Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mata Nina yang terlatih tak pernah melewatkan detail sekecil apa pun. Setelah fondasi keuangan Anggun runtuh, fokus Nina langsung beralih pada Hadin, pria yang selama ini menatapnya dengan pandangan liar nan menjijikkan.

Malam itu, sekitar pukul dua dini hari, rumah dalam keadaan sunyi. Nina yang hendak menuju dapur untuk mengambil minum berniat melintasi koridor lantai dua. Langkah kakinya yang sangat ringan tanpa suara terhenti tepat di depan kamar Hadin yang pintunya sedikit renggang. Dari celah sempit itu, pendar lampu kamar yang temaram menerobos keluar.

Melalui celah kecil tersebut, Nina melihat Hadin duduk di tepi ranjang dengan napas tersengal-sengal dan tubuh gemetar hebat. Pria itu merogoh laci nakas secara terburu-buru, mengeluarkan beberapa butir pil berwarna pucat, lalu menelannya tanpa air. Tak berhenti di situ, dengan tangan yang masih bergetar, Hadin mengambil sebuah jarum suntik kecil berisikan cairan bening dan menyuntikkannya ke pembuluh darah di lengannya.

Seketika, tubuh Hadin menyandar ke kepala ranjang. Wajahnya yang semula tegang berubah rileks dengan mata terpejam penuh kenikmatan semu.

Nina memandangi pemandangan itu dari balik kegelapan koridor. Sepasang matanya berkilat dingin. "Ternyata ini rahasiamu, Hadin," batinnya. " Benar-benar. Keluarga menjijikan".

Menunggu hingga Hadin tertidur lelap akibat pengaruh zat tersebut, Nina bergerak dengan ketangkasan luar biasa. Dengan menggunakan sarung tangan tipis dan alat pemetik kunci sederhana yang disiapkannya, Nina menerobos masuk ke dalam kamar Hadin tanpa menimbulkan bunyi sekecil apa pun. Ia dengan cepat mengambil sampel sisa pil di dalam botol kecil tak berlabel, menyedot sedikit sisa cairan di dalam vial jarum suntik menggunakan tabung sampel steril, lalu keluar tanpa meninggalkan jejak.

Esok harinya, Nina mengirimkan sampel tersebut kepada Tania untuk diuji di laboratorium tertutup milik suami Tania.

Hanya butuh beberapa jam hingga hasil analisis laboratorium terenkripsi masuk ke ponsel Nina. Tatapan Nina tertuju pada lembaran dokumen digital tersebut...zat narkotika golongan satu jenis sintetis dosis tinggi, dikombinasikan dengan obat penenang ilegal yang sangat berbahaya dan berpotensi memicu overdosis.

Tidak hanya itu, Tania juga menyertakan laporan peretasan data keuangan pribadi Hadin. Pria itu ternyata merupakan pengguna aktif dan memiliki utang menumpuk pada jaringan pengedar barang haram di kelas atas kota.

"Kartu as yang sangat sempurna, satu keluarga bobrok semua, entah, giliran Hazel," bisik Nina pelan di dalam kamarnya, senyum dingin terukir tipis di paras ayunya.

Hadin selama ini berakting sebagai anak laki-laki kebanggaan yang tenang dan dewasa di depan Faris. Jika rahasia kelam ini terbongkar, bahwa calon pewaris yang dibanggakan itu adalah seorang pencandu berat barang haram yang terancam hukuman pidana belasan tahun, maka sisa harga diri dan harapan keluarga Faris akan hancur lebur tanpa sisa.

Nina menyimpan dokumen tersebut rapat-rapat. Umpan sudah di tangannya, tinggal menunggu momen yang paling tepat untuk menjerat leher Hadin hingga tak bisa bernapas lagi.

Besok adalah hari sidang skripsi Hadin di kampus, sebuah momen menentukan yang dipamerkan Faris dan Anggun ke seluruh kerabat sebagai panggung kebanggaan keluarga. Namun, Nina yang jeli tahu betul rahasia kecil adik tirinya itu. Hadin selama ini diam-diam bergantung pada obat penenang dosis tinggi serta pil penekan rasa cemas agar bisa tampil percaya diri di depan umum. Tanpa mengonsumsi obat-obatan terlarang itu, Hadin akan berubah menjadi sosok yang gelisah, paranoid, dan panik luar biasa.

