Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Tap!"

Adit menangkap kedua pergelangan tangan Hansip itu sekaligus dalam satu gerakan kilat yang tidak bisa mereka baca.

Dia memegang erat tangan mereka berdua tanpa terlihat mengeluarkan banyak tenaga dari bahunya.

Namun bagi kedua Hansip yang malang itu, pergelangan tangan mereka terasa hancur seperti dijepit kuat oleh mesin pres besi hidrolik.

"Aduh! Aduh! Sakit ampun, Mas Adit! Tolong lepaskan cengkeramannya!" teriak salah satu Hansip kesakitan sampai badannya berjinjit menahan ngilu di tulang.

Adit menatap lurus ke arah kedua Hansip itu dengan sorot mata sedingin es yang langsung menusuk tulang nyali mereka.

"Kalian berdua mending tutup mulut dan mundur sekarang juga dari rumah saya."

"Saya jamin saya tidak mau bikin kalian berdua cacat permanen lalu masuk rumah sakit hari ini juga," ancam Adit dengan suara rendah yang mengancam.

"Krek!"

Adit sedikit menambahkan tekanan cengkeramannya membuat suara tulang berderik pelan dari pergelangan tangan Hansip itu.

"Ampun! Kami sungguh minta ampun, Mas Adit! Kami ini cuma disuruh kerja sama Pak Kades!" rengek Hansip yang satunya lagi nyaris menangis di tempat.

Adit akhirnya melepaskan jepitan tangannya dan mendorong dada kedua Hansip itu dengan sangat pelan.

"Bruk!"

Meski hanya didorong dengan tenaga yang terlihat pelan, kedua pria dewasa itu langsung terpental jauh ke belakang sampai jatuh tersungkur memalukan di atas tanah berdebu.

Pak Kades terbelalak ngeri dengan mulut terbuka lebar melihat dua centeng andalannya dikalahkan telak tanpa perlawanan sama sekali dalam lima detik.

Pemuda kurus yang berdiri tenang di depannya ini tenaganya di luar nalar seperti monster banteng sungguhan.

Adit melangkah perlahan memangkas jarak mendekati Pak Kades yang kakinya sudah mulai gemetar ketakutan menahan kencing.

"Dengarkan peringatan saya baik-baik sekarang, Pak Kades."

"Saya bukan warga desa bodoh yang bisa Bapak peras uangnya pakai alasan aturan desa fiktif buatan Bapak sendiri."

"Kalau Bapak sampai berani mengganggu operasional kebun saya lagi besok-besok, bukan cuma pergelangan tangan centeng Bapak yang akan patah nanti."

"Tapi rahasia kebusukan korupsi dana bantuan desa Bapak bulan lalu juga bisa langsung terbang sampai ke meja pemeriksaan polisi kecamatan."

Adit sebenarnya sama sekali tidak tahu pasti soal informasi korupsi dana desa itu, dia hanya asal menggertak menggunakan isu umum yang biasa dilakukan pejabat desa licik.

Namun melihat wajah Pak Kades yang tiba-tiba memucat pasi seperti mayat membuktikan tebakan asal Adit tepat sasaran mengenai titik lemahnya.

"K-kamu jangan berani macam-macam menuduh saya, Aditya," suara Pak Kades tidak lagi terdengar arogan, melainkan bergetar panik ketakutan.

"Saya tidak berminat macam-macam dengan Bapak selama saya dibiarkan tenang."

"Saya cuma mau bertani mencari nafkah dengan damai di atas tanah hak milik saya sendiri tanpa diganggu lintah darat."

"Sekarang silakan Bapak bawa ajudan Bapak ini keluar dari pekarangan rumah saya sebelum anjing penjaga saya lepas dari rantainya."

Adit bahkan tidak punya satupun anjing di rumahnya, tapi gertakan psikologisnya sudah cukup manjur membuat lawannya ciut.

