Indonesia
NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Hadiah Kecil Bernama Narendra

Sejak mengetahui dirinya hamil, Cynara tak lagi memiliki waktu untuk menangisi perceraiannya.

Bukan karena rasa sakit itu menghilang begitu saja, tetapi ia sadar, ia harus tetap berdiri.

Meskipun setiap malam, ketika kamarnya yang kecil selalu sunyi, bayangan Anugrah masih sering muncul dalam pikirannya.

Tangannya perlahan menyentuh perut yang mulai menunjukkan perubahan.

"Anakku, kamu adalah penyemangatku. Kamu harus sehat ya?" Cynara mengusapnya dengan lembut.

Meskipun anak ini tidak pernah direncanakannya. Anak yang bahkan hadir ketika pernikahannya telah berakhir. Tetapi, ia tetap mengasihinya dengan sepenuh hati.

Cynara tersenyum tipis.

“Kamu sengaja hadir karena ingin menemani Mama kan? Kalau begitu, kita berjuang bersama, ya, Nak.”

.

.

.

Hari-harinya berubah. Cynara semakin serius mencari peluang. Ia tidak lagi sekadar melakukan trading untuk sekedar mengisi waktu.

Sekarang, setiap keputusan yang dibuatnya memiliki tujuan. Ia tidak hanya makan untuk dirinya sendiri. Ada seorang anak yang kelak membutuhkan susu, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kehidupan yang layak.

Karena itu, setiap keuntungan yang diperoleh Cynara tidak langsung digunakannya. Sebagian ia sisihkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian lagi ia putarkan kembali ke pasar.

Sedikit demi sedikit, hasilnya mulai terlihat. Portofolionya semakin berkembang. Keuntungan yang awalnya hanya cukup untuk kebutuhan kecil, kini mulai bertambah.

Cynara semakin disiplin. Ia mencatat setiap transaksi. Mempelajari laporan perusahaan. Mengamati pergerakan pasar.

Tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti emosi. Ketika mendapatkan keuntungan, ia tidak terburu-buru menghabiskannya.

Ia justru kembali membeli saham yang menurut perhitungannya memiliki prospek baik. Termasuk saham JM Corporation, perusahaan yang sejak awal menjadi salah satu investasi terbesarnya.

Cynara menatap layar laptop. Angka keuntungan yang tertera membuat sudut bibirnya terangkat.

“Sedikit lagi.” Tangannya mengusap perut. “Kalau Mama terus berusaha, kita pasti bisa.”

.

.

.

Bulan demi bulan berlalu. Perut Cynara semakin besar. Ia menjalani kehamilannya sendirian, benar-benar sendiri. Tanpa suami, tanpa keluarga.

Ia mulai kesulitan tidur. Berjalan lebih lambat. Namun, setiap kali melihat perubahan tubuhnya di depan cermin, ia justru tersenyum.

Suatu malam, Cynara duduk di pinggir ranjang. Tangannya mengusap perut yang bergerak pelan.

“Anak Mama…” Senyumnya mengembang. “Entah kenapa Mama merasa kamu itu pembawa keberuntungan bagi Mama.”

Cynara terkekeh kecil. “Sejak kamu ada, semuanya terasa lebih mudah.”

Ia menunduk. “Mama yakin, kamu pembawa keberuntungan bagi Mama, Nak.”

Satu gerakan kecil terasa dari dalam perut.

Cynara tersenyum tetapi air matanya jatuh perlahan. Ia tak bisa mengungkapkan, rasa menjadi seorang ibu ternyata seindah ini. Yang tiga tahun lamanya, ia tunda karena ayahnya memang tak pernah menginginkan Cynara memiliki anak. Katanya hingga perusahaan tempat ia bekerja, telah tau dia telah menikah.

Namun, apa yang terjadi? Dia mendua hati dan yang paling menyakitkan seluruh keluarganya malah mendukung Anugrah. Tak ada yang membelanya, tak ada yang memedulikannya.

Cynara menggeleng lemah. Ini bukan waktu untuk menyesali masa lalu. Ia harus menjalani kehamilan dengan bahagia.

“Tolong temani Mama saat bekerja lebih keras lagi ya.”

.

.

.

Hari persalinan tiba tanpa keluarga di sampingnya. Cynara hanya ditemani seorang sahabat masa kuliahnya yang datang setelah mendapat kabar.

Namun, semuanya terjadi begitu cepat.

Tangis seorang bayi akhirnya memenuhi ruangan. Cynara yang masih kelelahan langsung menoleh. Seorang bayi laki-laki diletakkan di dekatnya.

Kecil. Merah. Dan menangis begitu keras.

Air mata Cynara langsung mengalir. “Anakku…”

Tangannya bergetar ketika menyentuh pipi mungil itu. “Ya Allah…”

Cynara tersedu. “Akhirnya Mama bertemu denganmu.”

Bayi itu terus menangis. Cynara justru tertawa di sela tangisnya.

“Maafkan Mama, Nak.” Ia mencium keningnya.

“Mama tidak bisa memberimu ayah, untuk hadir di sampingmu saat ini.” Air matanya kembali jatuh.

“Tapi Mama janji…” Cynara menatap putranya. “Mama akan menjadi ibu sekaligus ayah bagimu.”

