Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Sabotase Berdarah

​Dua minggu telah berlalu sejak Ye Chen melangkah turun ke dalam kegelapan Gua Nadi Naga.

​Di atas permukaan, Ibu Kota Jingcheng tampak tenang. Namun, di dunia bisnis, badai raksasa sedang mengamuk. Su Yuhan, dengan otoritas mutlak dari Stempel Kepala Keluarga Ye, memimpin proses merger paling agresif dalam sejarah ekonomi modern Tiongkok.

​Grup Kosmetik Su dan ribuan anak perusahaan Keluarga Ye dilebur menjadi satu entitas raksasa: Konsorsium Naga Ye (Ye Dragon Consortium).

​Di lantai teratas Menara Ye, gedung pencakar langit tertinggi di pusat Ibu Kota, Su Yuhan duduk di balik meja kerja raksasa yang terbuat dari kayu mahoni. Di hadapannya, belasan layar holografik menampilkan pergerakan saham dan laporan logistik dari seluruh penjuru negeri.

​Namun, wajah cantik sang Permaisuri Bisnis itu saat ini sangat dingin, memancarkan aura es yang membuat para manajer eksekutif di ruangan itu menggigil.

​Brak!

​Yuhan melemparkan sebuah map dokumen ke atas meja.

​"Jelaskan padaku," suara Yuhan datar namun menusuk, "Bagaimana mungkin tiga pabrik pengolahan herbal utama kita di Provinsi Tiannan terbakar habis dalam satu malam? Dan mengapa tujuh distributor terbesar kita di wilayah Selatan serentak membatalkan kontrak sepihak pagi ini?!"

​Seorang direktur operasional berjas rapi melangkah maju dengan gemetar, menyeka keringat di dahinya.

​"N-Nyonya Besar... ini bukan kecelakaan biasa," ucap direktur itu terbata-bata. "Berdasarkan laporan dari manajer pabrik yang selamat, pabrik-pabrik itu tidak terbakar oleh api biasa. Apinya... apinya berwarna biru pekat dan tidak bisa dipadamkan dengan air. Sedangkan para distributor... mereka menerima ancaman pembunuhan."

​"Ancaman pembunuhan dari saingan bisnis?" Yuhan mengerutkan dahi.

​"B-Bukan! Mereka bilang... mereka didatangi oleh bayangan hitam pemegang bilah pedang. Siapa pun yang berani mendistribusikan Salep Dewi Luo atau menyuplai bahan baku untuk Keluarga Ye, seluruh keluarga mereka akan dibantai! Nyonya, pasokan Bunga Teratai Es dari Pegunungan Tiannan adalah nyawa dari produk kita. Jika kita tidak mendapatkan pasokan dalam tiga hari, kita akan gagal memenuhi kontrak peluncuran global dari Swiss!"

​Yuhan bersandar di kursinya, memijat pelipisnya perlahan.

​Dendanya bukan main-main. Triliunan yuan dan kehancuran reputasi internasional. Terlebih lagi, faksi-faksi konservatif di dalam Keluarga Ye pasti akan menggunakan kegagalan ini untuk menjatuhkan legitimasinya selama Ye Chen masih bertapa.

​Ini bukan serangan bisnis biasa, batin Yuhan tajam. Api biru... bayangan hitam... Ini adalah perbuatan dunia bela diri. Ini pasti sisa-sisa musuh Ye Chen.

​"Keluar. Tinggalkan aku sendiri," perintah Yuhan pada para eksekutif.

​Setelah ruangan kosong, Yuhan menekan tombol interkom rahasia. "Master Tang, masuklah."

​Pintu kayu mahoni berderit terbuka, menampilkan Master Tang Zhenhai yang kini memancarkan aura Grandmaster Sejati yang sangat tebal. Ia membungkuk hormat.

​"Nyonya memanggil saya?"

​"Master Tang, kau sudah mendengar laporannya?" Yuhan menatap lurus. "Aku tahu ini jebakan. Musuh sedang mencoba mencekik leher perusahaan kita dari luar Ibu Kota karena mereka tidak berani masuk ke mari."

​Master Tang mengangguk serius. "Intelijen Pasukan Bayangan kami mengonfirmasi hal tersebut, Nyonya. Ada kelompok pembunuh elit yang menjuluki diri mereka Tujuh Bilah Hantu (Seven Ghost Blades) yang bergerak di Provinsi Tiannan. Mereka sangat mematikan, setidaknya berada di Puncak Alam Grandmaster, dan menggunakan taktik teror."

