"Saya tidak menyuruh kamu periksa kehamilan sekarang, Asya. Tapi kalau sampai 'pasukan' saya di dalam sana demo, jangan harap kamu bisa wisuda tanpa memakai nama belakang saya."
Asya, mahasiswi Arsitektur paling bar-bar. melihat di depan matanya sendiri, dimana Raka mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang, Asyara minum terlalu banyak dan berakhir mabuk—sampai tanpa sengaja menarik seorang dan menciumnya hingga mereka menghabiskan malam bersama—Aksa, dosennya sendiri.
Asya berusaha lari, tapi Aksa bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya. Dengan kekuasaan dan kecerdasannya, Aksa mengunci Asya dalam ribuan revisi skripsi hanya agar bisa memantau perkembangan "pasukan kecebongnya" di rahim Asya setiap hari.
Di tengah kejaran revisi, teror mantan pacar, dan kelakuan kompor Celine, Asya harus memilih: Lulus sebagai Sarjana atau menyerah menjadi Nyonya Profesor?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sena dan Dunianya
...Selamat Membaca...
...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...
“Kamu cantik banget sayang,” puji Raka menarik pinggang Sena membuat wanita itu semakin rapat dengan tubuhnya.
Sena tersenyum puas. Ia tahu, meski Raka selalu meminta Asyara kembali… Raka akan tetap menjadi miliknya. Buktinya? Raka tidak bisa lepas dari dirinya dan selalu membutuhkan sentuhannya.
Saat ini, mereka berada di apartemen Raka. Kegiatan yang memang biasa mereka lakukan bahkan saat Raka masih memiliki hubungan dengan Asyara sekalipun. Bercumbu mesra. Ntah itu Sena yang akan menggoda lebih dulu, atau pun Raka yang memang mengajak Sena terlebih dahulu.
“Kamu cinta aku kan kak?” tanya sena mendayu-dayu sambil mengelus dada Raka dengan gerakan sensual untuk memancing gairah cowok itu.
Raka menyeringai nakal melihat Sena. Pandangannya jatuh pada bagian dada Sena yang memang sangat terbuka karena Sena menggunakan pakaian renda di bagian itu.
“Aku cinta banget sama kamu, sayang,” bisik Raka kemudian mengecup Leher Sena membuat cewek itu melenguh pelan sambil meremas kemeja Raka.
Sena tersenyum kemenangan. “Bagus kalau gitu, tapi kenapa kamu selalu minta balikan sama cewek itu ?”
Raka tersenyum, “Itu cuma pencitraan sayang. Supaya orang-orang bersimpati sama aku. Makanya beberapa hari ini, aku juga ngejauhin kamu,” balas Raka lembut sambil menyelipkan beberapa helai rambut Sena ke belakang telinga.
Karena terbuai suasana, akhirnya kedua sejoli itu melanjutkan kegiatan panas mereka. Hingga beberapa jam kemudian, Sena bangun dan langsung memakai bajunya. Ia tersenyum dan melirik Raka yang sudah tertidur dalam posisi tengkurap.
“Aku pergi ya kak, selamat malam,” bisik Sena menyeringai.
Dengan rasa percaya diri, Sena melangkah keluar dari unit apartemen Raka. Sesampainya di lobi, ia langsung masuk ke dalam sebuah mobil yang memang sudah menunggunya.
“Kamu terlalu lama, Sena.”
Sena tersenyum manja sambil memeluk lengan pria itu, dan menyandarkan kepalanya. “Om Seno, anak om tuh yang ketagihan sama aku,” ucap Sena manja.
Pria itu, Seno—pria yang merupakan ayah kandungnya Raka. Ia mengulas senyum sambil mengusap surai Sena dengan penuh kasih sayang. “Kamu ini memang pintar sekali membuat Alasan.”
“Om bisa aja deh..” Sena tertawa kecil tampak malu-malu.