Dokter yang membantu persalinannya tersenyum. “Sudah disiapkan nama untuk putranya, Bu?”

Cynara mengangguk.

“Narendra.”

“Nama yang bagus.”

Cynara mengusap kepala putranya. “Narendra Anugrah.”

Nama itu tetap membawa nama belakang ayahnya. Bukan karena Cynara ingin mengingat Anugrah.

Tetapi karena ia tidak ingin suatu hari nanti Naren merasa bahwa dirinya lahir dari sebuah kesalahan yang harus disembunyikan.

Ia berhak mengetahui siapa ayahnya. Meski untuk saat ini, Cynara belum siap menceritakan semuanya.

Ketika waktu azan tiba, dokter yang membantu persalinannya meminta izin untuk mengazankan Naren.

Cynara hanya mampu mengangguk. Beberapa saat kemudian, suara azan yang lembut memenuhi ruangan.

Cynara memejamkan mata. Tangisnya kembali jatuh. Ia sendirian, tanpa ayah putranya, tanpa keluarga yang mengenalnya.

Akan tetapi kini, Cynara tidak merasa benar-benar sendirian. Karena sudah ada Naren di dalam pelukannya.

.

.

Empat tahun tanpa terasa telah berlalu. Perjuangan Cynara semakin besar.

Semenjak Naren masih bayi, ia mulai mencoba mengembangkan sumber penghasilan lain. Trading memberinya modal.

Tetapi ia tidak ingin menggantungkan masa depan mereka hanya pada pasar. Ia mulai mencari peluang usaha. Berawal dari menjual beberapa produk secara daring.

Pesanan yang awalnya hanya satu atau dua perlahan bertambah. Cynara kemudian menghubungi sahabatnya sejak masa kuliah.

Perempuan itu menjadi orang pertama yang percaya pada kemampuan Cynara setelah perceraian. Mereka mulai bekerja sama. Dari sekadar penjualan kecil-kecilan, Cynara mulai membangun jaringan pemasok.

Satu pemasok. Kemudian dua. Lalu bertambah lagi. Cynara tidak ingin terburu-buru. Ia membangun semuanya perlahan.

Satu pesanan. Satu pelanggan. Satu hubungan bisnis. Sampai akhirnya, ia merasa sudah waktunya memberikan nama pada usaha yang sedang dibangunnya.

Di depan laptop, Cynara mengetik beberapa pilihan. Namun, akhirnya hanya satu nama yang membuatnya tersenyum.

Narendra Group.

Sahabatnya, Rania menatap layar. “Kenapa Narendra?”

Cynara menoleh ke arah ruang tengah.

Di sana, seorang anak laki-laki empat tahun sedang bermain. Naren.

“Karena semua yang aku lakukan dimulai dari dia.”

Cynara tersenyum. “Dia alasan aku tidak menyerah.”

Naren yang mendengar namanya langsung berlari menghampiri. “Mamah ...!” panggilnya dengan ceria.

Cynara membuka kedua tangannya. Naren langsung masuk ke dalam pelukannya. Cynara memeluk putranya dengan erat.

Empat tahun lalu, ia meninggalkan pernikahannya hanya dengan sebuah koper. Sekarang, ia sudah memiliki seorang putra.

Memiliki investasi. Memiliki jaringan usaha. Dan memiliki perusahaan yang mulai berkembang.

Namun, Cynara tidak tahu bahwa perjalanan Narendra Group baru saja dimulai. Bagaimana setelah ini ...

*bersambung*

1
Safira Aurora
semangat ya thor
Aku Rajin Membaca
yaaaahh cuman 1
sunaryati jarum
Semoga kontrak segera keluar, semangat
Esther
Semoga kontraknya segera keluar, ceritanya bagus.
SoVay: terima kasih kakakku, nanti kalau hari ini kontraknya udah keluar, aku langsung up ❤️
total 1 replies
yulithong
mulai dh pf bikin penulis stuck n reader resah...
yulithong: semangatttt kal...💪💪💪💪
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
apa tentang nafkah batin yang tertunda 🤭🤭🤭🤭
MomyWa
😭😭😭😭😭 mewek loh, sakit bgt jadi org yang diikat, tp malah disembunyika. dalam keadaan terikat
Safira Aurora
kamu akan kaget mngetahui status lo gadza sang pncuri suami org
MomyWa
kok malah nyalahin cynara? yg pelakor itu elooo.. terus yg ngajak nikah itu kkk lo 🤣
Safira Aurora
gimana cengonya anugrah nantinya
MomyWa
ada 3 org yg akan mainin anugrah 🤭
arielskys
aku malah nangis saat menjadi cynara 😭😭😭 harusnya membiayai keluarga di kampung, ternyata malah dpkasa berhenti
Safira Aurora
😭😭😭😭 jgn bilang cnra jtuh cnta dluan
MomyWa
oke, aku dngeeer
arielskys
kena Lo anugrah... tu mkanya
arielskys
mau ngomongin apa nihhh
yulithong
hemmm...poor gadiza🥺...lanjut kak...👍
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu penasaran 🥰
Korik Kook
ayo gasss,.. penasaran
Siti Kamisah Hasnul
makjleb kan Gadiza
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!