Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama Yang Tidak Asing.

Beberapa hari berlalu sejak William mulai menjalankan tugasnya di rumah sakit. Berbeda dari perkiraan banyak orang, laki-laki itu benar-benar menjalankan apa yang diperintahkan ayahnya. Hampir setiap hari William terlihat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain. Ia mengikuti rapat, mempelajari laporan, berbicara dengan kepala bagian, bahkan sesekali turun langsung melihat pelayanan pasien.

Azmira yang awalnya menganggap keberadaan William hanya akan mengganggu pekerjaannya perlahan mulai terbiasa.

Meskipun tetap saja... Pria itu masih menyebalkan.

Pagi itu Azmira baru saja selesai memeriksa pasien terakhir ketika Tania masuk ke ruangannya.

"Mira."

Azmira yang sedang menulis catatan pasien menoleh. "Iya?"

"Pak Dokter kepala minta kamu ke ruang rapat."

Azmira mengernyit. "Kenapa?"

"Nggak tahu."

Tania kemudian tersenyum jahil. "Tapi katanya William juga ada."

Azmira langsung menatapnya. "Terus kenapa kamu tersenyum begitu?"

"Nggak kenapa-kenapa."

"Tania."

"Iya, iya. Aku diam."

Azmira menghela napas. Ia merapikan beberapa catatan, kemudian berdiri.

"Kalau begitu aku ke sana dulu."

"Semangat."

Azmira menatap Tania dengan kesal sebelum akhirnya keluar dari ruangan, entah kenapa rekan kerjanya itu selalu iseng, padahal ia tidak mau ada gosip apapun di rumah sakit ini yang mengenai dirinya.

"Ah, dasar Tania," gumam Azmira.

☘️☘️☘️☘️

Beberapa menit kemudian. Ruang rapat sudah dipenuhi beberapa orang ketika Azmira tiba, ia mengambil kursi paling belakang. tidak berselang lama kepala rumah sakit duduk di bagian depan bersama beberapa kepala bagian.

William juga berada di sana. Begitu melihat Azmira masuk, pria itu hanya mengangkat dagu sedikit, entah kenapa melihat perempuan dewasa itu hatinya selalu menghangat.

"Dokter."

Azmira membalas singkat. "Pak William."

Ia kemudian memilih duduk di salah satu kursi kosong. Tidak lama kemudian, kepala rumah sakit mulai membuka pembicaraan.

"Beberapa minggu ke depan rumah sakit kita akan menjalankan program kerja sama dengan salah satu perusahaan besar."

Beberapa orang mulai memperhatikan dengan serius, tak ada dari mereka yang sibuk sendiri ataupun fokus dengan handphone-nya dan semua mata tertuju ke depan.

"Perusahaan tersebut memiliki ribuan karyawan dan membutuhkan layanan kesehatan untuk pemeriksaan berkala."

Azmira mendengarkan dengan saksama, sesekali tangannya mencatat bagian yang terpenting dari rapat tersebut.

"Programnya meliputi medical check-up, pemeriksaan kesehatan rutin, serta beberapa layanan rujukan."

Salah seorang kepala bagian mengangguk, lalu mencoba untuk menimpali ucapan kepala rumah sakit tersebut. "Perusahaannya siapa, Pak?"

Pria itu membuka sebuah berkas. "Mahardika Group."

Suasana ruangan tetap tenang. Namun William langsung mengambil dokumen yang berada di hadapannya.

"Saya yang akan menangani koordinasinya."

Azmira melirik sebentar ke arah pria itu, Wiliam benar-benar serius jika sudah seperti ini tak terlihat sedikitpun tampang menyebalkannya itu.

Dan tidak lama kemudian. Kepala rumah sakit mengangguk. "Betul. Karena itu saya ingin kamu ikut terlibat langsung."

William mengangguk. "Baik."

Kemudian kepala rumah sakit menatap Azmira.

"Dokter Azmira, kami juga membutuhkan beberapa dokter untuk program pemeriksaan tersebut."

Azmira mengangguk. "Baik, Dok."

"Kamu termasuk salah satunya."

"Baik."

William kemudian membuka dokumen di tangannya. "Untuk tahap pertama, pemeriksaan akan dilakukan di kantor pusat Mahardika Group."

Azmira mencatat sesuatu. "Berapa banyak karyawan?"

"Kurang lebih dua ratus orang untuk tahap awal."

Azmira mengangkat wajah. "Dua ratus?"

William mengangguk. "Ya."

"Dan pemeriksaannya dalam satu hari?"

"Rencananya begitu."

Azmira mengerutkan kening. "Kalau begitu waktunya harus diatur."

