Indonesia
NovelToon NovelToon
PENARI ITU WANITAKU

PENARI ITU WANITAKU

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: lestari sipayung

Flora adalah seorang penari yang ahli yang hidup sebatang kara. Suatu ketika dimana dia dipanggil untuk mengisi suatu acara perusahaan penting, dia malah harus terikat hubungan pekerjaan dengan pemilik perusahaan. Flora menyukai pria pemilik perusahaan namun sadar akan perbedaan mereka yang sangat jauh, ditambah dengan pria itu sudah memiliki tunangan. Bagaimana kisah percintaannya? Dan bagaimanakah jika rahasia besar terbongkar mengenai orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari sipayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Yang jadi bos disini itu saya atau kamu?" tanya Veekit melipat tangannya di dada.

"Ya tuan, itu saja mengapa harus bertanya." jawab Flora malah menjadi kesal. Veekit melotot tidak percaya.

"Kau ini....!" geram Veekit namun berusaha menahan kekesalannya. Flora malah menatap polos dan bingung Veekit.

"Berani sekali kamu memerintah saya seperti tadi." Veekit berusaha mati matian untuk bersabar penuh kepada flora yang baginya sangat menguji kesabarannya. Dia jadinya hanya bisa berkata dingin saja.

"Yang tadi? Maksud tuan masalah nyonya hamil tadi?" tanya Flora dan Veekit hanya diam tanpa menggubris jawabannya. Flora merasa ucapannya benar.

"Jadi tuan merasa kesal karena berfoto dengan nyonya hamil tadi? Tuan tidak lihat dia sedang mengidam? Dia pasti tersiksa dengan itu. Tuan tidak mau membantu? Tuan tidak ikh..." Flora yang terus saja melontarkannya pertanyaan tidak menyangka karena Veekit ternyata marah karena masalah membantu ibu hamil memuaskan keinginannya. Tapi lagi lagi, kesabaran Veekit diuji.

"Tuan jahat." gumam Flora menatap tidak suka Veekit saat Veekit sudah melepaskan tangannya yang menutup mulutnya tadi. Ya, tadi ucapannya terpotong karena tangan Veekit.

"Saya itu tidak jahat." sambung Veekit mendengar itu.

"Buktinya tuan merasa menyesal membantu nyonya hamil tadi." sambung lagi flora.

"Siapa bilang? Saya marah karena kamu." ujar Veekit menatap malas flora.

"Loh, kok karena saya?" tanya Flora reflek dengan cepat.

"Ya, emang karena kamu. Kamu seperti bos saya yang memerintah sesuka hati seperti tadi. Saya tau saya pasti bantu nyonya itu tapi perilakumu seperti seenaknya kepada saya saat itu." jelas Veekit panjang. Flora sampai melongo karena Veekit menjelaskan dengan panjang kepada-nya dan dengan nada yang tidak terlalu dingin.

Flora mengangguk malu malu. Sekarang dia mengerti maksud ucapan dari Veekit. Dia benar benar malu dengan tingkahnya sendiri.

"Kenapa kamu begitu?" tanya Veekit merasa aneh dengan perubahan Flora.

"Hehe, malu tuan. Maaf ya tuan, saya yang salah ternyata." jawab flora malu malu dengan memainkan tangannya. Veekit hanya bisa menggeleng.

"Sudah, ayo!" ujar Veekit lalu berjalan mendahului Flora. Flora juga mau tidak mau mengikuti langkah lebar Veekit. Dia tau Veekit pasti merasa kesal kepadanya.

Ditengah tengah perjalanan Flora yang berada di belakang Veekit, matanya tidak sengaja melihat mobil unik penjual es krim. Tiba tiba, ide muncul di kepalanya.

"Tuan." panggil Flora. Veekit menoleh kebelakang karena dirinya dipanggil.

"Ada apa?" tanyanya datar.

"Ayo, ikut dengan saya." ujar Flora menarik tangan Veekit untuk mendekati penjual es krim itu. Veekit menatap aneh Flora yang membawanya mendekati penjual es krim.

"Tuan suka rasa apa?" tanya Flora tersenyum lebar. Veekit diam tanpa menjawab. Dia hanya menatapi Flora dengan diam saja. Flora berdecak kesal karena kedinginan bosnya.

"Yasudah kalau begitu. Saya mau dua es krim rasa vanilla ya." ujarnya kepada sang penjual es krim.

"Baik nona." sahut penjual es tersebut.

Selesainya, flora memberikan satu kepada Veekit.

"Kenapa memberikannya kepada saya?" tanya Veekit heran.

"Ya, tentu saja untuk tuan. Buat apa saya pesan dua kalau bukan untuk tuan satunya lagi." jawab Flora memutar bola matanya malas.

"Saya ada minta?" tanya Veekit belum menerima es krim yang disodorkan oleh flora.

"Niat saya baik tuan. Saya tau tuan merasa kesal kepada saya, dan sebagai permintaan maaf, saya membelikan tuan es krim. Yang saya tau, es krim dapat mengembalikan mood yang rusak atau saat sedang kesal seperti tuan." jelas flora. Veekit diam mendengar itu dengan anggukan remeh.

