Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Mendatangi kuburan
Setelah para arwah bubar ketika mendapat peringatan dari Purnama untuk tetap tenang terlebih dahulu karena dia akan memiliki tentang masalah Sukma ini, untuk menenangkan mereka semua maka Purnama memberikan hukuman kepada Sukma sehingga para arwah yang datang bisa melihat sendiri bagaimana ratu ular yang memiliki keadilan meski kesalahan itu telah dilakukan oleh member dia sendiri.
Namun rombongan sundel bolong seolah sangat tidak terima karena mereka telah kehilangan ketua setelah Sukma membantai ketua mereka di depan mata, mereka masih disertai kemarahan karena berpikir bahwa ini semua pasti ulah Sukma yang tidak pernah bisa menahan emosi di dalam diri sehingga mereka tidak akan pernah berbaik hati lagi.
Bukan hanya rombongan cara sundel bolong itu tetapi juga para iblis lain tidak terima dengan kematian ini, mereka hanya memberikan waktu beberapa hari untuk purnama dan Setelah itu mereka akan memburu sendiri Sukma karena dianggap telah membuat rombongan mereka semua celaka sehingga yang lain datang untuk menuntut balas.
Purnama sungguh geram Bukan main melihat mereka datang seperti itu dan menuntut keadilan seolah Sukma memang sudah sangat salah, namun sebenarnya Purnama juga bingung Apakah memang ini ulah Sukma atau dari ulah iblis lain karena dia masih belum memahami bagaimana bila ternyata Sukma memang telah berjalan menuju arah yang tidak pernah diakui ketahui.
''Kak, dengan cara seperti ini maka sudah membuktikan bahwa dirimu tidak percaya kepada Sukma.'' Arya berkata kepada Purnama.
''Bila Aku memiliki alasan untuk percaya maka tidak akan pernah ku lakukan hal seperti ini.'' Purnama menjawab sambil menarik nafas panjang.
''Loh Kenapa percaya dengan rombongan para iblis itu?!'' Arya menjadi kaget.
''Sukma adalah iblis yang begitu sulit untuk kita ketahui Bagaimana tentang perasaan dia, dan bahkan ketika dia membuat racun itu apakah ada salah satu member yang melihat?'' tanya Purnama.
''Ya tapi bukan berarti kita bisa menyalahkan dia seperti ini.'' Arya tetap tidak terima dengan hal itu.
Purnama jadi kita sendiri karena secara tidak langsung Arya malah mengajak dia berdebat tentang masalah Sukma itu, padahal Arya sendiri juga mengetahui bahwa Sukma lebih banyak diam dan melakukan apa saja seorang diri tanpa mengajak atau memberitahu teman yang lain sehingga hidup member satu itu memang penuh dengan misteri.
''Aku tidak yakin bahwa Sukma melakukan pembantaian itu namun aku juga tidak percaya bahwa dia tetap bersih.'' ucap Purnama.
''Lalu apa sekarang yang harus kita lakukan untuk mencari tahu?'' tanya Arya yang tidak ingin berdebat.
''Kuburan Iis, aku yang akan melihat sendiri dan dengan benda ini juga aku akan mengetes dia.'' Purnama mengeluarkan batu roh berwarna hitam pekat.
''Ya sudah kalau begitu maka kita ke sana sekarang untuk melihat keadaan dia.'' ujar Arya sambil berjalan duluan meninggalkan Purnama.
''Bocah itu, tadi saja banyak sekali pertanyaannya sekarang malah pergi begitu saja.'' Purnama menggerutu kesal dengan tingkah sang adik.
Kedua ular ini segera menuju area pemakaman yang ada di Desa Ujung Pandang untuk menyaksikan sendiri apakah memang mayat Iis sudah tidak memiliki roh itu lagi atau masih tetap di sana, meski Sukma selalu menunggu di sana Namun bukan berarti dia tidak bisa bangun dan mengelabuhi mereka yang sedang berjaga untuk mengekang arwah dia.
''Yang ini kan kuburan nya.'' Arya menunjuk kuburan yang masih belum terlalu lama itu.
''Hem, memang tidak ada yang aneh dengan kuburan ini dan terlihat masih ada penghuni.'' Purnama langsung bisa melihat.
''Kan Sukma juga sudah pernah ngomong kalau dia menunggu saja sampai ke dalam rongga tanah.'' jawab Arya.
''Aku akan segera masuk ke dalam sana dan kau tunggu saja di luar sini ya.'' Purnama bergegas masuk ke dalam kuburan.
''Hahhhh, ini sudah pasti nanti akan terjadi perdebatan karena mereka memiliki pendapat masing-masing.'' gumam Arya sambil menarik nafas panjang.
''Tapi dia memang selalu di sini Kok untuk menunggu kuburan itu.'' ujar sosok arwahnya sedang duduk di atas kuburan dia sendiri.
''Kau pernah tidak melihat seseorang datang ke sini selain Sukma?'' tanya Arya.
''Bila kau ingin jawaban maka kau harus memberikan aku sebuah ciuman.'' arwah wanita itu mengedipkan mata sebelah kepada duda Tampan itu.
Arya terbengong karena tidak menyangka akan bertemu dengan arwah genit seperti itu dan bertukar informasi dengan cara sedemikian rupa, Padahal tadi Dia mengira bahwa arwah yang sedang duduk di atas batu nisan itu adalah arwah yang benar Namun ternyata agak gila juga seperti Maharani dan jni Nilam.
Selamat pagi, cuaca enggak enak buat tenggorokan meradang besti.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