Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Itu Datang Juga

Pagi itu rumah Rina terasa lebih tenang dari biasanya. Cahaya matahari masuk melalui celah jendela ruang makan. Dari dapur terdengar suara minyak yang mendesis ketika Rina menggoreng beberapa potong tempe untuk sarapan.

Azmira sudah bersiap sejak tadi. Perempuan itu keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang rapi. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara jas putih yang akan dikenakannya nanti sudah tergantung di dekat pintu.

"Bu."

Rina menoleh. "Iya, Nak?"

"Nanti Mira ada tugas keluar." Tangan Rina yang sedang memindahkan gorengan ke piring tiba-tiba berhenti.

"Keluar ke mana?"

"Ke perusahaan."

"Perusahaan apa?"

Azmira menggeleng kecil. "Namanya belum terlalu Mira pikirkan, Bu. Pokoknya rumah sakit sedang ada kerja sama dengan perusahaan itu."

Rina kembali melanjutkan pekerjaannya. "Oh."

Namun entah mengapa, setelah mendengar perkataan putrinya, perasaan perempuan itu mendadak tidak nyaman. Bukan karena Azmira akan pergi bekerja ke tempat baru, tapi entah kenapa. Ada sesuatu yang sulit dijelaskan. Seperti sebuah kekhawatiran yang datang tanpa alasan.

Rina menarik napas panjang. "Perginya sama siapa?"

"Tim rumah sakit." Azmira duduk di kursi. "Pak William juga ikut karena dia yang mengurus kerja samanya."

Rina mengangguk. "Ya sudah. Hati-hati."

Azmira tersenyum. "Iya, Bu."

Rina membawa piring sarapan ke meja, namun kali ini ia tidak langsung duduk. Pandangannya justru tertuju kepada putrinya.

Dua puluh lima tahun. Sudah selama itu ia menjaga anaknya dari luka masa lalu. Selama itu pula ia berusaha membuat Azmira tumbuh tanpa merasa kehilangan sesuatu. Tetapi pagi itu, untuk pertama kalinya Rina merasa takut.

Takut kalau suatu hari nanti masa lalu benar-benar datang mengetuk kehidupan putrinya.

Takut jika lelaki yang selama ini hanya menjadi nama dalam cerita yang tidak pernah selesai itu tiba-tiba muncul di hadapan Azmira.

Dika.

Rina memejamkan mata sebentar. Nama itu masih mampu membuat dadanya sesak meskipun waktu telah berjalan begitu lama. Ia sudah berkali-kali mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa semuanya telah selesai.

Dika sudah menjalani hidupnya. Ia pun sudah menjalani hidup bersama putrinya. Tidak ada alasan bagi mereka untuk kembali bertemu.Tetapi mengapa pagi ini hatinya terasa begitu gelisah?

"Bu?" Suara Azmira membuat Rina tersadar.

"Iya?"

"Ibu kenapa?"

Rina segera tersenyum. "Nggak kenapa-kenapa."

Azmira memperhatikan wajah ibunya beberapa detik. "Serius?"

"Iya."

Rina kemudian duduk di hadapan putrinya. "Makan, dulu nanti dingin," ujarnya pelan.

Azmira tersenyum kecil. "Iya."

Beberapa saat mereka makan dalam diam,

kemudian Rina berkata pelan seolah ingin menyampaikan apa yang tidak enak di hatinya meskipun tidak semuanya.

"Mira."

"Hmm?"

"Kalau nanti ada apa-apa di tempat kerja, jangan dipendam sendiri."

Azmira mengangkat wajah. "Kenapa Ibu ngomong begitu?"

"Nggak kenapa-kenapa." Rina tersenyum. "Ibu cuma mau kamu selalu hati-hati."

Azmira mengangguk. "Insyaallah."

Rina mengulurkan tangan dan menggenggam tangan putrinya. "Dan satu lagi."

"Apa?"

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun hanya karena mereka terlihat baik."

Azmira terkekeh. "Ibu kenapa nasihatin Mira seperti mau pergi jauh saja?"

Rina ikut tersenyum. "Namanya juga ibu."

Azmira berdiri setelah selesai makan. "Kalau begitu Mira berangkat dulu."

Rina mengangguk. "Hati-hati."

"Iya."

Azmira mencium tangan ibunya sebelum mengambil tas. Namun saat putrinya berjalan menuju pintu, Rina tiba-tiba memanggil.

"Mira."

Azmira menoleh. "Iya, Bu?"

Rina ingin mengatakan sesuatu. Ingin berkata agar putrinya tidak pernah mencari ayahnya. Namun pada akhirnya... tidak satu pun kata itu keluar.

"Hati-hati di jalan."

Azmira mengangguk patuh. "Iya, Bu."

Pintu rumah kemudian tertutup. Rina berdiri seorang diri. Tatapannya masih tertuju ke pintu yang baru saja dilewati putrinya. Tangannya perlahan menyentuh dada. Perasaan itu belum juga hilang.

