Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 33 Arya sang legenda pemburu kelas elite
"yang di janjikan kepada Dwi memang sesuai masa depanku, takdirku, hingga mendapatkan apa yang aku butuh dan kuinginkan. aku mulai menyadari bahwa diriku sudah tidak lagi seperti dulu, kini putra sudah perlahan telah berganti menjadi seorang yang berbeda yaitu Rey, tetapi aku menyadari satu hal dariku, aku seperti orang yang kehilangan arah."
Sekarang putra sepenuhnya berubah menjadi Rey, tetapi dirinya masih merasa bingung entah apa, Rey tidak mampu menjelaskan apa yang terjadi, seolah-olah ada sesuatu yang memberontak dari dalam tubuhnya.
dirinya sendiri bahkan tidak bisa mengenali dan mengkontrol apapun, hingga ia sering menganggap bahwa dirinya seperti alat yang sengaja di manfaatkan hanya untuk memuaskan rasa nafsu dan ego para petinggi, sehingga the Luna mulai menggerogoti kewarasannya sedikit demi sedikit.
Manusia sering bermimpi untuk membuat surga di dunia, namun dirinya sering membuat neraka yang mampu memberikan dampak buruk kepada mahluk lain.
"aku bergantung kepada sebuah obat hanya untuk menjaga kewarasanku walau obat itu bagaikan narkoba."
rasa ini terasa seperti semuanya palsu.
...****************...
Kembali ke masa sekarang
Di tempat yang masih sama Rey dan Arya masih di cafe, Arya mendengarkan semua cerita masa lalunya Rey yang menjadi putra.
kini kopi di cangkir Arya sudah tersisa ampas kopi saja, serta gelas minuman milik Rey sudah habis pembicaraan yang begitu lama hingga jam menunjukkan pukul 22.00 cafe masih tetap beroperasi pelanggan terus-menerus masih tetap berdatangan untuk memesan minuman dan berkumpul bersama.
"jadi selama ini diri benar-benar masih tidak bisa memahami apa yang terjadi pada dirimu, yang merubahmu menjadi Rey yang sebenarnya bukanlah dirimu sesungguhnya" ujar Arya
Huuu....
Rey menghela napas.
"iya benar. terkadang seseorang bisa menjadi pecundang karena tuntutan yang menekan jiwa mereka."
Rey berdiri. waktu sudah menunjukkan cukup larut malam membuatnya dirinya harus segera pulang, sehingga Rey meminta ijin kepada Arya untuk pulang terlebih dahulu.
"Arya. maafkan aku ini sudah cukup larut malam, aku harus pulang terlebih dulu... aku takut Dwi akan mencariku."
"hmmm.... Baiklah kamu bisa pulang terlebih dahulu."
"permisi"
Rey pun berjalan pergi pulang ke rumah meninggalkan Arya di cafe sendirian.
Keesokan paginya.
sebuah anomali sedang melakukan kegaduhan di alun-alun kota.
Anomali raksasa besar seperti laba-laba namun tubuh bagian depannya terhubung dengan tubuh pemiliknya yaitu masih berubah tubuh manusia, tetapi anomali ini terlihat seperti laba-laba tetapi dirinya tidak bisa mengeluarkan jaring surtanya, tetapi dirinya memiliki mekanisme pertahanan yang unik dirinya mampu mengeluarkan cair asam yang bisa melakukan apapun dari mulutnya.
Anomali ini tingkat kelas S yang cukup sudah untuk di kalahkan. Anomali itu terus menerus menghancurkan fasilitas di alun-alun, menginjak-injaknya dengan kakinya yang runcing dan tajam serta menembaki cairan asam dari mulutnya ke objek random.
Kekacauan ini membuat seluruh masyarakat yang ada di alun-alun berlari berhamburan untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
"lari lah kalian semua manusia yang lemah! HAHAHAHAHA!"
Arya pun tiba di tempat yang menjadi sumber kekacauan, namun dirinya datang hanya orang sendiri tidak seperti pemburu lainnya yang harus membutuhkan partner assiten.
Arya hanya berbekalkan sebuah satu senjata yang bentuknya seperti penggaris segitiga raksasa yang di beri nama trigoma, tetapi itu adalah sebuah pedang paling di takuti oleh para anomali.
Tidak membawa sebuah tas jinjing besar berisi senjata lengkap, Arya hanya memakai Jaz panjang namun sesuatu yang berbahaya di balik jaz yaitu sebuah pisau - pisau kecil yang setiap pisau di lapisi racun botulinum dan sianida dosis ekstrim, yang mampu membuat korbannya
Anomali yang masih membuat kekacauan dirinya masih belum menyadari kehadiran Arya di sana.
