Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:939.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 7 - Pertama Kali

Dokter Aresha menutup tas medisnya setelah menuliskan resep obat dan salep untuk Ashlyn.

"Saya pamit dulu, Jenderal."

"Terima kasih, Dokter."

"Jika ada perubahan pada kondisinya, segera hubungi saya."

"Tentu."

Dokter Aresha mengangguk hormat sebelum meninggalkan kamar bersama beberapa pelayan yang akan menebus resep obat miliknya.

Begitu pintu tertutup Ethan langsung menoleh kepada Ashlyn, menatap wanita yang selalu menyebut dirinya sebagai suami.

"Apa benar kamu pintar?" tanya Ethan.

Ashlyn menganggukkan kepalanya tanpa ragu. "Satu tambah satu, dua. Dua tambah dua, empat. Aku tahu itu," balas Ashlyn dengan polosnya.

Ethan menghela nafasnya perlahan, berbicara dengan Ashlyn benar-benar meningkatkan kesabarannya. Tapi satu hal yang Ethan tahu, dia pun tak pernah bisa marah.

"Dengarkan aku baik-baik," ucap Ethan kemudian.

Ashlyn mengangguk lagi dan mulai menajamkan pendengarannya.

"Pria dan Wanita tidak bisa menjadi suami istri tanpa menikah," jelas Ethan hati-hati, dilihatnya Ashlyn yang mengangguk-angguk seolah paham. Tapi entah apa yang ada di dalam benaknya.

"Jadi aku bukan suamimu," timpal Ethan lagi, setidaknya kesalahan pahaman ini ingin Ethan terangkan. Karena tanpa status suami pun ia akan tetap membantu Ashlyn.

Dan kali ini raut wajah Ashlyn seketika berubah sendu. "Jadi suami juga tidak menyukaiku?" tanya Ashlyn lirih, kedua matanya mulai berkaca-kaca.

"Kenapa bicara seperti itu?" tanya Ethan.

"Suami ingin aku pergi?"

"Bukan, aku hanya ingin kamu paham hubungan kita yang sebenarnya."

Tapi Ashlyn sudah menangis dan tak mampu berkata-kata.

'Astaga,' batin Ethan, kini malah jadi bingung sendiri. Dan karena tak tau bagaimana caranya menenangkan Ashlyn, akhirnya Ethan memeluk gadis tersebut.

"Baiklah, aku salah, aku adalah suami mu," ucap Ethan akhirnya.

Ashlyn memeluk Ethan degan semakin erat, benar-benar menunjukkan bahwa dia tak ingin pisah. Dalam hidupnya yang selalu mendapatkan penolakan, Ethan adalah satu-satunya yang menerima, memberinya pelukan hangat, memberinya makanan enak dan rumah seperti istana. Jika Ethan membuangnya juga, maka Ashlyn tak punya lagi tempat tujuan.

"Berhentilah menangis," pinta Ethan.

"Baik Suamiku," jawab Ashlyn, dia menarik salah satu tangannya yang memeluk Ethan dan segera menghapus semua air mata. Ashlyn juga berusaha mati-matian untuk menepis semua rasa sedih.

Ethan yang melihat pemandangan itu hanya mampu terdiam dan terkadang tak percaya, rasa-rasanya Ashlyn sudah menganggapnya sebagai induk.

Tak berselang lama kemudian pelayan masuk ke dalam kamar dengan membawa obat dan salep yang diresepkan dokter Aresha.

"Oleskan ke semua luka di tubuhnya," titah Ethan, ia sendiri masih begitu kaku untuk menyebutkan nama Ashlyn.

"Baik, Jenderal." Kepala pelayan segera mengambil obat dan berjalan mendekati Ashlyn.

Namun baru saja wanita paruh baya itu hendak membuka tutup salep, Ashlyn buru-buru mundur beberapa langkah.

"Tidak mau," ucap Ashlyn.

Kepala pelayan berhenti. "Nona, saya akan membantu Anda mengoles salep ini."

Ashlyn memeluk kedua lengannya sendiri lalu menggeleng kuat. "Ashlyn maunya Suami yang mengoles."

Kepala pelayan tampak bingung. "Tapi Jenderal sangat sibuk."

Ashlyn kembali menggeleng. "Tidak. Ashlyn maunya Suami."

Semua pelayan serentak menoleh kepada Ethan. Sementara Ethan memijat pelipisnya pelan. Setiap kali ada orang lain yang mendekat, jawabannya selalu sama. 'Ashlyn maunya Suami.'

Beberapa detik kemudian Ethan mengembuskan napas panjang. "Kalian keluar dulu."

"Jenderal..." Kepala pelayan tampak ragu.

"Aku yang akan melakukannya."

"Baik."

