"Ada apa ini sebenarnya?! kenapa Presdir direktur datang secara tiba-tiba!" bisik seseorang pria berdasi putih dengan jas berwarna hitam pada pria berdasi lainnya, dan berjalan dengan tergesa-gesa bersama yang lainnya.
Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya? tapi hari ini dia terlihat seperti bukan dirinya?!" jawab pria berdasi lainnya yang juga sedang berjalan dengan tergesa-gesa diikuti dengan beberapa pegawai lainnya.
"bukan hanya itu! Dia juga minta kamar untuk nya dan juga seorang wanita untuk menemaninya. sepertinya sekarang dia sudah menjadi pria berengsek! Dua istri tidak cukup untuknya dan sekarang dia ingin memiliki wanita simpanan!"
"benar-benar pria bejat! jika dia tidak cukup dengan istri keduanya, kenapa dia tidak meminta istri pertamanya untuk kembali?! Dia bahkan mengirim istri pertamanya keluar negeri dihari ketujuh usia pernikahannya, tepatnya setelah dia menikahi nyonya Mia Hasdiana istri keduanya!" ujar seluruh pegawai saling menimpali dengan perasaan geram.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
"hmm, baiklah. Aku akan mengatakannya nanti. Kalau aku ingat!" ujar Doris ketus dan cuek, lalu kemudian masuk kedalam toilet, meninggalkan Kaira begitu saja.
Kaira tidak mengambil pusing sikap Doris barusan dan memilih untuk segera pergi, dan memastikannya. Apakah yang digosipkan oleh Lia dan gengnya itu barusan adalah benar, bahwa dia tengah hamil.
Karena itu untuk memastikannya, Kaira pun bergegas pergi ke apotik terdekat dengan mengendarai mobil hitam mentalik miliknya, yang sering kali dia tinggalkan di losmen hotel.
Dan sesampainya di apotik Kaira pun membeli beberapa bungkus testpack, lalu membayarnya dan membawanya pulang ke kosnya. Karena dia sudah tidak sabar ingin segera mengeceknya, dia bahkan tidak singgah kemana-mana dan memilih untuk langsung pulang.
Begitu Kaira sampai di kos, dia pun langsung pergi ke kamar mandi. Menampung urinenya, dan mengetesnya dengan menggunakan testpack yang baru dia beli di apotik tadi. Saat Kaira memasukkan testpack kedalam wadah berisi urine, tangannya bergetar dan jantung berdebar kencang.
Ada perasaan takut yang tiba-tiba datang dihatinya, yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata. dan perasaan takut itu bercampur menjadi satu dengan rasa sedih dan bahagia, ketika dia tiba-tiba melihat dua garis merah terang, terpampang jelas di benda bernama testpack tersebut.
Air mata bercampur rasa sedih, takut dan bahagia bahkan mengalir begitu saja dari matanya, tanpa bisa dia tahan, kedua tangannya langsung memegang perutnya, seolah mengatakan kepada nyawa yang tak berdosa didalam sana.
Bahwa dia sangat menyayanginya, dan akan menjaganya dengan seluruh jiwa raganya. Meski seandainya nanti orang yang telah membuatnya tidak menginginkannya.
tapi meskipun begitu Kaira juga ingin memastikan, apakah hasil dari testpack itu benar? Karena itu setelah beberapa kali melakukan tes dengan menggunakan alat tes kehamilan, dan hasilnya tetap sama. Kaira pun memutuskan untuk pergi kerumah sakit, dan rumah sakit itu adalah rumah sakit milik group oh.
"hasil dari alat tes kehamilan ini benar. Bahwa nyonya sedang hamil, dan setelah kita melakukan pemeriksaan tadi. Saya pun dapat mengetahuinya bahwa nyonya sedang hamil tujuh Minggu, semua dapat dilihat dari kantong janin dan calon janin yang sudah terlihat. Meski masih dalam ukuran sangat kecil." ujar dokter wanita spesialis kandungan, yang ditemui Kaira, sambil menunjukkan hasil USG 4D kepada Kaira, dan dokter itu bernama Diah.
Dokter itu berbicara dengan sangat ramah, meski dia tidak mengetahui siapa Kaira sebenarnya.
"jadi alat tes itu benar dok?" tanya Kaira meminta untuk di yakinkan sekali lagi, dan masih melihat ke foto hasil USG 4D miliknya.
"iya bener nyonya. Anda sedang hamil, dan usia kandungan anda sudah masuk empat Minggu. Selamat ya nyonya, anda akan menjadi seorang ibu." ujar dokter itu lagi meyakinkan Kaira, dan memberi selamat kepada Kaira, agar Kaira tidak meragukan hasil tes nya lagi.
"terimakasih dokter." ujar Kaira menjawab ucapan selamat yang di berikan untuknya, dan diiringi dengan mata yang berkaca-kaca, karena rasa bahagia yang memenuhi hati, meski rasa bahagia itu bercampur dengan rasa takut dan sedih.
Karena dia tidak tahu bagaimana perasaan Leo terhadapnya, dan apakah Leo akan menyayangi bayi tersebut? setelah dia melahirkannya ke dunia nanti!.
"sama-sama nyonya. Saya akan menulis resep obat untuk nyonya, dan nyonya harus meminumnya secara teratur. Obat itu adalah untuk penambah darah, penguat kandungan, vitamin, dan pengurang mual. Selain itu nyonya juga harus makan makanan sehat, bergizi dan istirahat yang cukup. Nyonya juga tidak boleh terlalu kecapean." ujar dokter itu menjelaskan panjang lebar, sambil menulis resep dan kemudian memberikan nya kepada Kaira, setelah dia selesai menuliskan resep.
"iya dok, terimakasih dok." ujar Kaira setelah menerima resep obat dari dokter tersebut, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut.
Kaira pergi menuju kasir, setelah dia mengambil obat dan membayar semua jumlah tagihan. Setelah selesai dia pun kembali pulang ke kosnya, Kaira duduk ditempat tidur sambil memegang ponsel, begitu dia sampai di kos nya.
Cukup lama dia hanya diam memandangi nomor kontrak Leo, hingga akhir dia memutuskan untuk menghubunginya ketika waktu sudah memasuki jam tengah malam. Kaira menekan nomor kontrak Leo, lalu mendekatkan ponselnya ke telinga, tak berapa lama panggilannya pun tersambung dan di angkat.
"halo?" sebuah suara serak-serak basah terdengar dari seberang, seperti baru terbangun dari tidur, dan itu adalah suara Mia! Karena dialah yang mengangkat ponsel Leo. sekaligus memberitahukan bahwa dia sedang tidur bersama Leo.
Membuat tangan Kaira seketika bergetar, dan hati bergemuruh menyadari semua itu. Dan langsung mematikan panggilannya begitu saja, karena dia merasa telah dikhianati.
mending itu si mia ditaruh di RSJ
biar babnya panjang