Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pintu Ruang CEO

Langkah kaki Siska bergema pelan di atas lantai marmer lantai 50 Menara Adhitama. Udara di lorong eksekutif itu terasa begitu dingin, hampa, dan pekat, seolah mengisap seluruh keberanian serta sisa-sisa napas yang tersisa di dalam dirinya. Setiap pijakan kakinya terasa amat berat, seakan membawa beban seluruh nasib dan masa depan keluarga yang kini berada tepat di ambang kehancuran.

Di ujung lorong, sepasang pintu kayu ek tebal bernuansa emas berdiri megah—sebuah benteng kokoh yang menutupi ruang kerja Sang CEO misterius.

​Pak Irwan berdiri kaku di samping pintu, menatap Siska dengan raut wajah datar tanpa empati sedikit pun. Tatapan pria paruh baya itu sangat dingin, seolah sedang melihat sebutir debu yang tak sengaja terbawa angin masuk ke dalam istana mewah.

​"Nona Siska," suara Pak Irwan memecah hening, menggema tipis di lorong sunyi.

"Tuan Muda memberi Anda waktu tidak lebih dari lima menit. Jangan membuang waktunya yang sangat berharga dengan hal-hal konyol atau ratapan yang sia-sia."

​Siska menelan ludahnya yang terasa sangat pahit dan menyiksa tenggorokannya. Jemarinya yang dingin dan gemetar hebat berusaha merapikan gaun kerjanya yang kini terasa begitu menyesakkan.

"T-Terima kasih, Pak..." bisiknya lirih, hampir tak terdengar.

​Pak Irwan memutar gagang pintu dan mendorong pintu berat itu tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Siska menarik napas panjang, mencoba memoles sisa-sisa harga diri dan keberaniannya yang sudah remuk, lalu melangkah ragu masuk ke dalam ruangan.

​Ruang kerja CEO itu luar biasa luas dan megah. Dinding kaca tebal yang membentang dari langit-langit hingga lantai menyajikan pemandangan lanskap kota Jakarta dari Ketinggian, memamerkan betapa kerdilnya dunia di bawah sana.

Di tengah ruangan, sebuah meja kerja dari kayu jati langka berdiri anggun dan berwibawa. Di balik meja itu, sebuah kursi kulit bernuansa hitam tampak membelakangi pintu masuk, menghadap lurus ke luar jendela.

​Siska berjalan pelan, menyeret kakinya yang lemas hingga menghentikan langkah beberapa meter tepat di depan meja. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menahan rasa malu, kebingungan, dan keputusasaan yang membakar dadanya.

​"Selamat siang, Tuan Muda Adhitama..." suara Siska gemetar, terdengar begitu rapuh dan menyedihkan.

"Saya Siska, mewakili keluarga besar dan seluruh jajaran manajemen perusahaan Pratama Karya. Saya... saya datang ke sini hari ini untuk memohon kemurahan dan kebaikan hati Anda."

​Keheningan melingkupi ruangan luas itu selama beberapa detik yang menyiksa. Tidak ada jawaban. Hanya suara embusan lembut pendingin udara yang terdengar membelah hening.

​"Kami tahu mungkin ada kesalahpahaman besar yang telah terjadi,"

lanjut Siska cepat, air mata penyesalan mulai menggenang dan merembes di sudut matanya karena tekanan mental yang luar biasa hebat.

"Perusahaan kami saat ini benar-benar berada di ujung kebangkrutan total. Ayah saya bisa masuk penjara karena penagihan utang. Saya mohon, Tuan Muda... berikan kami sedikit belas kasihan. Tolong cabut pembekuan pinjaman bank dan biarkan perusahaan kami bertahan. Saya bersedia melakukan apa pun... sungguh, apa pun... untuk menebus kesalahan kami..."

​"Melakukan apa pun?"

​Sebuah suara berat, dalam, dan sangat dingin memotong kalimat Siska. Suara yang begitu familiar. Suara yang dalam sekejap membuat seluruh bulu kuduk Siska berdiri dan darah di tubuhnya serasa membeku.

​Perlahan tapi pasti, kursi kulit hitam di balik meja itu berputar 180 derajat.

​Pria yang duduk di kursi pimpinan itu menyilangkan jemari tangannya dengan sangat tenang di atas meja. Jas mewahnya membalut sempurna tubuh tegapnya. Wajahnya yang tampan ditimpa sinar matahari siang, memancarkan aura dominasi murni yang tak terbantahkan.

​Siska mendongak. Dan pada detik itu juga, seluruh pijakan dunianya serasa runtuh berkeping-keping.

​Napas Siska terhenti seketika. Matanya membelalak lebar hingga rasanya ingin melompat keluar dari kelopaknya. Wajah anggun yang biasanya dipenuhi kesombongan dan keangkuhan itu kini berubah menjadi pucat pasi bagaikan mayat.

​Pria yang duduk di kursi pimpinan tertinggi Adhitama Group—pemegang tunggal nasib hidup dan mati perusahaan keluarganya—adalah pria yang sama yang dua hari lalu berlutut di depannya. Pria yang ia hina miskin. Pria yang ia siram anggur merah ke sepatunya dengan penuh rasa jijik.

​"R... Rendy?!" jerit Siska dengan suara yang tertahan dan tercekik di tenggorokan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!