"Kalau saya tidak mau terima?" tanya Veekit tersenyum miring.

"Saya menangis disini." jawab flora enteng. Veekit terkejut mendengar jawaban Flora.

"Yasudah, sini."

"Bilang apa tuan?" tanya Flora tersenyum lebar kembali sembari menikmati es milikinya.

Veekit memutar bola mata malas dan berlalu pergi mendekati sebuah kursi panjang yang berada di dekat mereka. Flora mengepalkan tangan mencoba sabar dan akhirnya mendekati Veekit yang sudah mendudukkan dirinya di kursi panjang itu.

"Bagaimana? Enak kan tuan pilihan rasa saya?" tanya Flora melirik Veekit yang menikmati pelan es krim yang dia berikan.

"Emm."

"Jangan emm emm saja tuan, dijawab lebih baik." ujar Flora tidak suka.

"Terserah saya."

"Huff." Flora menarik nafas dalam dalam mencoba untuk memperluas kesabarannya lagi.

"Tuan!" seru Flora menatap wajah Veekit dengan pandangan serius.

"Ada apa?" tanya Veekit memberhentikan kenikmatannya.

"Sebentar tuan." bukannya menjawab, flora malah merogoh tas miliknya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan.

"Sebentar tuan, ada sisa es krim di sini." ujar Flora sembari menyentuh wajah Veekit dengan sapu tangan itu untuk membersihkan sisa es krim. Veekit jadinya bisa melihat dengan dekat wajah cantik flora.

"Sudah selesai." ujar flora menarik kembali sapu tangannya. Dia tidak sadar dirinya diperhatikan dengan begitu serius tadinya.

"Cepat selesaikan, kita akan segera pulang.", ujar Veekit menatap lain arah. Entah mengapa perasaanya sulit dia kendalikan.

Tanpa sadar kegiatan mereka direkam oleh seseorang. Seseorang itu lalu mengirim Vidio yang sudah dia rekam kepada bosnya kembali.

Di tempat lain, seorang wanita mengamuk dengan kesal setelah menerima vidio dari orang suruhannya yang dia utus untuk mengamati gerak gerik orang yang dia cintai.

"Wanita sialan! Berani sekali dia mencari masalah denganku." gumamnya dengan mata merah dan kepalan tangan yang kuat. Raut matanya memancarkan kemarahan mendalam.

Keesokan harinya setelah selesai melakukan pekerjaan dan rapat kembali, kembali flora dan Amilia berinteraksi. Saat andes dan Veekit pergi keluar, keduanya bisa dengan bebas membicarakan sesuatu.

"Flo, bisakah kamu menemuinya kembali?" tanya Amilia dengan tatapan harap. Flora yang tadinya sibuk membereskan berkas berkas putih memberhentikan aktivitasnya dan mencerna ucapan Amilia.

"Maksudnya Tante, bersama Akila?" tanya Flora memastikan. Amilia mengangguk.

"Tentu saja, Flora juga sudah merindukannya." ujar Flora teringat. Mereka memang sudah beberapa hari ini tidak bertemu. Tetapi bisa dikatakan hubungan mereka sudah lebih dekat karena flora tetap berusaha mendekati Akila lewat handphone dan sering menanyakan kabar dan menghubunginya.

"Bisakah kau mengajaknya bertemu esok hari? Orang suruhan Tante mengatakan bahwa dia akan segera kembali bekerja ke kota X." ujar Amilia dengan pandangan sedih. Dia jadinya tidak bisa bertemu langsung dengan putrinya walaupun harus tersembunyi.

"Tentu saja tante, aku akan segera menghubunginya nanti." jawab Flora tersenyum dengan mengangguk. Dia tau pasti berat berada di posisi Amilia sebagai ibu dalam keadaan seperti ini.

"Terimakasih Flora, Tante berutang banyak kepadamu." ujar Amilia mendekati flora dan langsung memeluknya. Flora juga membalas pelukan Amilia dengan lembut.

Lagi lagi, seseorang mengintip dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan dan lakukan.

"Mereka membicarakan apa?" gumamnya merasa bingung dengan apa yang dibicarakan oleh keduanya. Apakah dia Andes atau Veekit?

1
Silvi
Luar biasa
Silvi
Lumayan
Ninik Srikatmini
pst veekit.. ajak bareng kit anterin pulang floranya
Sita Aryanti
lah knp GK SM Sani ja..Areta ngurus di club
kuncir
ini ceritanya kok nggak konsisten thor.. di awal part ini katanya anaknya viola udah ketemu, udah tau juga dia kerja diperusahaan apa, tp kok di akhir malah baru mencari.. apa saya salah baca ya..????
Suharti Soemardjo
lanjut
anita
jaga hati ya flo..jgn terlalu larut dg prasaanmu
anita
sombong bnget veekit
anita
veekit cuek amat jd org awas jtuh cinta
anita
sani sahabat terbaik
anita
lnjut thor
Fahmi Hidayat
seru
JasmineSeroja82
aku mampir kk, jangan lpa main ketempat ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!