Pernikahan yang tidak didasarkan oleh cinta membuat Abian dan Hera berada dikonflik batin berkepanjangan. Pertemuan singkat dengan sebuah kesalahpahaman yang membuat Hera terjebak dalam pernikahan paksa. Sedangkan disisi lain ada seorang pria yang sedang memperjuangkan cintanya kepada Hera dia adalah Romi. Romi adalah anak seorang pengusaha sekaligus pemilik kampus tempat Hera menimbah ilmu saat ini. Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Bisnis 22
Didalam kamar sedang berdiri seorang pria tua yang berumur sekitar 60 tahunan, sedangkan disampingnya ada dua orang wanita sedang berdiri dengan cemas menatap seorang pria yang masih terbaring ditempat tidur. Mereka sama-sama menoleh ke arah Hera dan Romi yang sedang berjalan mendekati mereka.
"Terimakasih telah datang menemui kami." Ucap wanita paruh baya tersebut kepada Hera.
"Ma, aku ingin berbicara dengannya." Satu wanita lagi menarik tangan Hera menjauh dari mereka yang sedang berkumpul diruangan itu.
Wanita tersebut menarik Hera masuk kedalam kamarnya. Mereka duduk ditempat tidur, wanita yang berada dihadapan Hera terlihat menarik nafasnya sesaat sebelum dia mengeluarkan kata-kata.
"Maafkan aku." Ucapnya.
"Seharusnya aku yang meminta maaf kepada anda karena telah masuk dalam hubungan mereka." Sahut Hera.
"Apa kamu percaya takdir?"
Hera hanya terdiam.
"Hera, mungkin kamu masih mengingatku?" Tanya wanita tersebut.
"Ya, dr. Ara, bagaimana mungkin aku melupakan anda."
"Tolong panggil saja aku Ara. Hera, bisakah kamu membantuku?"
Hera masih terdiam, dia tidak menyangka jika takdir membawanya kembali kepada keluarga ini.
"Hera, hanya kamu yang bisa menolong keluarga kami saat ini."
"Yah, bisa katakanlah hal apa yang bisa aku bantu?"
"Keluarga kami sedang dalam masalah. Sejak kecelakaan dua pekan lalu, saham-saham dan penjualan perusahaan kami anjlok. Beberapa cabang perusahaan ditutup sementara karena tidak bisa dikendalikan dengan baik. Jika ini terus berlanjut perusahaan kami akan bangkrut. Papa sedang sakit jantung, dia tidak bisa terlalu lelah dan banyak beban masalah akan mempengaruhi kesehatannya." Kata Ara lalu terdiam, matanya terlihat berkaca-kaca.
"Lalu bantuan apa yang bisa aku berikan."
"Ada yang salah dengan Bian sejak kecelakaan itu, dia terus memanggil namamu. Dia mengatakan dia membutuhkan istrinya saat ini."
"Tetapi aku telah bercerai dengannya sejak dua tahun lalu." Hera dengan cepat menyela ucapan Ara.
"Ya aku tahu, dia sudah mengatakan itu kepadaku saat dia bercerai denganmu. Ini sebuah rahasia, selain aku tidak ada orang yang mengetahui jika Bian pernah menikah denganmu."
"Tapi bagaimana kak Ara bisa mengetahui aku sedang menjalin kasih dengan Romi."
"Aku katakan sebelumnya, kamu percaya takdir kan? Romi adalah adikku, dua pekan lalu dia mengatakan akan memperkenalkan kekasihnya kepada keluarga dan akan membawanya diacara pernikahanku. Ia memperlihatkan foto digaleri handphonenya saat kami berdua sedang berbicara. Saat itu aku sangat terkejut saat melihat foto-fotomu bertebaran digaleri ponselnya. Aku masih merahasiakan pernikahanmu dan Bian darinya maupun dari keluarga ini."
"Sebelumnya aku pernah bertemu dengan Ny. Rose."
"Tenang saja, ingatan mama tidak terlalu baik. Mungkin dia telah melupakanmu."
