Rencana Indah pernikahan Nilam Aliyah (30) pupus sudah akibat tragedi yang telah merenggut nyawa calon suaminya. Hatinya hancur, separuh jiwanya telah hilang.
Hingga munculah seorang pemuda yang diam-diam telah mencintainya sejak mereka masih kecil. Dia adalah Dzaky Pradana (23) adik dari mendiang calon suami dari Nilam. Dzaky pun bersedia menggantikan posisi sang kakak untuk menikahi Nilam sang gadis pujaan hatinya.
Lalu, Bagaimanakah kisah pasangan beda usia tersebut. Sifat yang bertolak belakang, Nilam si tomboy dan dingin dengan Dzaky si tengil yang selalu membuat Nilam kesal.
Yuk, kepo'in kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elis_konkon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Rencana licik
kSudah hampir satu bulan usia pernikahan Dzaky dan Nilam. Hubungan mereka masih samañ dan belum ada kemajuan yang berarti. Maksudnya hubungan keduanya tidak selayaknya pasangan suami istri normal lainnya. Meskipun mereka hidup dibawah atap dan satu kamar yang sama bahkan berbagi ranjang berdua tanpa terjadi sesuatu yang melewati batas seperti sentuhan fisik yang menjurus ke hubungan yang lebih intim.
Malam ini Dzaky akan datang ke acara reuni teman-teman satu sma nya yang akan di selenggakan di sebuah ballroom hotel yang berlokasi di daerah selatan ibukota Jakarta. Setelah mendapatkan izin dari istrinya barulah Dzaky berani untuk ikut serta di acara tersebut.
Sebenarnya tidak dilarang untuk mengajak serta istri atau pun suami serta anak bagi yang telah menikah. Namun Nilam tidak mau ikut. Nilam lebih memilih beristirahat dirumah saja tubuhnya terasa lelah setelah seharian ini berkutat di bengkel dengan banyaknya langganan yang datang membawa kendaraan roda empat nya untuk di service.
"Hh—badanku rasanya pegal-pegal semua. Kalau di pijit pasti rasanya enak sekali. Enak sekali dia, saat ini pasti dia dan teman-temannya sedang bersenang-senang apalagi ada si cewek manja itu. Bikin sebel ngeliatnya." Meskipun Nilam agak kesal tapi, ia tetap berusaha bersikap tenang dan berpositif thinking terhadap suaminya yang tidak akan berbuat macam-macam apalagi sampai mengkhianati pernikahan mereka.
Diwaktu yang sama namun, ditempat yang berbeda. Tepatnya di sebuah ballroom hotel tempat diadakannya acara reunian tersebut. Dzaky begitu senang karena dapat berkumpul dengan para sahabatnya.
Saat ini keempat pria tampan mantan idola sekolah mereka dulu, diantara nya Dzaky, Zack, Dedy dan Willy. Keempatnya tampak begitu antusias menceritakan kehidupan mereka setelah lulus dan tak bertemu selama hampir 7 tahun lebih lamanya.
"Ngak nyangka ya ternyata si Dzaky yang nikah duluan. Kalah cepet kita guys." Itu Willy yang berbicara.
"Ya itu sudah diatur yang kuasa kalau Dzaky yang duluan sold out duluan dari pada kita yang belum laku-laku juga." Kali ini si Dedy yang berceloteh sekaligus curhat pada ketiga temannya.
Mendengar perkataan Dedy tentu saja si Zack tidak terima. "Enak aja gue ngak masuk kedalam golongan jones ya kayak kalian berdua. Banyak cewek-cewek yang rela ngantri buat jadi cewek gue. Ngak lihat apa tampang keren gini." Jumawanya sambil menarik kedua sisi Jas yang dikenakannya.
"Huh–iya iya bule depok. Ngak ada yang bakal ngalahin kegantengan lo bak sekoteng yang belum mateng." Willy menyindir Zack yang tingkat kepede annya sudah mencapai 99 % itu.
Ketiganya pun tertawa melihat ekspresi Zack yang berubah yang tadinya mirip tom cruise malah jadi seperti Mr.Bean. "An*** lo pada semua. Lihat aja gue yang akan menyusul Dzaky menikahi cewek idaman gue."
"Oke, kita tunggu kabar bahagianya. Eh, by the way Ky. Kenapa istri lo ngak diajak aja. Kan sekalian kita bisa kenalan lah." Dedy yang bertanya. Willy dan Zack juga tak kalah antusiasnya ingin bertemu dan mengenal istri dari teman mereka sang idola di masa sma dulu.
" Bukannya gue ngak mau bawa istri. Tapi, dia nya yang ngak mau ikut. Katanya ngak mau mengganggu." Jawab Dzaky jujur.
Willy dan Dedy saling pandang lalu beralih kembali menatap Dzaky. "Beneran itu Ky? Istri lo ngak ngambek gitu apa gimana. Soalnya biasanya tuh istri suka keberatan kalau suaminya ikut diacara reuni-reunian kayak gini. Biasalah alasannya pasti karena takut clbk lah dan lain-lain." Itu Willy yang berkata sesuai dengan kenyataan yang kebanyakan terjadi di luar sana.
"Sorry ya guys. Istri gue tuh beda dari cewek-cewek manapun. Dia itu spesial dan selalu berpikiran positif sama suaminya. Yang penting kan gue bisa menjaga kepercayaan yang dia berikan."
"Bener banget itu Ky. Gue jadi tambah penasaran seperti apa sih istri nya Dzaky. Pasti cantik banget ya?" Itu Dedy yang semakin kepo dengan sosok istri Dzaky.
