Pertemuan tak terduga Aulia dan Anggara saat di Pulau Bali membuat mereka terpaksa menikah walau tanpa cinta.
Anggara yang sifatnya arogan dan dingin serta suka mengancam, membuat Aulia terpaksa menikah dengan nya.
Keduanya membatalkan pertunangan dengan pasangan masing-masing karena harus menikah secepatnya.
Namun Aulia sangat mencintai Hendri tunangannya, begitupun dengan Hendri yang sangat mencintai Aulia.
"Tidak Sayang, aku mohon tetaplah bersamaku, kita akan tetap menikah." Ucap Hendri saat Aulia memutuskan pertunangan mereka.
Apakah tunangan Anggara dan Aulia dapat menerima pernikahan mereka?
Setelah Anggara dan Aulia menikah, mereka sepakat untuk bercerai setelah empat bulan pernikahan. Tapi kejadian malam itu membuat Aulia hamil anak Anggara.
Apakah Aulia dan Anggara mampu bertahan dengan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon mertua
Kami masih punya satu putri lagi, namanya Citra, dia sangat cantik. Minggu depan dia akan pulang dari LA. Kami tidak keberatan kalau Tuan Angga mau menikah dengannya". Farida menawarkan Citra sebagai calon istri Angga.
"Maaf Nyonya saya hanya menginginkan Aulia sebagai istri saya. Laki-laki yang anda sebut tidak bertanggung jawab itu adalah saya. Saya lah yang bersama Aulia malam itu, dan saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya. Minggu depan saya akan menikahi putri anda. Asisten saya sudah mempersiapkan semuanya.
Saya sangat berharap Tuan Kusuma bersedia menjadi wali Aulia, Karena bagaimanapun dia tetap putri anda". Ucap Angga.
"Deg"
Kusuma dan Farida saling menatap.
"Bug"
Kusuma berdiri dan melayangkan tinju ke wajah Angga yang sedang duduk di sofa.
"Jadi kamu yang telah menodai putri saya? Bajingan kamu!" Ucap Kusuma.
Angga hanya diam, dan tidak membalas pukulan mertuanya. Dia memang sudah mempersiapkan diri untuk menerima kemarahan calon mertuanya. Baru kali ini Angga menerima pukulan tanpa perlawanan.
Aldi yang melihat Angga dipukul hanya meringis dalam hati."
"Kasian amat Lo Ga, kali ini Lo nggak bisa melawan." Batin Aldi.
"Papah, hentikan." Ucap Farida lalu menahan tangan Kusuma.
"Nggak masalah Nyonya, Biarkan saja Tuan Kusuma melampiaskan kemarahannya pada saya. Saya siap menerima apa pun yang Tuan Kusuma akan lakukan. Asalkan jangan pada Aulia, karena dia tidak bersalah. Dalam masalah ini akulah yang bersalah, Aulia tidak tahu apa-apa." Ucap Angga menahan rasa sakit di wajah nya.
"Kamu benar-benar ingin menikahi anak saya Aulia?" Tanya Kusuma.
"Ia Tuan." Jawab Angga.
Kusuma menenangkan diri sejenak.
"Baiklah saya akan hadir untuk menjadi wali Aulia." Ucap Kusuma.
Angga dan Aldi kemudian berdiri untuk pamit.
"Terimakasih, kalau begitu kami pamit". Ucap Angga.
Farida mengantar Angga dan Aldi keluar dari rumah.
"Jangan khawatir nak Angga kami sekeluarga pasti akan hadir di pernikahan kalian." Ucap Farida sebelum Angga memasuki mobil.
"Terima kasih sebelumnya Nyonya." Ucap Angga dengan wajah datar dan dingin nya.
"Nggak usah berpura-pura baik di depan gw, gw tau niat busuk Lo." Batin Angga.
"Silahkan Tuan." Ucap Aldi membukakan pintu untuk Angga, setelah Angga masuk Aldi mengitari mobil menuju pintu kemudi.
"Apa wajah lo baik-baik saja?" Tanya Aldi khawatir.
"Sudah tahu nanya? Sakitlahhhh, Lo mau cobain? sini gw tonjok muka Lo." Kesal Angga.
"Hehehehe..sakit demi calon istri Ga!" Ejek Aldi.
"Ayo jalan." Bentak Angga
Aldi melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata kembali ke Apartemen.
.
.
.
Ting,,, tong,,,ting,,, tong
Suara bel pintu rumah Angel.
Angel keluar membuka pintu.
"Maaf ada paket dari Tuan Angga untuk nona Aulia" ucap orang suruhan Aldi.
Angel menerima paper bag itu kemudian kembali masuk kedalam rumah.
"Nih! ada paket dari Tuan Angga.
Angel menyerahkan paper bag itu pada Aulia yang sedang nonton film.
"Paket apaan?" tanya Aulia dengan wajah yang penasaran.
"Buka aja" kata Angel.
Aulia membuka paper bag nya.
"Baju?" Aulia mengernyitkan keningnya.
"Pakai sebentar malam, aku jemput jam 7. Angga" Aulia membaca catatan kecil yang ada di sela baju.
