Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Ariana mulai mengambil catur yang berwarna hitam, putri pun mengambil berwarna putih. dengan senyum merekah putri langsung memulai duluan kemudian disusul dengan Ariana.

Ariana tanpa terlihat tenang, Arga mengusap wajahnya kasar melihat Ariana. Bahkan tatapannya tak pernah teralihkan pada istrinya itu.

Satu kali permainan, putri kalah dan segera mengulang permainan lagi. permainan kedua, ketiga dan keempat tetap saja putri kalah bahkan wanita itu sudah ingin menangis karena terus saja kalah oleh Ariana.

Hingga permainan kelima, ariana hampir memang tapi Arga langsung menahan tangannya.

"cukup". Arga menatap Ariana, begitupun Aruna menatap Arga dengan santai. Sedangkan Martha yang melihat putri ayah menangis terlihat kesal.

"kak Arga". Putri langsung memeluk Arga dengan menangis sesugukkan didada Arga.

Martha menatap tajam Ariana. "kenapa kamu serius sekali bermain, padahal ini hanya permainan catur tapi kamu tega membuat putri kalah". kesal Martha menunjuk Ariana. "dasar miskin tidak tau diri, tau mu hanya cemburu saja". mau Martha tak suka melihat Ariana karena membuat calon menantu kesayangannya menangis.

"apa perlu seperti ini ?". Ariana menatap Arga ketika mengatakan hal itu, sedangkan Putri melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.

Ariana menggenggam erat catur itu, matanya memerah menatap Arga. "hanya perlu dua puluh hari lagi, maka semuanya akan berakhir". Batin Ariana.

Brakkkkk...

Ariana melempar anak catur itu hingga berhamburan dilantai, kemudian mengambil tas nya dan melangkah meninggalkan rumah Martha.

"ARIANA...". panggil Arga ya g ingin mengejar Ariana tapi dengan cepat putri menahan nya sambil terus menangis.

"Kak Arga jangan pergi.." tahan putri dengan wajah memohon.

"tolong jangan pergi". Arga menghempas tangan putri kemudian mengembuskan nafas nya kasar, bahkan rahangnya mengeras menahan kesal.

"lepaskan!!!" Putri dengan cepat melepaskan Arga, tapi di balik tangis itu ada senyum licik terlihat karena Arga lebih memilih tinggal dengannya dari pada mengejar Ariana.

Arga hanya melihat kepergian Ariana dengan perasaan marah bercampur rasa bersalah.

Ariana berjalan keluar hingga ke halaman rumah Martha, tapi getaran ponsel yang berada dalam tas membuat langkahnya berhenti.

ternyata Arga menelpon nya, tapi Ariana segera mematikannya, saat ingin melangkah kembali Arga menelpon lagi tapi lagi-lagi Ariana mematikan telepon itu.

Karena kesal akhirnya Ariana memblokir nomor Arga, kemudian membuka pesan. Dengan atas nama Martha.

[ Bu Martha, dua triliun siapkan segera, aku akan membuat kalian menyesal dengan apa yang kalian lakukan selama ini ]. kirim

Ariana mengklik kirim pada nomor Martha, senyum kemenangan terparkir di bibir Ariana dan kembali melangkahkan kakinya dan masuk kedalam mobil nya meninggalkan kan rumah mertuanya yang terkutuk.

Arga terus menghubungi Ariana tanpa berhenti dan tanpa menyerah, beberapa kali menghubungi ternyata nomor Ariana tidak bisa dihubungi, Arga mengepalkan tangannya.

Sedangkan Martha mengambil ponsel nya yang tergeletak diatas meja karena mendengar pesan masuk, saat membaca nya dadanya langsung sesak sampai ingin pingsan.

"astaga.... Tante....kak Arga....". Putri berteriak memanggil Arga tapi Arga seakan tuli karena memikirkan Ariana.

***

Ariana mengemudikan mobil nya dalam keadaan hujan, tatapan lurus dan fokus dalam mengemudikan tapi sebuah mobil melaju kencang dan ugal-ugalan bahkan hampir menyambar mobil nya jika saja Ariana tidak langsung mengerem mendadak, tapi musibah itu tidak berhenti disana, sebuah mobil menabrak nya dari arah belakang hingga Ariana tersentak, kepalanya terbentur keras pada atur mobil nya hingga mengeluarkan darah.

