Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Panik
Vony tiba di halaman rumah bibinya. ia berjalan mengetuk pintu, lama tidak ada jawaban.
"Vony?! benarkan itu kau?" seorang wanita paruh baya menghampiri Vony. ia adalah tetangga bi Darti.
"Iya bu, apa bibi sedang pergi? kenapa pintunya di kunci?" tanya Vony.
"Bibi mu semenjak jadi orang kaya sudah tidak tinggal disini lagi, rumah ini di jual! bibi mu pindah entah kemana. terakhir kemari dia pamer mobil baru pada warga sini"
Vony terdiam, rupanya rumah sederhana yang penuh kenangan itu telah di jual oleh bibinya. Vony bahkan tidak di beritahu jika bi Darti pindah rumah. Vony meraih ponsel menelpon bibinya tapi nomor ponsel bi Darti tidak aktif.
"Istirahat saja di rumah ibu yuk.." ajak wanita paruh baya itu.
"Tidak usah bu, terimakasih" jawab Vony yang memilih pamit pergi.
Langit sedang mendung dan mulai gerimis kecil. Vony berjalan tidak tahu mau kemana, ia duduk di halte bus sembari berteduh. hujan mulai turun lebat di sertai angin kencang. sesekali Vony menutup telinganya dengan telapak tangan ketika petir menyapa penghuni bumi dengan suaranya yang menggelegar.
Kembali Vony teringat ucapan Hades. air matanya menetes, ia sungguh tulus ingin tahu apa masalah Hades dan jika bisa ia ingin membantunya.
***
Di kantor Hades tidak fokus mengikuti meeting. ia memilih keluar lebih dulu dan meeting di wakili oleh Aldo.
Hades duduk di ruang kerjanya bersandar di kursi dan memejamkan matanya. ia ingat tadi pagi ia membentak Vony. pasti gadis itu sedang marah mengurung diri di kamarnya.
Hades menelpon Sumi, ia ingin tahu apa tebakannya benar. Vony mengurung diri di kamarnya.
"Halo tuan" terdengar suara Sumi menjawab telepon.
"Sum, apa Vony di kamarnya? "
"Nona pergi tuan sejak pagi belum kembali"
Hades terkejut, ia memperbaiki posisi duduknya menjadi tegak.
"Pergi? kemana?"
"Tidak tahu tuan, tapi wajah nona terlihat sedih seperti habis menangis. ia juga tidak membawa apapun saat pergi"
Hades menutup telepon dengan geram. gadis itu pergi dari rumah.
Hades bergegas pergi, ia memanggil Aldo untuk ikut dengannya. di luar hujan deras sekali, Aldo mengeluarkan payung, memayungi Hades yang berjalan menuju mobil.
"Cari Vony, dia pergi dari rumah" kata Hades singkat.
"Pergi kemana tuan?"
"Aku tidak tahu!"
Aldo terdiam di depan kemudi,
"Memangnya kenapa nona pergi dari rumah?" tanya Aldo yang sebenarnya sudah bisa menebak pasti Hades dan Vony bertengkar.
Hades hanya terdiam, ia menatap hujan melalui kaca mobil.
"Cepat!"
"Baik tuan"
Di perjalanan Hades menelpon Darti, wanita itu berganti-ganti nomor ponsel tapi selalu menghubungi Hades jika ia mengganti nomor ponselnya.
Lama Darti tidak menjawab panggilan telepon dari Hades hingga membuat Hades kesal.
"Halo tuan" terdengar suara Darti di telepon.
"Apa Vony bersama mu?".
"Vony? tidak tuan, apa anak itu membuat masalah? dia kabur?!"
Hades malas mendengar ocehan Darti di telepon. Hades mematikan telepon begitu saja.
"Kita ke rumah Darti saja tuan, mungkin nona sedang menuju ke sana" kata Aldo.
"Kalau begitu cepat"
Mobil Hades tiba di halaman rumah Darti. rumah itu nampak kosong dan sepi. seluruh jendela dan pintu tertutup rapat. pintu juga terlihat di gembok dari luar.
"Tuan!" seorang wanita paruh baya menghampiri Hades dan Aldo dengan membawa payung
"Tuan ini suami Vony ya?" tanya wanita itu nampak kagum dengan Hades.
"Apa Darti ada?" tanya Hades.
"Darti sudah pindah rumah tuan, tidak tahu kemana. rumah ini sudah di jual. tadi Vony kemari tapi saya suruh mampir dulu ke rumah saya tidak mau, ia malah pergi"
"Vony pergi kemana?" tanya Hades cemas.
"Tidak tahu tuan, tapi ia jalan kaki pasti belum jauh dari sini"
Hades langsung pergi memasuki mobil, di ikuti Aldo.
"Cepat cari Vony!"
"Iya tuan, sabar"
Aldo mulai melajukan mobil membelah jalanan yang di guyur hujan lebat. Hades terlihat panik, ia menyesal sudah membentak Vony tadi pagi. gadis itu hanya bertanya dan Hades merasa tersinggung, ia tidak siap jika harus mengakui kelemahannya di hadapan Vony. kemarin Hades memang sempat merasa sudah sembuh tapi ia belum memastikan dan belum memeriksakan dirinya ke dokter Felix. Hades tidak berani mengaku sudah sembuh, siapa tahu reaksi kemarin itu hanya kebetulan semata.