Meski masih dipenuhi rasa heran, semua pelayan akhirnya membungkukkan badan lalu meninggalkan kamar satu per satu. Tak lama kemudian hanya tersisa Ethan dan Ashlyn.

Ashlyn langsung tersenyum lebar. "Suamiku baik sekali."

Ethan mengambil salep dari atas meja. "Duduk."

"Iya." Ashlyn menurut tanpa membantah. Ia duduk di tepi sofa sambil menjulurkan kedua kakinya.

Ethan membuka tutup salep, lalu berjongkok di hadapan Ashlyn dan mengoleskannya perlahan pada memar di betis Ashlyn.

Begitu jarinya menyentuh kulit gadis itu, Ethan bisa merasakan tubuh Ashlyn yang sedikit menegang. "Sakit?"

Ashlyn mengangguk kecil. "Sedikit."

Ethan memperlambat gerakannya. Tangannya yang biasa memegang senjata kini justru bergerak sangat hati-hati mengoleskan obat ke luka-luka kecil di kaki Ashlyn.

Ashlyn terus memperhatikan wajah Ethan dengan senyum yang tidak pernah hilang.

"Suamiku."

"Hm?"

"Suamiku tampan sekali."

Ethan tidak menjawab, hingga beberapa detik kemudian kembali terdengar suara Ashlyn kembali bicara.

"Suamiku."

"Hm."

"Suamiku sangat baik."

Ethan tetap diam, namun Ashlyn tetap tersenyum dengan bahagia. "Untung Ashlyn punya Suami."

Ethan menggeleng pelan.

Entahlah.

Bagi Ethan, Ashlyn bukanlah seorang wanita yang sedang mencoba mendekatinya. Di matanya, gadis ini lebih seperti seekor anak kucing yang terluka. Kecil, polos, mudah ketakutan, tetapi akan langsung tenang ketika merasa aman.

Selesai mengobati kedua kaki Ashlyn, Ethan kembali mengoleskan salep pada luka-luka di bahu dan lengannya.

Untungnya Ashlyn sama sekali tidak merasa malu. Baginya Ethan memang adalah suaminya. Dan seorang istri tidak perlu menyembunyikan apapun dari sang suami.

Setelah semua luka selesai diobati, Ethan menutup kembali kotak salep. "Sudah."

Ashlyn tersenyum lebar. "Terima kasih, Suamiku."

Tak lama kemudian Ethan mengajak Ashlyn turun menuju ruang makan. Meja makan yang sangat panjang telah dipenuhi berbagai hidangan.

Ashlyn kembali membulatkan matanya. "Semuanya boleh dimakan?"

Ethan menarik kursi untuk Ashlyn duduk. "Duduklah."

Ashlyn langsung duduk dengan manis.

"Makanlah," ucap Ethan satu kata.

Mendengar izin itu, Ashlyn tidak lagi ragu. Ia mulai makan dengan lahap. Setiap suapan selalu disertai ekspresi bahagia.

"Emm, enak sekali."

Para pelayan yang berjaga di sekitar ruang makan hanya mampu menundukkan kepala, tak berani melihat pemandangan yang begitu langka.

Belum pernah mereka melihat Jenderal Ethan begitu peduli dengan wanita seperti ini. Lalu kembali bertanya-tanya, benarkah wanita itu istri sang jenderal?

Sementara Ethan makan dengan tenang sambil sesekali memperhatikan Ashlyn. Melihat gadis itu makan sampai pipinya menggembung entah mengapa memberi perasaan aneh di dalam dadanya.

Setidaknya hari ini Ashlyn tidak perlu lagi menunggu sisa makanan orang lain.

Selesai sarapan, Ethan membawa Ashlyn kembali ke lantai dua. Begitu memasuki kamar, rasa penasaran Ashlyn kembali muncul.

"Waah!" Ashlyn berjalan mengelilingi kamar Ethan. Menyentuh rak buku, mengintip keluar jendela besar. Lalu berhenti di depan lukisan yang tergantung di dinding. "Rumah Suamiku bagus sekali."

Ethan hanya menjawab singkat. "Hm."

"Suamiku, ada berapa kamar di rumah ini?" tanya Ashlyn.

"Banyak."

"Banyak itu berapa?"

"Entahlah, mungkin sepuluh."

"Ha? Sepuluh?!" mata Ashlyn membelalak. Sedangkan Ethan memang tak begitu tahu sebanyak apa kamar di mansion ini. Kepala pelayan yang lebih paham.

Selesai dengan keterkejutannya Ashlyn kembali sibuk menjelajah setiap sudut kamar, persis seperti anak kecil yang baru saja menemukan tempat bermain baru. Ethan akhirnya menuju kamar mandi.

"Aku akan membersihkan diri," ucap Ethan, tak pernah sebelumnya ia harus izin begini. Tapi dengan Ashlyn rasanya ia tak bisa seacuh itu. Jika pergi tanpa kata Ashlyn pasti akan berpikir ia meninggalkannya begitu saja.

