Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Oleh Perjodohan

Terikat Oleh Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:914
Nilai: 5
Nama Author: saphal_tha

#history Romantic
by : Saphal_tha

Anna adalah istri yang tidak pernah Xavier inginkan… sekaligus kelemahan yang tak pernah ia sangka.

Kekayaan, kekuasaan, dan kecerdasan. Xavier Romanov memiliki segala sesuatu yang diimpikan banyak orang. Sebagai seorang CEO muda yang disegani, hidupnya nyaris sempurna, kecuali satu hal yang tidak pernah ingin ia miliki, seorang istri.

Pernikahan tidak pernah ada dalam rencana hidup Xavier, sampai sebuah ancaman pemerasan memaksanya bertunangan dengan wanita yang hampir tidak ia kenal.

Annastasia Clifford ahli waris perusahaan perhiasan sekaligus putri dari musuh terbarunya.

Tidak peduli seberapa cantik atau menawannya wanita itu, Xavier akan melakukan segala cara untuk memusnahkan bukti ancaman tersebut dan membatalkan pertunangan mereka.

Namun satu hal yang tidak pernah ia predeksi akan terjadi, sekarang setelah mendapatkan Anna... ia tidak sanggup melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saphal_tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier

Baik Jarvis maupun Celliana tidak mengucapkan sepatah kata pun mengenai ketidakhadiranku yang cukup lama dari meja makan pada Jumat malam itu. Annastasia juga sama sekali tidak menyinggung obrolan singkat kami di ruang kerja, dan aku kembali ke New York dalam keadaan tidak puas dan emosi yang tersulut.

Aku sebenarnya bisa saja membakar habis kediaman mewah keluarga Clifford itu hanya dengan satu jentikan korek apiku.

Sayangnya, melakukan hal itu hanya akan membawa pihak berwajib datang langsung ke depan pintuku. Pembakaran sengaja sangat buruk bagi bisnis, dan aku belum pernah merendahkan diriku sampai ke tahap melakukan pembunuhan… belum saatnya. Namun, orang-orang tertentu terus memancingku untuk melewati batas itu setiap hari, salah satunya kebetulan adalah adik kandungku sendiri.

“Ada darurat apa, sih?” Felix duduk bersandar dengan santai di kursi berhadapan denganku sambil menguap. “Aku baru saja turun dari pesawat. Berilah aku waktu untuk tidur.”

“Menurut berita di kolom sosialita, kamu sama sekali tidak tidur selama sebulan terakhir ini.”

Malahan, dia sibuk berpesta keliling dunia. Hari ini di Mykonos, besoknya sudah di Ibiza. Perhentian terakhirnya adalah Monako, tempat dia baru saja kalah lima puluh ribu dolar di meja poker.

“Nah, tepat sekali.” Dia menguap lagi. “Makanya aku butuh tidur.”

Rahangku mengencang. Felix berusia lima tahun lebih muda dariku, tetapi kelakuannya masih seperti bocah berusia dua puluh satu tahun, bukannya pria dewasa berusia tiga puluh satu tahun.

Jika dia bukan adikku, aku tidak akan ragu untuk memutus semua akses keuangannya tanpa penyesalan, terutama mengingat kekacauan besar yang harus kuterima akibat ulahnya.

“Kamu tidak penasaran kenapa aku memanggilmu ke sini?”

Felix mengedikkan bahu, sama sekali tidak menyadari badai yang sedang bergejolak di balik ketenanganku. “Kamu kangen sama adik kecilmu ini?”

“Bukan.” Aku mengambil sebuah map cokelat dari dalam laciku dan meletakkannya di atas meja di antara kami. “Buka.”

Dia memberiku tatapan aneh, tetapi tetap menurutinya. Aku terus mengawasi wajahnya saat dia membalik foto demi foto, awalnya pelan, lalu makin cepat seiring rasa panik yang mulai menguasainya.

Kepuasan yang dingin dan kejam melintas dalam diriku saat dia akhirnya mendongak, dengan wajah yang jauh lebih pucat dibandingkan saat dia baru masuk tadi.

Setidaknya dia paham seberapa besar taruhannya.

“Kamu tahu siapa wanita di dalam foto-foto itu?” tanyaku.

Jakun Felix naik-turun saat dia menelan ludah dengan susah payah.

“Rosalia Gledon.” Aku menepuk foto yang berada di tumpukan paling atas. “Keponakan dari bos mafia Daran Gledon. Berusia dua puluh tujuh tahun, seorang janda, dan merupakan kesayangan pamannya. Nama itu seharusnya membuat ingatanmu segar kembali, mengingat kamu menidurinya sebelum berangkat ke Eropa, seperti yang terbukti dalam foto-foto ini.”

Tangan adikku mengepal erat. “Bagaimana kamu bisa....”

