Indonesia
NovelToon NovelToon
Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.

Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.

Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.

Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Malam semakin larut menyelimuti langit kota Jinhai.

Jiang Ming berdiri di depan jendela kaca besar di apartemen barunya yang berada di lantai lima belas.

Lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di bawah sana tampak seperti lautan bintang buatan.

"Pemandangan dari atas sini memang jauh lebih bagus daripada atap bocor di kontrakan kumuh itu," gumam Jiang Ming.

Dia menyesap segelas air putih dingin dan merasakan pikirannya jauh lebih jernih.

Kesepakatan sepuluh juta yuan dengan Grup Tianyu bukanlah sebuah permainan anak-anak.

Zhao Tianhua pasti akan membawa ahli seni dan ahli fengshui tingkat tinggi untuk menilai lukisannya minggu depan.

Jika Jiang Ming memberikan lukisan naga biasa, Zhao Tianhua mungkin akan curiga atau bahkan membatalkan transaksi sepihak.

"Aku harus memberikan mereka sebuah lukisan yang terlihat sangat sakral dan membawa keberuntungan dari luar."

"Tetapi di baliknya, lukisan itu harus bisa menyerap habis semua hoki dan keberuntungan dari proyek perumahan mereka."

Jiang Ming tersenyum dingin memikirkan rencana jahatnya sendiri.

Dia berjalan menuju sofa kulit dan mengambil ponsel bututnya.

Layar ponsel itu kembali menyala, menampilkan antarmuka aplikasi Toko Tiga Alam yang mewah.

"Aku butuh inspirasi atau referensi wujud naga kutukan dari toko ini," ucap Jiang Ming sambil menggulir layar.

Jari telunjuknya menyentuh berbagai menu di kategori Barang Keseharian dan Barang Spiritual.

Namun dia tidak menemukan satu pun buku panduan melukis naga pembawa sial yang harganya pas dengan sisa saldonya.

Saat Jiang Ming sedang menggeser layarnya dengan cepat ke arah kanan, jarinya tidak sengaja menekan sebuah ikon kecil di pojok bawah.

Ikon itu bergambar seorang wanita kecil bersayap yang memakai headset pelayan pelanggan.

Klak.

Layar ponselnya tiba-tiba berubah menjadi sebuah tampilan ruang obrolan kosong yang sangat mirip dengan aplikasi pesan instan biasa.

[Menghubungkan ke Pusat Bantuan Layanan Pelanggan Tiga Alam...]

Jiang Ming mengangkat alisnya heran melihat tulisan sistem tersebut.

"Layanan pelanggan? Apakah toko gaib semacam ini mempekerjakan operator manusia?" pikir Jiang Ming penuh keraguan.

Ting.

Sebuah balon pesan masuk muncul di sisi kiri layar dengan suara notifikasi yang nyaring.

[CS Peri Ling: Selamat malam, Pengguna Nomor 999.999. Ada yang bisa saya bantu hari ini?]

Jiang Ming terdiam mematung menatap layar ponselnya.

Sistem aplikasi ini ternyata tidak dijalankan secara otomatis oleh program mati.

Ada entitas asli yang merespons panggilannya secara langsung di ujung sana.

Jiang Ming segera mengetikkan balasan dengan jari yang sedikit kaku.

"Apakah kau benar-benar admin dari toko ini? Kau manusia atau bot?"

Balasan dari seberang sana muncul hampir tanpa jeda.

[CS Peri Ling: Saya bukan manusia rendahan, dan saya jelas bukan bot bodoh buatan teknologi kalian.]

[CS Peri Ling: Saya adalah Peri Tingkat Rendah dari Istana Awan Ungu di Alam Langit. Harap jaga kesopanan Anda, Tuan.]

Jiang Ming menarik napas dalam-dalam.

"Seorang peri dari alam langit sedang menjadi admin layanan pelanggan? Ini benar-benar tidak masuk akal," gumam Jiang Ming.

Dia kembali mengetik di layar ponselnya untuk memancing informasi lebih jauh.

"Kalau kau memang peri, kenapa kau repot-repot melayani manusia miskin sepertiku lewat aplikasi ponsel?"

Pesan itu terkirim dan dibaca seketika.

Ting.

[CS Peri Ling: Anda pikir hidup di Alam Langit itu mudah dan gratis?]

[CS Peri Ling: Harga pil keabadian dan sewa gua untuk kultivasi terus naik setiap abad. Kami para peri rendahan harus bekerja lembur melayani para makhluk fana untuk mendapatkan Koin Emas.]

Jiang Ming tertawa pelan membaca keluhan yang sangat manusiawi dari entitas supernatural tersebut.

Ternyata inflasi dan tekanan ekonomi juga terjadi di alam dewa.

"Jadi Koin Emas yang aku beli dengan uang duniaku itu benar-benar masuk ke saku kalian?" ketik Jiang Ming cepat.