Dan mendengar ucapan Ethan, Ashlyn langsung mengangguk patuh. "Iya, suamiku."

Ethan masuk ke kamar mandi. Air hangat segera menghapus debu dan lelah setelah perjalanan panjang dari wilayah perbatasan.

Sekitar dua puluh menit kemudian ia keluar dengan masih menggunakan handuk kimono. Namun begitu melangkah ke ruang kamar, Ethan menghentikan langkahnya.

Ashlyn ternyata sudah tertidur pulas di sofa. Tubuh kecilnya meringkuk sambil memeluk bantal sofa. Napasnya terdengar teratur dan wajahnya begitu damai, jauh berbeda dengan saat pertama kali mereka bertemu di perbatasan. Mungkin karena akhirnya gadis itu bisa tidur tanpa rasa takut.

Ethan berdiri beberapa saat dan memperhatikan wajah polos tersebut.

"Ashlyn," ucap Ethan untuk pertama kali.

1
Rita
tuh dengerin 😂😂😂g blh nackal
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣bs curhat dr awal smpe akhir
Rita
mulai😂😂😂😂😂
daniah88
jujur aja eth
Felycia Fernandez
wayolhooo Eth...
mau jawab apa kamu?? bohongi Ashlyn lagi??? gak kebayang gimana kecewa nya Ashlyn kalau tau itu bukan suntikan vitamin tapi suntikan KB
Kar Genjreng
bukan tanggung jawabnya sudah punya istri kecil Ashlyn. jadi jangan dekat dekat ada. Istri. yang sedang menunggu kepulangannya bawa Eskrim. ,,,ga taunya sampai rumah sudah bobo manis abis menangis capai nangisnya kejer 😭
Uthie
polos banget Ashlyn 🥰
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
penting Goyanggg ya Ash 😆 masalah encok, pikirr keri 😂 pokoknya kamu pusat kan pikiran kamu pada rasa nikmat yang kamu dapatkan, masalah anak mah itu urusan nya author 😆 jalani saja porsi kamu, masalah yang lainnya serahkan sama author..😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hayolohh! gimana cara kamu menjelaskan sama ashlyn eth? kenapa kamu enggak ajakin ashlyn bicara dulu maslaah ini? seharusnya kamu berunding dulu dengan ashlyn tentang alat kontrasepsii. kalau kamu bisa memberikan penjelasan secara lembut, pasti ashlyn faham dan bisa menerima. enggak asal main suntik saja. kebohongan yang kamu buat, bisa saja jadi bumerang eth? ashlyn bisa saja mikir, kamu enggak mau punya anak darinya.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaaa ethan! 🤣🤣 kelihatan banget brutal nya kamu eth...emang kamu buat tanda nya smapai jidat kah? 😂 emamg sengaja mau pamerr gitu kah? kalau permainan kamu ganass 😆 bikin tanda tuh di dalam saja eth, di daerah2 tersembunyi enggak perlu seluruh leher kamu merah2hin kayak orang habis kerokan 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hilihhh ini mah alasan kamu doang eth, kamu saja yang pingin meyukk ashlyn terus 😂 belajar enggak nempel2 gitu lahh eth...nanti kalau kamu sudah mulai dinas, apa mau kamu karungin bawa pergi dinas 😆
Kar Genjreng
akan pergi dinas lagi bagaimana dengan istri 😁 Ashlynn ngamuk ga nih wahh bisa bisa tiap saat mendongeng.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hehhhh...di suntik jarum gede saja enggak sakit, malah keenakan gitu! masak di suntik jarum kecil kesakitan 🤭 tapi emang lebih enak di suntik suami yaa Ash 😆
Ayani Lombokutara
nanti klo ashlyn tau itu suntikan kb ,pasti mrasa tdk benar benar diinginkan tuh
siap siap merana kamu ethan
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
takut ashlyn kabuuuur nanti kalo tau suntikkan nya bukan suntikan vitamin... jangan kabur yaaa ashlyn.... ethan sama mom aresha mending jujur aja gak sih iiih.. kasih penjelasan kw ashlyn pelan² juga gp² asal jangan di tutupin gt, walaupun demi kebaikan ashlyn... duuuh gemas jadi nya kan😅
Sastri Dalila
🤭😅
Shee_👚
nah kan, apa ashlyn gak kecewa kalau dia tau di suntik menunda kehamilan
harusnya kamu kasih pemahaman dulu jangan maen ambil keputusan tanpa ashlyn tau
Rita
heh kevooo😂
Maminya Thania
pingin ashlyn normal,terlalu lama bloonnya..
Yanti Tami
knp yah ashlyn tdk boleh hamil dlu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!