Hingga anomali mengakat sebuah gerobak pedagang, kemudian melemparkannya ke arah arya, namun Arya segera membela gerobak itu sekali tebasnya, menggunakan trigoma.
Anomali itu terkejut, melihat gerobak yang ia baris saja lempar tiba-tiba terbelah menjadi dua.
Dirinya langsung tersentak ketakutan, anomali itu merasa merinding saat melihat sesosok Arya di dekatnya.
"tidak... d-dia si malaikat maut ada disini?"
Anomali segera berlari pergi terbirit-birit, meninggalkan alun-alun saat melihat arya, ia tahu bahwa jika ada sesosok Arya maka ajak bagi dirinya akan sudah di depan matanya.
Saat anomali itu berusaha melarikan diri tiba-tiba...
WUSHHH....
dua kaki kiri belakang milik anomali itu terputus, karena sebuah sesuatu benda terbang yang mematahkan kaki kaki kirinya, itu adalah Trigoma milik Arya yang baru saja di lemparkan olehnya.
Walaupun kedua kaki kirinya telah putus namun dirinya masih tetap berdiri dan tidak membuatnya pincang.
Anomali tersebut mencoba kabur lagi, saat akan kabur segera Arya melemparkan trigomanya lagi.
WUSHHH....
Trigoma itu langsung memutuskan kedua kaki kiri anomali itu hingga membuat dirinya terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
BRUKKK!!
Anomali kini tidak bisa bergerak kemana-mana, kini dirinya tidak bisa kembali berdiri karena seluruh ke empat kaki kirinya sudah terputus.
Trigoma yang masih terbang kembali berputar layaknya bumerang yang kembali ke pemiliknya lagi. Arya langsung menangkap trigoma yang kembali, dan lalu segera berlari menuju anomali itu.
Anomali yang melihat Arya berlari mendekatinya langsung memuntahkan cairan asam dari mulutnya, namun ia tidak menahannya di mulutnya kemudian segera menembakkan cairan asam ke arah Arya.
Saat cairan asam sudah di tembakkan ke arah Arya.
Arya langsung menghindarinya dengan cairan asam yang di tembakkan oleh anomali, langkah lari Arya yang begitu cepat dan zig-zag membuat bingung anomali tersebut kesusahan untuk membidiknya.
Cairan asam yang di tembakkan dari mulut anomali itu mampu melelehkan beton aspal.
Saat Arya sudah semakin dekat langsung anomali itu mengangkat kaki kanan depannya tinggi-tinggi, untuk menginjak Arya.
BRUAKKKK!!!
hantaman kakinya yang begitu keras mampu menghancurkan aspal jalan hingga hancur berkeping-keping, saat anomali itu menginjak dan menghantam begitu keras, dirinya tidak melihat Arya yang berhasil ia injak.
anomali tersebut segera mencari keberadaan Arya dimana. Namun dirinya tidak bisa menemukan keberadaannya.
"dimana si malaikat maut kecil itu?"(ujar anomali)
tiba-tiba entah mengapa tubuhnya merasa tegang, dirinya merasakan bahwa Arya sudah di atas tubuhnya, berada di belakang tubuh yang masih separuh manusia.
"aku disini." ujar Arya
Anomali itu segera mengeluarkan muntahan asamnya dan menahannya di dalam mulutnya, dirinya akan bersiap-siap menyembur kan cair asam miliknya ke wajah Arya.
Saat anomali itu akan menoleh ke belakang, ke arah Arya dan akan bersiap menyemburkan cairan asamnya segera.
Tiba-tiba...
CIATTT!!!
kepala anomali tersebut tiba-tiba terpenggal begitu cepat seperti kedipan mata. Arya berhasil menggagalkan kepala anomali itu sebelum anomali berhasil menyemprotkan cair asam ke wajah Arya.
Kepala anomali yang terpenggal terjatuh, dan menghantam beton begitu keras.
BRUKKK!!!
Saat kepala anomali yang menyentuh tanah, langsung cairan asam yang ia tahan di dalam mulutnya langsung keluar, langsung melarutkan beton-beton di sekitarnya.
sekarang anomali itu telah tewas, ia tewas begitu cepat di tangan Arya.
Seluruh masyarakat di alun-alun segera mendatangi Arya, setelah anomali itu sudah tewas di kalahkan oleh Arya, segera para masyarakat menyorakinya sebagai pahlawan karena sudah menyelamatkan mereka.
"WUHUU!!! sang pahlawan kembali menyelamatkan hari buruk ini lagi."
"Arya kamu lah sang pemburu elite. yang sangatlah keren."
"kami berterimakasih kepadamu Arya. Sudah menyelamatkan kami."