saja rekomendasi dari papa," jawab Kelly.
"Baiklah, rekomendasi dari Papa sudah pasti makanan yang paling enak," sahut Alvino.
"Kamu sendiri bagaimana Kyarra, kamu memesan apa?" tanya Alvino.
"Jawabannya sama seperti Kelly, saya jika tidak tahu makanan apa yang enak di tempat ini dan pesankan saja yang sama dengan Kelly," jawab Kyarra.
"Baiklah .... kamu coba lihat ini, di sana ada bahan-bahan di dalam makanannya, apakah bisa dimakan Kelly atau tidak?" Alvino memperlihatkan menu yang akan dia pesan.
Restaurant mahal itu memang unik, dalam daftar menu setiap jenis makanan, tuliskan secara jelas bahan-bahannya dan mungkin jika ada yang memiliki alergi bisa untuk tidak memesan atau menghilangkan salah satu jenis bahan makanannya.
"Ini tidak apa-apa dimakan Kelly," jawab Kyarra.
Alvino kemudian langsung memesan makanan itu kepada pelayan. Alvino benar-benar belajar dari kesalahan, tidak egois dan keras kepala yang hanya mementingkan diri sendiri, karena saat ini dia ingin melakukan tugas sebagai seorang ayah dengan sewajarnya dan bukan bertanding dengan Kyarra. Jadi Alvino tidak merasa rendah jika harus menanyakan Kyarra tentang putrinya.
"Kelly kamu tunggu sebentar ya, pesanan kita sebentar lagi akan diantarkan," ucap Alvino.
"Baik. Pa," jawab Kelly menganggukkan kepala.
Kyarra melihat di sekitar restoran itu, kepalanya berkeliling, sepertinya memang itu restoran mahal yang didatangi orang-orang tertentu saja, orang-orang yang duduk di sana tampak berkelas, posisi bangku-bangku di dalam restoran itu juga cukup berjarak, mungkin agar ada privasi diantara para pengunjung yang datang.
ini pertama kali bagi Kyarra makan di restoran mahal seperti itu, bukan karena tidak mampu, tapi memang tidak memiliki waktu untuk diri sendiri.
Bersambung.....