Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Saat Keira sedang duduk sendirian di taman belakang sekolah, memakan bekalnya dalam diam. Seseorang duduk di sampingnya.

"Kau siapa?" tanya Keira pelan.

"Kenzo. Aku satu kelas denganmu," jawab anak itu sambil tersenyum. "Kenapa sendirian di sini? Kenapa tidak di kantin?"

"Tidak apa-apa," jawab Keira singkat.

"Jangan selalu bilang 'tidak apa-apa' kalau jelas-jelas kau terlihat sedih," ujar Kenzo lembut. Ia menatap wajah Keira yang berusaha menyembunyikan kesedihannya. "Kau sedang menangis, kan?"

Keira memalingkan wajah, berusaha menahannya. "Tidak."

"Jangan dipendam. Menangis itu bukan hal yang memalukan," Kenzo tetap di sana, tak pergi.

"Sudahlah," Keira berdiri hendak pergi.

"Tunggu..." Kenzo menahannya. "Aku melihatmu selama beberapa hari ini. Kau selalu sendirian. Aku ingin berteman denganmu."

Keira terdiam. Matanya yang sembab menatap anak itu. Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang benar-benar melihatnya bukan sebagai bayangan Keyna, bukan sebagai anak yang tidak diinginkan, melainkan sebagai dirinya sendiri.

***

Hari berikutnya Keira duduk sendirian di sudut lapangan sekolah, memantulkan bola basket ke lantai dengan gerakan pelan dan teratur. Tak ada satu pun yang mendekat.

Semua anak lain sudah pulang atau berkumpul di tempat lain, meninggalkannya sendirian di tengah lapangan yang luas dan sepi.

Namun kesepian itu perlahan terpecahkan ketika Kenzo muncul dari balik pohon mangga di pinggir lapangan. Ia sebenarnya sedang bolos pelajaran Seni Budaya karna guru yang mengajar itu sering membuatnya bosan, namun saat melihat Keira yang sendirian di sana, ia justru berjalan mendekat.

"Nih, minum dulu," ucap Kenzo sambil menyodorkan botol minuman yang baru saja ia beli di kantin.

Keira berhenti memantulkan bola itu, menatap botol itu dengan ragu. "Tidak usah."

"Sudah ambil saja. Sudah kubeli, sayang kalau tidak diminum," Kenzo menyodorkannya sekali lagi, hingga akhirnya Keira menerimanya dan meminumnya sedikit.

"Terima kasih," ucapnya pelan.

Saat itu, dua orang anak lain berjalan mendekat sambil tertawa lebar. Salah satunya adalah Rafael, anak yang paling populer di sekolah itu, selalu membawa permen karet dan menyukai hal-hal yang menyenangkan.

Di sampingnya berjalan Mahendra, anak yang ceria dan percaya diri. Mereka ternyata juga bolos pelajaran yang sama, dan tak sengaja menemukan dua anak itu di lapangan.

"Hai, siapa nih? Lucu sekali adik ini," kata Rafael sambil tersenyum ramah, lalu memberikan sepotong permen karet kepada Keira. "Namaku Rafael. Senang kenal kamu."

"Aku Mahendra," tambah Mahendra sambil tersenyum lebar. "Kau main basket ya? Seru dong, ikut kami saja."

Tak lama kemudian, muncul Daena, salah satu gadis natal yang juga sangat menyukai bola basket.

 Ia langsung menyapa Keira dengan antusias. "Hai! Namaku Adena. Kalau suka basket, kita bisa main bareng setiap hari!"

Mereka berempat mulai bercanda dan berkenalan dengan Keira, seakan ia sudah menjadi bagian dari kelompok itu sejak lama.

Keira yang seumur hidupnya selalu sendirian, hanya bisa diam dengan perasaan bingung sekaligus hangat di dadanya.

Tak ada yang membandingkannya dengan Keyna. Tak ada yang menyebutnya "anak yang tidak diinginkan". Di sini, ia hanyalah Keira, anak yang baik, pendiam, dan baru saja menemukan teman-temannya sendiri.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Suara langkah kaki guru yang berpatroli terdengar dari kejauhan.

"Eh, Guru datang! Kabur!" seru Rafael.

Mereka semua berlari bersembunyi di balik gedung sekolah, tertawa bersama sambil menunggu guru itu pergi. Dan di saat itulah, Keira menyadari satu hal bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak lagi sendirian.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!