Katanya bersahabat dengan sesama perempuan itu banyak cobaannya..
Yang saling rebutan cowok, yang saling ejek tapi pada baperan, yang suka ngomongin teman yang satu di belakang..
Ini kisah tentang seorang perempuan bernama Rania dengan Geng nya bernama Geng Gong..
Geng Gong sendiri terdiri dari Sonia, Arin, Nur, Isna, Eka dan Rania
Ya.. Rania gadis yang tidak pekaan terhadap situasi cuek dan sangat menjunjung tinggi persahabatan nya
Dalam pertemanan mereka banyak cobaan dan ujiannya, karena mereka punya karakter yang berbeda beda..
Bagaimana Rania bisa menghadapi teman temannya yang berbeda beda Karakter?
Apakah persahabatan mereka akan tetap bertahan walau banyak cobaannya
Apakah persahabatan mereka akan hancur karena keegoisan mereka sendiri??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ranty dhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Pulang
"What ?? lu gak bilang, ya sudah deh gue gak jadi ikut" kata Arin dengan wajah kaget
"Gak apa apa, lu udah tau masalah gue ini, banyak hal yang mau gue ceritain sama lu" bisik ku lagi..
Dan kami pun berjalan menuju mobil Atta
"Mas ini temen ku Arin,, dia mau ikut gak apa apa kan? dia mau ke rumah ku dulu ada sesuatu yang ketinggalan katanya" kataku..
"Hmmm"
Di dalam mobil suasana hening, tanpa percakapan..
Arin yang dari tadi sibuk memainkan handphone nya..
Aku sedari tadi ingin menanyakan perihal sotnia tapi lihat tampang Atta yang serius membuat ku tidak berani berkata apa apa..
"Tanya gak ya? tapi harus di tanya ah biar jelas maksudnya dia apa" batinku
"Mas" kataku memecah keheningan
"Iya kenapa" ucapnya dingin, tanpa melihat kearah ku..
"Masalah Sonia, kenapa Mas bilang nya aku ngelarang Mas buat hubungan sama Sonia, aku kan gak pernah bilang gitu" suara ku pelan..
"Masalah Sonia lagi?" ucapannya masih dingin..
"Kenapa seneng banget si bahas soal Sonia, emang gak ada hal yang bisa kamu bahas selain Sonia?" lanjutnya
"Tapi aku mau tau, kenapa Mas bilang aku yang ngelarang, aku gak pernah bilang gitu kan sama Mas, kalo emang Mas deket sama Sonia atau mau balikan lagi ya silahkan, aku malah seneng kok.. Aku gak mau perjodohan ini, aku masih mau lanjut kuliah, aku mau nyari laki laki yang sesuai sama keinginan aku, aku masih gak kepikiran buat nikah " aku berusaha tegas, berbicara sama Atta memang harus tegas sepertinya..
Atta hanya diam, tak merespon ucapan ku..
"Mas, kenapa diam?"
Dan Atta masih diam..
"Kenapa cuma diam? kenapa gak ngerespon, mukanya kenapa jadi menyeramkan gitu" batinku
Ku lihat Arin masih memainkan handphone nya, entah lah apa yang ada di pikiran nya
"Mas, coba ngomong jangan diam aja kayak gini" ucapku
Sebenarnya aku mulai takut melihat wajahnya yang menyeramkan gitu..
Aku tidak pernah berdebat dengan orang, apalagi dengan orang yang lebih tua dari ku..
Aku memang penakut dalam urusan bicara dengan orang lain..
Sepanjang perjalanan Atta hanya diam tak merespon ucapan ku sama sekali
Sesampainya di rumah
Arin sudah turun terlebih dulu, saat hendak turun tiba tiba
"Sebentar" ucap Atta
"Kenapa Mas?"
"Kamu tau? perjodohan ini ada di tanganku.. Kamu tau hanya aku yang bisa batalin perjodohan ini? dan kamu tau?"
Tiba tiba Atta mendekat..
"Mas mau ngapain?" ucapku takut
"Aku gak akan pernah mau batalin perjodohan ini, dan aku gak akan pernah perduli sama perasaan nya Sonia atau sama persahabatan kamu, aku gak akan pernah perduli" ucapnya sambil berbisik kepadaku
Lalu dia pun turun dari mobil, sementara aku masih terpaku di mobil..
pikiranku kacau, carut marut..
"Apa apaan ini" batinku
"Tok tok tok"
"Rania lu gak mau turun apa" suara Arin mengetuk kaca mobil dan mengagetkan ku..
"I.. iyaaa sebentar " ucapku
Kulihat Atta sedang pamit pulang pada Mama, dan melihat ku dengan senyum sinis nya..
"Apa yang ada di pikiran dia? " batinku..
****
Di kamar
Aku merebahkan badanku di kasur, ingin rasanya ku menangis, berteriak..
"Ngobrolin apa lu tadi, kok turunnya lama" ucap Arin
Aku masih terpaku pada langit langit kamarku
"Rania, kok diem aja si" Arin menggoyang goyangkan badan ku..
"Gue kacau, gue galau, gue pusing, gue mau nangis aja,gue mau teriak, gue.. gue huaaaa" ucapku sambil menangis..