"So sweet! romantis bangettt!!!" sindir Angel.
"Sana mandi sebentar lagi malam, lo harus dan dandan yang cantik. Inikan kencang pertama lo dengan Angga". ucap Aulia.
"Bisa diem nggak sih, gw tuh pusing dengan sikap Angga yang selalu maksa gw. Gw selalu kalah dengan nya. Selalu saja ada ancamannya yang membuat gw menurut padanya." Kesal Aulia menghentakkan kakinya menuju kamar mandi.
"Kalo gitu Lo nggak usah melawan, kan ujung-ujungnya Lo kalah juga kan? hehehe." Ucap Angel mengejek Aulia.
"Paakkk"
Aulia membanting pintu kamar mandi.
"Awas saja kalo pintu kamar mandi gw rusak, Lo harus tanggung jawab Lia." Teriak Angel karena Aulia pintu kamar mandi sudah tertutup rapat.
Waktu malam pun tiba.
"Cantik bangettt" puji Angel melihat penampilan Aulia.
Aulia Sudah siap dengan balutan dress warna moccha yang telah dikirim Angga.
"Piiikkk...piiiikkkk"
Bunyi klakson Angga.
Angga turun dari mobil menunggu kedatangan Aulia sambil menghubungi seseorang lewat HP seluler nya.
"Tuh,,, Angga sudah datang. Cepetan keluar!" Angel menunjuk ke arah pintu.
Tidak lama kemudian Aulia keluar dari rumah Angel.
Aulia berjalan menuju mobil Angga. Angga yang sedang menghubungi seseorang tidak menyadari kedatangan Aulia.
"Ekhemmm!" dehaman Aulia membuat Angga seketika berbalik.
Angga tertegun melihat penampilan Aulia dari atas sampai bawah.
"Sempurna, dia sangat cantik." Batin Angga.
"Biasa aja liatnya! Tuh ilernya" Ketus Aulia sambil menunjuk mulut Angga yang sedang terbuka.
Spontan Angga memegang mulutnya.
Merasa Aulia mengerjainya, Angga segera membuka pintu mobil untuk Aulia.
"Ayo masuk" ucap Angga yang lagi salah tingkah.
Angga menyalakan mesin mobil kemudian menuju salah satu restoran mewah.
"Kamu sangat cantik." Gumam Anggara.
"Kalo tidak terpaksa, aku juga tidak mau make up, ini semua gara-gara si Angel." Ketus Aulia karena Angel yang telah memakaikannya make up hingga terlihat sangat cantik.
Angga mengambil hp kemudian menghubungi Aldi.
"Halo" Jawab Aldi
"Al, transfer 100jt ke rekening Angel." Ucap Angga pada Aldi lewat ponsel.
"Baik Ga, sekarang juga saya transfer." Jawab Aldi."
Angga langsung memutuskan sambungan telepon.
Aulia melirik Angga.
"Untuk apa?" tanya Aulia.
"Karena dia telah membuat calon istriku secantik ini." Goda Angga.
Aulia menghentakkan kakinya karena kesal.
"Kita mau kemana?" tanya Aulia.
"Menemui Mommy dan Daddy. Mereka sudah menunggu kita di restoran." Jawab Angga sambil melirik Aulia, kemudian kembali fokus mengemudi.
Aulia kembali diam.
20 menit waktu berlalu, kini mereka berada di depan restoran. Angga turun membukakan pintu mobil untuk Aulia.
Sebelum masuk restoran, Angga menarik tangan Aulia agar menggandeng tangannya.
Aulia yang sempat menolak, terpaksa mengikuti keinginan Angga karena lagi-lagi Angga mengancam nya.
"Ayo kita masuk." Ucap Angga.
Dengan rasa bangga, Angga menggandeng tangan Aulia menghampiri kedua orang tuanya.
"Malam Dad, malam Mom" sapa Angga sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Malam Om, Tante."
Aulia ikut mencium punggung tangan kedua orang tua Angga.
"Malam sayang, kok panggil Tante? Panggil Mommy dan Daddy dong! sama seperti Angga." Ucap Mommy sambil tersenyum.
"Wahhhhhh, calon mantu Mommy cantik sekali. Pantas saja Angga semangat untuk menikah." ucap Friska memegang dagu Aulia.
"Sudah sayang berhenti menggodanya, ayo kita makan." Ucap Wijaya.
Mereka pun menikmati makanan yang telah di sediakan pelayan restoran.
"Kamu sudah siap kan? menikah dengan Angga?" Tanya Wijaya pada Aulia, setelah mereka selesai menyantap makan malam bersama.
Aulia menginjak kaki Angga agar Angga yang menjawab.
"Awww.... sakit sayang! ucap Angga sengaja mengeraskan suaranya.
Aulia melotot menatap Angga karena tidak menjawab pertanyaan Daddy nya.
"Kalian ini kenapa sih? saling melotot gitu". Bentak Mommy melihat tingkah mereka.
.
.
.
.
Bersambung.....
Sahabat Author yang baik ❤️
Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