“Maaf mas maaf.Kepalaku pusing.Tolong bawa aku pergi dari sini.laporkan pria yang ada di kamar empat puluh tiga.Tapi tolong sembunyikan identitas aku,aku nggak mau ibuku khawatir kalau Sampai kasus ini di beritakan apalagi di tv”
“Nama kamu siapa?,Kamu kenapa?, penampilan kamu berantakan sekali"
“Namaku . .”Karisma tiba-tiba saja pingsan
Seorang gadis desa,berusia sekitar dua puluh tahun.Berwajah cantik dan berkulit cukup putih yang memilih memfokuskan diri membantu ibunya berjualan gorengan di halaman rumahnya.
Kehidupannya sangat jauh dari kata mewah dan bergelimang harta.Dia tumbuh menjadi gadis yang sopan dan hidup sederhana.gadis yang berbakti pada orangtuanya.
Gadis tersebut ingin mencoba merubah nasib dan mengejar mimpi-mimpinya di kota x.Namun perjalanan tak begitu mulus.
banyak lika liku yang harus di alami.Apakah dia akan berhasil atau justru kembali dengan kekecewaan?
KARISMA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SLM29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAYANG
“Ini kamu minum dulu,ini ada camilan juga.Udah jangan nangis lagi ya.Kita bicara sekarang.
Keluarin semua uneg-uneg kamu.Biar nggak ada salah faham lagi diantara kita”
Karisma menarik nafasnya,lalu membuangnya pelan.
Karisma meminum air putih yang diberikan Arga barusan
“Gimana,sudah lebih tenang?”
Karisma mengangguk
“Karisma aku sayang sama kamu.Kamu mau kan menjalani hubungan yang lebih dari sahabat dengan aku?.”
“Sebelum aku menjawab mau atau tidak ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan sama kamu”
“Silahkan,aku akan menjawabnya”
“Aku harap kamu jujur”
“Oke”
Arga membuang nafasnya kasar
“Jadi selama ini,kamu masih suka bertemu dengan kak Kirana kan?”
“Dari mana kamu tau?”
“Sebenarnya kamu tidak perlu tau,dari mana aku tau tentang ini.Dan sejujurnya aku juga tidak begitu tau,aku hanya menebak.
Tapi yang harusnya kamu tau,tebakan aku tidak mungkin meleset,karena aku sering kali melihat kak Kirana pulang dengan buket bunga di tangannya.Aku juga sering melihat banyak bunga mawar vintage yang baru di kamarnya.itu kamu yang kasih kan?”
“Iya kamu benar,aku yang memberikan itu semua sama Kiran”
“Kamu suka sama kak Kirana?.Aku melihat ada hubungan yang berbeda diantara kalian?”
“Apakah hanya karena aku memberikan banyak bunga,dan sering jalan bersamanya aku menyukai Kiran?.Bukankah sudah sejak lama aku bersahabat dengan Kiran,dan aku sering kali memberikan bunga bahkan hadiah.Begitu juga Kiran kepadaku,dia memberikan banyak hadiah.Apa itu artinya kami saling cinta?"
“Sebenernya apa yang di bilang kak Arga bener sih,aku sudah dari pertama kali bertemu sudah melihat semua itu.Dan mungkin sebelum-sebelumnya juga memang begitu seperti apa yang kak Kirana dan kak Arga bilang.”Gumam Karisma dalam hatinya
“Jika kamu menyimpulkan seperti itu,aku tidak bisa ikut campur dengan mindset kamu.Tapi cara berfikir kamu terlalu simple.
Semua akan percuma meskipun aku menjelaskan mati-matian.Tapi kamu harus tau mindset aku dan Kiran itu sama.Kami pasti tidak akan pernah menjalin hubungan yang namanya pacaran.Kamu tau kenapa?”
Karisma menganggukan kepalanya.
