Sampah keluarga Duke, penjahat, dan wanita yang ingin menyaingi adiknya sendiri, adalah sebutan para bangsawan untuk putri pertama Duke Targayen, Carlisle. Seorang wanita dengan berat badan berlebih yang harus menanggung kesalahan sang Adik.
Di mana untuk menebus kesalahan itu Lise harus menikah dengan Duke Alastair, pria yang dijuluki monster oleh semua orang.
Pernikahan yang terjadi karna kesalahan dan tak pernah diinginkan, menjadi kesempatan bagi Elios tuk membalas dendam kematian orang tuanya pada keluarga Targayen.
Seiring pernikahan keduanya berjalan banyak hal yang terjadi, hingga tanpa sadar benih cinta muncul dan semuanya semakin rumit.
Akankah Elios berhasil membalaskan dendam? Atau demi cinta mempertahankan pernikahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kleo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Mantan Kekasih
“Kenapa tuan Duke terlihat marah?”
“Apa perkataanku salah?”
Lise yang ditinggalkan sendiri di kamar tersebut tampak duduk di salah satu sofa dan menatap sekitarnya.
Suasana yang sepi dan hampa, membuat rasa bersalah Lise semakin bertambah pada Elios.
“Seharusnya aku tidak menyinggungnya tentang hal itu.”
“Aku seharusnya bersyukur dia mau memperlakukanku dengan baik.”
Carlisle mengingat lagi percakapan terakhir mereka, dan ia sadar baru kali itu Elios memanggil namanya.
Dia selalu memanggilku dengan sebutan Kau atau nyonya Alastair. Tidak pernah kudengar tuan Elios memanggil namaku, apa dia semarah itu ? Batin Carlisle.
...****************...
“Nyonya!”
“Permisi Nyonya bisakah kami masuk?”
Mendengar panggilan para pelayan membuat Lise terbangun dari tidurnya, karna menunggu sang suami kembali ia tak sadar telah tertidur di sofa.
Buru-buru Lise beranjak dan mempersilakan para pelayan untuk masuk.
“Maaf, mengganggu tidur Anda Nyonya, kami diperintahkan membantu Anda bersiap.”
“Kami juga membawa gaun pemberian Duke. Tuan meminta Anda memakainya di acara kali ini,” ucap salah satu pelayan sambil menunjukkan gaun tersebut.
“Sekali lagi maaf atas kelancangan kami Nyonya, Anda harus bersiap sekarang,” ucap salah satu pelayan yang langsung bergerak mendekati Lise.
“Tunggu, aku bisa bersiap sendiri, kalian tidak perlu membantu,” balas Lise
“Maaf, Nyonya . Tapi tuan Duke sudah menunggu, dan para tamu kerajaan akan datang sebentar lagi.”
Para pelayan tersebut langsung mengerubungi Lise, dan dalam waktu setengah jam mereka berhasil mengubah Carlisle menjadi wanita cantik dan anggun.
Riasan dan aksesoris juga disesuaikan dengan gaun pemberian Duke sehingga hasilnya membuat tampilan Lise sempurna.
Di sisi lain, Elios tengah menunggu Lise di depan gerbang istana. Sambil menunggu pria itu terlihat tengah berbicara dengan saudara sepupunya.
“Terima kasih mau menggantikanku Elios.”
“Ini untuk kaisar bukan untukmu,” balas Elios datar.
Bukannya tersinggung Lucian malah tertawa, “Kau masih kesal dengan istrimu?”
“Tidak ada hubungannya dengan dia.”
“Lupakan itu, sekarang tersenyumlah Elio istrimu menuju kemari,” goda Lucian melihat wajah datar Elios.
Duke menoleh ke samping, dan benar saja sang istri tengah berjalan menuju ke arahnya.
“Gaun itu tampak sempurna dengannya, kau yang menghadiahkannya kan?” tanya Lucian lagi.
“Apa kau selalu ikut campur dengan masalah orang lain?”
“Tentu saja, menyenangkan bisa melihat kisah cinta seseorang dari dekat.”
Saat Lise sampai di depan gerbang istana, ia langsung membungkuk ke putra mahkota dan kemudian berdiri di samping suami.
Mata biru Carlisle bergerak melirik Elios, dan mata keduanya pun saling bertemu. Dapat Lise rasakan jantungnya yang berdegup saat Elios menatapnya.
“Maaf, jika saya membuat Anda menunggu Tuan.”
“Apa kau sudah melupakan perkataanku kemarin malam?” balas Elios dengan suara pelan namun penuh penekanan.
“S-saya, maksudnya a-aku akan mencoba,”
“Bukan mencoba, tetapi semestinya memang begitu,” jawab Elios sembari mengapit rambut yang sedikit menutup wajah Lise ke telinga.
“Karna hubungan di antara kita, bukan antara majikan dan bawahan.”
