Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: WARISAN SANG KAISAR IBLIS

​Setelah beberapa saat, pusaran angin kencang yang berputar di tengah ruangan bawah tanah perlahan mereda. Zhang Hai membuka kedua matanya, memancarkan binar energi spiritual yang amat pekat dan mendominasi. Sensasi keberadaan Qi murni yang mengalir deras di dalam Dantian barunya memberikan keunggulan mutlak yang jauh melampaui batas fisik fana.

​"Kita telah mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa di tempat ini, padahal ini baru bagian dari lapisan luar Alam Rahasia..." ucap Zhang Hai seraya mengedarkan pandangannya ke tiga orang lainnya.

​Hanya Xuan Chen dan Xia Hua yang mengangguk pelan, meresapi pemurnian jaringan tubuh serta kerapatan fisik baru yang baru saja mereka selesaikan.

​Sementara itu, Cheng Yun hanya melipat kedua lengannya di depan dada dengan raut wajah yang sangat tidak senang. Rasa dengki dan sesal yang membakar dadanya membuat murid Sekte Awan Hijau itu enggan membuka suara sedikit pun.

​"Dan aku mendapatkan akumulasi yang tidak jauh berbeda denganmu, Xuan Chen," lanjut Zhang Hai dengan nada bicara yang jauh lebih menghormati dibanding saat pertama kali mereka bertemu.

​Xuan Chen tidak membuang tenaga untuk membalas kata-kata tersebut. Ia berbalik membelakangi Zhang Hai, mengalihkan fokus utamanya ke sekeliling ruangan batu yang mulai kembali tenang.

​"Tapi kita masih terjebak di sini. Tidak ada pintu keluar atau jalur baru yang terbuka setelah baptisan selesai," ujar Xia Hua seraya melangkah mengamati dinding-dinding batu di sekitar mereka yang kembali temaram.

​Xuan Chen melangkah mendekat ke arah altar batu di tengah ruangan. Jemarinya yang padat dan tegap meraba permukaan ukiran kuno di sekitar kotak kayu hitam yang kini telah kosong. Ia mulai mencari tahu, menduga bahwa pasti ada pemicu tersembunyi yang sengaja ditinggalkan oleh pemilik tempat ini untuk membuka jalan keluar.

​Saat ketiga murid sekte aliran suci itu sibuk memperdebatkan kemungkinan rute melarikan diri, Xuan Chen diam-diam memusatkan fokusnya ke satu titik di dasar altar.

​Bzzzt!

​Di balik kelopak matanya, pendaran bening keabu-abuan dari Mata Misteriusnya berkedip sangat tipis. Penglihatan khususnya menembus lapisan debu dan pahatan kasar di permukaan altar batu.

​Seketika itu juga, pola ukiran di altar berubah total di mata Xuan Chen. Pahatan yang semula tampak seperti garis abstrak acak mendadak tersusun rapi menjadi deretan tulisan kuno yang hanya bisa dibaca oleh pemilik penglihatan ilahi.

​“Aku adalah seorang Kaisar yang pernah dikenal sebagai iblis berdarah dingin. Namun ribuan tahun lalu, di penghujung jalanku, aku menyesali jalan yang telah kupilih. Aku telah membantai jutaan nyawa hanya demi mencapai puncak tertinggi dari Dao Demonic...”

​Xuan Chen menajamkan pandangannya, menyerap setiap kalimat tersembunyi tersebut ke dalam kesadarannya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

​“Kini, aku meninggalkan tempat ini sebagai warisan kecil bagi kalian. Dan bagi siapa pun yang memiliki mata khusus hingga sanggup membaca tulisanku ini...”

​“Pergilah ke lapisan inti Alam Rahasia. Temukan Batu Giok Hitam di sana, dan kau akan mengetahui seluruh wawasan sejati serta rahasia terdalam mengenai Jalan Demonic.”

​Bzzzt!

​Tepat saat Xuan Chen selesai membaca kalimat terakhir di papan altar, ukiran tulisan kuno tersebut mendadak memudar dan runtuh menjadi serbuk halus, menghilang tanpa meninggalkan jejak.

​Di saat yang sama, lantai batu di bawah pilar utama bergetar keras. Sebuah pintu batu raksasa di dinding belakang altar bergeser terbuka secara perlahan, menyibakkan tangga batu yang mendaki lurus menuju ke permukaan wilayah dalam Alam Rahasia Kuno.

​Kreeeeek!

​"Pintu keluar terbuka!" seru Xia Hua penuh kelegaan, menyapu pandangannya ke arah celah tangga yang menyibakkan hembusan angin segar dari luar.

​Xuan Chen menarik kembali penglihatan matanya, berdiri tegap merapikan jubah hitamnya. Binar dingin menyala samar di balik kedua matanya yang sedalam telaga es.

