Indonesia
NovelToon NovelToon
YUDITH

YUDITH

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bernadette Yuningsih

[KALAU MAMPIR BACA, JANGAN LUPA KASIH JEMPOL/LIKE, YA. MAKASIH 🥰 TAPI JANGAN BOM JEMPOL/LIKE, PLEASE]

Yudith hanya ingin menuntut ilmu. Tinggal di asrama dia ingin hidup dengan semestinya, taat pada peraturan, dan sebisa mungkin tidak membuat masalah. Namun, dengan kepribadian yang seperti anti sosial, jujur dan terlalu patuh pada peraturan, membuat Yudith tidak disukai. Bahkan ada yang tega mencelakai.

Note: Cerita ini memang berlatar pada satu agama tertentu, tetapi isinya sama sekali tidak ada unsur terlarang karena tidak ada pembahasan tentang agama secara signifikan. Agama hanya sebagai latar saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bernadette Yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRENE

Sekitar pukul tiga sore, Yudith yang diantar Andreas dan Fitus akhirnya sampai di pintu gerbang yayasan. Meski masih dalam rangka liburan, tetapi suasana di bagian depan kompleks cukup ramai karena para murid baru sedang melakukan kegiatan pelatihan. Andreas dan Fitus hanya mengantar sampai di depan pintu gerbang saja, kemudian langsung pulang ke asrama putra di daerah Sawojajar.

Sebenarnya tidak ada rencana Yudith akan kembali ke Malang bersama Andreas dan Fitus. Namun, karena Pak Heru mendadak dipanggil kembali ke yayasan sebelum masa liburan habis, akhirnya Pak Heru menitipkan Yudith pada Andreas. Tadi pagi-pagi sekali Andreas dan Fitus sudah sampai di rumah Yudith diantar Pak Paulus, ayahnya Andreas.

Yudith berjalan santai, berpura-pura tidak mendengar suara kasak-kusuk yang membicarakannya. Anak-anak baru itu menatap Yudith dengan sorot mata kagum. Mereka sudah mendengar banyak cerita tentang Yudith dengan banyak versi juga, tetapi intinya tetap saja sama, Yudith adalah siswi teladan.

Melintas di depan pelataran sekolah TK, Yudith melihat gadis remaja tanggung tengah duduk sendirian di ayunan. Jam-jam sekarang biasanya anak-anak asrama panti diwajibkan tidur siang sampai pukul empat. Makanya kegiatan pelatihan diadakan di depan supaya tidak menggangu waktu istirahat mereka.

Yudith merasa asing, yakin belum pernah melihat gadis itu sebelumnya. Sambil berjalan, dia hanya iseng saja menatap. Akan tetapi, ketika gadis itu balik menatapnya, Yudith bisa merasakan permusuhan. Buru-buru dia mengalihkan pandangan dan langsung melihat seorang perawat petugas panti datang dengan langkah tergesa.

"Irene, pulang." Petugas itu datang menghampiri, tetapi gadis yang dipanggil Irene malah acuh tak acuh membuka buku, lalu menunduk seperti sedang tekun membaca.

Yudith terus melangkah. Dalam hati merasa sedikit terganggu dengan tatapan gadis itu. Tatapan yang seolah menganggap bahwa semua orang adalah musuhnya.

"Ayo, pulang! Ini waktunya tidur siang kamu malah keluyuran enggak bilang-bilang!" Suara petugas itu meninggi, sampai-sampai Yudith yang sudah berjalan jauh pun bisa mendengarnya.

Irene masih saja acuh tak acuh. Jangankan patuh, menoleh saja tidak. Petugas itu semakin gusar dibuatnya, tetapi alih-alih marah, dia akhirnya memilih pergi. Sepeninggal si petugas, Irene pun menaikkan pandangan dan tersenyum sinis, lalu menutup buku dan kembali melamun.

Sesampai di lantai empat, Yudith disambut Ririsma dan Suster Vero yang ternyata sudah menunggu di kamar.

"Cie, yang balik dari liburan dianterin pacar." Ririsma menggoda sambil mengguncang-guncang kedua lengan Yudith.

"Ris, pusing."

Keluhan Yudith langsung saja membuat Ririsma dan Suster Vero terkejut. Mereka lupa kalau kepala Yudith pernah cedera.

"Ya, Tuhan. Sorry, Dith. Gue lupa."

"Dasar." Suster Vero memukul kepala Ririsma menggunakan buku.

Brak ....

"Bisa pelan-pelan enggak sih?! Brisik banget! Dasar kampungan!"

Ketiganya seketika membeku. Itu suara Lodi dari kamar sebelah. Karena tahu diri salah, mereka pun tidak membalas cuitan Lodi yang sebenarnya sangat mengundang emosi itu.