[CS Peri Ling: Tepat sekali. Mata uang fana Anda dikonversi menjadi energi niat murni oleh sistem Toko Dewa Tiga Alam.]

[CS Peri Ling: Energi itu kemudian diubah menjadi Koin Emas yang kami gunakan untuk bertransaksi di Alam Langit. Singkatnya, Anda adalah bos yang memberi kami makan.]

Penjelasan singkat itu membuka pikiran Jiang Ming sepenuhnya.

Toko Tiga Alam bukanlah sekadar aplikasi ajaib yang turun dari langit tanpa tujuan.

Ini adalah sebuah pasar gelap lintas dimensi yang sangat sistematis.

Para dewa dan makhluk supernatural menjual barang bekas atau artefak tingkat rendah mereka kepada manusia untuk mendapatkan energi kultivasi.

"Ini berarti posisiku sebagai pembeli adalah raja," ucap Jiang Ming dengan mata berbinar licik.

Jiang Ming langsung mengetik pesan dengan gaya bahasa yang jauh lebih santai.

"Baiklah, Peri Ling. Karena aku adalah bosmu, aku butuh bantuanmu sekarang juga."

[CS Peri Ling: Silakan sebutkan kebutuhan Anda, Tuan. Asalkan Anda mau memberikan bintang lima di akhir sesi ini, saya akan membantu sekuat tenaga.]

Peri itu terdengar sangat putus asa untuk mendapatkan penilaian yang bagus demi kariernya.

"Aku sedang mencari referensi wujud naga untuk bahan lukisanku."

"Aku butuh wujud naga yang terlihat sangat agung dan suci di mata manusia biasa, tetapi sebenarnya memiliki aura kutukan yang bisa menghancurkan nasib buruk sebuah tempat."

Hening sesaat, tidak ada balasan dari CS Peri Ling selama beberapa menit.

Jiang Ming hampir mengira koneksi lintas dimensinya terputus.

Ting.

[CS Peri Ling: Tuan, niat Anda sungguh sangat licik dan jahat. Saya sangat menyukainya.]

[CS Peri Ling: Di Alam Langit, ada ras naga buangan yang disebut Naga Hitam Penelan Nadi Bumi.]

Jiang Ming membaca nama ras naga itu dengan sangat saksama.

[CS Peri Ling: Sisik naga ini memancarkan cahaya keemasan yang menipu mata, terlihat seperti dewa keberuntungan.]

[CS Peri Ling: Namun sebenarnya, naga ini hidup dengan cara mengisap habis seluruh energi positif dan hoki dari tanah tempat dia bernaung hingga tanah itu menjadi tanah mati.]

"Sempurna. Ini sangat sempurna untuk proyek perumahan Grup Tianyu," desis Jiang Ming dengan senyum lebar.

"Bagaimana caranya aku bisa melihat wujud Naga Hitam Penelan Nadi Bumi itu, Peri Ling?" ketik Jiang Ming tidak sabar.

[CS Peri Ling: Mengingat Anda hanya memiliki 150 Koin Emas Terikat, Anda tidak akan mampu membeli sisik aslinya apalagi memanggil wujud nyatanya.]

[CS Peri Ling: Tapi, saya bisa memberikan Anda sebuah item virtual sekali pakai dari inventaris pribadi saya sebagai bonus pelayanan.]

Wush.

Sebuah ikon berbentuk mata satu yang bercahaya ungu muncul di ruang obrolan tersebut.

Jiang Ming menekan ikon itu dan sebuah deskripsi barang langsung keluar.

[Mata Batin Penembus Dimensi. Harga: Gratis pemberian CS Peri Ling.]

[Deskripsi: Memberikan pengguna kemampuan untuk melihat proyeksi visual dari entitas Alam Langit selama tiga menit ke dalam pikirannya sendiri.]

"Kau sangat bisa diandalkan, Peri Ling. Aku pasti akan memberimu bintang lima ditambah ulasan yang sangat panjang."

[CS Peri Ling: Terima kasih, Tuan! Semoga lukisan Anda berhasil menghancurkan musuh Anda. Hubungi saya lagi jika Anda butuh sesuatu!]

Klak.

Ruang obrolan itu tertutup secara otomatis dan layar kembali ke halaman utama Toko Tiga Alam.

Jiang Ming menatap ikon mata ungu yang kini tersimpan di dalam menu inventaris pribadinya.

"Bahkan dewa pun akan tunduk jika kau memegang uang mereka," gumam Jiang Ming menggelengkan kepala.

Dia berjalan mendekati jendela besar apartemennya, menatap ke arah selatan kota Jinhai.

Di sanalah proyek perumahan Grup Tianyu yang bernilai miliaran yuan sedang dibangun di atas air mata warga kontrakan kumuh.

Jiang Ming mengambil kuas lukisnya yang masih bersih dan menyiapkan kanvas baru berukuran sangat besar.

Kanvas ini harganya seribu yuan, dibelinya khusus tadi sore sebelum dia menuju apartemen ini.

