Asih, bunga desa itu berlari diantara pekatnya malam. Dari kejauhan terdengar teriakan orang-orang yang mengejarnya dengan marah.Suara riuh membuat Asih semakin ketakutan dan melayang menuju kompleks pekuburan di desa itu yang masih terbuka liang lahatnya. Perempuan itu masuk ke liang lahat dan tanah kuburanpun tertutup disertai suara gemuruh dan getaran hebat seperti gempa. "Semua mundur. Biar aku yang akan mengunci perempuan itu didalam kuburnya!!” teriak Ahmad
Asih bunga desa yang terlibat cinta terlarang dengan pak Lurah yang tampan dan tajir dinikahi secara siri oleh pak Lurah.Namun untuk menutupi pernikahan siri mereka, Asih kemudian dinikahkan dengan Ibrahim tanpa diceraikan terlebih dahulu oleh pak Lurah. Asih yang sombong karena kecantikannya kembali berselingkuh dan dinikahi seorang konglomerat yang akan membangun Mall di desanya.
Bagaimanakah nasib Asih selanjutnya ? Akankah Asih memilih salah satu diantara ketiga suaminya itu ? Ikuti dan dapatkan jawabannya disini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22: Bayangan hitam dibalik pohon.
Sementara itu, Asih yang buru-buru pulang mempercepat langkah kakinya meninggalkan gedung kecamatan.
Peluh membasahi sekujur tubuhnya. Napasnya tersengal-sengal serta wajahnya pucat pasi.
Sesekali Asih menengok ke belakang, khawatir ada yang mengikutinya hingga.....
BRUUK....!
Asih menabrak seseorang.
"Maaf..Maaf..aku.." kalimat Asih terputus begitu kepalanya mendongak dan mendapati Ibrahim yang berdiri di depannya.
"Kamu..!?" Asih menunjuk ke arah Ibrahim yang ditabraknya karena terburu-buru..
"Ada apa Asih !?" tanya Ibrahim kaget.
Matanya mengarah ke belakang Asih, namun tak ditemukannya siapapun disana.
"Ak ..aku ngerasa ada orang yang ngikutin aku sejak keluar dari aula kecamatan tadi Im," jawab Asih ketakutan.
"Ngikutin kamu ?. Siapa !?" tanya Ibrahim penasaran.
"Entahlah. Mungkin orang-orang suruhan Dewi, bininya bowo !?" tebak Asih.
"Mana..?, nggak ada siapa-siapa disana Asih," jawab Ibrahim berusaha menenangkan Asih.
Asih keukeuh kalau ada orang lain yang mengikuti dirinya. "Aku takut Im..,"
"Ya sudah, ayo naik. Kita pulang," Ibrahim menyuruh Asih duduk di boncengannya.
Asih nurut dan naik diboncengan Ibrahim. Tanpa menunggu lebih lama lagi Ibrahim pun memacu sepeda motornya pulang.
Sementara itu, dibalik pepohonan yang besar dan rimbun di belakang Asih, terlihat sekilas bayangan hitam yang sedang bersembunyi dibalik pohon besar.
Setelah kepergian Ibrahim dan Asih, bayangan hitam itupun berbalik dan pergi.
Ibrahim menghela napas lega. Dari kaca spionnya Ibrahim dengan jelas melihat sosok hitam itu.
"Siapa orang itu dan kenapa dia mengikuti Asih ?" tanya Ibrahim penasaran.
Asih masih diam dengan wajah pucat pasi. Tanpa sadar perempuan itu memeluk erat pinggang Ibrahim.
Ada sesuatu yang berdesir didada Ibrahim. ini kedekatan pertamanya dengan Asih istrinya setelah sekian tahun, benar-benar tanpa sekat.
"Ak..aku takut Im," desis Asih nyaris tak terdengar.
Ibrahim menggenggam erat tangan Asih dipinggangnya.
"Nggak apa-apa Asih..Kamu aman sekarang,"
____________
Sementara itu di depan kecamatan...
"Bagaimana...?" tanya Dewi begitu melihat seorang laki-laki bertampan sangar mendekatinya.
Laki-laki itu membisikkan sesuatu ditelinga Dewi. Perempuan itu mengernyitkan dahinya. Wajahnya terlihat sangat marah.
"BODOH...!!" umpat Dewi marah. "Harusnya kamu ikuti perempuan itu sampai ke rumahnya. Aku ingin tau siapa perempuan itu !?" .
Dewi masuk kedalam mobil pribadi mewahnya. Seorang ajudan buru-buru membuka pintu mobil untuk Dewi.
"Selidiki perempuan itu. Awas kamu jika masih gagal juga!!" ancam Dewi. Matanya nyalang menatap laki-laki itu yang menundukkan kepalanya tak berani menatap Dewi.
Sementara itu, Prabowo yang menyusul Dewi istrinya tiba dengan napas ngos-ngosan dan langsung masuk ke mobil yang barusan dinaiki Dewi.
"Mah....," panggil Prabowo..
"Diam !!" potong Dewi sebelum Prabowo melanjutkan kalimatnya.
"Apa salahku, kenapa kamu tiba-tiba marah dan pergi begitu saja?" tanya Prabowo tak mengerti.
Dewi membalikkan wajahnya, menatap Prabowo dengan mata tajam. "Kamu beneran gak mengerti atau pura-pura gak ngerti !?"
"Aku benar-benar gak ngerti mah," ucap Prabowo jujur.
Dewi melengos. Sudut bibirnya membentuk senyuman sinis. Perempuan itu mengibaskan tangannya tak perduli.
Prabowo diam. Percuma bicara dengan Dewi. Istrinya itu nggak bakal menanggapi dirinya. Merekapun tak bersuara hingga tiba dirumah besar Prabowo, lebih tepatnya rumah besar keluarga Dewi yang dibeli Ayah Dewi sebagai hadiah pernikahan Dewi dan Prabowo.
Dewi segera turun saat salah seorang ajudan membukakan pintu mobil untuknya. Dengan angkuh Dewi berlalu tanpa memperdulikan Prabowo yang memanggilnya.
Tunggu saja saatnya, aku akan tau siapa gundik yang kamu simpan didesa ini !
________Dh_______%