Yudith mengeluarkan sesuatu dari dalam tas, lalu meletakkan di atas meja. Melihat kotak makan berbahan plastik bening dipenuhi dengan isian warna hijau bulat-bulat, Ririsma dan Suster Vero langsung saling menatap. Setelah itu berseru bersamaan,

"Klepon lagi, klepon lagi ...."

Brak brak brak

"Diam Woe diam!" Lodi kembali mengamuk.

Kali ini Ririsma sudah membuka mulut hendak membalas, tetapi urung karena sudah ada yang mendahuluinya.

"Kamu lebih berisik dari mereka, tauk. Teria-teriak kayak di hutan saja."

"Bawel, suka-suka aku, lah!"

Keributan dari kamar sebelah pun berakhir. Ririsma tersenyum puas karena tidak perlu buang-buang napas untuk melabrak Lodi. Akhirnya dia pun bergabung dengan Suster Vero makan klepon buatan ibunya Andreas.

Yudith mengulurkan sebuah kado yang dibungkus rapi menggunakan kertas motif bunga-bunga kepada Suster Vero. "Selamat sudah menjadi postulan."

Postulan tingkatannya sedikit lebih tinggi dari aspiran, tetapi sebenarnya juga masih belum bisa disebut sebagai biarawati. Masih sama-sama sebagai calon.

"Lah, kamu ini. Belum juga novisiat sudah dikasih hadiah."

"Lo enggak mau ya sudah kasih gue aja." Ririsma merampas kado itu dan akhirnya gelut sama Suster Vero, tetapi tidak berani berisik. Takut si Lodi mengamuk lagi.

Berkumpul kembali dengan kedua sahabatnya, Yudith merasa hidupnya benar-benar hidup. Selama liburan, mereka bahkan berkali-kali menelepon lewat teleponnya Paklek Jaya. Sampai-sampai Paklek Jaya pun jadi akrab dengan mereka. Dengan Bu Nuni juga sangat akrab meski belum pernah bertatap muka.

Bersama sahabat-sahabatnya, Yudith sudah siap menyongsong tahun ajaran baru. Di hari pertama masuk sekolah, semua siswa-siswi kelas dua dikumpulkan di aula untuk menerima pengarahan dan pembagian tugas penanganan kasus.

"Yudith, kamu pindah ke Wisma Awan. Bertanggung jawab atas Irene, dengan guru pembimbing Bu Lenni."

Irene. Dahi Yudith sedikit mengernyit, merasa nama tersebut tidak asing.

"Kok, bisa Irene?" Suster Vero tiba-tiba menyeletuk, tetapi dengan suara pelan.

"Iya. Kok, bisa? Irene kan normal. Buat apa dijadikan objek penanganan kasus?" Ririsma pun tidak habis pikir dengan keputusan para guru.

"Irene yang mana?" Yudith akhirnya bertanya kepada kedua sahabatnya karena tidak juga ingat siapa itu Irene.

Suster Vero yang menjawab, "Anak baru. Kelas enam SD. Fisiknya normal, tapi katanya punya trauma atau apa gitu yang sudah bikin dia enggak mau bicara dan sangat enggak sopan."

"Kelakuannya ngeselin, tauk. Pembangkang kelas kakap." Ririsma menimpali Suster Vero dengan nada jengkel. "Bisa-bisanya anak kayak gitu dikasihkan ke kamu."

"Yudith!"

Yudith dan kedua sahabatnya terkejut. Langsung diam dan kembali memperhatikan ke depan.

Guru yang bertugas membacakan pembagian tugas pun melanjutkan, "Selesai dari sini Suster Davince menyuruhmu menghadap."

Yudith berdiri, lalu mengangguk singkat. "Baik, Pak."

Setelah pembagian tugas selesai, Yudith pun langsung pergi ke kantor, sedangkan yang lain menunggunya di kantin seperti biasa.

Di kantor, Yudith duduk di sofa bersisian dengan Bu Lenni yang berambut keriting halus disanggul cepol satu, dan berhadapan dengan suster kepala sekolah.

"Sudah tau siapa yang akan menjadi tanggung jawabmu di tugas penanganan kasus, kan?" Suster kepala sekolah bertanya sembari membalik-balik kertas dalam map.

"Irene, tapi belum tau anaknya, Sus."

"Nanti Bu Lenni akan mengantarmu ke sana sebelum remi pindah."

Bu Lenni meletakkan sebuah map di atas meja dan berkata, "Ini data Irene. Lihat-lihat saja dulu, Dith."

