Indonesia
NovelToon NovelToon
My Geisha

My Geisha

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosseroo

Namaku Reina Zuina. Aku menjalin kasih diam diam dengan anak dari majikan ibu ku bernama Tuan Kenta. Beliau adalah seorang Jenderal besar di kota kami. Beliau telah menolongku beserta ibu saat kami terlunta di jalanan. Demi mencari sesuap nasi, hanya untuk makan sehari sekali saja kami kesulitan. Saat itu usiaku 7 tahun. Tuan Kenta yang melihat kondisi kami di pinggir jalan pun, membawa kami ke mansion nya.

Disana aku bertemu dengan Tuan Muda Kei, putra pertama Tuan Kenta. Dari situlah kami berteman hingga beranjak dewasa rasa nyaman itu tumbuh me jadi cinta. Kei menyatakan cinta padaku. Namun saat Kei pergi untuk sekolah militer, aku harus di usir dari mansion karena hubunganku terungkap bersama Tuan Muda Kei.

Ibuku meninggal karena penyakit livernya, akhirnya aku menjalani hidup menjadi seorang geisha. Geisha yang istimewa...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosseroo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan tuan besar kenta

Reina sedang asik menyirami bunga-bunga di taman belakang, di dampingi oleh beberapa pelayan termasuk Bina.

Kini Bina adalah pelayan khusus yang kei suruh untuk selalu menemani Reina.

" Sayang? " sapa Kei dengan memeluk tubuh ramping Reina dari belakang.

" Kei, jangan seperti ini... Aku malu. " lirih Reina, namun Kei semakin mengeratkan pelukannya.

" Aku tak peduli, biarkan mereka menjadi saksi bahwa aku memang selama ini begitu merindu dan mendamba mu. "

Reina menghentikan aktifitas nya, lalu menarik lengan Kei untuk duduk di kursi taman. Bina dengan sigap menuang teh hangat ke cangkir milik Reina dan kei.

" Terimakasih Bina. " kata Reina ramah.

" Kamu selalu saja berterimakasih kasih, itu kan sudah tugas mereka. "

" Kei, sekalipun tugas mereka. Jika kita mengucapkan terimakasih. Mereka akan merasa di hargai. Kau kan tahu, aku dulu siapa. "

" Sssstt sudah, aku gak mau mengungkit itu. Yang ingin aku ingat hanya kenangan saat kita bersama. Dan mengenang kebersamaan kita. Agar bisa menjadi cerita untuk anak cucu kita kelak. "

" Dih, memangnya aku mau punya anak sama kamu? "

" Harus mau lah, kalau bukan sama aku terus mau sama siapa? " kesal kei.

" Siapa yaaa? " ledek Reina.

" Gak usah kelamaan mikir, siapapun dia bakal aku tembak kalau berani menyentuh kamu! "

" Dih serem sekali " ucap Reina cekikikan.

Baru kali ini para pelayan melihat Kei yang merajuk layaknya anak kecil. Memang semenjak ada reina, atmosfer di mansion itu berubah menjadi lebih hangat. Tak seperti sebelumnya yang terasa dingin dan menakutkan.

Para pelayan pun berterimakasih sekali pada reina, karena tuan besarnya yang dingin dan menakutkan itu sudah lebih hangat dan murah senyum.

" Sayang, sehabis aku perang kan aku mendapatkan cuti. Apa kamu mau pergi liburan? "

" Liburan? " tanya reina dengan mata berbinar.

" He.um, kamu mau kemana? Biar nanti ajudanku yang mencarikan tempat yang kamu inginkan.

" Nanti aku pikirkan deh. "

" Oke, aku tunggu yaaa. "

Saat mereka sedang berbincang, salah satu ajudan kei pun datang menghadap. Ia pun berbisik di telinga kei membuat kei membolakan matanya.

" Sayang, kita masuk yuk? " ajak Kei, membuat Reina sedikit curiga. Kei mengajak Reina memasuki kamarnya.

" Sayang, ternyata ayah sedang dalam perjalanan kesini. " terang kei, membuat reina sedikit shok.

" A-apa? Tuan besar sedang kemari Lalu aku harus bagaimana kei, aku tak bisa bertemu beliau. lirihnya dengan nada bergetar.

" Sayang, dengerin aku. Kamu cukup diam di ruangan ini. Sampai ayah pergi, okey? "

" T-tapi para pelayan bagaimana? "

" Mereka akan aku ancam, agar tak ada yang memberitahu kan keberadaan mu di mansion ini. "

Tanpa sadar Reina pun meneteskan air matanya. Ia masih ingat betul di kala malam itu, sedang angin semilir dan hujan gerimis melanda ia harus angkat kaki dari mansion tuan kenta.

