Seorang wanita muda yang cantik, kuat, perusuh pindah ke Italia mengikuti sang ibu tercinta yang menikah dengan duda kaya-raya yang memiliki dia anak laki-laki, memiliki teman baru, melanjutkan pendidikannya di sana.
Dulunya di Atlanta, US Ia adalah seorang perusuh gila, suka berantam dan lain sebagai nya, akankah Ia akan menjadi perusuh di kota selanjutnya? Ia juga bertemu dengan orang yang menyukainya di Italia.
Bagaimana kisahnya? ikuti selanjutnya.....
No plagiarism ❌
Autentik hasil pikiran sendiri yang menginginkan kehidupan seperti di novel ini 😅😅
Mohon maap jika ada kesalahan penulisan kata atau sebagainya, mohon dimaklumi aku masih author pemula dan ini adalah karya pertama author. 🙏🙏🙏
Terima Kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stella Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
Malam hari nya di kediaman Odette, tepatnya pukul 22.00 Nia dan Odette sudah bersiap untuk bergelung dalam tidur nya. Sesuai janjinya siang tadi Ia akan menginap bersama di tempat teman baiknya.
"Ceritakan tentang Erebus." Pinta Odette yang sudah tak sabar, Ia menaikan selimut ungunya sebatas dada dan memperbaiki posisi tidur nya dengan menyamping pertanda sudah siap mendengar dongeng.
"Sebentar aku ke toilet dulu." Nia beranjak dari tempat tidur.
"Ayolah cepat sedikit." Odette benar-benar sudah tak sabar sepertinya. Ia bahkan uring-uringan di atas ranjangnya.
Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, yang di tunggu keluar juga dari kamar mandi, dengan cepat Odette berbaring lagi di ranjang.
"Hahhahah...Kau cukup menggemaskan." Setibanya didepan ranjang, ia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah tidak sabaran temannya.
Odette langsung saja menarik tangan Nia lalu membungkus tubuhnya dengan selimut. Nia masih belum bisa menghentikan tawanya, dengan spontan Odette menghentikan tawa liar Nia dengan menutup mulutnya erat.
"Shhhhh....Berhenti tertawa." Odette meletakkan jari telunjuk di mulutnya. Ia cukup takut mengganggu istirahat orang tuanya.
" Maaf..." Akhirnya selang beberapa menit kemudian suasana dalam kamar menjadi hening untuk sesaat.
"Berdongenglah sekarang." Bisik Odette.
"Dengarkan, kau tau aku tidak pandai berdongeng, dan ini bukan dongeng ya." Nia juga ikutan berbisik memperingati Odette.
" Jadi Nama 'Erebus' diyakini berarti 'tempat kegelapan antara Dunia Bawah atau alam Hades dan bumi', yang berasal dari bahasa Proto-Indo-Eropa. Nama ini sering digunakan untuk menggambarkan kenegatifan, kegelapan dan misteri, dan juga nama wilayah Yunani yang terkenal dengan sebutan Dunia Bawah." Nia mulai menceritakan tentang Erebus ini.
"Sebentar apakah dunia bawah ini sama dengan dunia para penjahat atau berandalan di bumi ini?" Tanya Odette menyela perkataan Nia selanjutnya.
"Tidak....Bukan seperti itu, itu sangat berbeda. mereka adalah para dewa-dewi bukan manusia biasa seperti kita." Odette menjelaskan dengan sabar.
"Jadi Dunia Bawah adalah tempat yang sangat penting bagi orang Yunani kuno, karena di sanalah semua jiwa atau roh orang mati tinggal dan dirawat. Dunia Bawah tidak terlihat oleh yang hidup, dan hanya Pahlawan seperti Heracles yang bisa mengunjunginya." Lanjutnya menjelaskan membuat Odette mangut-mangut.
"Heracles ini siapa?" Tanyanya lagi.
"Heracles adalah salah satu anak Zeus, dalam mitologi yunani ia dikenal sebagai Hercules." Nia mengubah posisi tidur menyamping nya menjadi telentang agar lebih nyaman bercerita.
"Oh jadi yang bisa masuk kesana hanya hercules ya." Odette menatap Nia dengan mata berbinar-binar.
"Tentu saja. Oke lanjut, Erebus juga merupakan penguasa dunia bawah sampai dewa Olympian Hades mengambil alih. Menurut berbagai sumber, dewa-dewa lain menciptakan Bumi terlebih dahulu, setelah itu Erebus menyelesaikan penciptaan Dunia Bawah. Dia, dengan bantuan saudara perempuannya Nyx, mengisi tempat-tempat kosong di Bumi dengan kabut gelap." Kata Nia lalu Berhenti sejenak untuk menghirup udara sebentar.
