Indonesia
NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Polisi

Jerat Cinta Pak Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa / Beda Usia
Popularitas:316.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia Kumalasari

"Nada adalah prioritas utamaku dan aku harus melindunginya sampai kapanpun." ~ Satya🌹


Berawal dari pertemuan yang sangat konyol dan tak sengaja. Polisi tampan dan dingin bernama Satya tak sengaja bertemu dengan mahasiswi cantik bernama Nada. Gadis itu habis mabuk setelah dikhianati oleh sang kekasih yang bernama Bima. Awalnya, Pak Polisi itu malas berhadapan dengan gadis bar-bar itu. Namun, seiring waktu polisi itu tidak tahu kenapa jadi jatuh cinta mati dengan dia.
Bagaimana tidak? kisah cinta keduanya sama-sama telah dikhianati oleh pasangannya.

Namun saat tak terduga, ketika Nada bertemu kembali dengan Bima. Sang mantan tidak terima bila Nada telah memiliki kekasih lagi. Hingga Nada baru mengetahui ternyata sang mantan memiliki sifat obsesi yang berlebih terhadap dirinya.

Lalu, bagaimana kisah ceritanya sang polisi yang melindungi Nada yang sudah menjadi kekasihnya itu, dari sifat ke obsesian Bima untuk mengejar kembali Nada mantan kekasihnya?


NOTE : (Cerita ini mengandung ad

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Satu Atap

Di dalam mobil suasana nampak hening hanya terdengar suara gemericik air hujan deras saja dari luar mobil. Dari awal berangkat sampai sekarang, mereka hanya berdiam diri saja tidak ada yang mau memulai berbicara. Nada yang sedang mengendarai pun nampak bosan jika ia di diamkan terus. Ia pun sembari mengendarai mobil mencoba mencuri-curi pandang wajah tampan Satya yang terlihat nampak lemas sambil memegang perut. Sedangkan Satya sendiri, ia tahu dirinya jika dilihat oleh Nada. Satya hanya berpura-pura saja sok lemas agar gadis itu terus peduli dengannya.

"Pak Satya, apakah kau mau aku antarkan ke Rumah Sakit? Sepertinya kau terlihat tidak nyaman sedari tadi duduk seperti itu." tanya Nada dengan hati-hati melihat Satya seperti tidak nyaman akan duduknya.

Satya mana mau datang ke Rumah Sakit, sesuatu hal yang ia benci berobat sampai kesana. Mencium aroma khas rumah sakit saja ia sudah muak apalagi sampai di rawat. Sakit sekecil ini sih tinggal di obati saja di rumah, apalagi yang mengobati seorang gadis yang ia bawa sekarang ini.

"Tidak, tidak perlu! Kau antarkan saja aku ke rumah." jawab Satya datar.

"Hm, baiklah Pak." sahut Nada.

Mobil pun sebentar lagi akan sampai

di komplek kavling elit khusus para pejabat polisi, mengenai alamat tadi sudah diberitahu oleh Satya sebelumnya.

Ckiiiiiiiitttttt...

Mobil telah berhenti di rumah besar milik Satya. Nada yang melihat rumah itu saja sampai terperangah.

"Wah, ini sih rumah orang kaya raya, jelas saja ia kepala polisi rumahnya saja sebesar ini." ucap Nada dengan mulut menganga.

Satya yang melihat, ia tersenyum simpul hingga menggelengkan kepala melihat wajah Nada yang nampak bodoh seperti itu, dalam benaknya untung gadis itu cantik enak di pandang.

"Mau sampai kapan mulut mu menganga seperti itu?" tanya Satya dengan tersenyum.

Nada yang merasa ketawan, ia merasa malu dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Ia sengaja melepas pandangan Satya dengan cara melihat kondisi langit dari dalam mobil yang masih hujan deras dan langit sudah terlihat gelap karena waktu menjelang malam.

"Ayo kita keluar." ajak Satya.

"Hm.." Nada menoleh dan mengangguk.

Namun sebelum Satya keluar mobil, pria itu mencari payung terlebih dahulu di laci dashboard mobil miliknya, namun saat ia cari tidak ada satu pun payung disana.

"Ah, sial tidak ada!" gerutu Satya dalam hati. Ia pun langsung keluar saja dari mobil mendahului Nada yang masih menatapnya.

Brakk ( suara pintu di tutup )

Nada yang melihat Satya sudah keluar lebih dulu, ia pun juga ikut keluar dari mobil.

