Pertemuan pertama berkesan manis dan mengaku seorang jomblo, Raisa merasa dibohongi oleh Steven setelah satu tahun pernikahan, ternyata sudah memiliki seorang istri yang lebih dewasa usianya dari Raisa. Akankah Raisa bertahan atau memilih mundur, saat tahu Steven sudah punya istri? Akankah Raisa memberitahu Steven akan kehamilannya yang baru masuk dua bulan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Steven bantuin Raisa untuk merapihkan rumahnya, Steven melihat Raisa begitu rajin dan mau bantuin bunda nya untuk sapu rumah tanpa ngeluh jadi bangga melihatnya.
"Setiap libur kuliah selalu bantuin bunda beberes rumah iya sayang?" tanya Steven sambil melihat Raisa, yang lagi sapu kolong kursi.
"Iya sayang, soalnya dari kecil aku selalu bantuin bunda beberes rumah sayang, apa tidak capek bantuin aku sayang sebentar lagi kan kita mau berangkat ke pantai sayang, nanti capek loh bawa mobilnya nya?" tanya Raisa yang tidak tega, membuat suaminya capek karena ikut merapihkan rumah.
"Kita ajak supir saja kalo begitu, kalo tidak mau aku capek sayang, masa bantuin istri merasa capek sih sayang dan sengaja loh aku tidak mandi duluan supaya capek bersama." lanjut Steven yang seneng, karena Raisa takut membuat Steven merasa capek karena ikut beberes.
"Pasti mau modus kan Mas, sudah bersih lantai tinggal kita pel deh sekarang." lanjut Raisa langsung pegang kain pel dan siap-siap untuk membersihkan rumah tahap terakhir.
Steven senang sekali melihat Raisa, tidak merasa jijik pegang kain pel memang beda dengan Azizah mana mau pegang kain pel bahkan sapu saja tidak pernah pegang sampai sekarang.
**
Azizah dan temen-temennya sampai di bandara Malaysia, Azizah dorong kopernya untuk jalan ke parkiran bandara dan sudah ada supir dari jasa travel yang sudah tungguin Azizah dan temen-temennya.
"Kalian mau pergi kemana sekarang?" tanya Supir Travel melihat Azizah dan temen-temennya.
"Ke Mid Valley Megamall, sekalian kita makan di sana sebelum belanja." ucap Azizah sambil memasukkan kopernya kedalam bagasi bus travel.
"Sama saya juga sudah lapar nih." ucap Ratih yang ikutan masukin koper kedalam bagasi bus.
"Iya sudah Ibu-ibu saya anterin kalian kesana kalo begitu." lanjut Supir Bus travel, yang mulai masuk kedalam mobil untuk menjalankan mobil nya untuk anterin wisatawannya ke Mid Valley Megamall.
Azizah menikmati pemandangan jalan di negeri Jiran, Azizah ingin sekali ajak Steven ke Malaysia karena sudah lama sekali Azizah dan Steven tidak liburan ke luar negeri.
**
Steven ajak Raisa dan kedua orang tuanya naik perahu, sambil Steven mancing ikan ditengah laut ditemani nelayan.
"Disini ikan nya banyak Pak, anda bisa ambil sepuasnya Pak karena nelayan selalu ambil ikan disini." ucap Nelayan memberikan pancingan ikan untuk Steven.
"Saya juga mau mancing, walaupun tidak pernah mancing tapi sepertinya seru mancing ikan langsung dari laut seperti ini." ucap Ayah nya Raisa yang mau ikutan pancing ikan.
"Kalian hati-hati iya, jangan maksa duduknya sampai pinggir perahu bahaya." ucap Raisa kwartir, Steven dan ayah nya tenggelem.
"Tenang saja Neng, mereka saya kasih pelampung supaya aman untuk mereka dan ini Pak pancingan untuk anda." lanjut Nelayan kasih pancingan ikan ke ayah nya Raisa.
"Tenang sayang dan lihatin saja aku mancing dengan tenang iya." ucap Steven yang sejujurnya gugup, karena ini pertama kalinya Steven mancing langsung ditengah laut.
Steven langsung duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Nelayan dan diikutin ayah nya Raisa untuk siap-siap mancing.
Raisa berharap suami dan ayah nya tidak kepeleset dan kecemplung ke laut, karena tidak tega melihatnya, apa lagi Ayah nya ini pertama kalinya mancing dan langsung mancing di laut.