​Yuhan berdiri, menatap pemandangan kota dari jendela kaca. Tangannya menyentuh kalung giok di dadanya.

​"Siapkan jet pribadi dan seluruh elit Istana Naga. Kita berangkat ke Provinsi Tiannan sore ini," titah Yuhan tanpa keraguan.

​Mendengar itu, mata Master Tang terbelalak lebar. Ia langsung berlutut dengan satu kaki.

​"Nyonya! Anda tidak boleh pergi! Tuan Ye mengamanatkan dengan nyawa saya untuk tidak membiarkan Anda keluar dari Kediaman Utama tanpa pengawasannya! Di luar perbatasan Jingcheng, perlindungan dari Tetua Agung tidak akan berlaku!" Tang Zhenhai memohon dengan panik.

​"Lalu apa yang harus kulakukan, Master Tang? Menunggu di sini sambil melihat kekaisaran bisnis yang susah payah kubangun untuk suamiku runtuh berantakan?"

​Yuhan berbalik, matanya memancarkan tekad baja yang tak bisa dibengkokkan. "Ye Chen sedang bertaruh nyawa di bawah tanah untuk melindungi kita dari musuh tingkat dewa. Aku menolak menjadi beban yang hanya bisa bersembunyi. Aku berjanji padanya akan membangun perisai finansial yang tak tertembus, dan aku akan menepatinya."

​Yuhan berjalan mendekati Master Tang. "Kau sekarang adalah seorang Grandmaster Sejati. Sembilan anak buahmu juga. Sepuluh Grandmaster! Apakah sepuluh Grandmaster dari Istana Naga takut menghadapi sekelompok pembunuh pengecut di provinsi luar?!"

​Harga diri bela diri Master Tang seketika tersentil. Darah prajuritnya mendidih. Sepuluh Grandmaster adalah kekuatan yang bisa meratakan sebuah negara kecil!

​"Kami tidak takut pada apa pun, Nyonya!" jawab Master Tang tegas.

​"Kalau begitu, kawal aku. Kita akan ke Tiannan, menemui Kepala Pemasok Herbal secara langsung, dan menunjukkan pada dunia bahwa Konsorsium Naga Ye tidak akan tunduk pada teror murahan!"

​Sore itu, sebuah iring-iringan tiga mobil SUV anti-peluru melesat meninggalkan pusat Ibu Kota menuju bandara pribadi. Su Yuhan, dikawal langsung oleh kekuatan penuh Istana Naga, melangkah keluar dari sarang perlindungan yang aman.

​Tanpa mereka sadari, dari atas sebuah menara pemancar tak jauh dari gerbang tol kota, sesosok bayangan berjubah hitam memegang teropong dengan senyum menyeringai di balik topeng iblisnya.

​"Umpan telah memakan kailnya," bisik sosok itu ke dalam komunikator. "Lapor pada Yang Mulia Raja Bayangan. Sang Ratu telah keluar dari Ibu Kota. Operasi Penangkapan Jaring Hantu... dimulai."

​Sementara itu, ratusan meter di bawah Kediaman Utama Keluarga Ye.

​Di dalam Gua Nadi Naga, suhu udara telah meningkat hingga menyamai suhu di dalam oven pelebur baja. Bebatuan di sekitar danau bawah tanah bahkan mulai meleleh, mengeluarkan cahaya jingga kemerahan.

​Di tengah-tengah danau energi yang mendidih itu, Ye Chen masih duduk bersila.

​Pakaiannya telah lama terbakar habis menjadi abu. Tubuh fisiknya yang terekspos kini tidak lagi terlihat seperti kulit manusia normal. Lapisan sisik keemasan samar-samar terbentuk di atas kulitnya, menyerap langsung magma energi dari inti Nadi Naga.

​Rasa sakit yang menderanya berada di luar batas akal sehat. Bayangkan jutaan jarum yang dipanaskan hingga merah menyala, ditusukkan ke dalam sumsum tulang belakangmu secara bersamaan, tanpa henti, selama dua minggu berturut-turut.

​Namun, wajah Ye Chen sama sekali tidak berkedut. Matanya terpejam rapat. Ia sedang berada dalam kondisi meditasi terdalam, Kekosongan Tanpa Batas.

​Di dalam lautan kesadarannya (Mindscape), Ye Chen sedang berdiri di hadapan seekor Naga Emas raksasa yang panjangnya ribuan meter, melingkari sebuah pilar cahaya yang menembus langit kegelapan.

