Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keji

⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️

Seluruh karakter, tempat, adegan, dan peristiwa dalam cerita ini merupakan bagian dari imajinasi penulis dan dibuat semata-mata untuk kepentingan cerita.

Cerita ini adalah fiksi. Harap membaca dengan bijak.

...Las Vegas...

Lazarus duduk di sofa tunggal dengan tangan mengambil cerutu yang ada di meja. Di sisi kiri dan kanannya di temani masing-masing algojo.

Ia raih cerutu itu,mengapitnya di antara bibir, tangan kanannya memegang pemantik, menghidupkan apinya.

Netra biru gelapnya menajam menatap sosok penuh redam di depan sana. Yang tengah di siksa raga beserta kewarasannya.

Sepercik api sudah tersulut membakar ujung cerutu Lazarus, Kepulan asap padat keluar dari mulut dan rongga hidungnya.

Kembali ia bersandar pada kepala sofa, dengan kaki kanan menumpu kaki kirinya, dagunya ia angkat dengan angkuh.

Tepat di depan sana sesosok lunglai nampak penuh derita,tungkainya tak menapak pada lantai karena sebuah ganco yang menembus kulit pundaknya. Setiap helaan nefasnya penuh jejal.

Di sekujur tubuhnya penuh akan memar ungu kemerahan yang menggelap menjadi sedikit membiru,kedua lubang hidungnya mengalir darah yang sudah mengering.Sudut bibirnya robek karena di hajar.Paha, tangan dan pipinya membentang luka lebar dengan nanah busuk.

"Columb?. "Lazarus menyebut salah satu marga yang di balas gelengan oleh pria yang nyaris tak waras itu dengan racaun tak jelas keluar dari mulutnya.

Lazarus mengangkat sebelah alisnya apatis.

Sudut bibirnya terangkat sedikit, Menyesap kembali cerutunya sembari mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya.

" Membocorkan tempat untuk transaksi!, besar nyali. "

Pria itu menggelengkan kepalanya dengan kuat, menyangkal semua yang Lazarus ucapkan.

"Haus—"

Serak terputus-putus suaranya, netranya nampak lelah dan sayu hampir meredup.

"Haus?. "

Oscar paham yang di maksud bosnya,melangkah sembari membawa gelas yang di berikan salah satu algojo di sana,tepat di tangan kanannya, langkahnya terhenti di depan penghianat itu.

Mengeluarkan pisau lipat yang sangat mengkilat runcing nan tajam, ia tempelkam muncung gelas itu tepat pada luka bernanah pria penghianat lalu menekan luka itu hingga nanah yang busuk keluar sangat banyak.

Teriakan penuh kesakitan pria itu menggelegar memohon ampun.

Kilatan mata Lazarus penuh euphoria saat melihat penderitaan pria tahanannya.

Setelah gelas terisi setengah Oscar memindah posisi gelas ke bawah tepat di betis pria itu tampa nuraga ia torehkan pisaunya pada betis pria penghianat hingga darah segar berlomba-lomba keluar mengisi gelas.

"Arghh!. "

"Ampun—"

Rasa perih menyengat dari sayatan itu membuat pria penghianat berkeringat dingin bercucuran.

Teriakan pilu terdengar meraung-raung dengan air mata bercucuran menahan penyiksaan yang tiada hentinya.

"Tuan—" Tersegal-segal suaranya.

"Bunuh—" Lanjut ia bertutur meski suaranya melemah.

"Saya— Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki ia menetap Lazarus meski tak lansung menatap pada netra biru segelap palung mariana di depanya.

Ia segan.

Suaranya semakin melemah, tak mampu lagi karena tenaganya sudah terkuras beserta rasa sakit yang terasa kebas, penghianat itu seakan pasrah.

Maaf?.

Sejak kapan Lazarus mau menerima kata maaf.

Dalam kamusnya tidak ada kata maaf, bersinggungan dengannya maka siap menjemput ajal.

Oscar memberi kode pada algojo yang lain untuk melepaskan ganco dari si penghianat.

Sigap algojo yang lain menurunkan tali yang menahan bobot pria itu hingga tehampas ke lantai dengan lumayan keras.