Kei tahu kegelisahan Reina, ia pun memeluk sang kekasih dengan mesra. Dan mencium kepala reina.

" Sayang, apapun yang terjadi aku akan tetap membela kamu, dan tetap memilih kamu di sisiku."

"Maaf, jika dulu aku tak berada di samping mu. Hingga membuat trauma dan kenangan buruk bagimu. " sesal Kei, karena memang saat itu ia masih menjadi Lettu, dan masih tinggal di asrama.

" Aku keluar dulu ya, kamu tunggu aku disini. Jika bosan, kamu boleh kok berendam air hangat dengan aroma terapi biar lebih tenang. "

" Iyah, maafkan aku Kei. Terimakasih... " ucap reina dengan senyuman hangat nya.

" Kau tahu, yang membuat aku cemburu? Senyuman mu, yang membuat aku cemburu. Terlalu indah jika di pandang, mau itu perempuan atau bahkan lelaki. Jika melihat senyuman mu. Rasanya ingin ku cokel matanya. "

" Astaga kei! "

" Ahahaha.... aku serius loh, takutnya mereka jadi jatuh cinta sama kamu. Jadi please, cukup aku yang melihat senyuman mu. "

" Hmm, baiklah tuan jendral. "

" Cup... " kecupan singkat mendarat di bibir Reina.

" Manis, jadi pengin lagi, " goda Kei, dengan menarik lengan reina.

" Kei lepas ih, sudah sana keluar. Nanti tuan besar keburu datang. "

" Aaargh, kenapa ayah musti kesini sih.. ganggu banget, ngeselin! " gerutu Kei membuat reina terkekeh.

Dengan terpaksa, Kei meninggalkan Reina sendiri di dalam kamarnya. Di depan pintu kamar, seluruh pelayan dan penjaga berkumpul. Kei pun memperingati mereka agar tak ada yang boleh memberitahukan keberadaan Reina pada tuan Kenta. Jika ada yang melanggar, akan di beri sanksi tegas, seratus cambukkan dan akan di pecat.

Beberapa menit kemudian, tuan Kenta pun datang bersama Hiroshi. Ia berjalan menggunakan tongkatnya. Dan langsung duduk di kursi kebesaran Kei.

" Ada keperluan apa ayah datang kemari? "

" Apa ayah tidak boleh datang menemui putra sendiri? "

" Aneh saja, karena ayah tak pernah mengunjungi mansion Kei selama ini. "

" Apa gadis itu ada disini? " selidik Kenta.

" Apa maksud ayah! "

" Kau pikir ayah bodoh. Kau meninggalkan jamuan, kau juga membatalkan perjodohan yang terakhir kalinya. Kau pikir, ayah tidak tahu. "

" Aku kan memang tidak suka di jodohkan. Sebaik nya ayah melakukan perjodohan untuk Kazuki saja. "

" Kei...! Kau benar-benar. Apa kau tega melihat ayahmu yang sudah renta ini tanpa menimang cucu? "

" Kalo begitu, izinkan aku menikahi Reina! "

"Kau memang sudah seperti batu! Ayah sudah tua, sudah lelah dengan sikapmu. Terserah kau saja! Asal kau mampu mengangkat derajat gadis itu."

" Tentu saja, apapun akan aku lakukan! "

" Sudah lah, ayah kesini hanya ingin bertanya itu saja. Ayah pamit. " ucap Kenta membuat Kei bingung.

" Jadi maksud ayah, aku boleh menikahi Reina? "

" Daripada kau menjadi bujang lapuk... sayang sekali itu kecebong mu tidak di pergunakan untuk keturunan bibit unggul.

Sekarang terserah. Asal kau bisa menjaga drajat dan nama baik mu dan keluarga! " tegas Kenta membuat Kei tersipu.

" Terimakasih ayah! " triak Kei dengan mata berbinar, ia pun memeluk tubuh renta sang ayah.

Kenta merasa trenyuh, selama ini Kei selalu dingin dan menjauh darinya. Ia bahkan tidak pernah mendapat sentuhan hangat dari sang putra.

'Mungkin, ini memang terbaik Kei. Sebelum ayah meninggal.' lirih kenta dalam hati.

1
Addb_Rh
keren dan menarik ceritanya... seperti dalam komik... 👍
Jumi
hai k aku mampir, semangat y
🦋Rosseroo🦋: makasih kakak🙏🤗
total 1 replies
Ifan Richaniyah
ini kek komik tp d buat novel , tp q suka kalimat ny gk bertele² , semangat thor
🦋Rosseroo🦋: Terimakasih kaka🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!