“Karena itu mustahil.Harus berapa kali aku jelaskan itu.Jika aku dan Kiran putus,kamu tau apa?bukan hanya hubungan antara sepasang kekasih yang putus.Tapi juga persahabatan kita.Aku sudah berkali-kali bilang itu.Jadi jika pun kami mau berpacaran kenapa tidak dari dulu”
“Tapi tidak ada yang namanya sahabat di antara seorang laki-laki dan seorang perempuan”
“Terserah kamu mau percaya atau tidak.Yang jelas itu yang sedang kami jalankan saat ini.Aku ingin mengubah mindset semua orang tentang aku adalah orang yang menghalangi Kiran untuk pacaran bahkan menikah dengan orang lain.Tentang orang yang nggak enak mau mendekati Kiran karena ada aku di sampingnya.Makannya aku ingin menjalin hubungan lebih dengan kamu.”
“Jadi kamu memanfaatkan aku,kamu nggak bener-bener tulus?”
“Aku tulus sama kamu.Aku ingin,aku dan kamu bahagia dan aku juga ingin Kiran bahagia”
“Kalau kak Kirana sayang kakak gimana?”
“Rasanya itu mustahil Karisma.
Jadi gimana kamu mau atau tidak menjalin hubungan yang lebih sama aku?”
Karisma mengangguk
Arga memeluk Karisma dan mencium keningnya
“Tapi aku belum siap Kiran tau.Kamu mau kan kita backstreet dulu sampai ada waktu yang tepat buat ngasih tau Kiran dan semua orang?”
“Oke kak.Aku juga nggak mau kak Kirana akan salah faham.Aku nggak mau kak Kirana sampai berfikir kalau aku sudah merebut sahabatnya.”
“Baguslah,aku nggak mau nanti Kiran risih,kalau dia mau minta tolong sama aku atau mau ketemu sama aku,hanya karena kita sudah pacaran.Kamu nggak apa-apa kan kalau aku masih ketemu dengan Kiran?.Atau ada syarat lain yang kamu ajukan?”
“Nggak kok kak.Aku faham.Tapi asal kakak tau aja batasan sama kakak kasih tau dulu sama aku,ya setidaknya kakak bisa izin lah istilahnya,kalau mau bertemu sama kak Kirana.Biar aku juga merasa di hargai sebagai seorang kekasih”
“Kamu percaya kan sama aku?”
“Aku percaya”
Arga dan Karisma berpelukan
“Sebenarnya aku belum tau apakah ini cinta atau apa karisma.Tapi aku harap nanti aku benar-benar yakin bisa mencintai kamu.Entah kenapa aku tidak ingin kamu di dekati oleh pria lain.Aku terpaksa melakukan ini,aku harus jadi pacar kamu.Agar kamu tidak bisa dekat dengan siapapun."
"Tapi disisi lain,aku juga nggak mau Kiran sakit hati jika tau semua ini.Rasanya beda sekali antara aku mencintai Kiran dengan aku mencintai kamu.
Jujur,aku nggak mau banyak pria yang ingin serius dengan Kiran merasa terhalang-halangi oleh aku.
Tapi sejujurnya aku senang kalau Kiran nggak punya pacar."
"Aku mencintai Kiran,sangat mencintai dia sejak dulu.Tapi disisi lain aku juga nggak mau kehilangan Kiran sebagai sahabat jika suatu saat nanti kami pacaran dan putus.
Aku tidak pernah tau apa Kiran suka sama aku atau tidak.Tapi yang jelas aku tidak bisa bersama dia sebagai kekasih.Jika kami putus,
persahabatan kami juga hancur."
"Dan Karisma?
Jika aku melepaskan dia,hubungan persahabatan aku dan dia akan hancur juga.Dia juga pasti tidak akan baik-baik saja setelah aku dengan Kiran misalnya pacaran.
Karisma pasti akan jadian sama orang lain dan menjauh dari aku.Tapi jika aku bersamanya apakah dia akan kuat melihat aku dan Kiran seperti sepasang kekasih?"
