Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 6.

Clarissa yang masih belum masuk ke dalam rumah, jalan mondar-mandir dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.

Ia terus mikirkan, kalau Stephen pasti sangat membencinya, karena sudah berselingkuh.

Tiba-tiba Clarissa reflek menutup wajahnya dengan tangannya, karena lampu mobil yang begitu terang dari mobil, yang masuk ke pekarangan vila membuat matanya seketika silau.

Lalu mobil itu berhenti tepat di dekat Clarissa berdiri.

Clarissa melihat ke pintu mobil, dan menunggu siapa yang akan turun dari dalam mobil.

Pintu bagian pengemudi terbuka, lalu seorang pria turun dari dalam.

Begitu melihat wajah pria yang turun itu, sontak Clarissa tersenyum senang, ternyata Stephen Sylvester yang mengemudikan mobil itu.

"Stephen!!" seru Clarissa dengan suara yang terdengar senang sekali.

Stephen memperlihatkan wajah datar dan dingin, memandang Clarissa dengan tatapan yang begitu dingin.

Senyum Clarissa perlahan menyusut melihat aura yang terasa dingin diperlihatkan Stephen padanya.

Tanpa mengatakan apa pun untuk menjawab Clarissa, Stephen melangkah ke pintu penumpang, lalu membuka pintu mobil.

Begitu pintu mobil penumpang terbuka, Clarissa melihat gadis kecil berusia lima tahun duduk di kursi penumpang.

Wajah kaku dan dingin Stephen, seketika terlihat ramah sembari tersenyum, saat ia akan mengangkat putri kecilnya ke dalam gendongannya.

Eh, dia sepertinya putri kecilku! bisik hati Clarissa memandang anak perempuan kecil yang diangkat Stephen keluar dari dalam mobil.

Wajah Stephen kembali dingin, saat ia melangkah melewati Clarissa sembari membawa putrinya.

"Tu.. tunggu! dia... !!"

Clarissa sontak menahan Stephen ingin mengambil putrinya dari gendongan Stephen.

Stephen menghentikan langkahnya, lalu dengan wajah yang terlihat semakin dingin menoleh memandang Clarissa.

"Jangan coba-coba menyentuhnya!"

Suara bariton Stephen terdengar begitu dalam, penuh tekanan memperingati Clarissa, dan tatapan matanya sedikit mendelik tajam menatap Clarissa.

Merasakan aura Stephen yang terasa begitu membencinya, seketika Clarissa menurunkan tangannya yang terulur ingin menggendong putrinya.

Senyum Clarissa perlahan menyusut.

Ia pun membiarkan Stephen membawa putri mereka masuk ke dalam rumah.

Setengah jam kemudian.

Stephen mengelus kepala putrinya yang sudah tidur dengan nyaman di atas tempat tidur.

Ia kemudian melihat lengan putrinya yang diperban, lalu mengelusnya dengan lembut, dengan tatapan mata sedih melihat keadaan putrinya itu.

Stephen kemudian memasukkan tangan putrinya itu ke balik selimut.

Di pintu kamar yang terbuka, Clarissa mengintip ke dalam kamar, lalu kakinya dengan pelan melangkah masuk ke dalam kamar.

Saat ia dekat ke tepi tempat tidur putrinya, ia melihat satu kaki putrinya belum masuk ke dalam balik selimut.

Dengan lembut ia menarik selimut untuk menutupi kaki putrinya, tapi tangan Stephen dengan reflek menepis tangannya.

Lalu Stephen dengan kasar meraih lengannya, dan menariknya dengan kuat keluar dari dalam kamar putri mereka.

Tubuh Clarissa terbanting ke badan lemari, saat Stephen mendorongnya dengan wajah yang terlihat begitu marah padanya.

"Akh! Stephen!!"

Selanjutnya tangan Stephen dengan kuat mencengkram lehernya, "Clarissa! Aurora itu putri kandungmu! kenapa kamu begitu tega menyakitinya, Hah?!!"

Clarissa yang kesakitan berusaha melepaskan tangan Stephen dari mencengkram lehernya, "Bu.. bukan.. aku.. !!"

"Aku begitu jelas melihatmu, dengan mata kepalaku sendiri diluar sana! masih saja kamu membantah tidak melakukannya, Hah?!!" bentak Stephen semakin marah, dan semakin kencang mencengkram leher Clarissa.

"Dengar.. dengar dulu penjelasanku!!" Clarissa dengan susah payah menjawab, dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Stephen pada lehernya, "Lepaskan.. lepaskan dulu!!"

Clarissa memukul-mukul tangan Stephen, dan Stephen pun melepaskan tangannya.

"Uhuk.. uhuk!!" Clarissa terbatuk-batuk setelah Stephen melepaskan cengkraman tangannya pada lehernya.

"Haahh.. haahhh... !!" Clarissa kemudian menghirup udara.

"Sekarang, cepat jelaskan!"

"Aku... !!" Clarissa melihat mata Stephen tampak memerah, membuat Clarissa seketika bingung untuk memberi penjelasan pada Stephen.

Kalau aku bilang padanya, aku Clarissa Wilson berumur delapan belas tahun, dia pasti berpikir, kalau aku ini mencari alasan yang tidak masuk akal! bisik hati Clarissa menjadi bingung untuk menjawab Stephen.

Bersambung.........

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!