"Terima kasih, Bu Lenni." Yudith mengambil map, lalu membukanya dengan hati penasaran, ingin segera tahu wajah Irene dari foto pas yang ditempel di biodata.

Begitu melihat fotonya, ingatan Yudith pun langsung disegarkan. Pantas saja namanya terasa familier, ternyata Irene adalah anak yang dilihatnya duduk di ayunan waktu itu. Bahkan di foto pun tatapannya tampak tidak ramah, tetapi semakin lama diperhatikan, Yudith merasa bahwa di mata gadis itu seperti menyimpan kesedihan yang sangat dalam.

1
Kustri
1996, qu dh lulus setahun
awal yg menarik
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
baguuuss banget, banyak pelajaran dan hikmah kehidupan yg bisa dipetik 😍😚👍👍👍
Ai Emy Ningrum: jajan ajah ,ga usah lah naek2 wahana permainan ,nti dikira masa kecil kurang bahagia 😂😂🤣🤣
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
laahhh.. beneran tamat ini thor? kok..kok... 😳😲😳😲
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: iyaaaah... 😍😍😍
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dia Orang Spesial Itu.. 👉 Ririsma 😚😚😹😹😹
Ai Emy Ningrum: biasa jd no 1 ,merasa no 1 ,harus di nomorsatukan mlulu 😒 sekarang kena deh ...
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
fix ini mah potongan ala ala cepmek 😋
Ai Emy Ningrum: oohhh begonoh 😚😙😗
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
haduuuuh... untungnya kamu Lisa, disitu gak ada aku, ceu @Ai Emy Ningrum dan buaya @Sang , kami mah udh pasti ngakak, ngikik, ngekek berjamaah 😂😂😂😂
Ai Emy Ningrum: 😏😏😏😏😏
total 11 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kaciiaaaaaannnn si An... 😂😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
cobak si Yudith dikasi keripik kentang, siapa tau jadi ikutan bergelombang, gak flat aja 😚😚
Ai Emy Ningrum: iyah ,harus bgituh ,sodara tua kan bnyak udh bnyak makan asam garam kehidupan 😌😹
total 11 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
bayangin muka Yudith yg minim ekspresi 😲 jatuh cinta, suka, sedih.. flat ajaah 😹😹 senyum pun pakek diminta dulu 🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: oooh itu to singkatannya 😄 iyaaah hrs banyak omong supaya bisa mancing reaksi Irene 😚😚
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
ada yg bilang benci dan cinta itu beda tipis, memandang foto berlama2 ternyata bukan melulu sayang atau cinta, bisa jadi mandang foto lama2 sambil baca mantra santet! 😼😼😼
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: hihihi.. iya 😁😂
total 9 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
untung Bu Yuliana udah duluan menggelegar, karena kalo suster Davince yg mengaum bakal lebih serem kek nya 😳😲😱
Ai Emy Ningrum: 😒😒😒😒 hhhh😔😔😔
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
mengsedih bacanya 😭😭😭
Ai Emy Ningrum: cup cup cup 🥲🥲🥲🥲🥲
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
biyar miskin harta yg penting punya harga diri ya Dith 👍👍 janganlah digunakan harga duduk, harga jongkok apalagi harga rebahan 😋
Ai Emy Ningrum: kaum mendang mending 🤭🤭
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
loh..Ratna, kamu bakalan lebih kesal lagi kalau Yudith membalas perhatian Andreas xixixi.. 😂😂😂
Ai Emy Ningrum: kecut kecut 😒😑
total 3 replies
Ai Emy Ningrum
ya Allah Dhit..🥺🥺 Irene sama Lisa kok km samain sih ,knp ga km bejek2 ajah tu org 😡😡😡
Ai Emy Ningrum: kita mah kesabaran nya setipis irisan kue lapis legit 😙😮‍💨 senggol lngsung bacok 😤
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
betul itu..intinya bila memang sudah berjodoh toh ga akan kmn mn 😚
Ai Emy Ningrum
sy dulu seumuran kamu mana ada berpikiran seperti itu Dith ☺️mungkin krn sy ga merasakan pahitnya kehilangan yg kamu alami .. membentengi diri iya wlo ga seintrovert kamu..
YuBe: YUDITH DIDEWASAKAN SEBELUM WAKTUNYA OLEH KEADAAN 🤧
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
selain bodoh jg ga jujur dr awal nya bu Duwina tuh 😐
Ai Emy Ningrum: awww 😞😞
total 10 replies
Moon
Kursi pijat aku persembahkan Thor. Aku mencium bakal ada plot twist ini 😁
Ai Emy Ningrum
syukurlah ternyata Irene gag bisu 🥲
tinggal menangani masalah saudara kembar'ibu nya aja 🙏🏻
YuBe: Iya, bener 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!