Namaku Adelia. Kisah hidupku yang dipenuhi dengan kesedihan dan air mata,menjadikan aku seorang wanita yang sulit untuk jatuh cinta. Tapi sekaligus membuat aku menjadi wanita yang tegar dan kuat. Perkenalanku dengan seorang pria bernama Arka membuat hari-hariku begitu indah dan berwarna.
Sampai pada akhirnya lagi-lagi aku harus menerima kenyataan pahit bahwa Arka pun meninggalkanku
Simak terus keseruan cerita cinta Adelia..sampai di suatu titik dimana dia harus memilih diantara pilihan yang sangat sulit....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugerah purnomo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Vira berada di kamarnya sendirian. Semenjak Arka memutuskan untuk pindah ke luar kota dan bekerja di sana,rumah ini terasa sepi. Memang dengan adanya Arka pun tidak terlalu berpengaruh karena dia pun tetap dengan sikap dinginnya.
Tapi sekarang kesepian itu bertambah. Vira benar benar merasa sendirian. Apalagi dalam keadaan seperti ini dimana dia sedang dalam keadaan hamil. Yaa di saat dia sedang mengandung dan yang dikandungnya adalah anak dari seorang laki laki yang bukan suaminya. Betapa sedihnya perasaan Vira
Saat ini dia betul betul membutuhkan seseorang untuk menemaninya. Haruskah Arka..atau Haris?
Vira masih belum bisa memutuskan harus bersikap bagaimana. Haris tetap tidak menginginkan kehamilan ini dengan alasan karena ibunya masih belum bisa menerimanya. Tidak mengerti sampai kapan ibunya akan bersikap seperti itu.
Sejujurnya Vira pun tidak menginginkan untuk berpisah dengan Arka. Jauh di lubuk hatinya dia tidak menginginkan perpisahan dengan Arka. Apalagi melihat keluarga Haris yang tidak bisa menerima kehadirannya,membuat Vira harus mengubur dalam dalam impiannya untuk menikah dengan Haris.
Vira merasa sudah cukup lama bersabar menghadapi perlakuan keluarga Haris yang masih saja belum bisa menerimanya. Sejak mereka pacaran dulu,jauuh sebelum Haris menikah dengan Keisya dan dia pun menikah dengan Arka. Permasalahn dengan keluarga Haris sudah muncul.
Padahal hubungan mereka sudah sangat dekat,bahkan mereka seolah olah sudah tidak bisa dipisahkan lagi.
Tapi Tuhan berkehendak lain. Haris yang menghamili Dini akhirnya harus bertanggung jawab dengan menikahinya. Sedangkan Vira karena sakit hati yang begitu dalam terhadap Haris akhirnya menerima lamaran dari orang tua Arka.
Seharusnya mereka sudah mempunyai kehidupan dengan cerita masing masing. Tapi ternyta tidak. Cerita masa lalu mereka yang begitu manis sekaligus pahit mencoba untuk dirangkai kembali. Seperti sebuah kebetulan Vira dipertemukan dengan Haris dalam satu perusahaan. Mereka bekerja di tempat yang sama. Vira sebagai staff administrasi sedangkan Haris sebagai Manager Utama di perusahaan tersebut.
Hujan deras malam ini tidak bisa membuat Vira tertidur nyenyak. Dia masih terusberpikir. Berpikir sendirian untuk menghadapi masalah ini.
"Yang jelas aku belum siap dengan kehamilan kamu Vir..aku gak bisa untuk saat ini. Aku mohon kamu bisa mengerti."
"Aku akan kehilangan semuanya kalau aku harus menentang ibuku. Sementara kita butuh semua itu Vir. Aku gak bisa membiarkan kamu hidup dalam kesengsaraan.." Haris berucap dengan berapi api untuk meyakinkan Vira.
Ah...apapun alasanya itu artinya Haris tidak mau bertanggung jawab atas bayi ini. Vira menangis. Menangis sendirian di dalam kamarnya yang sepi. Sementara hujan lebat seolah mengerti perasaan hatinya yang sedang hancur.
Dia tidak menyangka sama sekali bahkan dalam kondisi dia hamil anak Haris,tapi tetap saja Haris tidak mau bertanggung jawab.
Ada satu kebingungan yang melanda Vira.
Dalam keadaan hamil seperti ini,menurut ajaran agamanya,dia tidak bisa bercerai dari suaminya. Tapi di satu sisi dia tidak mungkin mengatakan kepada Arka kalau dia hamil. Bagaimana bisa dia hamil sedangkan mereka saja belum pernah melakukannya.
Vira tidak bisa membayangkan reaksi Arka seandainya mengetahui kalau dia tengah hamil. Apakah Arka akan marah? Tapi kenapa dia harus marah,bukankah ini bagus untuk dia..toh Arka tidak pernah mencintaiku. Vira berkata dalam hati. Tapi bagaimana juga seandainya Arka marah? Apakah dia akan diusir dari rumah ini? Lalu bagaimana aku menjelaskan kepada keluargaku tentang semua ini?? Vira menjerit dalam hati.
"Aaaaaaahhhhhh....Kenapa harus begini ya Tuhan,kenapa harus serumit ini...!" Vira berseru sambil menangis. Sambil diiringi hujan deras yang masih turun di malam itu.
Setelah lama merenung,akhirnya terbersit satu pemikiran dalam otak Vira. Ah yaa,aku harus membuang perasaan gengsi ataupun malu. Besok aku akan menemui Arka dan aku akan menjalankan rencana aku. Aku yakin akan berhasil. Vira mencoba tersenyum. Akhirnya karena kelelahan Vira pun tertidur.
Betul Arka sudah pernah tidur bareng istrinya..tapi itu kejadian setelah vira hamil say..hee..ikutin terus yaah ceritanya
aku juga udah baca ya kak
di tunggu fastback nya
"sungguh aku mencintainya ! "
mari kita saling mendukung ya 😇🤗
"sungguh aku mencintainya ! "
mari kita saling mendukung ya 😇🤗
di tunggu fastback nya