"Aku tau aku laki-laki egois.
Mungkin caraku salah,tapi aku mau kita semua bahagia dan persahabatan kita tetap utuh.Aku berharap semuanya akan tetap baik-baik saja sampai nanti jalan terbaik akan muncul.
Tidak apa lah,lagian Karisma juga masih bocil,nggak mungkin dia pengen pacaran yang serius.Dia pasti main-main doang."
Arga terus bergumam dalam hatinya,karena merasa semua yang dilakukannya tida benar dan tidak salah juga.
“Jadi sekarang aku boleh panggil kak Arga sayang kan?”
“Boleh kok.Tapi tidak untuk di depan Kiran dulu ya”
“Iya kak.Aku faham kok”
“Hmm.Kamu udah nggak ngambek lagi kan sama aku sekarang?”
“Nggak kok”
“Baguslah kalau begitu”
“Sayang,tapi apa aku lebih baik kost aja ya?”
“Loh kenapa?,sayang uangnya.Mending di tabung buat beli rumah suatu saat nanti,bahkan mungkin kendaraan atau kamu kan juga pengen usaha sendiri?"
“Tapi lama-lama kita akan ketahuan kalau begini terus.Harus alasan apa lagi aku sama security.Aku takut di aduin ke kak Kirana nantinya.Aku juga baru kepikiran gimana kalau suatu saat kak Kirana melihat rekaman cctv rumahnya.”
“Tapi kost itu nggak terlalu aman buat kamu.Dan biar Kirana juga nggak kesepian lagi seperti dulu kalau kamu tinggal sama dia.Kirana sudah senang ada kamu,kamu malah ninggalin dia lagi.”
“Kak Arga,kenapa sih segitunya banget sama kak Kirana.Sumpah aku cemburu dan sakit hati banget denger kak Arga ngomong begitu”
Fikir Karisma
“Sayang,kamu kenapa diam saja?ada yang salah dari omongan aku ya?.Apa kamu cemburu sama Kiran, gara-gara aku bicara seperti itu?”
“Eh nggak nggak kok.Aku hanya sedang berfikir tadi.Sepertinya apa yang di bilang kamu itu benar juga”
“Syukurlah kalau kamu faham”
“Ya udah malam ini kita mau kemana?”
“Malam ini aku mau pulang aja,aku cape pengen istirahat.Lagian besok juga numpuk banget pekerjaanku”
“Ya udah ayok”
“Yuk”
Arga mengantarkan Karisma pulang.Namun seperti biasanya tidak sampai ke depan pintu gerbang.Tapi turun di tempat biasa mereka bertemu.Karena apa?.Ya karena takut ketahuan.
Sesampainya di rumah,Karisma malah berpapasan dengan mbak Anggi di depan pintu utama.
“Mbak Anggi mau kemana?”
“Nggak salah nih,harusnya aku yang tanya.Kamu dari mana.Nyonya Kirana tau kamu keluar malam-malam begini hah?” ucap mbak Anggi dengan tatapan sinis nya.
“Mati aku,jawab apa aku”
Gumam Karisma dalam hatinya
“Eh bocil,ngapain kamu diem.Nyari alasan ya?.Mau aku aduin sama nyonya Kirana?”
“Aduin aja,aku nggak takut.Lagian aku juga habis beli kebutuhan aku dari depan “
“Aku harus berani jawab.Jangan sampai aku terlihat gugup”
Fikir karisma
“Masa rapi banget,aku aja yang mau beli pembalut ke depan biasa aja ga rapi-rapi amat”
“Aku nggak mau aja aku kelihatan kucel kayak mbak Anggi,wleee”
Karisma berlari menuju ke kamarnya
“Sialan,malah ngatain aku bocil kampungan itu.Aku yakin dia pasti menyembunyikan sesuatu dari aku”
Ucap mbak Anggi dengan wajah kesal
kasian karisma 😭