"astaga!!!!". Ariana mengusap keningnya yang terasa sakit.

tangannya terdapat darah, wanita itu meringis sakit sebab ternyata keningnya sampai robek.

Pengemudi yang menabrak nya tadi segera turun dengan sebuah payung untuk melindunginya dari deras nya hujan.

Tok

Tok

Ariana segera membuka kaca mobil nya. "maaf nona, saya tidak sengaja menabrak mobil anda, tapi tenang saja tuan saya akan mengganti semua kerugian nya, apa boleh saya meminta kontak telepon Anda ? Saya sedang buru-buru Krena ada sebuah pertemuan penting yang harus tuan saya hadiri". Pria itu berbicara sedikit lebih keras karena takutnya Ariana tidak mendengar nya karena suara hujan yang deras.

"tida perlu, biar polisi saja yang mengurus nya". Ujar Ariana, pria itu mengangguk patah-patah dengan wajah sedikit panik, kemudian berjalan cepat kearah mobil tuannya.

"tuan...nona itu tidak mau menyelesaikan nya disini, dia mau kita ke kantor polisi". Lapor sang asisten pada tuannya ketika kaca mobil diturunkan, dia adalah Adrian Atmajaya dengan sorot mata tajam dan wajah yang datar.

Ariana keluar dari dalam mobil nya dengan tangan menutupi kepalanya, dilihatnya bagian belakang mobil yang ternyata sudah penyok akibat ditabrak tadi.

Hembusan nafas pelan pelan keluar dari mulutnya, pakaian sudah sedikit basah karena tidak memakai payung.

"bagaimana ini tuan ?". Tanya asisten itu.

"kalau begitu kamu tinggal disini saja untuk mengurus nya, saya harus pergi sekarang juga". Asisten itu mengangguk kemudian membukakan pintu mobil untuk Adrian.

"baik tuan". Ujar sang asisten memayungi Adrian.

ketika keluar dari mobil, Adrian berbalik menatap Ariana yang sedang menelpon sedangkan tangan satunya sibuk menutupi kepalanya.

tatapan keduanya bertemu sepersekian detik. 'wajah itu, sepertinya aku pernah melihatnya ? Tapi dimana ?'. batin Ariana terus menatap Adrian dengan kening mengerut.

"Ariana....Ariana ? Apa kamu masih disana ?". Ariana langsung memutus terlebih dahulu tatapan nya karena sahabatnya yang ditelpon nya saa ini tengah memanggil nya.

Adriana kemudian membuka pintu mobil anak buahnya yang berhenti didepannya, tatapan nya kembali menatap Ariana yang sedang sibuk menelpon dan ayah basah kuyup.

mantel yang melekat ditubuhnya dilepas begitu saja. "berikan ini pada nya". sang asisten sampai tercengang bahkan tidak bisa berkata apapun.

'tuan Adrian membuka mantel nya demi wanita itu ?'. Batinnya tidak percaya dengan apa yang adrian lakukan.

setelahnya Adrian masuk kedalam mobil hingga mobil melaju, Adrian tetap menatap Ariana melalui dalam mobil hingga mobil itu menjauh membawa nya.

"mobil ku ditabrak, apa kamu bisa datang membantu ku ? Sepertinya aku akan membawa nya ke bengkel dulu untuk diperbaiki". Ariana berbicara melalui telepon dengan sahabat.

"baiklah...tunggu aku disitu. Aku juga akan membawa mobil derek agar mobil mu dibawa oleh mereka". ujar sang sahabat diseberang.

"iya cepatlah...aku menunggumu disini". Setelahnya sambungan telepon di matikan.

Ariana kembali kembali ke mobil nya untuk menyimpan ponsel nya, karena sudah basah Ariana akhirnya tidak masuk dalam mobil nya.

bahkan darah yang sempat tadi berada di keningnya kini sudah tidak adalah lagi sebab terbawa oleh air hujan, hanya ada luka robekan disana.

"nona...ini mantel untuk anda, pakailah karena pakaian anda sudah basah". asisten Adrian memberikan mantel pemberian tuannya.

Ariana meraih mantel itu dan segera memakai nya. "terimakasih... Setelah saya mencucinya, saya akan mengembalikan nya".

Bersambung...

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!