“Bagaimana? Dia tidak curiga karena kamu langsung pergi begitu saja kan?” tanya Seno memastikan.
Sena menggeleng. “Om tenang aja. Pokoknya malam ini, kita bakal bersenang-senang tanpa gangguan anak om itu.” Namun setelahnya Sena melah memanyunkan bibirnya menatap Seno. “Harusnya aku yang nanya, Istri om gimana? Nanti kita lagi senang-senang malah disuruh pulang. Aku marah loh nanti.”
Seno tertawa kecil, “kamu tenang aja sayang, semuanya sudah saya bereskan. Yola sedang berlibur ke luar negeri selama seminggu. Jadi, saya pastikan hubungan kita akan aman. Dan kita bisa bersenang-senang dalam waktu yang lama.”
Senyum Sena mengembang mendengar itu. Ia puas. “*Pokoknya jangan sampai om Seno lepas dari gue. Anaknya udah lengket, bapaknya juga harus jadi milik gue*.”
“Kita ke hotel sekarang?” tanya Seno sambil mengedipkan matanya nakal.
Sena tersenyum malu-malu dan mengangguk manja. “Aku ngikut om aja,”
Namun tanpa Sena tahu, seseorang telah merekam semuanya dan beruntungnya wajah Seno sempat terlihat saat Sena membuka mobil. Alhasil wajah keduanya terlihat dengan sangat jelas.
“Sen..sen… Ternyata lo rakus juga ya,” Melanie terkekeh pelan. Ia menyimpan ponselnya kembali lalu melangkah memasuki Apartemen Raka.
Alasannya kesini adalah untuk mengambil jaket miliknya yang tertinggal saat itu. Namun ia malah mendapatkan hal yang lebih mengejutkan lagi. Ia benar-benar tidak menyangka jika Sena serakus itu.
“Gue pikir lo udah cukup gila karena rebut Raka dari kak Asya, tapi lo lebih gila dari apa yang gue bayangkan,” gumam Melanie, “Bahkan lo juga berhubungan sama bokapnya Raka? Gila..”
...♡♡♡♡♡♡♡♡...
Sena bersandar nyaman di dada Seno. Ia memainkan ponselnya sambil masih bermanja-manja. “Om, uang jajan aku udah habis lho. Nggak mau ditambahin? Kemarin aku liat koleksi tas baru dari brand yang aku incer.”
“Tenang sayang, mau berapa heem? Saya bakal kasih kamu sebanyak yang kamu mau,” balas Seno mengecup mesra pucuk kepala Sena.
Sena semakin bermanja-manja. “Berapapun yang om kasih pasti aku terima kok.”
***Ting***!
Sebuah notifikasi dari ponsel Sena membuat wanita itu melotot namun juga senang bukan main. Ternyata itu notifikasi dari aplikasi mobile banking miliknya yang baru saja terisi lima puluh juta dari Seno.
“Kamu senang?” tanya Seno.
“Seneng banget om! Makasih ya om!” girang Sena.
Seno tersenyum, “Ternyata kamu benar. Kamu lebih menyenangkan dari Yola. Wanita itu hanya tahu saya memarahi saya dan sibuk menuntut saya tanpa pernah memikirkan saya!”
“Sabar ya om. Tapi kan tante yola itu masih istri om. Om jangan galak-galak dong sama dia,” hibur Sena.
“Dia hanya istri hasil perjodohan bisnis. Bahkan sekarang dia sudah tak punya apa-apa. Saya muak melihat keluarganya yang selalu menghubungi saya untuk meminta uang!” ucap Seno kesal, “Keluarga benalu! Secepatnya saya akan menceraikan wanita itu.”
“Om tenang ya, masih ada aku kok,” balas Sena lembut. “*Kalau om Seno cerai sama tante Yola. Gue lebih leluasa nikmatin uangnya. Setelah balas dendam sama Asyara, gue bakal minta dia nikahin gue. Dan hidup gue bakal sempurna dan kaya Raya*.”
...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...