William menatapnya. "Kenapa?"

"Karena kalau dua ratus orang diperiksa dalam waktu bersamaan, pelayanan bisa berantakan."

Beberapa orang di ruangan langsung terdiam. Memang benar apa yang dikatakan oleh dokter mudah itu karena 200 orang bukan jumlah yang sedikit.

sementara William menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Jadi menurut Dokter?"

Azmira membuka catatannya. "Harus dibagi beberapa sesi."

William menatapnya. "Berapa?"

"Minimal tiga."

"Kenapa tiga?"

"Supaya pasien tidak menumpuk."

William mengangguk perlahan. "Masuk akal."

Azmira sedikit terkejut. Ia mengira William akan membantah. Namun laki-laki itu justru mencatat usulannya dengan baik.

"Baik. Kita gunakan tiga sesi."

Kepala rumah sakit tersenyum. "Nah, itu yang saya harapkan. Kalian berdua bisa bekerja sama."

Azmira dan William saling menatap bingung namun beberapa detik kemudian keduanya sama-sama mengalihkan pandangan.

Rapat selesai hampir satu jam kemudian. Azmira keluar dari ruangan sambil membawa catatannya. Dan baru beberapa langkah, William menyusul.

"Dokter."

Azmira berhenti. "Iya?"

"Kita perlu membahas teknis pemeriksaan."

Azmira mengangguk. "Kapan?"

"Besok."

"Jam berapa?"

"Jam sembilan."

Azmira berpikir sebentar.

"Saya ada jadwal pasien."

"Setelah itu?"

"Saya bisa jam sebelas."

William mengangguk. "Baik."

Azmira hendak pergi, tetapi William kembali memanggilnya. "Dokter."

Azmira menoleh kembali. "Apa lagi?"

William tersenyum tipis. "Terima kasih sudah membantu."

Azmira terdiam.bKemudian ia mengangguk kecil. "Sama-sama."

Ia kembali berjalan akan tetapi suara pria itu membuat langkah Azmira terhenti kembali.

"Dan Dokter..."

Azmira menoleh dengan wajah mulai tidak sabar, ada rasa kesal juga dongkol karena William tidak benar-benar membuatnya meninggalkan ruangan itu.

"Apa?"

"Jangan terlalu serius."

Azmira mengernyit. "Kenapa?"

"Kalau terus seperti itu, nanti cepat tua."

Azmira menatapnya tidak percaya. "Pak William."

"Iya?"

"Saya baru dua puluh lima."

William tersenyum. "Saya tahu."

"Kalau begitu jangan bicara sembarangan."

William terkekeh pelan entah kenapa melihat muka masam Azmira membuat hidupnya sedikit lebih berwarna.

"Baik, Dokter."

Azmira menggeleng sambil melanjutkan langkah. Dari kejauhan, Tania yang kebetulan melihat interaksi mereka hanya bisa menahan senyum.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sore harinya, William dan Azmira kembali duduk berhadapan di ruang rapat kecil. Di atas meja terdapat beberapa dokumen kerja sama. William membuka salah satunya.

"Mahardika Group meminta rumah sakit menyediakan dokter untuk pemeriksaan kesehatan karyawan."

Azmira membaca dokumen tersebut. "Kalau begitu kita perlu menyiapkan tim."

William mengangguk. "Saya sudah menyiapkan daftar awal."

Azmira melihatnya. "Bagus."

William tersenyum. "Pertama kalinya Anda memuji saya."

"Saya cuma bilang bagus."

"Itu sudah termasuk pujian."

Azmira mendengus. Mereka kembali membahas pekerjaan. Tidak ada yang menyadari bahwa kerja sama sederhana tersebut perlahan akan membawa mereka ke sebuah keluarga yang memiliki sejarah panjang. Keluarga yang suatu hari nanti akan bersinggungan dengan kehidupan Azmira.

Dan tanpa Azmira sadari... nama Mahardika baru saja menjadi bagian kecil dari kehidupannya.

☘️☘️☘️☘️

Sementara di tempat lain, sebuah mobil berhenti di depan gedung megah bertuliskan:

MAHARDIKA GROUP. Seorang pria turun dari dalamnya. Ia menyerahkan beberapa dokumen kepada asistennya.

"Pastikan kerja sama dengan rumah sakit itu berjalan lancar."

"Baik, Pak."

Pria itu kemudian berjalan masuk ke dalam gedung tanpa mengetahui bahwa salah satu dokter yang akan datang ke perusahaannya dalam beberapa hari mendatang... adalah seorang perempuan yang kelak akan membuat kehidupan keluarganya berubah.

Azmira Shafitri.

Bersambung ....

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!