SUMMARY
Vernon adalah seorang pengusaha kaya yang ingin membalas dendam pada ketua gangster bernama Alfonso Diego yang sudah menculik dan membunuh istrinya, Paulina.
Tidak hanya dibunuh, jantung Paulina diambil dan didonorkan pada putrinya Alfonso.
Vernon menculik Savanna _putri Alfonso_ yang diduga menerima donor jantung secara paksa dari Paulina.
Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Baca di SELENOPHILE by Ucu Irna Marhamah hanya di Mangatoon & Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Keesokan harinya, Savanna dan Junior bermain seperti biasa. Kali ini keduanya bermain di kamar bayi. Jika Juniar tiba-tiba menangis, Savanna akan menenangkannya.
Junior bangkit dari tempat duduknya kemudian menarik tangan Savanna. "Kakak, ayo kita berkeliling. Selama tinggal di sini, Kakak tidak pernah melihat ruangan lain, kan?"
"Memangnya boleh?" Tanya Savanna.
"Tidak apa-apa, Kak." Junior tetap memaksa agar Savanna ikut dengannya.
Savanna terpaksa ikut. Keduanya berkeliling di rumah besar itu. "Jangan lama-lama, Junior, bagaimana jika Juniar tiba-tiba menangis, karena kita meninggalkannya?"
"Jika Juniar menangis, kita akan mendengarnya," ucap Junior.
Pandangan Savanna tertuju pada sebuah bingkai besar di ruang tamu. Dalam foto tersebut tampak sepasang pengantin yang tersenyum bahagia. Pasangan pengantin itu tak lain adalah Vernon dan Paulina.
Langkah Savanna terhenti. Ia menatap lekat wajah pengantin wanita.
Melihat arah pandang Savanna, Junior pun berkata, "Itu Mama, cantik, kan?"
Deg!
Serasa ada godam yang menghantam jantung Savanna. Gadis itu membatin, ja-jadi, jantung yang dimaksud oleh Vernon adalah... jantung yang diambil darinya?
** Flashback **
Savanna yang memakai pakaian pasien tampak duduk di kursi roda di kamar rawat. Gadis itu menatap lurus dengan tatapan kosong.
"Kau mau berjalan-jalan, Savanna?" Tanya Dokter yang berdiri di depan pintu.
Savanna menoleh. "Dokter Pandu?"
Pria paruh baya berjas putih itu masuk kemudian mendorong kursi roda Savanna. "Kau sudah melewati semuanya dengan penuh perjuangan."
Savanna menunduk dalam. "Apa aku bisa melihat pendonornya? Aku harus mengucapkan terima kasih padanya."
"Tentu saja, tapi dia sudah tiada. Itulah sebabnya kami mengambil jantungnya. Jika dia masih hidup, kami tidak boleh mengambil jantungnya secara paksa," ucap Dokter Pandu sambil mendorong kursi roda Savanna menuju ke kamar mayat.
Di hadapan Savanna terbaring tubuh yang terbujur kaku ditutupi kain putih. Savanna menyingkap kain putih itu. Ia menatap wajah cantik Paulina.
"Dia sangat cantik, sayang sekali harus tewas di usia muda," gumam Savanna.
Pandu mengangguk.
"Terima kasih sudah memberikan jantungmu. Mungkin bagimu ini adalah kecelakaan, tapi jantungmu telah menolong nyawa seseorang. Terima kasih," ucap Savanna.
** End Flashback **
"Kakak?" Rengek Junior yang sedari tadi diabaikan oleh Savanna.
"Uh?" Savanna menoleh pada Junior.
"Ayo." Junior menarik tangan Savanna. Gadis itu mengangguk mengikuti kemauan Junior.
Dokter Pandu bilang, wanita itu meninggal karena kecelakaan, lalu... kenapa Vernon bilang, ayahku mengambil paksa jantungnya? Batin Savanna.
Benar juga, Ayah selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mungkin wanita itu tidak benar-benar celaka, tapi Ayah yang membunuhnya, kata Savanna dalam hati.
Vernon pulang dari kantor dan melihat Savanna yang bermain bersama putranya. Pandangan keduanya sempat bertemu sebelum Vernon mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Savanna juga melihat ke arah lain. Gadis itu membatin, itulah sebabnya dia menatapku dengan penuh kebencian. Ini semua karena perbuatan ayahku.
Malam harinya, Vernon dan Junior makan malam bersama. Junior melirik ayahnya yang tampak serius.
"Papa, kenapa Papa tidak mengajak Kak Savanna makan malam bersama kita?" Tanya Junior.
"Dia bilang, dia tidak boleh makan," jawab Vernon sekenanya.
"Kenapa?" Junior tampak penasaran.
Vernon mengedikkan bahunya. "Tidak tahu."
"Kenapa Kak Savanna tiba-tiba berada di sini? Apakah Papa dan Kak Savanna berpacaran?"
...🌙🌙🌙...
^^^19.21 | 2 Juni 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^