Dzaky menggelengkan kepalanya." Ngak usah deh, nanti lo bertiga malah naksir sama istri gue lagi." Dzaky memang tipe suami posesif tidak akan ia biarkan laki-laki manapun menatap kagum pada sang istri. Padahal si Nilam juga cewek yang ngak banyak tingkah bahkan terkesan dingin terutama pada kaum adam.
Ketiga pria jomlo itu pun berdecak sebal karena sikap Dzaky yang terlalu posesif dan negatif thinking. "Ck....dasar suami bucin super posesif." Lalu mereka pun tertawa melihat tingkah konyol Dzaky.
Tanpa mereka tahu dari kejauhan sepasang mata tengah mengawasi keempat pria tersebut. "Eh, Rin lo lagi liatin siapa sih?" Dewi yang berdiri disampingnya mengikuti arah pandang Erin dan Dewi sudah bisa menebak siapa orang itu. "Hem....Dzaky lagi Dzaky lagi. Rin Rin, sudahlah lupakan si Dzaky. Lo kan tahu sendiri dia dah nikah sama cewek lain. Masih banyak cowok-cowok yang lebih ganteng dan tajir dari dia. Tuh, masih ada 3 pria lajang yang ngak kalah wow dari Dzaky."
Erin mengerutkan keningnya penuh tanya." Maksud lo, si Zack, Dedy sama Willy? Sorry mereka bukan tipe gue. Pokoknya gue cuma mau Dzaky." Kekeuh nya.
"Jangan gila deh lo, Rin. Kayak ngak ada cowok lain aja suami orang mau lo embat apa?" Hani juga jadi ikutan gemas dengan sikap egois Erin.
Ya, Erin memang memiliki sifat keras kepala yang sudah tak tertolong lagi. Apapun keinginannya harus ia dapatkan Hanya saja satu yang sejak dulu tak pernah berhasil ia raih yaitu cinta seorang Dzaky. Dan sekarang laki-laki itu malah menikah dengan wanita lain. Betapa tak rela nya seorang Erin. Wanita muda itu benar-benar tak dapat menerima kenyataan yang telah terjadi.
"Bodo amat, gue ngak perduli. Benyar bestie, gue mau kesana dulu." Erin melangkah menghampiri seorang waiter yang bertugas mengantarkan minuman untuk para tamu.
"Eh, Han. Itu si Erin mau ngapain dia menghampiri pelayan itu? Gue jadi curiga deh tuh anak sedang merencanakan sesuatu yang ngak baik nih kayaknya. " Melihat gerak gerik Erin membuat Dewi curiga.
"Jangan berpikiran buruk dulu Wi. Siapa tahu si Erin memang lagi mau minta minuman atau apalah. Nanti lebih baik kita tanyakan langsung sama Erin." Dewi pun mengangguk setuju.
Dzaky dan kawan-kawan masih asik berbincang santai sambil menikmati alunan musik diatas panggung yang dimainkan oleh salah satu group band ternama di ibu kota.
"Permisi tuan-tuan. Mari silahkan minumannya." Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka lalu meletakkan empat gelas minuman di meja tepat dihadapan masing-masing. Tanpa menaruh rasa curiga mereka pun langsung menenggak nya hingga tandas. Karena sejak tadi mereka memang sudah kehausan.
"Hai semua, kelihatannya asik banget deh sampai lupa sama yang lain. Boleh dong kita gabung!" Erin muncul dengan kedua temannya yaitu Dewi dan Hani.
Keempat pria tampan itu pun spontan menoleh dan menatap ketiga wanita cantik itu lalu, mempersilahkan mereka untuk duduk. "Oke, silahkan duduk!"
"Dzaky–lo kenapa?" Dedy melihat gelagat aneh dari temannya yang tampak aneh.
"Ngak tahu ini. Tiba-tiba kepala gue pusing banget. Gue balik duluan aja ya." Baru saja Dzaky hendak bangkit namun tubuhnya limbung dan dengan sergap Zack langsung menahannya.
"Biar gue yang nganter lo pulang.Guys.....gue juga balik duluan ya sekalian nganter Dzaky."
"Eh, aku juga ikut Zack." Erin seketika juga beranjak ikut memapah Dzaky. ' Sialan, ngapain si si Zack pake mau ngantet Dzaky segala bisa gagal ini rencanaku.'
Sesampainya di lobby, Erin meminta agar ia saja yang mengurus dan mengantar Dzaky. Dan hal itu membuat Zack agak curiga dengan sikap Erin yang agak memaksa ingin mengantar Dzaky.
"Ya Zack, biar Dzaky aku aja yang mengantar."
"Maksud lo apa? gue jadi curiga nih sama lo Rin?"
Bersambung
sering banget pelaku dibuat dibiarkan aja demi jalan cerita biar ada konflik. pdahal taukah penulis jika obat perangsang = kematian?
klo tak terpenuhi nafsunya bisa mati. efek sampe ke otak. lucu.
kalo kaya gt ada pembaca yg baca novel trus berpikir wah pelaku yg menjebak kek Erin gini bisa enak ya hidupnya. kalo mau kejar laki2 pake obat perangsang aja. toh gada hukuman yg berlaku.
ga abis2 kalo ada perempuan dibuat terobsesi pasti ada aja jebakan obat perangsang. pastiiik!! dari jaman doeloooeee kalllla
dan pelaku dibuat enak bisa terus beraksi