Kreeeggg...

Saat Nada membuka pintu mobil, ia kaget dengan Satya yang sudah membuka jaket miliknya untuk menutupi kepala dirinya agar tidak terkena hujan deras diluar.

Bresss.....( Suara hujan deras )

"Hujan sangat deras, Nada! Ayo cepat kau keluar!" perintah Satya yang bajunya sudah basah kuyup.

"Hm..." balas Nada mengangguk cepat.

Tidak menunggu lama Satya langsung menutupi jaketnya ke kepala Nada, agar gadis itu tidak kehujanan dan keduanya pun langsung lari bersama menuju pintu halaman rumah Satya.

Tak...Tak...Tak...

"Yah, basah..." keluh Nada sambil menyapu baju yang sedikit basah ketika sudah sampai.

"Terima kasih yah, Pak Satya." ucap Nada sambil menoleh wajah Satya, namun seper detik kemudian ia terpesona melihat tubuh atletis Satya yang tercetak jelas indahnya karena hanya di lapisi kemeja putih yang telah basah.

Glek...

Nada sampai-sampai menelan salivanya sendiri pelan-pelan, bagaimana tidak? Nada melihat langsung dada Satya yang bidang dan bahu yang berotot besar.

"Ada apa?" tanya Satya heran.

"Ah tidak..." jawab Nada yang langsung melepas pandangannya.

Satya yang menatap Nada, ia hanya menggidikkan bahu saja. Ia tak sadar saja tubuhnya habis dilihat oleh Nada. Ia pun langsung saja masuk ke dalam ruangan dan menyalakan lampu ruangan.

Ceklek..

"Sungguh pemandangan yang sangat indah, dia benar-benar sangat tampan sekali seperti itu." batin Nada sampai tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Ia masih saja diam di luar pintu.

Plak...

Nada langsung menampar kan pipinya sendiri untuk membuyarkan pikiran kotornya.

"Apa yang kau pikirkan Nada?" Ucap nya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Nada pun langsung masuk ke dalam rumah Satya.

Saat telah masuk rumah, Nada menatap wah dengan seisi ruangan rumah Satya yang nampak mewah dan lengkap furniture.

"Wow, ini sih barang berharga semua, kenapa berani di pajang di sini tidak takut apa di curi orang dari luar!" ucap Nada yang terperangah melihat koleksi barang mewah di ruang tamu Satya.

Satya yang telah keluar dari kamar untuk mengambil handuk dirinya dan Nada. Ia tak sengaja melihat gadis itu yang nampak lucu karena melihat barang-barang koleksi miliknya di ruangan tamu.

Satya pun tersenyum simpul melihatnya, ia pun berpikir ingin mengerjainya dengan melempar handuk pada Nada agar gadis itu sadar ada yang melihatnya.

Pluk...

"Argh, Pak Satya, kau itu mengagetkan ku saja!" Keluh Nada yang langsung menerima handuk tiba-tiba dari Satya.

"Hei, apa yang kau lihat? kau seperti tidak pernah melihat rumah bagus saja." ucap Satya mengejeknya

"Iya deh, rumah bapak paling bagus sedangkan saya kan hanya ngontrak." balas Nada dengan wajah cemberut.

"Maaf kan aku, Apakah kau mau mandi?" tanya Satya yang masih bajunya terlihat basah dan terlihat menggoda.

"Nada yang melihat Satya dengan keadaan seperti itu, ia diam memikirkan. Nada sedang berpikir pasti dia mandi bersama dengan Satya.

"Hei apa yang kau pikirkan?" tanya Satya yang sengaja mendekat pada wajah Nada.

"Kau pasti berpikiran kotor yah? kalau kau menyangka, aku pasti mengajakmu untuk mandi bersama. Hm...?" tanya Satya

"Hah ti...tidak" jawab Nada gugup yang merasa ketawan tebakan Satya itu benar dan ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyergah tebakan itu.

"Hahahah... Aku heran kenapa mantan kekasih mu itu bisa bertahan dengan mu, yang terkadang kau terlihat seperti orang bodoh." tawa Satya sampai menutup mulutnya.

"Karena aku cantik! Berhenti lah kau menertawai aku Pak Satya!" Ucap nada dengan mulut mencebik kesal

"Maaf kan aku..." ucap Satya dan tawanya seketika berhenti

"Ahh iya kau bilang, bapak hanya ingin meminta aku untuk mengobati luka saja. Kenapa aku perlu sampai mandi disini?" tanya Nada sambil berpikir

"Ah, aku lupa!" batin Satya lupa akan aktingnya.