Melihat dua orang di depannya membuat Lucian berdehem, “Kalian seperti melupakan seseorang di sini. Apa yang kalian bicarakan sampai berbisik di depanku?”
“Aku tahu kalian pengantin baru. Bukannya aku ingin mengganggu waktu romantis kalian, tapi para tamu akan datang sebentar lagi, jadi bersiaplah.”
“Oh, iya, setelah dilihat-lihat kalian sangat serasi dengan gaun dan jas coklat itu.”
“Ya, bukan saatnya untuk memuji mari kita bersiap-siap.”
Tak lama, para tamu dari kerajaan lain datang. Satu persatu mereka turun dari kereta masing-masing dan secara bergantian menyapa tuan rumah.
Lucian dan Elios menyambut ramah kedatangan mereka, oleh para pelayan para tamu diarahkan ke istana yang digunakan untuk menginap.
Selanjutnya datang seorang wanita menghampiri mereka, Lise terkesima saat melihat rupa dan penampilan wanita tersebut.
Wajahnya seolah terpahat sempurna, mata abu itu tampak padu dengan rambut hitam bergelombangnya yang berkilau saat sinar matahari mengenainya.
“Sudah lama aku tidak kemari, dan sekarang banyak yang berubah,” puji wanita itu.
“Selamat datang untuk Anda, Ratu Lezarde,” balas Lucian.
“Terima kasih Anda ingin datang kemari,” ucap Elios menambah.
Wanita itu tersenyum, “Apa aku seasing itu bagi kalian?
Lucian tertawa, “Kami hanya bercanda Catherine, suatu kehormatan kau ingin datang ke Valencia di tengah kesibukanmu mengurus Lezarde.”
“Tidak masalah, demi kalian berdua aku rela datang kemari dan cukup mengejutkan melihat ada yang berubah di sini,” balas Catherine sambil melirik ke arah Lise.
“Cetherine, dia istriku,” ucap Elios yang menyadari tatapan ratu Lezarde.
“Saya ucapkan selama datang untuk matahari kekaisaran Lezarde, saya Carlisle Alastair,” ucap Lise memperkenalkan diri.
Catherine menatap Lise dari atas sampai bawah, lalu berbicara pada Elios. “Dia serasi denganmu, jangan menyia-nyiakannya.”
Catherine tersenyum ke arah Lise sebelum akhirnya meninggalkan ketiganya dan memasuki istana bersama para pelayan.
“Sampai bertemu di pesta, Duchess Alastair.”
Setelah Cateerine sebuah kereta kuda tiba dan turunlah seorang wanita yang tak asing bagi Elios. Wanita itu juga melempar senyum pada Lucian dan Elios.
Rupa wanita itu begitu berbeda dengan Catherine, rambut berwarna emasnya dipotong pendek seperti pria dan ia pun juga mengenakan jas dan bukan gaun.
“Selamat datang untuk Anda tuan putri Riona. Semoga Anda bisa menikmati waktu di Valencia,” ucap Lucian saat Riona berada di hadapan mereka.
“Terima kasih atas kebaikan Anda, Putra Mahkota. Saya senang atas penyambutan Anda dan Eli.”
“Eli, sudah lama kita tidak bertemu, semoga kau masih mengingatku sebagai kekasihmu.”
“Lebih tepatnya mantan kekasih, tuan Putri,” Balas Elios.
Riona tersenyum, “Aku hanya bercanda. Oh, iya, siapa wanita ini, dia asisten barumu?”
“Tuan putri, saya harap Anda bisa menggunakan bahasa formal saat berbicara.”
“Maafkan aku Elios, mengingat waktu yang kita habis dulu membuatku tidak bisa berbicara formal denganmu.”
“Putri Riona, sepertinya Anda tidak tahu jika Duke telah menikah, wanita itu Istrinya, Duchess baru Alastair,” balas Lucian dengan wajah bangga memperkenalkan Lise.
Ekspresi Riona berubah, ia mengernyit lalu kembali memasang senyum paksa di wajahnya. “Sungguh? Aku tidak tahu, maafkan aku Eli.”
“Melihat istrimu membuatku merasa tersaingi karna kecantikannya,” ucap Riona dengan mata yang menatap Lise dari atas sampai bawah.
Lise sadar tatapan itu, tidak jauh berbeda dengan tatapan bangsawan ibukota yang merasa jijik melihatnya.
Karna telah terbiasa dengan hal tersebut dengan santai Lise tersenyum dan menyapa Riona. Sama sekali tidak ada rasa sakit atau kesal mendengar wanita di depannya mantan kekasih sang suami.
*
*
*
Hei, Kleo balik, pengajuan novelnya udah keterima, jadi mulai sekarang Kleo bakal up tiap hari
ditunggu karya berikutnya 💪😍