Indonesia
NovelToon NovelToon
My Professor, Wo Ai Ni

My Professor, Wo Ai Ni

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Komedi
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.

Gen 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jealously

Leerant mendatangi ruang dosen dan dia mendatangi Mr Bao yang sedang memeriksa detail sebuah maket. Leerant berdiri di depan dosen pembimbingnya.

"Yes Mr Quan?" tanya Mr Bao sambil menatap Leerant.

"Judge Bao, apakah aku bisa lulus semester ini?" tanya Leerant tanpa basa basi.

Mr Bao hanya tersenyum. "Bisa kalau kamu tidak ngajak ribut sama aku. Tidak debat tidak penting dan mau bekerja sama. Deal?"

Leerant mengulurkan tangannya dan Mr Bao menerimanya. "Deal!"

Mereka pun saling bersalaman. Mr Bao menelisik wajah Leerant.

"Kamu kenapa tiba-tiba berubah? Apakah ada yang membuat kamu berubah pikiran? Apa nenek moyang kamu datang dalam mimpi kamu dan mengeplak kepalamu?" tanya Mr Bao.

"Tidak ...."

"Atau ayahmu sudah mengancam kamu?"

"Tidak ...."

Mr Bao memajukan tubuhnya dan tersenyum usil. "Apakah ... Wanita?"

Leerant hanya diam. Mr Bao tertawa kecil. "Oke, pasti wanita. Siapa? Apakah Emerald?"

Leerant hanya melengos. "Aku tidak pernah suka dengan cewek manja itu."

Mr Bao tertawa. "Baiklah. Kita mulai acara konsultasinya?"

***

Katerina berjalan keluar dari ruang kuliahnya dan membalas sapaan para mahasiswanya yang baru tahu kalau dirinya adalah dosen sastra Inggris mereka. Para mahasiswanya juga tidak menyangka bahasa Mandarin Katerina cukup bagus dan mudah dipahami.

"Aku sudah tidak ada jadwal lagi dan harus kembali ke ruang dosen. Tunggu, ruang dosen sebelah mana?" gumam Katerina.

"Miss Reeves, Anda mau kemana?" tanya salah seorang mahasiswanya.

"Aku mau ke ruang dosen sastra tapi aku lupa dimana tempatnya," kekeh Katerina dengan wajah tidak enak.

"Memang gedungnya agak sedikit labirin. Mari saya antar."

Katerina lalu mengikuti mahasiswanya. Mereka mengobrol sepanjang perjalanan dan Katerina tahu kalau mereka tidak suka dengan dosen yang lama.

"Kenapa tidak suka dengan dosen lama, Anton?" tanya Katerina.

"Karena kami banyak digagalkan. Dia dosen menyebalkan, Miss. Mana kalau ngajar juga monoton dan tidak ada penjelasan yang enak," jawab Anton.

"Kamu anak S1 kan?" Katerina menoleh ke mahasiswanya yang berbadan kecil, berkacamata dan tampak begitu nerd.

"Benar. Aku harus segera selesai karena sudah mendapatkan tawaran kerja di perpustakaan nasional. Aku tidak sabar untuk mulai bekerja dan memegang banyak buku tua untuk menerjemahkan," senyum Anton.

Katerina terkejut. "Kamu ingin bekerja di museum?"

"Yes Miss. Aku suka ketenangan di perpustakaan. Boleh dibilang aku anaknya tergolong tidak bisa ketemu banyak orang. Buku adalah teman aku yang terbaik," jawab Anton.

"Tapi kamu bisa bicara banyak dengan aku," senyum Katerina.

"Aura Miss Reeves orang baik. Aku nyaman ngobrol dengan Miss." Anton mengusap tengkuknya dengan wajah malu-malu.

Katerina tertawa. "Kamu umur berapa sih?"

"Dua puluh Miss."

Katerina menggelengkan kepalanya. "Belajar yang benar. Biar cita-cita kamu bisa tercapai."

Anton mengangguk. "Terima kasih Miss. Aku akan memberikan yang terbaik di kelas Miss Reeves."

"Good for you."

Mereka tiba di ruang dosen dan Katerina mengucapkan terima kasih ke Anton. Dia pun masuk ke dalam ruang dosen.

Katerina mendorong pintu ruang dosen dengan hati-hati. Ia sempat berhenti sejenak di ambang pintu, seolah memastikan bahwa ia tidak salah memasuki ruangan.