"Hah, Kau tidak lihat baju ku ini penuh banyak darah? ini saja aku masih sakit." jelas Satya.

"Hm, iya sih" pikir Nada melihatnya.

"Kau mandi saja dulu, tidak usah sungkan dengan rumah ku ini. Anggap saja rumahku ini seperti rumahmu sendiri. Aku juga sudah menaruh baju di kamar sana." jelas Satya sambil menunjuk kamar tamu miliknya

"Tapi..."

"Sudah ini perintah! setelah ini kau baru mengobati ku." ucapnya. Ia langsung saja pergi menuju ke kamar mandi dari pada nanti Nada berubah pikiran lagi.

Satya mana mau Nada pergi meninggalkan rumah ini. Ia khawatir akan terjadi apa-apa dengan gadis itu apalagi mantan kekasihnya itu masih berkeliaran di luar. Beruntung juga di rumahnya ada baju wanita, dari ibunya yang terkadang suka main ke rumah. Jadi ia bisa menjamin Nada untuk tinggal disini.

"Ih, dasar maksa untung tampan!" gerutu Nada dengan mulut mencebik kesal

"Apa maksudnya coba dia menyuruh aku mandi?" keluh Nada lagi. Ia pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri di kamar tamu yang di tunjuk oleh Satya.

🍃🍃🍃

Keduanya telah keluar bersamaan di kamar masing-masing, yang kebetulan kamarnya tepat bersebalahan, mereka habis saja mandi di kamar mandi masing-masing.

"Kau sudah selesai?" tanya Satya yang menoleh wajah Nada

"Hm..."

"Kau terlihat lebih segar di banding tadi." puji Satya sembari jalan mendekati Nada.

"Terima kasih" ucap Nada tersenyum hingga tersipu malu

"Ah, ini aku bawa kotak obat untuk mu. Mari kau obati aku di sana." ucap Satya yang menunjuk sofa bed yang berada di ruang tamu.

"Baiklah..." balas Nada. Keduanya pun jalan beriringan menuju sofa.

Saat keduanya sudah duduk di sofa, Satya langsung membuka sedikit baju miliknya. Nada yang melihat luka Satya, sepertinya tidak terlalu parah dan hanya ketusuk pisau kira-kira sedalam 3 cm saja.

"Luka bapak sepertinya tidak terlalu parah dan aku lihat agak sedikit mengering." jelas Nada.

"Tapi tetap saja aku masih sakit Nada." dusta Satya

Nada pun mengangguk mengerti akan kondisi Satya. Ia pun dengan telaten mengobati pria itu.

"Ah, bagaimana dengan luka di lengan tanganmu?" tanya Satya yang melihat Nada nampak fokus mengobati dirinya.

"Aku tidak apa-apa, hanya tergores sedikit saja dan luka ku juga sudah mengering." jawab Nada

"Ah, iya mengenai hal tadi aku minta maaf. Karena aku tidak becus menangkap mantan kekasihmu itu. Tapi suatu saat aku tidak akan mengampuninya jika telah menangkap dia" ucap Satya yang nampak menyesal

"Sudahlah pak aku tidak ingin memikirkannya lagi. Aku tidak ingin menambah luka karena mengingat pria itu lagi. Jangan sampai orang yang ku kenal terluka lagi karena dia." jelas Nada yang masih fokus mengobati luka Satya.

Satya yang mendengar ia tersenyum simpul.

"Fiuuuuuuuhhhh..."

Nada meniup luka yang ia kasih obat merah tadi pada pada perutnya. Kemudian ia menutup luka itu dengan kain kasa.

"Fiuuuhh..." Nada meniupnya lagi.

Sedangkan Satya yang sedari tadi merasakan, matanya sampai merem melek. Bagaimana tidak karena ia merasakan terpaan tiupan angin dari bibir Nada hingga tubuhnya terasa meremang.

"Pak Satya aku sudah selesai, aku ingin pulang." ucap Nada kemudian beranjak berdiri dari duduk namun Satya langsung menahan tangan Nada dengan kencang hingga gadis itu jatuh terhuyung di pelukan Satya.

"Arghh... " Nada tersentak kaget dan menengadah kepalanya menatap Satya.

