Kisah tentang dendam seorang lelaki kepada kekasih hati nya yang telah tega meninggalkan nya, karena paksaan dari orang tua untuk menikah dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal sebelumnya. Bagaimana kisah selanjut nya...? Yuk, simak cerita selengkap nya di "Dendam Sang Mantan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Batam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan Bastian
Setelah acara makan bersama selesai, Nisa dan Niko kembali naik ke lantai atas. Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam kamar. Sedangkan Bastian, ia terus memandangi punggung pengantin baru itu dengan tatapan muak.
"Bas... Bastian..."
Syifa mengguncang-guncang lengan adik lelaki nya.
"Ck, apa sih? Berisik banget," sungut Bastian kesal.
"Kamu ngapain sih lihatin mereka terus? Kamu cemburu ya?" tebak Syifa.
"Husstt, cangkem (mulut) mu!" Bastian membungkam mulut Syifa dengan telapak tangan nya.
"Iiiihhh, lepasin!" Syifa menepis tangan Bastian.
"Uweek... Uweek... Tangan kamu bau terasi tauuu," oceh Syifa sembari mual-mual akibat mencium bau tangan Bastian.
"Ah, masa sih?" Bastian mencium tangan nya sendiri.
"Mana...? Gak bau kok, ngarang aja!" sungut Bastian ketus.
"Hidung kamu korslet kali? Masa iya tangan bau begitu tidak tercium juga?" balas Syifa dengan mata berair akibat menahan mual.
"Beneran, gak bau kok. Coba kamu cium lagi nih!"
Bastian kembali membekap mulut Syifa dengan tangan nya. Dan itu berhasil membuat Syifa kembali mual-mual akibat kejahilan adik lelaki nya.
"Uweek...Uweek..."
"Mommy... Tengok nih tingkah Bastian!" pekik Syifa mengadu kan perbuatan adik nya kepada Tiara.
"BASTIAN, HENTIKAAAN...!" teriak Tiara dengan mata membulat.
Mendengar suara melengking sang ibu, Bastian pun langsung menghentikan ulah nya. Ia menatap tajam ke arah Syifa, dan berkata...
"Huuuu... Dasar, manja! Berani nya cuma ngadu-ngadu doang," umpat Bastian dengan wajah masam, lalu melangkah pergi meninggalkan Syifa.
"Biarin, week!" Syifa menjulurkan lidah ke arah Bastian.
Selesai menjahili sang kakak, Bastian pun masuk ke dalam kamar. Ia duduk santai sambil bertopang satu kaki di atas balkon kamar, dengan di temani sebatang rokok di tangan nya.
"Kenapa harus kak Niko sih yang di jodohkan dengan Nisa? Kenapa bukan aku saja? Aku kan juga mau menikah dengan wanita secantik Nisa," gerutu Bastian.
Bastian menatap bintang-bintang yang bertaburan di atas langit. Ia sedang membayangkan wajah cantik Nisa yang sedang tersenyum manis di atas sana.
"Nisa... Kamu adalah satu-satunya wanita sempurna yang pernah singgah di dalam hati ku," gumam nya lirih.
"Andai saja aku yang menjadi suami mu, mungkin saat ini aku sedang terlena di atas pangkuan mu dan bermanja-manja dengan mu, sayang."
Bastian tersenyum-senyum sendiri. Ia membayangkan betapa indah nya hari-hari yang ia lalui bila bersama dengan wanita pujaan nya itu.
Sementara itu di kamar yang berbeda, Niko dan Nisa sedang bersenda gurau di atas ranjang. Mereka berhaha hihi berdua sambil sesekali menjahili satu sama lain.
"Hahahaha... Ampun, Niko. Ampun... Hahahaha," teriak Nisa saat tangan-tangan nakal Niko menggelitik pinggang nya.
"Maka nya jangan nakal jadi orang, sekarang rasakan lah pembalasan ku, hahahaha..." balas Niko ngakak.
"Hentikan, Niko! Aku sudah tidak tahan lagi, hahahaha..." pinta Nisa kembali tertawa terbahak-bahak.
Niko terus menggelitik pinggang sang istri tanpa ampun. Ia tampak begitu senang melihat Nisa yang tidak henti-hentinya tertawa akibat ulah nya itu.
Karena sudah tidak sanggup menahan rasa geli, akhirnya Nisa pun menendang Niko dengan sekuat tenaga. Alhasil, Niko pun jatuh tersungkur ke lantai.
Bruugghh...
Suara jatuh Niko terdengar nyaring di telinga Nisa.
"Auw, sakiiiittt..." pekik Niko meringis kesakitan memegangi bokong dan pinggang nya.
"Sokor, hahahaha..." gelak Nisa.
"Jahat banget sih jadi cewek," umpat Niko.
Nisa tidak menggubris umpatan Niko. Ia terus saja mentertawai suami nya sambil memegangi perut.
"Awas kamu ya, aku akan balas perbuatan mu ini!" ancam Niko.