"Awas kamu ya, urusan kita berdua belum selesai sampai di sini saja!" ancam Pak Kades dengan suara tertahan menjaga sedikit gengsinya yang tersisa.

Pria buncit itu segera berbalik badan dan berjalan tergesa-gesa setengah berlari meninggalkan halaman rumah Adit menuju jalan raya.

Kedua Hansip tadi buru-buru bangkit mengusap pantatnya yang kotor dan berlari terbirit-birit menyusul bos mereka sambil memegangi pergelangan tangan yang masih membiru memar.

Adit menghela nafas panjang melihat kepergian rombongan tamu tak diundang tersebut dari rumahnya.

"Belum apa-apa bisnisku berjalan sudah ada lintah darat lokal baru yang datang menagih jatah preman," gumam Adit menggelengkan kepala meratapi kelakuan manusia.

"Ada ribut-ribut apa di depan tadi, Dit?" tanya Bang Jarwo yang tiba-tiba baru saja muncul berjalan dari samping rumah.

Bang Sopo mengekor berjalan di belakangnya dengan wajah panik sambil menenteng sebilah parang panjang yang sudah berkarat.

"Tadi Abang dengar samar-samar ada suara orang teriak ampun-ampunan dari arah sini."

"Bukan masalah besar, Bang, cuma Pak Kades mampir minta sumbangan wajib agustusan tapi saya tolak karena dia mintanya maksa seperti menodong," jawab Adit berbohong lagi menutupi konflik.

"Oh, Kades perut gentong air itu memang kelakuannya dari dulu murni kayak preman pasar terminal, wajar saja kalau kamu tolak mentah-mentah permintaannya."

"Sudah yuk kita kembali ke belakang saja, Dit, ayamnya pada ribut patuk-patukan lagi minta dikasih pakan baru," ajak Bang Sopo menyimpan kembali parang berkaratnya ke sarung kayu.

Adit tersenyum cerah dan mengangguk setuju mengikuti ajakan pamannya.

"Ayo, Bang, kita kasih mereka pakan super yang banyak biar dagingnya cepat padat siap dipanen ke restoran Nona Riana minggu depan."

Adit berjalan santai kembali ke lahan belakangnya dengan isi pikiran yang terus menyusun strategi bisnis baru.

Uang tunai enam ratus juta yang mengendap di rekening banknya sekarang adalah modal utama yang harus diputar secepat mungkin menjadi aset hidup.

Dia sadar dia tidak boleh hanya berpuas diri dan mengandalkan satu jenis komoditas sayur atau ayam saja jika ingin merajai pasar ibu kota.

"Sistem, tolong tampilkan daftar bibit unggas spesial lain di menu toko sekarang," batin Adit sembari berjalan.

Dia butuh banyak variasi hewan ternak ajaib untuk mengisi kapasitas kandang otomatisnya yang sangat besar dan luas itu.

[Membuka Katalog Bibit Unggas Spesial Tingkat Lanjut.]

[1. Bebek Peking Berapi - Harga: 5 Poin/ekor. Bebek ini mampu menghasilkan telur emas bernutrisi sangat tinggi untuk vitalitas.]

[2. Puyuh Gurun Zamrud - Harga: 3 Poin/ekor. Unggas mungil berdaging super empuk dengan siklus masa pertumbuhan gila hanya 2 hari panen.]

Mata Adit membaca teliti deskripsi bibit-bibit unggas aneh di sistem itu dengan perasaan sangat antusias dan berdebar.

Bisnis peternakan modernnya ini dijamin akan membuat gebrakan badai baru di pasar kuliner kelas atas kota dalam waktu sangat dekat.

Dia sudah tidak sabar membayangkan bagaimana ekspresi wajah Riana saat nanti disuguhi bahan makanan tidak masuk akal ini di restorannya.

Konflik kecil dengan Pak Kades hari ini hanyalah batu kerikil jalanan dalam perjalanan panjang Adit membangun kerajaan agrobisnis terbesarnya.

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!