"Mari kita lihat seberapa mengerikan wujud naga kutukan dari alam dewa itu."

Jiang Ming menekan ikon Mata Batin Penembus Dimensi di layar ponselnya.

Sring.

Sebuah kabut ungu tipis keluar dari layar ponsel dan langsung masuk melalui kedua bola mata Jiang Ming.

"Argh!" Jiang Ming mengerang pelan saat rasa dingin menusuk langsung ke dalam saraf optiknya.

Pandangannya mendadak menjadi gelap gulita selama beberapa detik.

Namun ketika kegelapan itu sirna, dia tidak lagi melihat dinding apartemennya.

Jiang Ming merasa kesadarannya sedang melayang di tengah sebuah ruang hampa yang dipenuhi badai petir merah.

Grauung.

Sebuah raungan yang sangat memekakkan telinga mengguncang jiwa manusia fananya.

Di tengah badai petir itu, sesosok bayangan raksasa yang panjangnya mencapai ribuan meter perlahan menampakkan diri.

Itu adalah naga yang sangat mengerikan.

Tubuhnya tertutup oleh sisik berwarna hitam legam yang pekat layaknya malam tanpa bintang.

Namun yang membuatnya aneh, dari setiap celah sisik hitam itu, memancar cahaya keemasan yang sangat suci dan menyilaukan mata.

Mata naga itu berwarna merah darah, menatap lurus menembus dimensi ke arah jiwa Jiang Ming yang gemetar.

"Aura yang sangat menipu. Dari luar dia terlihat seperti dewa pembawa hoki, namun tatapan matanya murni membawa kebinasaan," batin Jiang Ming yang napasnya mulai tersengal-sengal.

Wujud, proporsi, ketajaman cakar, hingga detail cahaya sisik naga itu kini terekam permanen di dalam memori visual Jiang Ming berkat Skil Melukis Tingkat Mahir miliknya.

Tiga menit berlalu dengan sangat cepat.

Sring.

Kesadaran Jiang Ming ditarik kembali secara paksa ke dalam tubuh fisiknya di apartemen.

Bruk.

Jiang Ming jatuh berlutut di lantai marmer dengan napas terengah-engah dan keringat sebesar biji jagung membasahi wajahnya.

Dadanya naik turun dengan cepat, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup layaknya genderang perang.

Melihat wujud asli entitas alam dewa meski hanya melalui proyeksi virtual ternyata memberikan tekanan mental yang sangat brutal.

"Hah... hah... gila... monster itu sungguh luar biasa," ucap Jiang Ming dengan suara parau.

Dia menyeka keringat di dahinya dan memaksakan kedua kakinya untuk berdiri tegak.

Rasa takut di hatinya telah sepenuhnya tergantikan oleh semangat seniman yang meledak-ledak.

Jiang Ming berjalan ke depan kanvas putih besarnya dengan tatapan mata yang setajam elang pemangsa.

Tangannya mengambil palet dan mulai mencampur cat minyak hitam legam dengan warna emas menyala.

"Zhao Tianhua, kau menginginkan naga penjaga untuk melestarikan kekayaanmu?"

"Aku akan memberimu naga yang akan menelan habis seluruh kekayaan dan perusahaanmu sampai ke akar-akarnya."

Srek srek srek.

Suara kuas yang bergesekan dengan kanvas mulai terdengar nyaring memecah kesunyian malam di apartemen mewah tersebut.

Tangan Jiang Ming bergerak dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal, dibimbing oleh ingatan akan wujud naga yang mengerikan itu.

Goresan demi goresan mulai membentuk siluet raksasa di atas kanvas.

Mahakarya kedua dari Tuan Wu Ming, yang akan menjadi senjata pemusnah massal bagi Grup Tianyu, mulai tercipta dari tangan seorang pemuda yang menyimpan dendam.

Pertarungan sebenarnya tidak lagi menggunakan pipa besi dan preman jalanan, melainkan menggunakan sapuan kuas dan manipulasi takdir.

1
Armoire
10 roses meluncur lah Thor... /Drool//Drool//Smirk//Smirk/ ... Thanks, dah update banyak... Next lanjut ... GPL yah
Armoire
Perfect story.. Perfect MC... No doubt /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Armoire
1 vote meluncur lah Thor /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Yui: makasih kk😊
total 1 replies
MW
bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor mantap nih👍👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha...menghancurkan mental mereka🤣👍mantap Thor lanjut bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 👍👍😀😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mempunyai karyawan untuk topeng seorang penguasa petir🤣👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
memiliki sekutu yang cerdas🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh ngaku ga ya😀😀👍 bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣patung nya benar2 bekerja dan bisa berguna🤣🤣👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...ayoooo bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...balas dendam akan segera terlaksana 👍🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
salah pilih lawan 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca sampe bab 7 alur ceritanya menarik 👍👍lanjut Thor
Äï
klo di curigai dan dia langsung ngaku sih percuma, percuma nyamar klo sekali nya di curigai ngaku
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!