Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Menjadi Bunda Untuk Anak Nakal

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:881.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Salmah Inara

Bertemu dengannya Membuatku Terpesona Tapi... Aku sadar bahwa dia adalah Ustadz. Apa Bisa perempuan biasa sepertiku bisa mendampingi seorang yang sangat alim?.

"Boleh kan Alif memanggil Kak Cia Sebutan Bunda?" tanya anak kecil polos itu kepadaku..
Hah, mimpi apa aku semalam, ayahnya itu Ustadz Cia, sadar sadar.

"No Alif, No aku bukan bunda mu" jawab ku seadanya.
" Makanya Alif ingin Kak Cia Jadi Bunda Alif" Jawab anak kecil ini tetap kekeh dengan permintaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Salmah Inara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Rossa 3

Bintang sudah menampak di langit, memberikan cahaya di langit dan meyinari kegelapan.

Malam ini di halaman yang sangat luas di rumahku sesuai yang tadi pagi bahah dan sekarang adalah acara makan-makan bersama setelah itu Lisa akan menikah dan kami semua akan menjalani hidup entah bagaimana hanya tuhan hang tau.

Irfan dan Rudi membakar ayam diikuti yang lainya. Lisa, Fatimah dan aku bercengkrama membahas nostalgia masalalu.

Kisah pertemanan yang di mulai dari SMP Hingga berlanjut kini lulusan Universitas Jakarta.

Antara senang dan haru menjadi satu.

Mommy sari yang melihat suasana jalan nya yang ramai senang ia pun ikut bergabung bersama Kami.

" Fa, kamu setelah ini kau kerja di mana?" Tanyaku pada Fatimah sembari memakan jagung bakar ala Rudi.

"Gak tau Ci, Belum di pikirkan" Jawabnya juga sambil memakan jagung.

"Kalau gue, gue juga gak tau" Sela Lisa yang tidak di ajak bertanya. Kami terkekeh dengan jawaban Lisa pasalnya kami tidak menanyainya.

" Biarkan takdir Yang menentukan jalan hidup kalian" Nasihat mommy di sela sela kami berbicara.

Kami pun mengangguk tanda setuju dengan ucapan mommy.

Ayam bakar pun sudah siap bersiap untuk di makan. Kami pun makan sambil berbincang-bincang dengan canda dan tawa.

Kami membentuk lingkaran dan makan bersama.

Malam ini langit bersaksi bahwa kami sangat bahagia.

...****************...

Pagi yang indah bagi suasana hati yang senang.

Tak terasa sudah 3 hari dan kini waktu nya keluarga Rossa mengunjungi rumah Azzam calon suami Rossa.

Keluarga Rossa sudah memakai pakaian batik dan bersiap segala sesuatu yang di butuhkan.

Ada 2 mobil. mobil pertama Keluarga Rossa, Mobil kedua Santri/santriwati yang terpilih untuk ikut.

Mereka sudah berada di depan.

Para keluarga Rossa memasuki mobil pergantian.

Suasana hati Rossa sangat gembira. Yang pasti dipikirkan Rossa pasti mas Azzam akan menerimanya.

Mobil melaju dengan cepat untuk sampai di Jakarta.

Rossa memandangi luar jendela.

Mas Azzam aku dan keluargaku akan mengunjungimu, aku... Aku akan jadi Calon istrimu, aku tak menyangka, Pasti mas Azzam akan menerimaku, pasti itu Rossa pasti, tidak ada alasan untuk keluargaku di tolak setelah menemuimu. Batin Rossa.

Tak terasa sudah sampai di Jakarta. Senyum merekah keluarga Rossa.

Sampailah di rumah azzam anaknya awwab.

Rumah yang sederhana namun elegan.

Mobil memasuki area halaman rumah Azzam.

Perlahan keluarga Rossa turun. Dan masuk karna pintu rumah terbuka.

"Assalamuaikum, wr, wb." Salam Dari Ayah Rossa hafid.