Di dalam, beberapa dosen National Taiwan University tengah disibukkan oleh berbagai aktivitas. Ada yang membaca berkas, meninjau laptop, menyiapkan kopi, hingga berdiskusi serius mengenai penelitian.

Begitu pintu terbuka, hampir seluruh orang di ruangan itu langsung menoleh.

“Katerina!” Seorang dosen perempuan segera tersenyum lebar.

Katerina membalas dengan senyum sopan. “Selamat siang, Profesor.”

“Masuklah. Jangan berdiri di pintu.” Semua orang tersenyum melihatnya.

Katerina pun melangkah masuk. Belum sempat dia duduk, seorang dosen laki-laki sudah menghampirinya.

“Bagaimana hari pertama mengajar? Seru? Have fun? Atau bikin ngelus dada?” tanya dosen itu.

Katerina tertawa. “Sedikit mix sana sini, Profesor. Tapi saya baik-baik saja.”

Dosen lain yang sedang menyiapkan kopi ikut menimpali. “Dia sudah bisa lolos hari pertama. Dan ternyata sudah tabah. Padahal aku mengira, Katerina akan down karena beda dengan kampusnya dulu”

“Saya juga mengira begitu,” sahut dosen di sebelahnya. “Ternyata Katerina lebih kuat daripada sebagian dosen yang dulu baru di sini.”

Ruangan seketika dipenuhi tawa. Katerina ikut tertawa kecil.

“Saya hanya menikmati prosesnya.”

“Bagus!” Dosen perempuan tadi menepuk bahunya dengan ramah. “Kami sudah menantikan cerita kamu.”

Katerina sedikit terkejut. Dia tidak menyangka sambutan yang diterimanya akan sehangat itu.

Di atas meja, bahkan telah tersedia secangkir teh hangat dan beberapa kudapan. “Ini untuk saya?”

“Tentu.”

“Kenapa jumlahnya banyak sekali?” Katerina menatap semua orang.

“Karena kami tidak tahu apa yang kamu sukai.”

Katerina memandangi meja yang penuh makanan itu. “Profesor...”

“Ya?”

“Saya hanya satu orang.”

“Justru itu masalahnya,” jawab seorang dosen sambil terkekeh. “Kami terlalu bersemangat menyambutmu.”

Katerina akhirnya duduk. Beberapa dosen kemudian mulai memperkenalkan diri, sementara yang lain menanyakan rencana studinya, penelitian yang ingin dia lakukan, serta kesan pertamanya terhadap kampus.

Tidak ada suasana kaku seperti yang sempat ia bayangkan. Sebaliknya, ruang dosen itu terasa seperti tempat berkumpulnya orang-orang yang telah lama mengenalnya.

Seorang profesor senior bahkan berkata dengan nada bercanda,b“Mulai hari ini, jika ada yang mempersulitmu di kampus, laporkan kepada kami.”

Katerina tersenyum. "Kalau begitu, saya tidak akan segan minta pendapat para senior."

"That's the spirit! Oh kalau kamu bingung dengan ucapan slang para mahasiswa, kami bisa membantu," ujar salah satu dosen.

Katerina mengangguk. Untuk pertama kalinya sejak tiba di kampus itu, rasa gugup yang sejak tadi membebani dadanya perlahan menghilang.

Setidaknya, dari sambutan hangat para dosen hari itu, Katerina merasa bahwa dia mungkin akan menemukan banyak orang yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya di sana.

***

Leerant berjalan menuju mobilnya dan bahunya terlihat turun karena Mr Bao menemukan kelemahan dari maketnya. Selama ini dia selalu denial dan menganggap semuanya benar. Ternyata .. tidak. Leerant masih kalah pengalaman.

"Haaahhh ...." Leerant menghembuskan napasnya. "Bisa-bisa lulusnya lama ini."

Pria itu hendak membuka pintu mobilnya ketika melihat Katerina berjalan sambil mengobrol dengan Anton. Dadanya berdegup kencang karena cemburu.

Leerant membatalkan untuk pulang dan menutup pintu mobilnya lalu mengikuti kedua orang itu. Leerant mendengarkan percakapan Katerina dan Anton. Matanya menyipit saat mendengar Anton bilang aura Katerina itu aura orang baik.