​Batu Giok Hitam di lapisan inti... Puncak wawasan dari seorang Kaisar Iblis telah menantinya di pusat tempat terkutuk ini.

​"Junior Xuan," panggil Zhang Hai tiba-tiba, menghentikan langkah Xuan Chen yang hendak bergerak.

​Xuan Chen berbalik menatapnya dengan raut tenang tanpa ekspresi.

​"Sepanjang hidupku, aku belum pernah mengakui bakat seseorang. Aku selalu merasa akulah yang paling unggul di usiaku," ucap Zhang Hai jujur, tatapannya terkunci lurus pada pemuda jubah hitam di depannya.

​"Tapi sejak bertemu denganmu, aku sadar selama ini aku seperti katak di dalam tempurung yang hanya melihat permukaan saja."

​"Apa maksudmu, Senior?" tanya Xuan Chen datar.

​Zhang Hai untuk pertama kalinya menyunggingkan senyum tipis.

​"Aku menantikan saat di mana kau mencapai Ranah Pengumpulan Qi dan berbagi pukulan denganku—menguji siapa di antara kita yang lebih layak disebut jenius berbakat di generasi ini."

​Seringai tipis yang dingin terukir di sudut bibir Xuan Chen.

​"Aku tidak tertarik pada duel konyol yang hanya membuang-buang tenaga tanpa sebab," sahut Xuan Chen.

​Ia memberi penekanan dingin pada kalimat berikutnya.

​"Tapi ingat satu hal... Ketika kita melangkah keluar dari Alam Rahasia ini nanti, aku tetaplah musuh dari sekte kalian."

​Tanpa membuang waktu satu detik pun lagi, Xuan Chen berbalik dan melesat cepat menyusuri lorong tangga batu, meninggalkan ketiga murid aliran suci tersebut dan melaju lurus menuju wilayah inti Alam Rahasia Kuno.

​Xia Hua menatap punggung Xuan Chen yang dengan cepat menghilang di balik kegelapan tangga. Ada kilatan takjub yang tak bisa ia sembunyikan di sepasang matanya.

​"Dia sangat berbeda dengan murid-murid penganut jalan demonic lainnya yang pernah kutemui..." gumam Xia Hua pelan.

​"Cih! Iblis tetaplah iblis!" potong Cheng Yun gusar, matanya memancarkan kedengkian yang amat pekat. "Bila aku bertemu dengannya lagi di wilayah dalam, aku tidak akan membiarkannya hidup!"

​Xia Hua hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa menanggapi ocehan Cheng Yun. Ia dan Zhang Hai segera menginjakkan kaki di anak tangga, menyusul keluar dari ruangan bawah tanah tersebut.

​Sementara itu, Xuan Chen terus menaiki anak tangga batu dengan kecepatan penuh. Pijakan kakinya konstan dan tak bersuara, menembus lorong hingga akhirnya ia melangkah keluar dari mulut gua bawah tanah.

​Begitu tumitnya menginjakkan kaki di permukaan tanah wilayah dalam, matanya seketika menyempit.

​Di lapisan dalam Alam Rahasia Kuno ini, atmosfernya sangat berbeda dibanding wilayah luar. Kepadatan energi Qi langit dan bumi di tempat ini jauh lebih pekat dan murni, memancar lembut di antara hamparan pemandangan pegunungan hijau dan pepohonan rindang yang terhampar luas bagaikan lukisan.

​Namun, di balik keindahan visual tersebut, terkandung bahaya tak kasat mata yang amat menindas.

​Brak!

​Xuan Chen merasakan bahunya mendadak dihantam oleh beban berat yang amat masif. Tekanan gravitasi di wilayah dalam ini ternyata berlipat-lipat kali lebih tinggi dibanding dunia luar!

​Udara di sekelilingnya terasa amat padat, menekan paru-paru dan persendiannya pada setiap tarikan napas.

​Xuan Chen memadatkan kekuatan fisik barunya di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima Awal, menyeimbangkan tumpuan kakinya di atas tanah hingga napasnya kembali stabil. Kerapatan tulangnya yang baru saja mengalami pemurnian bekerja cepat menyesuaikan diri dengan tekanan gravitasi ekstrem tersebut.

​"Tekanan gravitasi ini..." gumam Xuan Chen pelan seraya memiringkan kepalanya.

​"Andai aku masih berada di Lapisan Tiga seperti kemarin... mungkin aku perlu memeras seluruh tenaga hanya untuk sekadar bernapas dan berdiri tegap di tempat ini."

​Xuan Chen menyapu pandangannya ke arah pusat wilayah dalam, di mana puncak gunung raksasa berselimut kabut keemasan menjulang tinggi menembus langit.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!