Menantu sampah dan pecundang. Diusir oleh ibu mertuanya karena dianggap tidak berguna. “Jangan kembali sebelum kamu menjadi orang hebat!”
Itulah kata-kata terakhir yang ia dengar dari ibu mertuanya, ia dianggap benalu, yang hidupnya tinggal di rumah mertuanya. Selalu dihina dan direndahkan oleh seluruh keluarga istrinya, bahkan keluarganya sendiri
Turangga yang dihina, dengan bantuan Dewa Cahaya, ia menjadi orang hebat. Menjadi pemimpin The Three Powers.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abi Kusumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Menggempur Alam Iblis
Turangga yang diikuti oleh dua wanita bercadar, terus mengejar satu makhluk bayangan hitam kearah kawah, ketiganya masuk kedalam putaran angin hitam, yang akan membawanya ke Alam Iblis Bayangan Hitam.
Ketiganya mampu menembus putaran awan hitam, dan mereka berada di Alam Bayangan, mengejar ke kawah air mendidih.
Turangga yang tiba lebih dulu di atas kawah, langsung menggempur kawah dari jarak jauh, dari atas kawah sekitar seratus meter.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom.... Bom....
Kawah air mendidih hancur digempur terus menerus, dari dalam kawah bermunculan ribuan makhluk iblis bayangan hitam, namun satu bayangan pun tidak dibiarkan lolos, Turangga terus menggempur mereka, terutama ke titik lemah mereka, mengarah kepada kedua belah matanya.
Dari ribuan makhluk bayangan hitam yang keluar dari kawah, setelah digempur oleh The Three Powers, kini tinggal ratusan makhluk bayangan lagi yang tersisa.
The Three Powers, terus menggempur mereka, tidak ada yang dibiarkan lolos. Semuanya dibantai habis, tidak ada yang disisakan.
Setelah The Three Powers membantai ribuan bayangan hitam, mereka bergegas menuju ke ibukota, hendak membatai Raja Iblis Bayangan Hitam.
Namun disetiap perjalanannya, dia selalu dihadang oleh ribuan prajurit iblis, yang berusaha untuk menangkap The Three Powers, yang sudah menyusup ke Alam Bayangan Hitam.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom.... Bom....
The Three Powers, terus membantai para prajurit iblis bayangan hitam, yang berani menghadangnya, membuat mereka pada terlempar keberbagai arah, dan bergelimpangan tergeletak tidak bergerak lagi.
Tampak prajurit iblis berlarian pada menyelamatkan dirinya, namun The Three Powers, terus memburu mereka, hingga satu iblis pun tidak ada yang dibiarkan lolos.
Melihat prajuritnya tidak berdaya melawan The Three Powers, Panglima Iblis beserta jenderal bawahannya, segera menerjang The Three Powers, dengan kekuatan sepenuhnya.
Panglima Iblis menerjang Turangga, dengan jurus Cakar Iblis Hitam, yang mengandung racun mematikan.
Turangga menyelimuti dirinya dengan jurus Tameng Dewa tingkat tinggi, agar tidak terkena racun yang sangat keras.
Panglima iblis, terus menerus dengan gencar menerjang Turangga, dengan jurus-jurus andalannya.
"Cakar Iblis Hitam!" Teriak Panglima iblis, berseru menerjang dengan pukulan yang mengandung racun.
"Tameng Dewa!" Balas Turangga tidak mau kalah.
Dug.... Bug....
Pukulan dan tendangan dari jurus Cakar Iblis Hitam, beradu dengan kekuatan Tameng Dewa, yang menyelimuti tubuh Turangga.
Keduanya sama-sama kuat, sudah ratusan jurus mereka lalui. Keduanya masih saling memukul dan menendang, belum ada yang terdesak. Turangga masih menyimpan kekuatannya, belum semuanya dikeluarkan.
"Pukulan Iblis Bayangan!" Seru panglima iblis, berteriak menerjang Turangga.
"Dewa Mencengkram Lawan!" Balas Turangga berseru.
Dug.... Bug.... Argh....
Kedua pukulan beradu dengan keras, membuat Panglima Iblis terjengkang kebelakang. Tangannya terasa remuk, seperti ada yang mencengkramnya dengan kerasnya.
Sejenak Panglima Iblis terdiam, sambil berlutut, setelah terjengkang terkena kekuatan pukulan Dewa Mencengkram Lawan. Dan kesempatan itu, langsung digunakan oleh Turangga untuk membantai lawannya, dengan kekuatan pukulan Tapak Dewa.
Duarr.... Duarr.... Bom....
Pukulan jarak jauh Tapak Dewa, menghantam tubuh Panglima Iblis, membuat dirinya terlempar ratusan meter, menabrak dinding istana yang besar dan megah, hingga tergeletak tidak bergerak.
Begitu pula dengan wanita bercadar hitam, dia bertarung sangat kuat dan tangguh, melawan empat jenderal yang mengeroyoknya. Keempat jenderal dibuat tidak berdaya, setelah beberapa kali terkena pukulan Naga Geni, yang mengandung racun api yang sangat kuat.
Tubuh keempat jenderal, ambruk tidak bergerak, terkena racun yang sangat mematikan, tubuhnya hangus gosong seperti arang.