"Tunggu ... apa si Anton itu naksir Katerina? Memangnya dia nggak sadar diri. Tinggi dia cuma sebahu Katerina!" sungut Leerant. "Awas kalau dia naksir Katerina juga!"

Ternyata Anton mengantarkan Katerina ke ruang dosen di gedung sastra. Leerant memutuskan menunggu Katerina selesai di dalam sana.

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Teuing Saha🙃
Ternyata Tristan sudah mempersiapkan semuanya. Tristan pasti paham betul kalau paman dan bibinya tahu yg sebenarnya, semua pasti akan dirampas
Sayem Sayem
rasa ny pengen getok kepala keluarga paman e Tristan...eehh JD curiga ni jangan2 emak BPK e Tristan sengaja d bikin celaka gitu y...
Elsa Fanie
Tristan sudah persiapan,dia tahu keluarga serakah,, sabar Lee, Leksi sudah menahan ny jg tuh,,
Yuli Budi
nah ternyata keluarga ma sendiri kan pelakunya 😡
Septi Lahat
jangan kn Aleksei yg sdh gatal pengen nonjok tuh org! aq yg baca pun gregetan 😠,,minta tolong neng Dirandra kasih obat atau racun yg cukup mengingatkan mereka yg telah berencana jahat ke Yelena n keluarga nya, jgn kasih cepat modyar tpi perlahan-lahan aj😠😠😠
Ratiwi Panduwaty
seruuuu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
amilia amel
makin jelas semuanya...
ternyata Tristan keponakannya, bukan anak kandungnya
pantas saja karena paman dan bibinya memang serakah dan suka berjudi
Noey Aprilia
Yg beli anknya,biang keroknya psti ortunya....tp mngkn jg ada trsngka lain....🤔🤔🤔...
sdih bgt jd kate....emng bnr tristan kya raya,tp dia udh ga ada....mskpn smua hrtanya buat ank istri,tp ttp nyesek....
😭😭😭
Meeta Baggio
Satu Nama terungkap, siapa dalang di balik kecelakaan Trustan dan kate,. Keluarga Ma mau Tristan,Kate dan Yelena meninggal dalam kecelakaan itu. maree kita tunggu apa yg akan keluarga Pratomo dan Lee lakukan terhadap keluarga Ma ?
D_wiwied
ya ampun ternyata Tristan udah prepare dr dulu n sdh feeling jg ya.. dia mmg sengaja nyari istri dr keluarga kaya spy bs me backup seandainya di sdh tiada, dan mmg kejadian 😟
awesome moment
terkuak dikit2. ternyata tristan bukan anak kandung. ternyata jg punya banyak warisan dan...kaya. ternyata berikutnya...penjudi. end of discussion klo bgono. seblm mokat y bkl.an menghalalkan sgla cara. dajjal j kalah klo kek gini. klan pratomo tu mmg little PBB. athrun mo ngapain n? diisengin kah kleg Ma😄😄😄
Noey Aprilia
Hmmmm.....
baru pham knp mreka jhat bgt sm tristan ,trnyta bkn ortu kndungnya....
krna hrta jg smp tega mnghilangkn nywa kluarganya sndri,apa lg udh kcnduan judi.....ckkk.....😡😡😡
D_wiwied
ooo ternyata bukan orang tua kandungnya, ya pantes aja kalo tega dan moto duiten, mana tukang main lagi.. bener2 parah keluarga Ma mau mengasuh Tristan krn ada maksud
Teuing Saha🙃
Ternyata semua ini benar² sudah direncanakan dengan matang
Ani
berarti mereka mau menguasai semuanya...dasar licik. kirain orang tuanya ternyata paman dan bibi..👊👊👊👊
Sayem Sayem
pantas sumbut pengen nguasi harta ny Tristan jebule gur paklek Sik serakah harta to
Sayem Sayem
lumayan nge-gym d tengah MLM timbang bengong kn Al...kurangi lemak dikit ...yakin tu keluarga revees bakalan ngamuk
Marsiyah Minardi
Aku kan jadi penasaran kali Thor
Dan mesti bersabar nunggu episod berikutnya kan ?
Meeta Baggio
Wow.....ternyata mereka bukanlah orang tua kandung Tristan tp paman dan bibi nyaa.. semoga semua bisa segera terungkap dan kekuaega Ma mendapatkan balasannya
awesome moment
Ma bukan kelg yg sederhana spt di permukaan. mrk jauh lbh dajjal dri sang dajjal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!