"Gak takut, week!" balas Nisa menjulurkan lidah.
"Waaahh, nantang kamu ya!"
Niko mulai bangkit dari lantai, lalu memasang kuda-kuda untuk menerkam mangsa yang terus mentertawai nya di atas ranjang.
"Satu... Dua... Ti ga..."
Niko melompat ke atas ranjang dan langsung menindih tubuh Nisa. Ia mencengkram erat kedua tangan Nisa, lalu memandang wajah nya dengan tatapan lapar.
Mendapat perlakuan mendadak dari suami nya, Nisa pun reflek memekik kuat, sambil menghentak-hentakkan kaki nya.
"Aaaaaaaa... Lepasin...!" teriak Nisa sambil terus meronta-ronta.
"Gak akan, kamu harus di kasih hukuman dulu, baru aku lepasin, hahahaha..." gelak Niko.
Lelaki tampan itu mulai mendekat kan wajah nya ke wajah Nisa. Kemudian ia pun membungkam mulut bawel Nisa dengan bibir nya.
Niko terus menciumi bibir Nisa dengan ganas. Hingga membuat sang istri susah untuk bernafas akibat ulah nya tersebut.
"Hmm... Hmm..."
Nisa terus memberontak dari cengkraman suami nya. Karena merasa geram dengan tingkah Niko, akhirnya Nisa pun menggigit bibir suami nya itu dengan cukup kuat.
Mendapat perlawanan dari Nisa, akhirnya Niko pun melepaskan pagutan bibir nya. Ia kembali memekik kuat merasakan sakit di bibir bawah nya.
"Adooohh..." teriak Niko.
Niko memajukan bibir nya lalu mengusap-usap nya dengan lembut.
"Tuh kan, jadi bengkak nih bibir aku kamu buat!" omel Niko.
"Kapok, siapa suruh jahilin aku terus?" cibir Nisa ketus.
"Iisss, kejam bener sih ini cewek. Aku laporin ke polisi kamu ya, atas tuduhan kdrt."
Niko berpura-pura marah dan mengancam Nisa. Bukan nya takut, Nisa malah tertawa terpingkal-pingkal mendengar ancaman receh suami nya.
"Huahahahha... Laporin aja sana, aku gak takut!" tantang Nisa.
"Lagian, kamu aneh-aneh aja. Mana ada cewek kdrt sama cowok? Bukan nya kebalik ya?" lanjut Nisa.
Niko terdiam sejenak. Ia merenung ucapan Nisa yang benar ada nya.
"Iya juga ya, mana ada istri kdrt dengan suami. Yang ada suami kdrt sama istri," gumam Niko manggut-manggut.
"Naah, tu tau. Hihihi..." sahut Nisa cekikikan.
Niko tersenyum lalu tertunduk malu mendengar ucapan Nisa. Untuk menutupi rasa malu nya, Niko pun mengalihkan perbincangan.
"Ya sudah lah, lupakan saja! Sekarang kita bobok, yok! Mata ku udah mulai ngantuk nih, hoam..." ucap Niko sembari menguap.
"Sama, aku juga, hoam..." sambung Nisa.
Niko membaringkan diri di samping kanan Nisa. Ia merentangkan tangan dan meminta Nisa untuk memeluk nya.
"Sini peluk, sayang!" rengek Niko manja.
"Iya," Nisa menurut dan memeluk tubuh kekar Niko dari samping.
Nisa melingkarkan tangan di atas perut sixpack Niko, lalu menenggelamkan wajah di leher nya.
Pasangan suami-isteri itu pun mulai memejamkan mata perlahan. Tak lama berselang, kedua nya terlelap dan masuk ke alam mimpi yang indah, dengan posisi saling berpelukan di bawah selimut tebal.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka berdua di dalam kamar.
"Ck, bikin aku cemburu saja," gumam Bastian berdecak kesal melihat pemandangan yang sangat menyakitkan bagi nya.
Ya, ternyata ya sedang mengintip itu adalah Bastian. Ia penasaran dengan canda tawa Nisa dan Niko yang terdengar jelas sampai ke luar kamar.
Bastian ingin mengambil air putih ke dapur. Namun di saat sedang melewati kamar Niko, Bastian langsung menghentikan langkahnya. Karena rasa penasaran yang teramat sangat, akhirnya Bastian pun memberanikan diri untuk mengintip Niko dan Nisa dari lubang pintu.
Ia mengeratkan kepalan tangan saat melihat Niko yang sedang mencium bibir Nisa.
"Ck, apa-apaan sih kak Niko? Genit banget sama Nisa. Aku kan jadi iri melihat nya," gumam nya semakin kesal.
Bastian tidak sanggup lagi menahan sakit di dada nya. Ia kembali melanjutkan langkah nya ke dapur dengan perasaan kecewa.
"Kasian deh kamu, Bastian. Hihihi..." ucap author cekikikan.🤭
🥀 Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🥀