"Waalaikumsalam" Jawab Umi Rana mendekat ke pada tamu. Umi Rana bingung dengan tamu yang sama sekali tidak di kenalnya. Tapi umi Rana berusaha tersenyum.

" Silahkan duduk" Ucap umi Rana menyilahkan para tamu untuk duduk. dan Para tamu di duduk.

Pak Khafid yang tau orang itu kebingunan langsung menjelaskan.

" Perkenalkan saya Khafid dan beserta keluarga, kami ingin menemui keluarga anda" Ucap Khafid dengan senyum merekah.

Umi Rana mengangguk mengerti dan ia akan memberitahukan ada tamu yang datang, untung haru ini keluarga nya sedang ada di rumah.

"Kalau gitu saya akan memanggil suami saya " Ucap umi Rana dan pergi ke kamar nya.

Sesampainya di kamar.

Suami nya sedang membaca buku di Ranjang. Dengan kaca mata nya.

"Siapa tamu nya Mi?" Tanya Abi awwab sambil membaca buku.

"Ngga tau Bi, Mending kita menemui para tamu, tapi tamu nya banyak sekali bi" ujar umi Rana mendekati suaminya.

Abi awwab yang penasaran pun beranjak dari berbaring nya.

" Umi panggil Azzam siapa tau teman nya" Ucap Abi dia angguki oleh istrinya, istrinya langsung berdiri dan menemui anak-anaknya.

Abi awwab pun keluar menemui para tamu.

Ia mendekati para tamu. sesampainya di depan para tamu.

Ayah Rossa berdiri.

"Awwab!" Panggil ayah Rossa Khafid.

Abi awwab melihat pria paruh baya seperti tidak asing melihat wajahnya.

" Hey, apa Anta lupa saya? Saya Khafid" Ucap nya lagi. Abi awwab pun terkejut sekaligus bahagia pasalnya mereka berdua bersahabat waktu Kuliah di Arab saudia.

"Khafid!, Apa ini kau, aku gak menyangja bertemu dengan mu lagi" sahut awwab memeluk ayah Rossa Khafid.

"Kau sekarang sudah tua" ucap Khafid menepuk punggung awwab masih posisi berpelukan.

"Tentu kau juga" Ujar awwab setelah melepaskan pelukannya .

"Duduk dulu hafid" hafid pun duduk.

Keluarga Rossa hanya menjadi pendengar yang baik.

Awwab melihat satu persatu keluarga hafid. Ia pun berniat menanyakan nya.

"Ada gerangan apa kau dan keluargamu kemari?" Tanya awwab

Tak berapa lama umi Rana, Azzam, ayu, dan anaknya Azzam si kecil menggemaskan yang di gendong oleh Azzam mendekat ke ruang tamu.

umi rana dan ayu menyajikan makanan begitu banyak.

Hafid tidak menjawab melainkan menatap wajahnya keluarga awwab yang datang.

"Aku tak menyangka kau mempunyai putra yang tampan" ucap hafid mentap wajah azzam.

Awwab tersenyum mendengar ucapan sahabatnya.

"Tentu, dia putraku " jawab awwab tersenyum .

Mereka sudah berdiri , awwab memperkenalkan.

"Kenalkan dia istriku , dia putraku dan yang di gendong cucuku, yang paling terakhir yang paling cantik dia putri bungsuku." Mempeekenalkan keluarga awwab.

Keluarga Rossa mendengarkan dan tersenyum.

Kini giliran hafid memperkenalkan.

"Kalau gitu acara inti saja mereka semua keluargaku, yang di sampingku istriku, dan putriku yang pertama dan keduaku dan mereka para santri/wati"

"Saya dan keluarga saya datang kemari bertujuan melamar putra anda" Ucap Khafid

Awwab dan keluarganya terkejut tak percaya yang di dengarnya.

Awwab selaku kepala kelurga menghela nafas nya, bukan yang pertama kali awwab menghadapinya pasalnya banyak sekali yang melamar putranya meskipun sudah mempunyai anak.

