Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22 mencoba untuk menerima

 Malam berlalu begitu cepat. Kini berganti dengan pagi yang cerah. Matahari menyinari dedaunan yang masih basah dengan embun pagi.

 Pagi ini Ridwan ingin berencana pergi melamar pekerjaan di pondok pesantren Kiai Abdullah.

Karena semalam ia telah memutuskan untuk melupakan Aira . Dan memulai sesuatu yang baru. "Sudah saatnya aku harus menentukan jalan hidupku" , gumam Ridwan.

Pagi itu Ridwan telah siap dengan pakaian yang sudah rapi. Sementara itu kedua orangtuanya sudah menunggu di ruang makan.

Dengan wajahnya yang lebih segar ia pun menghampiri kedua orangtuanya yang sudah menunggu.

Sesampainya di ruang makan kedua orangtuanya sangat terkejut melihat Ridwan yang sudah rapi dengan pakaian yang membuat dirinya terlihat lebih segar dari biasanya.

Pak Hanafi pun menggoda Ridwan.

"Wan, semalam kamu dapat vitamin apa sama kiai Abdullah" .

"Cepat bangat kamu mengambil keputusan" .

"Abi mulai lagi deh", ucap ibu Aisyah yang datang membela Ridwan .

"Emangnya Abi mau Ridwan mengurung diri teru menerus di kamar. Lagian juga udah waktunya Ridwan ingin memulai hal baru untuk masa depan Ridwan" .

Melihat Ridwan yang mulai kembali normal kedua orangtuanya pun merasa ikut bahagia.

Pagi terasa begitu hangat di keluarga Ridwan. Saat ini suasana hati Ridwan begitu terasa damai. Entah itu karena kata - kata Zahra yang semalam mengingatkan tentang kebodohan dirinya yang berlarut -larut.

saat ini Ridwan ingin mengenal anak Kiai Abdullah yaitu Zahra. Ridwan pun membuat alasan ingin mengajar di pondok pesantren Kiai Abdullah.

pagi itu Ridwan meminta izin pada orang tuanya bahwa ia ingin menjadi guru di pesantren Kiai Abdullah.

" Ummi sama Abi, Ridwan sudah memutuskan bahwa Ridwan ingin mengajar aja. Kamu mau mengajar dimana ? "

"Kok tiba-tiba saja" .

"Rencananya Ridwan mau mengajar di pondok pesantren Kiai Abdullah ummi" .

"Apa ! Kamu serius nak ? "

"Iya ummi,, Ridwan serius" .

"Lagi pula sekarang Ridwan ingin menata masa depan Ridwan" .

"Ridwan ingin membahagiakan ummi sama Abi . Maafkan Ridwan ya ummi Abi ? "

Mendengar perkataan Ridwan kedua orangtuanya meneteskan air mata. Karena saat ini anaknya sudah ingin membuka hati kembali.

"Loh, kok ummi nangis kenapa ? "

"Ummi gak apa-apa kok nak, ummi bahagia dengar kata-kata kamu itu".

Sedangkan pak Hanafi hanya tersenyum saja. Waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan.

pak Hanafi telah siap untuk berangkat ke kantor.

" Ummi, Abi berangkat ke kantor dulu ya ? Udah siang nih".

" Oh iya Abi ummi sampai lupa. Yaudah kalau gitu ayo ummi antar kedepan".

Ridwan tersenyum melihat keharmonisan rumah tangga orang tuanya.

" Semoga saja aku bisa mendapatkan istri yang baik dan Solehah sama seperti ummi" , bathin Ridwan.

Setelah pak Hanafi berangkat kekantor kini tinggal Ridwan yang masih melamun duduk di meja makan.

Ibu Aisyah memperhatikan Ridwan dengan tersenyum hangat.

Kamu kenapa nak ?

"Aku senang lihat ummi sama Abi . Alhamdulillah kalau kamu senang. Eh, katanya kamu mau ke pondok pesantren Kiai Abdullah. Berangkat jam berapa ? Udah mau siang ini".

" Sebentar lagi ummi, oh yaudah kalau gitu ummi kedapur dulu mau mencuci piring sehabis sarapan pagi tadi" .

Ibu Aisyah meninggal Ridwan. Setelah ibu Aisyah pergi ke dapur . Ridwan bersiap-siap untuk pergi ke pondok pesantren Kiai Abdullah.

Ridwan mencari ibu Aisyah kedapur untuk berpamitan.

Ummi, Ridwan pergi dulu ya ?

Ridwan meraih tangan ibu Aisyah. Kemudian Ridwan mencium dengan penuh takzim.

Ridwan pergi meninggalkan ibu Aisyah menuju pondok pesantren Kiai Abdullah.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!