“Bukan itu pertanyaan yang tepat, Felix. Pertanyaan yang benar adalah peti mati seperti apa yang kamu inginkan untuk pemakamanmu nanti, karena hal itulah yang harus kurencanakan jika Gledon sampai mengetahui soal ini!”

Kemarahanku akhirnya meledak di pertengahan kalimat, dipicu oleh rasa murka dan frustrasi yang sudah tertahan selama berminggu-minggu.

Felix menciut di kursinya saat aku mendorong kursiku ke belakang dan berdiri, tubuhku bergetar hebat menahan amarah atas kebodohannya yang luar biasa.

“Seorang putri mafia? Apa kamu bercanda, berengsek?” Aku mengibaskan map itu dari atas meja dalam satu gerakan penuh amarah, membuat tindihan kertas dan kaca ikut terlempar. Kaca itu hancur berantakan dengan suara benturan yang memekakkan telinga, sementara foto-foto di dalamnya berhamburan ke lantai.

Felix terlonjak kaget.

“Kamu sudah melakukan banyak hal bodoh sepanjang hidupmu, tapi yang satu ini benar-benar puncaknya,” desisku menahan amarah. “Kamu tahu apa yang akan dilakukan Gledon padamu kalau dia sampai tahu? Dia akan menguliti dan mengeluarkan isimu seperti ikan dengan cara yang paling lambat dan paling menyiksa. Uang sebanyak apa pun tidak akan bisa menyelamatkanmu. Dia bakal menggantung mayatmu di jembatan layang jalan tol sebagai peringatan, itu pun kalau masih ada sisa mayat setelah dia selesai menghabisimu!”

Pria terakhir yang berani menyentuh wanita di dalam keluarga Gledon tanpa izinnya berakhir dengan alat vital dipotong dan otaknya ditembak hingga hancur di dalam kamar tidurnya sendiri.

Pria itu padahal hanya sekadar mencium pipi sepupu Gledon. Rumornya, sang bos mafia bahkan tidak menyukai sepupunya itu.

Jika dia tahu Felix telah meniduri keponakan kesayangannya? Adikku pasti akan memohon untuk dibunuh saja.

Kulit Felix berubah menjadi pucat kehijauan karena mual dan takut. “Kamu tidak mengerti.....”

“Apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu? Bagaimana bisa kamu bertemu dengannya?”

Keluarga Gledon terkenal sangat tertutup. Daran memegang kendali penuh atas orang-orangnya, dan mereka jarang berkeliaran di luar tempat yang dikuasai keluarga mereka.

“Kami bertemu di sebuah bar. Kami tidak bicara lama, tapi kami merasa cocok dan bertukar nomor telepon.” Felix berbicara dengan cepat, seolah takut aku akan menyerangnya jika dia berhenti bicara. “Pengawasan padanya tidak seketat dulu sejak dia menjadi janda, tapi aku bersumpah, aku tidak tahu siapa dia sebenarnya sampai setelah kami tidur bersama. Dia bilang padaku ayahnya bekerja di bidang konstruksi.”

Urat di pelipisku berdenyut keras. “Ayahnya memang bekerja di bidang konstruksi.” Serta pemilik klub malam, restoran, dan puluhan bisnis sampingan lainnya untuk menutupi bisnis haram mereka.

Jika ancaman ini datang dari orang lain selain Gledon, aku pasti sudah mematahkan ancaman Jarvis dengan cara menyuap mereka atau menawarkan kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan.

Namun tidak seperti pebisnis lain yang cukup picik untuk melibatkan diri dengan dunia bawah, aku tidak pernah mau berurusan dengan mafia. Sekali kamu masuk ke dalamnya, satu-satunya cara untuk keluar adalah di dalam peti mati, dan aku lebih baik membakar diriku sendiri daripada menyerahkan diri untuk patuh pada orang lain.

Jarvis hanya menginginkan apa yang bisa diberikan oleh nama belakang keluargaku. Gledon? Dia akan menuntut setiap sen terakhir dan setiap tetes darah kami, bahkan setelah dia menggorok leher adikku.

“Aku tahu ini kelihatan buruk, tapi kamu tidak mengerti,” kata Felix, ekspresinya tampak tersiksa. “Aku mencintainya.”

Ketenangan yang mengerikan mendadak menyelimutiku. “Kamu mencintainya.”

“Ya.” Wajahnya melunak. “Dia sangat luar biasa. Cantik, pintar......”

“Kamu mencintainya, tapi kamu meniduri semua wanita yang bergerak selama dua minggu terakhir ini?”

“Aku tidak melakukannya.” Wajah Felix memerah padam. “Itu cuma sandiwara untuk menjaga reputasiku! Aku harus pergi sebentar karena sepupunya kabur dan pamannya memperketat pengawasan pada seluruh keluarga, tapi kami sangat berhati-hati.”