Oscar melepaskan ganco dari pundak penghianat membuatnya kembali meraung. Tubuhnya sekarang tersungkur di lantai tepat di bawah kaki Oscar nafasnya tersegal-segal sementara kedua tangannya mencoba menopang berat tubuh yang sudah kehilangan tenaga.

Oscar membungkuk lalu mengapit kedua pipi pria itu agar terbuka lebar, lalu ia masukan nanah dan darah yang sudah ia larutkan menjadi satu di dalam gelas ke mulut si penghianat.

Penghianat itu meronta-ronta namun sial minuman itu sudah setengah masuk dalam perutnya.

Bau busuk dan anyir langsung memenuhi indra perasa pria itu yang membuatnya memuntahkan kembali nanah besertakan darah yang di minumnya.

Oscar yang melihat itu kembali memasukan muntahan itu ke dalam gelas dengan kaos tanganya lalu mencekoki pria itu kembali dengan muntahanya.

Pria yang di ketahui bernama Cigo itu persis seperti mayat hidup, matanya tak lagi memancarkan semangat juang.

Lazarus mengode salah satu algojonya untuk menyerahkan tang pada Oscar.

Dengan cekatan Algojo itu mengambil tang dari banyaknya alat penyiksaan di sana lalu menyerahkannya pada Oscar.

"Cabut!. "

Oscar menggenggam tang itu, mencengkram kedua pipi pria itu hingga ia kembali menganga lebar akibat pipinya di apit.

Tang mengapit dua gigi Cigo, lalu Oscar menarik tang itu hingga dua gigi Cigo tak lagi menyatu dengan gusi.

Satu per satu ia cabuti gigi Cigo hingga kini tak ada lagi gigi yang tersisa,hanya gusi di penuhi darah dan sisa muntahan yang teramat bau saja yang tersisa di sana.

Darah segar menetes dari tang bekas mencabut gigi Cigo menetes pada lantai kumuh.

Cigo kembali berteriak histeris, rasa sakit itu melonjak sampai ke ubun-ubun.Air matamatanya tak henti mengalir

Lazarus melihat adegan di depanya seolah-olah itu adalah pertunjukan.

Memang tidak waras.

Pria itu mantan algojonya yang dengan nyali membeberkan tempat transaksi krusialnya dengan Bravta salah satu penguasa gerbong senjata internasional dari rusia.

Pria itu membeberkan nya pada Columb,Salah satu rivalnya yang membuatnya gagal meraup untung besar karena penyerangan dadakan yang di lakukan Columb beserta antek-anteknya.

"Kirim dia ke Solviet,jangan biarkan dia mati tanpa memberiku keuntungan, telah membuatku rugi pastikan sejengkal saja dari tubuhnya tak sia-sia."

Absolut.

Ia berucap datar namun runut.

Tuan—."

Belum sempat si penghianat membela marwahnya, sebuah jarum sudah menancap di lehernya membuatnya kehilangan kesadaran.

Tubuhnya terkulai dan ambruk ke lantai.

Lazarus mengetuk cerutunya pada asbak menjatuhkan abunya lalu kembali menyesapnya dalam-dalam dan menelan asapnya, membuat asap cerutu itu keluar dari hidungnya.

Pria dewasa dengan netra biru gelap tajam bak elang,rahang rapi dan tegas tanpa lemak,hidung mancung sempurna, rambut hitam legam bak kanva langit malam, bibir tipis yang terlihat seksi dan panas, tubuh menjulang dengan tinggi 197cm.

Pantas jika banyak perempuan yang begitu mendamba.

Pria 30 tahun itu menaungi banyaknya bisnis dari yang legal sampai yang ilegal.

Ia juga memimpin Organisasi gelap bawah tanah.

Jika di depan publik citra keluarganya sangat di agung-agungkan dan begitu mulia. Maka lain halnya jika sudah bergerak di dunia bawah tanah.

Ia membangun Solviet tempat para penjahat bernaung, untuk mempelajari bagaimana mereka bertindak serta memahami bagaimana cara kerja otak mereka.Jika sudah merasa salah satu dari mereka tidak bisa lagi di kontrol ataupun tak berguna lagi maka akan di ambil organnya.