Sama halnya dengan wanita bercadar ungu, dia menghancurkan lawan-lawannya dengan pukulan Tangan Dewa Naga, yang meremukkan tubuh-tubuh musuhnya, hingga tidak ada yang lolos dari terjangan pukulannya.
The Three Powers, setelah menghancurkan pasukan iblis, panglima dan para jenderal iblis bayangan hitam, ketiganya langsung memburu Raja Iblis Bayangan Hitam, beserta para petingginya, menerobos masuk kedalam istananya.
Namun Raja Iblis Bayangan Hitam, benar-benar pengecut dan licin, dia sudah menghilang dari istana, entah pergi kemana?
Hanya yang tersisa, tinggal Patih dan para petinggi Alam Iblis Bayangan Hitam, yang siap menerjang The Three Powers, yang sudah berada dihadapan mereka.
Patih Raja Iblis, langsung menerjang Turangga, begitu Turangga muncul duluan dihadapannya, dengan jurus Iblis Bayangan Hitam, sebuah jurus yang menampakkan bayangan hitam, sebagai pemancingnya dengan bayangan-bayangan hitamnya, agar musuh-musuhnya terkecoh.
Namun Turangga, sedikitpun tidak terpancing, karena dia menggunakan mata Dewanya, untuk bertempur dengan para petinggi iblis.
Turangga mampu melihat kelemahan Patih Raja Iblis, dengan kekuatan mata Dewanya, namun dia tidak segera menerjangnya, menunggu Patih Raja Iblis lengah.
Turangga sengaja memancing lawannya, dengan pura-pura terdesak, agar lawannya terus menerus menerjangnya.
Pada satu kesempatan, Turangga menghantamkan pukulannya tepat mengarah ke bawah pusarnya, membuat Patih Raja Iblis berteriak kesakitan.
Aaahhh.....
Patih Raja Iblis Bayangan Hitam, langsung ambruk tidak bergerak lagi.
Wanita bercadar hitam, yang tiba di Istana belakangan, bareng dengan wanita bercadar ungu, terus menggempur para petinggi Alam Iblis Bayangan Hitam, dengan pukulan jarak jauhnya.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom....
Puluhan petinggi Alam Iblis, langsung terlempar puluhan meter menabrak dinding istana, membuat dinding jebol berlubang.
Kedua wanita bercadar, tidak memberi kesempatan kepada mereka. keduanya terus memburu para petinggi iblis, dengan pukulan-pukulan dahsyatnya.
Para petinggi iblis, tidak ada yang diberi ampunan, semuanya habis dibantai.
The Three Powers, setelah membantai musuh-musuhnya, ketiganya menyisir seluruh penjuru Ibukota, untuk mencari sisa-sisa prajurit iblis yang bersembunyi.
Setelah dipastikan semuanya habis, tidak ada prajurit yang tersisa. Hanya seorang Rajanya yang kabur, pengecut tidak berani menghadapi kekuatan The Three Powers. Baru The Three Powers, meninggalkan ibukota Alam Iblis, untuk terus memburu Raja Iblis yang pengecut.
Sedangkan Raja Iblis Bayangan Hitam, dia kabur menuju ke Alam Iblis Neraka Besar, untuk meminta bantuan dari Penguasa Alam Iblis Neraka, menghadapi The Three Powers.
Raja Iblis Bayangan Hitam, menceritakan semua kejadian yang menimpa kerajaannya, setelah dia tiba dihadapan Penguasa Iblis Neraka Besar.
Tentu saja, Penguasa Alam Iblis Neraka Besar, sangat geram mendengar penuturan dari sahabatnya.
Maka dirinya, memerintahkan kepada Panglima Alam Iblis Neraka Besar, untuk menggempur Alam Bumi sampai musnah.
Turangga sendiri, yang diikuti oleh dua wanita bercadar, setelah berpikir panjang, dia kembali ke Alam Bumi, lewat sebuah putaran angin hitam di atas awan. Karena dia merasa ada bahaya besar, yang mengincar Alam Bumi.
The Three Powers, setelah kembali ke Alam Bumi lagi, ketiganya melesat terbang menuju kearah Markas mereka, di bawah kaki Gunung Salak, untuk mempersiapkan kekuatannya, dalam menghadapi serangan besar dari pasukan iblis Alam Neraka Besar.
Baik Turangga, wanita bercadar hitam, ataupun wanita bercadar ungu, sama-sama mempersiapkan kekuatannya, berlatih terus untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatannya, karena menurut prediksi ketiganya, Alam Bumi akan menjadi ajang penggempuran secara besar-besaran, melawan kekuatan dari pasukan iblis Alam Neraka Besar.
Semua bawahan Turangga dan bawahan wanita bercadar hitam, yang tergabung dalam kekuatan The Three Powers, digembleng terus menerus, agar kekuatannya dapat melebihi kekuatan dari pasukan iblis.
The Three Powers, di seluruh benua di Alam Bumi, namanya sudah melegenda di hati para pendukungnya. Bahkan mereka, dengan sengaja datang ke Markasnya di Gunung Salak, hanya sekedar ingin berfoto bersama anggota The Three Powers.
Mereka semua terdiri dari para pendukung, dan dari para penggemar The Three Powers, memadati pintu gerbang Markas, selain untuk menyampaikan dukungannya, juga ingin berfoto bareng idolanya.
Bersambung.....