" Saya menyerahkan pertanyaan ini pada anak ku Azzam, bagaimana jawabanmu anak ku?" Tanya awwab, Azzam menoleh pada ayahnya.

Azzam menatap wajah Rossa yang sejak tadi menunduk.

Apa yang dikatakan wanita itu benar benar datang kemari, Azzam kira hanya candaan belaka.

Rossa menunduk malu sejak tadi Azzam terus menatapnya.

"Nak katakan sejujurnya, saya tak keberatan kamu menolak putri saya, Sejujurnya. Putri saya sangat mencintaimu nak, meski kau sudah mempunyai anak. katanya kalian saling mencintai saya dan keluarga saya rela datang kemari hanya ingin mendengarkan jawabanmu."

Apa saling mencintai, Rossa kenapa kau membohongi keluargamu, batin Azzam terkejut.

"Saya setuju putri ku untukmu karna saya dan ayahmu dulu bersahabat saya tau banyak tentang keluargamu."

"Semua jawaban di serahkan pada anakku" Timpal awwab.

"Nak katakan sesuatu" Ujar Abi awwab menunggu jawaban

azzam mengehela nafasnya sebelum menjawab.

"sebelumnya saya minta maaf jika jawaban nya tak mengenakan hati"

"jujur saya menolak lamaran ini...". ucapanya terpotong

"apa alasannya " hafid Menyela ucapan Azzam dengan gusar.

"jangan memotong pembicaraan hafid dengarkan dengan jelas sampai selesai" timpal awwab, hafid diam.

"saya tidak menyukai atau mencintai anak anda" Ucap Azzam melanjutkan ucapanya.

hafid mulai menahan marah.

"tapi kata putri saya..."

"putri anda berbohong, lebih pasti lagi anda bertanya saja dengan putri anda" ujar Azzam

hafid mulai menoleh pada putrinya.

"apa kau membohongi ayahmu Rossa?!" Tanya hafid menahan amarah.

"jawab!" bentak hafid. istrinya mengelus punggung suaminya.

"kita sedang di rumah orang ayah" bisik sang istri.

"tolong jawab Rossa?" ucap dengan nada pelan.

Rossa yang sedari tadi menunduk terkejut apalagi kebohongannya terbongkar, Rossa kira Azzam menerima nya karna rela datang kemari nyatanya tidak .

Rossa mengangguk pelan, semua orang yang di situ marah, kesal, sedih, di campur menjadi satu.

hafid menghela nafas beratnya tak menyala putri nya berbohong.

1
Shaluna 👑
berasa di tangkap nya alif/Facepalm/
Shaluna 👑
udah punya anak loh, anak kamu momy /Facepalm/
Shaluna 👑
hahahaha 🤣
Shaluna 👑
wkwkwk 🤣
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭🤭
asridiani
berbohong Thor bukan berhobong 🤭
asridiani
mobil yg kena paku, nasib nya gmn Thor?😅
asridiani
gagal fokus kalimat pertama Thor😅, "celana jeans sedang merutuki.....

nama nya siapa sih ,ku penasaran akhirnya 🤭
Call Me Salma: huhuhu typo typo🤭
total 1 replies
Tri Hartati
.
Tri Hartati
o p onl p on. . p PP z
Ditaa
mending ganti bahasa "udah bukan jaman dulu lagi." jgn pake tahun 2021
Ida Sagita
lanjuttt thorr udah sya bom like
Priskha
fokus thor nulisnya banyak typo nich 😁😁😁😁
Call Me Salma: Maaf yah banyak Typo, Saya manusia biasa
total 1 replies
Yuli Yuli
lanjut thor,jgn gantung🙏😂
Call Me Salma: Btw Masih pada mau lihat Extra Part selanjutnya? 😅
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
sm fatimah
Lizz Wiwik
Maryam atau Aisyah
Lizz Wiwik
namanya IRFAN bukan Arfan jgn bikin bingung
Lizz Wiwik
anak pak ustadz pastinya
Mari ani
mampir nih
Irma Herawati
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!