Malam harinya, saat seluruh isi rumah telah lelap, Nina bergerak bak bayangan.

Menggunakan kunci duplikat yang disiapkannya, Nina menyelusup masuk ke kamar Hadin . Di atas meja belajar, bersanding dengan tumpukan draf skripsi bertuliskan nama Hadin , tergeletak sebuah tempat kotak kecil yang digunakan Hadin untuk menyembunyikan pil-pil terlarang tersebut.

Dengan sangat tenang, Nina mengambil tempat obat itu. Namun, bukannya membuang begitu saja, Nina menukarnya dengan butiran pil kosong yang bentuk dan warnanya sangat mirip, sementara obat-obatan asli milik Hadin disimpannya rapat-rapat sebagai barang bukti tambahan.

"Selamat berjuang untuk sidangmu besok, Hadin," bisik Nina dingin di dalam kegelapan kamar kakak tirinya, sebelum melangkah keluar tanpa meninggalkan jejak.

Keesokan harinya, suasana di rumah Faris sangat sibuk. Hadin tampil penuh percaya diri dengan setelan hitam-putih, merapikan penampilan nya di depan cermin sembari tersenyum puas.

"Papa sama Mama tenang aja, sidang Hadin hari ini pasti dapat nilai A!" pamer Hadin dengan nada sombong saat di meja makan, sesekali melirik Nina yang duduk diam di sudut meja sembari menikmati sarapannya dengan sangat lugu..." malam nanti, aku akan membuatmu puas Nina, setelah selesai sidang" gumamnya tersenyum nakal pada Nina.ia berencana akan merayakan kelulusan nya malam ini dengan mengajak Nina jalan-jalan dengan maksud terselubung.

"Bagus, Nak. Tunjukkan pada semua orang kalau keluarga kita tetap berdiri tegak!" sahut Faris bangga, mengabaikan fakta bahwa perusahaannya sendiri sedang diambang krisis akibat skandal istrinya.

"Maafkan Mama nak, Semoga kamu tetap semangat meski Mama seperti ini... percayalah...mama melakukan semua ini demi kamu" ucap anggun menggenggam tangan putranya.

"tenang saja.... Hadin tidak terganggu dengan itu... percayalah, Hadin akan membuktikan pada mama, kalau Hadin bisa sukses" balas hadin semangat.

"lebay" hazel memutar bola matanya acuh, ia geli melihat kakaknya seperti itu.

Namun, kepalsuan itu mulai retak hanya beberapa jam kemudian.

Hadin tampil sangat rapi dengan setelan hitam putih elegan. Namun, di balik penampilannya yang necis, tubuhnya bergetar samar. Efek ketergantungan obat terlarang membuat fokusnya berantakan sejak bangun tidur. Tanpa disadari Hadin, tempat obat rahasia yang disembunyikannya di dalam tas telah ditukar oleh Nina sejak semalam dengan pil kosong tanpa khasiat.

Selesai menjalani sidang dan keluar dari ruang penguji dengan nilai kelulusan, rasa cemas dan gelisah luar biasa mendadak menyerang otak Hadin. Peluh dingin membasahi pelipisnya, jantungnya berdegup kencang, dan pandangannya mulai kabur diliputi rasa paranoid yang parah.

Dengan tangan gemetar hebat, Hadin berlari menuju lorong sepi di samping aula. Ia merogoh tas mewahnya, menyambar botol obat pemberian Nina, lalu menelan dua butir pil sekaligus.

Satu menit... lima menit... tak ada efek rileks yang datang.

Sakau yang menghantam tubuhnya makin brutal. Hadin mengerang parau, meremas kemejanya sendiri sembari merancau ketakutan di tengah lorong kampus.

Dari balik pilar lantai atas, Nina berdiri anggun menyaksikan mangsanya yang terkulai tak berdaya. Jemari Nina yang lincah segera menekan nomor Tania di ponsel terenkripsinya.

"Tan, eksekusi sekarang," bisik Nina dingin. "Kirim laporan anonim dan lokasi Hadin ke Satuan Narkoba Polda."

"Siap, Nin. Laporan dan bukti laboratorium digital sudah terikat atas nama Hadin," sahut Tania cepat.

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!