Aku belum pernah merasa sedekat ini dengan keinginan untuk membunuh anggota keluargaku sendiri. “Tampaknya, kalian tidak cukup berhati-hati,” geramku, membuatnya terlonjak kaget sekali lagi.

Aku menarik napas dalam-dalam dan menunggu kemarahan yang meledak-ledak itu mereda sebelum akhirnya duduk kembali, perlahan dan penuh perhitungan, agar aku tidak melompati meja dan mencekik adik tunggalku ini. “Kamu mau tahu bagaimana aku bisa mendapatkan foto-foto ini, Felix?”

Dia membuka mulutnya, lalu mengatupkannya kembali dan menggelengkan kepala.

"Jarvis Clifford berjalan masuk ke kantorku dua minggu lalu dan melemparkan foto-foto ini ke atas mejaku. Secara kebetulan, dia sedang berada di kota beberapa waktu lalu dan melihatmu bersama Rosalia. Dia mengenali kalian berdua lalu menyuruh orang untuk membuntuti kalian. Begitu dia mendapatkan apa yang dia butuhkan, dia datang padaku untuk menawarkan kesepakatan.” Senyum tipis yang dingin melintas di bibirku. “Kamu mau tebak apa isi kesepakatan itu?”

Felix menggelengkan kepalanya lagi.

“Aku harus menikahi putrinya, dan dia akan menyimpan bukti foto ini untuk dirinya sendiri. Jika aku menolak, dia akan mengirimkan foto-foto ini ke Gledon, dan kamu akan mati.”

Aku memiliki pasukan pengamanan pribadi yang sangat tangguh. Mereka terlatih dengan baik, profesional, dan fleksibel secara moral untuk menangani penyusup dengan cara yang akan membuat penyusup lain kapok untuk mengusikku.

Namun, ada perbedaan besar antara menjaga keamanan, memberi hukuman, dan perang terbuka dengan kelompok mafia.

Mata Felix membelalak lebar. “Sialan.” Dia mengusap wajahnya dengan kasar. “Xavier, aku....”

“Jangan ucapkan sepatah kata pun lagi. Inilah yang harus kamu lakukan.” Aku menguncinya dengan tatapan tajam dan kaku. “Kamu akan memutus semua kontak dengan Rosalia, berlaku mulai detik ini juga. Aku tidak peduli jika dia adalah belahan jiwamu dan kamu tidak akan pernah menemukan cinta lagi setelah dirinya. Mulai saat ini, dia tidak pernah ada bagimu. Kamu tidak boleh menemui, berbicara, atau berkomunikasi dengannya dalam bentuk apa pun. Jika kamu melanggarnya, aku akan membekukan setiap rekening yang kamu punya dan memasukkan siapa pun yang membantumu secara finansial ke dalam daftar hitam.”

Kakek kami sangat paham dengan kebiasaan boros Felix dan telah menyerahkan kendali penuh atas perusahaan serta keuangan keluarga kepadaku di dalam surat wasiatnya. Dimasukkan ke dalam daftar hitam olehku berarti bakal diacuhkan oleh semua orang di dalam lingkaran sosial kami, dan bahkan teman-teman bodoh Felix sekalipun tidak akan sebodoh itu untuk mengambil risiko tersebut.

“Aku juga memotong uang saku bulananmu menjadi separuh sampai kamu bisa membuktikan bahwa kamu mampu membuat keputusan yang lebih dewasa.”

“Apa?” meledaklah Felix. “Kamu tidak bisa.....”

“Potong ucapanku sekali lagi, dan uang sakumu akan menjadi nol,” kataku dingin. Dia seketika bungkam, ekspresinya dipenuhi rasa tidak puas dan pemberontakan. “Kamu bisa mendapatkan sisa uang sakumu dengan bekerja di salah satu toko kita, di mana kamu akan diperlakukan sama seperti karyawan lainnya. Tidak ada perlakuan khusus, tidak ada pesta minuman keras atau main wanita saat jam kerja, dan tidak ada izin makan siang lalu baru kembali dua jam kemudian. Jika kamu malas-malasan, akses keuanganmu akan diputus total. Paham?”

Setelah keheningan yang panjang, dia merapatkan bibirnya menjadi garis tipis dan mengangguk kaku secara singkat.

“Bagus. Sekarang keluar dari kantorku.”

Jika aku harus melihat wajahnya satu menit lagi, aku mungkin akan melakukan sesuatu yang akan kusesali nantinya.

Felix pasti bisa merasakan bahaya yang mengintai, karena dia langsung berdiri dan bergegas menuju pintu keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.

“Dan Felix?” Aku menghentikannya tepat sebelum dia membuka pintu. “Jika aku tahu kamu melanggar aturanku dan menghubungi Rosalia lagi, aku sendiri yang akan membunuhmu.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!