​"Kau bertahan lebih lama dari yang kuduga, Manusia," suara Naga Emas itu menggema, bergetar di setiap sel jiwa Ye Chen. Ini adalah kehendak murni dari leluhur Tabib Naga yang ditinggalkan di dalam darahnya. "Namun, Alam Ilahi (Divine Realm) bukanlah sekadar kekuatan fisik. Itu adalah pemahaman tentang Hukum Langit. Untuk menyentuh keilahian, kau harus melepaskan ikatan fana-mu!"

​Naga Emas itu menyemburkan lautan api ke arah Ye Chen dalam ilusi pikirannya.

​"Melepaskan ikatan fana?" Ye Chen tidak menghindar dari api itu. Ia melangkah maju menembus kobaran api yang membakar ilusi tubuhnya. "Maksudmu melepaskan emosiku? Keluargaku? Istriku?"

​"Benar. Cinta, kebencian, dendam... semua itu adalah jangkar yang menahan jiwamu di bumi," Naga Emas itu menatap dengan mata sebesar matahari. "Lepaskan mereka, dan jadilah Dewa yang abadi!"

​Ye Chen berhenti melangkah. Di tengah kobaran api spiritual itu, ia tiba-tiba tertawa lepas. Tawanya begitu keras hingga menggetarkan ilusi lautan kesadarannya.

​"Untuk apa aku menjadi Dewa jika aku tidak bisa melindungi orang yang kucintai?!" raung Ye Chen. Matanya tiba-tiba terbuka di dalam ilusi itu, memancarkan cahaya emas yang lebih terang dari naga raksasa tersebut.

​"Kekuatan tanpa tujuan hanyalah kutukan! Jika Langit memintaku melepaskan istriku demi sebuah keilahian... maka aku tidak butuh pengakuan dari Langit! Aku akan menciptakan hukumku sendiri!"

​"TABIB NAGA: PENAKLUKAN SURGA!"

​Ye Chen di alam nyata tiba-tiba membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya telah berubah sepenuhnya menjadi pupil vertikal berwarna emas murni!

​BOOOOOOOOMMM!!!

​Danau magma energi di Gua Nadi Naga seketika meledak. Seluruh energi bumi Ibu Kota tersedot masuk ke dalam Dantian Ye Chen dalam satu kedipan mata, menciptakan pusaran hampa udara yang meruntuhkan sebagian langit-langit gua!

​KRAK! KRAK!

​Penghalang meridian terakhir di dalam tubuh Ye Chen hancur lebur! Qi fana di dalam tubuhnya menguap, digantikan oleh energi spiritual murni yang menyatu sempurna dengan kehendak alam semesta.

​Ye Chen perlahan melayang naik ke udara, tanpa sayap, tanpa pijakan energi, murni karena hukum gravitasi tak lagi berlaku padanya.

​Ia telah berhasil. Ia akhirnya menembus gerbang legendaris.

Master Alam Ilahi (Divine Realm)!

​Namun, tepat pada detik kegembiraan itu meledak di dalam dadanya, dada Ye Chen tiba-tiba berdenyut menyakitkan. Bukan rasa sakit fisik, melainkan sebuah koneksi jiwa yang ditarik secara kasar.

​Ye Chen menunduk. Di dalam Dantian-nya, seutas benang emas yang menghubungkan energi Formasi Pelindung Qi pada kalung Giok Hetian milik Yuhan sedang bergetar hebat.

​Benang emas itu meredup dengan sangat cepat.

​Itu berarti satu hal: Kalung giok Yuhan sedang diserang oleh kekuatan brutal yang berniat menghancurkannya, ribuan kilometer dari Ibu Kota!

​"Yuhan...!"

​Aura keilahian yang baru saja tenang kini meledak menjadi niat membunuh paling gelap dan paling mengerikan yang pernah muncul di bumi Tiongkok. Suhu gua yang tadinya mendidih seketika membeku menjadi lapisan es hitam.

​"KUIL BAYANGAN HITAM!" raung Ye Chen, suaranya meremukkan bebatuan di sekelilingnya. "JIKA SATU HELAI RAMBUT ISTRIKU GUGUR, AKU AKAN MERATAKAN SELURUH PEGUNUNGAN UTARA MENJADI ABU DEBU!"

​WUSSS!

1
Arinto Ario Triharyanto
yoiii mantep coy 😎
andi widya
mantap karyamu teruskan
Arinto Ario Triharyanto
good muantaffff 👍
sibaweh abduh
sangat bagus sekali ceritanya thor
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Fajar Fathur rizky
bikin yechen bantal ibu tirinya itu beserta anaknya pas tetua agung itu pergi
Arinto Ario Triharyanto
mana updatenya nih
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!