Adapun Solviet dibangunkan untuk eksperimen di laboratorium rahasia.

Untuk menguji obat-obatan baru yang akan mereka reproduksi dan edarkan.

Tak terhitung berapa insan yang merenggang nyawa karena uji coba obat-obatan yang dilakukannya.

Dan tindakan berengseknya itu tak sekalipun terendus media maupun pihak berwarjib.

Solviet dibangun untuk tempat eksperimen gilanya, dan tempat perlakuan bejat tak terpuji lain yang ia lakukan.

Dia lebih banyak menaungi bisnis ilegal walaupun bisnis legalnya banyak tapi tak sebanyak bisnis ilegalnya.

Seperti penjudian, real estat, kejahatan siber, perdagangan kokain global dan pencucian uang.

Mereka menghasilkan miliaran dolar dari perdagangan narkoba internasional.

Jaringan kriminal lintas negara yang terlibat dalam human trafficking.

Thebuss nama organisasi yang di pimpinya, Banyak orang berlomba-lomba masuk ke dalamnya. Bukan karena Thebuss menawarkan kehidupan yang nyaman, melainkan karena bayaran yang diberikan kepada anggotanya sangat fantastis.

Namun, untuk mendapatkan tempat di Thebuss bukan perkara mudah.

Proses seleksinya terkenal ketat. Mereka tidak hanya menilai kemampuan, tetapi juga loyalitas dan kemampuan seseorang menjaga rahasia. Begitu seseorang mengetahui terlalu banyak tentang seluk-beluk Thebuss, hanya ada dua pilihan mati atau tetap bekerja selama masa hidupnya.

Thebuss yang di pimpin oleh Lazarus memiliki dua golongan.

Yang pertama

mereka merupakan bagian dari perusahan inti Thebuss Terlatih, memiliki spesialisasi masing-masing, dan bekerja berdasarkan sistem internal organisasi.

Kedua, Golongan Freelancer.

Mereka dikenal sebagai kelompok amatir. Tidak terikat sepenuhnya dengan perusahaan dan hanya dipanggil ketika diperlukan. Meski berada di tingkat yang berbeda, mereka tetap berada di bawah aturan Thebuss.

Lazarus boleh saja dikenal sebagai seorang bajingan yang tidak memiliki banyak belas kasihan. Namun, di dalam organisasinya sendiri, ia menetapkan tiga aturan yang tidak boleh dilanggar.

Pertama — jangan membunuh anak kecil.

Tidak peduli siapa targetnya, anak-anak berada di luar batas.

Kedua — hanya menerima pekerjaan resmi

dari perusahaan.

Tidak ada pekerjaan pribadi yang mengatasnamakan Thebuss tanpa persetujuan pihak perusahaan.

Ketiga — pekerjaan dari Asosiasi hanya boleh diterima melalui jalur resmi.

Tidak ada anggota yang diperbolehkan mengambil pekerjaan dari pihak luar secara diam-diam.

Tiga aturan.

Siapa pun yang melanggar harus siap menghadapi hukuman yang telah ditetapkan Thebuss.

Di tempat itu, aturan bukan sekadar tulisan di atas kertas.

Aturan adalah batas antara seseorang yang masih dianggap sebagai anggota Thebuss dan seseorang yang harus disingkirkan dari dalamnya.

Bahkan jikapun Alba tahu betapa bejat dan beringas serta menyeramkannya sosok Lazarus maka akan secepat mungkin ia menjauh dari hidup pria itu.

Namun yang gadis itu tahu hanya cuek dan menantangnya Lazarus. Dan dia tidak tahu jelaga yang Lazarus sembunyikan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kalau ketemu ada nama Thiago ataupun Magia tandaiin ya soalnya novel ini awalnya mau di buat dengan nama tokoh Thiago dan Magia tapi menurut aku ceritanya kurang terus di ubah.

For u🌟.

THANK YOU FOR READING 🌸

Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.

For u, a dahlia. 🌺

— Author

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!