"Katakan hal apa yang bisa aku bantu kak?"
"Berpura-puralah menjadi istrinya hingga ingatannya pulih."
"Mengapa harus aku?"
"Yolanda telah meninggal, dia sama sekali tidak mengingat Yolanda. Sejak dia terbangun dari koma, hanya namamu yang terus ia panggil. Aku tidak tahu apa yang salah dengannya. Bahkan aku dan mama ia tidak kenali nanti setelah dijelaskan barulah dia berusaha mengingat tetapi kepalanya bertambah sakit jika kami memaksakan ingatannya. Jika keadaan Bian terus seperti ini tidak ada yang bisa menjalankan perusahaan keluarga ini, kamu tahukan aku hanya seorang dokter dan tidak tahu menahu dalam urusan bisnis. Romi juga baru saja selesai kuliah, dia sama sekali tidak mau ikut campur dalam bisnis keluarga ini dan memilih membangun asetnya sendiri.
"Tidak, aku tidak ingin kembali padanya!" Jawab Hera tegas.
"Hera, aku telah berbicara kepada Romi, ini hanya berpura-pura sampai Bian pulih kembali."
"Ini sangat tidak masuk akal."
"Ini adalah suatu penyakit amnesia setelah kecelakaan, dimana seseorang bisa melupakan seseorang bahkan dirinya sendiri. Dia hanya terus memanggil namamu setelah dia terbangun dari komanya. Aku telah mengatakan kepada Romi, mungkin sebelumnya Bian mempunyai kekasih yang bernama Hera dan dia telah menyakitinya atau terlalu mencintainya hingga dia terus memanggil nama tersebut. Saat itu, Romi tidak setuju dan menyarankan mencari orang lain tetapi aku mengatakan jika dengan nama yang sama walaupun orangnya berbeda Bian bisa merasakan ikatan batin dengan nama itu."
Hera terdiam sejenak.
"Tolong bantu keluarga kami Her, mama dan papa bisa memberikan berapapun uang yang kamu minta."
"Ini bukan masalah uang kak, aku hanya tidak habis pikir mengapa aku harus terjebak dalam keluarga ini. Selama ini aku terlalu bodoh hingga tidak menanyakan latar belakang keluarga Romi, tidak mau mencari tahu siapa sebenarnya Romi. Romi juga tidak banyak bicara perihal keluarganya jadi semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang aku rencanakan."
Aku tidak tahu bagaimana ini selanjutnya, aku tidak bisa terus-terusan berada di keluarga ini? Tapi bagaimana dengan Romi jika dia mengetahui yang sebenarnya? Aku sangat menyayanginya, aku tidak mau menyakitinya karena hal ini. Bagaimana jika Bian kembali mengingat masa lalunya dan berkata yang sebenarnya kepada Romi. Ahh.. mengapa ini begitu kacau.
Hera dan Ara berjalan bersama menuju kamar utama, semua orang menoleh secara bersamaan kepada mereka. Hera terlihat gugup, ditempat tidur terlihat Bian sedang memandang ke arahnya yang sedang berjalan. Romi terlihat pasrah dengan apa yang terjadi, dia belum memperkenalkan kepada kedua orang tuanya bahwa Hera adalah kekasihnya. Hanya Ara yang menjadi saksi cinta segitiga antara Hera, Bian dan Romi.
"Ma, perkenalkan ini Hera, dia adalah.." Ujar Romi tetapi perkataan terhenti.
"Dia adalah istriku, kalian boleh pergi! Aku hanya ingin bersamanya hari ini." Bian menyahut dari tempat tidur.
Deg.. semua orang menyorot Bian. Romi mengepalkan tangannya, wajahnya menjadi memerah. Terlihat jelas rasa cemburu membakar Romi saat itu. Ara berpindah posisi, kini dia berada disamping Romi lalu menenangkan Romi dengan mengelus punggung adiknya itu.
Bersambung
lanjut herrr