"Erebus menikahi saudara perempuannya, Nyx, dan pasangan ini memiliki sejumlah anak yang juga merupakan dewa primordial dengan peran penting dalam mitologi Yunani.Mereka adalah: Aether - dewa cahaya dan langit atas, Hemera - dewi siang hari, Hypnos - personifikasi tidur, The Moirai - dewi-dewi takdir. Ada tiga Moirai - Lachesis, Clotho dan Atropos, Geras - dewa usia tua
Hesperides - Mereka juga dikenal sebagai 'Nimfa dari Barat', 'Putri-putri Malam' atau Atlantides, Charon - tukang perahu yang bertugas membawa jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal menyeberangi Sungai Acheron dan Styx ke Dunia Bawah.
Thanatos - dewa kematian, Styx - dewi Sungai Styx di Dunia Bawah, Nemesis - dewi balas dendam dan pembalasan ilahi."
Odette mendengar anak-anak Erebus dibuat melongo, apalagi ketika Nia menceritakan bahwa Erebus ini menikah dengan saudari perempuannya sendiri, yang berarti masih sedarah dengannya.
"Sebentar...Tidakkah anak-anak nya cacat?" Tanyanya dengan lehernya tiba-tiba menyusut kebawah selimut.
"Hah?.. Dari mana kau mendengar hal tersebut?" Tanya Nia heran mendengar perkataan Odette.
"Kau tidak tau, ada banyak mitos yang mengatakan bahwa menikahi saudara sendiri adalah hal terlarang dan membuat anak hasil itu jadi cacat." Katanya berbisik
"Kau tau itu hanya mitos, sudahlah aku lanjutkan ya. Erebus terkadang digambarkan sebagai entitas iblis dengan kegelapan yang memancar dari dalam dirinya dan fitur mengerikan yang menakutkan. Simbol utamanya adalah burung gagak karena warna hitam gelap burung itu mewakili kegelapan Dunia Bawah serta emosi dan kekuatan dewa." Katanya Nia dengan suara dibuat-buat agar terkesan menakutkan.
"Kenapa jadi menakutkan?" Odette tergesa-gesa menggeser tubuhnya kearah Nia membuat tubuh keduanya mepet membatasi ruang gerak Nia.
"Ehhhhh....Bergeserlah sedikit aku bisa jatuh dari ranjang nanti." Pinta Nia, mengapa Ia punya teman penalti seperti ini batinnya.
Setelah posisi Nia nyaman, Odette menarik tangan kanan Nia dan memeluknya dengan erat seperti anak yang tidak mau ditinggal ibunya ke pasar.
"Bukankah dia iblis, mengapa kamu memilih konsep ini?" Tanya Odette penasaran, sangat mengherankan bukankah seharusnya Nia memilih konsep malaikat baik seperti kebanyakan orang.
"Bukan begitu, karya memiliki konsep dunia sekarang." Kata Nia dengan mantap lalu menerawang jauh memikirkan segala nya.
"Bagaimana kalau membuat malaikat baik juga?" Tanya Odette mencoba mengemukakan ide di kepalanya.
"Ummmmm....Itu sangat luar biasa, karena Dewa iblis nya sudah jadi maka mari selesaikan malaikat baik ala Odette tersayang." Odette dibuat tersipu mendengar nya.
"Sudahlah tidurlah, kita akan sibuk bekerja keesokan hari nya."
"Selamat Malam...."
Setelah nya suasana dalam kamar tersebut menjadi sunyi hanya terdengar beberapa serangga yang berbunyi entah apakah para serangga yang selalu berbunyi di malam hari ini mengorok dalam tidur mereka atau mereka seorang mencari makan karena lapar dimalam hari. Siapa yang tahu.
Suasana di kota Milan saat ini masih banyak kendaraan yang berlalu-lalang meskipun ini tengah malam, suasana nya bahkan hampir menyamai The city that never sleep atau yang biasa dikenal banyak orang kota New York. Beberapa gedung mewah nan tinggi masih beroperasi, mungkin saja ada banyak karyawan yang bekerja lembur hari ini.
Sedangkan suasana di mansion keluarga Muller...
"Ke kiri....Thom sialan apa yang kau lakukan di sana." Suara pria yang tak lain Isacco menggema di kamar tersebut.
"Kenapa kau sangat payah memainkan permainan ini." Umpat Jeff merendahkan Thom membuat orang yang menjadi sasaran hanya bisa merenggut.
Sesuai janji mereka juga menginap di rumah Thom dan berniat bergadang hingga pagi nanti dengan bermain game sepuasnya. Namun Thom si pemikat wanita kini selalu menjadi bahan olokan kedua sahabat nya.
"Aku juga sedang berusaha." Thom memiringkan ponselnya hingga badannya juga ikutan miring membuatnya terjatuh dari atas ranjang.
Kedua temannya menertawakan kekonyolan Thom, walau bagaimanapun Thom adalah peningkat mood mereka jadi mereka tidak akan berbuat hal dulu ad nalar yang membuat Thom kesal, mereka membantu Thom bangun dari bawah lantai yang untungnya dilapisi karpet berbulu.
……………………………Bersambung…………………………