"Nada, kau itu sandera aku, kau tidak boleh kemana-mana tanpa seijin aku, aku khawatir mantan kekasih mu itu masih mencari mu" pinta Satya menekankan

"Ta_Tapi..."

"Sudah lah aku sangat lelah hari ini." ucap Satya yang langsung menidurkan Nada di kursi sofa dan menahannya dengan pelukannya.

"Arghh..." Nada tersentak kaget lagi

"Tidurlah aku tidak akan macam-macam pada mu." pinta Satya. Kemudian pria itu telah tertidur pulas dengan memeluk Nada di sampingnya.

"Pak Satya.." panggil Nada yang menoleh wajah Satya sangat dekat hingga terasa hembusan nafas pria itu berada sangat dekat di wajahnya.

Ia ingin mencoba mengangkat tangan besar Satya yang berada di atas dadanya namun sangat sulit, karena posisi mereka sangat intim sekali. Satya telah mengunci tubuh Nada dengan erat walaupun pria itu telah tertidur pulas.

Nada sendiri mendengus kesal merasa tubuhnya di kunci oleh Satya. Ia pun terpaksa dengan keadaan sekarang yang mau tidak mau ia akan tidur dengan pria itu.

"Apa yang tadi dia bilang aku di sandera oleh dia??" batin Nada berpikir didalam pelukan tidur Satya. Ia pun menghela nafas panjang dan berkutat dalam pikiran itu.

-

- Bersambung 🍃

1
Maizuki Bintang
bgs
Vitamincyu
..
Vitamincyu
😐😐
Vitamincyu
.
Rebecca Jaimin
diih.. d Sruh jgn kluar Mlh kluar. Ya sdh, hi mati aja Nada..
Rebecca Jaimin
Luar biasa
putri aulia
halo kakak author apa kabar? kenapa tidak update2 ini ceritanya. Author sehatkah?
Dewi Anggya
astgaaa tu bima pasti mo kabuuur bahayaa nihh... lanjuut dooonk 😘😘semangat thooor 💪💪
putri aulia
semangat author, aku tunggu lanjutan mu 👍
jangan patah semangat aku uda rate dann vote karya kamu
putri aulia
suka sekali tor
Dewi Anggya
masiiih mau donk lanjuut.. wajar lah typo mngkin thooor jg capek.. jgnkan thoor aku aj suka typo klo komen 🤭🤭✌✌semangaaat 💪💪😊
Pena Hitam: ok kak siap, terima kasih kak atas dukungan mu 😊
total 1 replies
putri aulia
lanjutkan thor jgn lama-lama
putri aulia
lanjut kannnn thorr jgn patah semangat..
ceritnya semakin seru abis dan penasaran. aku tunggu lanjutannya thor👍👍👍👍👍
putri aulia: tor aku uda kasi vote buat penyemangat ya jgn kendor apdet dong tor
total 1 replies
putri aulia
Sokooorr situ Siska biar mampus situ loh kena tangkep sama Satga, uda jahat pantas di penjara aja kau. dasar wanita jahat, uda jalang iri hati lagi loh sama orang.. 😡😡😡😡
Dewi Anggya
gercep lah biar gk lolos tuhh mk lampiiir.. tuman dehhh klo mpe lolos lgiiii
elza cantika
selamatkan nada dn kedua anknx thor awas aj klu smpai nada n kedua anknx celaka...u yg ak cri thor
elza cantika: u g tau aj thor kli macan betina lgi ngmok
total 2 replies
Phyluphyta
Kosa kata, penempatan kata dan tanda bacanya itu ancur bangettt. Tolong dibaikin
Pena Hitam: ok kak siap, terima kasih untuk masukannya 😊🤗
total 1 replies
putri aulia
pasti author masih lebaran ini, sampe lupa update 😒
ayo dong thor semangat bentar lagi mau tamat itu 😌
Pena Hitam: sabar y kak..🙏
total 1 replies
elza cantika
pokokx si wanita jalang n ibkis itu harus mndapatkan karmanx thor awas aj klu smpai g aku cari u thor
elza cantika: iya harus thor..coalx ak pling anti sm wanita jalang n berhati iblis kyak gtu...
total 2 replies
putri aulia
aku sudah vote dan rare ya tor, semangat tor buat lanjut in cerita ini. semakin seru dan bikin penasaran terus.
sokooor situ Siska ketauan kan ma Satya. biarin situ luh di penjara sampai mati 😡
Pena Hitam: terima kasih kak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!