"Kenapa Ibu merasa tidak enak hati, ya..."

Rina menarik napas panjang. "Mudah-mudahan cuma perasaan Ibu saja."

Ia tidak tahu... bahwa beberapa jam kemudian, putrinya akan berdiri di sebuah gedung yang namanya sama sekali tidak pernah ia ceritakan kepada Rina.

Mahardika Group. Dan di tempat itulah...

jalan hidup Azmira perlahan mulai mendekati masa lalu yang selama dua puluh lima tahun terakhir berusaha dijauhkan oleh ibunya.

☘️☘️☘️☘️

Beberapa jam kemudian, rombongan rumah sakit tiba di depan sebuah gedung pencakar langit. Azmira turun dari kendaraan bersama Tania dan beberapa tenaga medis lainnya.

Ia mendongak. Matanya sedikit membesar melihat bangunan megah di hadapannya.

Logo besar terpampang jelas di bagian depan gedung.

MAHARDIKA GROUP.

"Wah..." Tania bergumam.

"Besarnya."

Azmira hanya tersenyum kecil. Ia tidak tahu bahwa nama perusahaan yang baru pertama kali ia lihat hari itu... kelak akan menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam hidupnya.

William yang berdiri tidak jauh dari mereka kemudian memanggil. "Dokter Azmira."

Azmira seketika menoleh ke arah pria itu. "Iya?"

"Sudah siap?"

Azmira mengangguk. "Siap."

William tersenyum tipis. "Kalau begitu, mari kita mulai."

Azmira mengikuti langkahnya masuk ke dalam gedung. Tanpa sedikit pun mengetahui... bahwa di balik dinding gedung megah itu, takdir sedang menyiapkan sebuah pertemuan yang akan mengubah hidupnya.

Bersambung ...

Maaf kak tipis banget soalnya lagi sibuk

1
kiky
kapan up Thor 🤔🤔
Fenty
kok lama g up thot
kiky
Loom up y
Marini Suhendar
thor kapan up lagi
Yeni Astriani
kapan update lagi Author, penasaran nihhhh kelanjutan ceritanya
ceuceu
Dika tetep harta hak shiren ga di ganggu gugat,pdhl bukan anak kandung,azmira dari kecil ga merasakan kasih sayang ga ada harta dari dika tapi dika ga mikirin hak azmira,puck lah dika
falea sezi
jangan mau menerima maafin boleh menerima ogah bgt🤣 di jadiin serep saat si seren bukan anak nya enak bgt si bangsat🤣
Yeni Astriani
memaafkan boleh tapi bukan berarti harus menerima apalagi Azmira sudah terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan dari Pak Dika ☺☺☺
Nar Sih
makasih udh up lgi kak🙏
Ilham
berarti sirhen bukan anak kandung Dika yang dia rawat 25 tahun
Sari Nilam
gimana rasanya dika....sakittttt kan
tp tidak lebih sakit apa yang pernah azmira lalui tanpa tahu ayahnya dendiri tdak mengakuinya
Sari Nilam
masih belum sebanding de gan luja yang azmira dan ibunya rasakan
azmira yang malang tapi tangguh
azmira yang cerdas tapu tak pernah diakui
🤣🤣penyesalanmu terlambat kaunmerawat anak yang bukan darah dagingmu. dan darah dagingmu kau abaikan
Ilham
aku mau bertanya,,katanya si Dika pengin anak laki2 buat penerusnya...tapi knapa sama anak selingkuhan nya perempuan juga si Dika mau saja menerimanya...sedangkan anak kadung nya sendiri perempuan juga tapi dia ngk mau menerimanya kan aneh
Ilham
aku ketawa sendiri membawa kata jawaban Mira...aku berharap ceritanya Mira di bantu sama orang kaya
Ilham
buat lah cerita Mira ini sebenarnya enak mungkin...aku suka cerita anak kecil tapi ada juga penolong Mira
Rohmi Yatun
gak ada gunanya kehadiran Dika disaat Azmira sudah sukses.. kalo q jadi Azmira Big No untuk Dika.. gak akan ada istilah anak durhaka untuk seorang ayah seperti Dika.. 👎
Nar Sih
dulu rina yg sdh setiya dan sabar dgn tangisan azmira ,kini saat nya kmu terima kemarahan putri mu dika🤣
ceuceu
Kesalahanmu terlalu fatal dika
Tengku Nafisa
maafmu tdk berlaku dika. sibuk membesarkan anak org. anak sendiri kau telantarkan.
Rohmi Yatun
jujur kalo q jd Azmira.. tidak bisa menerima kehadiran Ayahnya.. untuk apa hadir skrg.. mau tanggung jawab katanya, tanggung jawab dlm hal apa?.. 👎👎👎👎 tidak masuk akal.. kedatangan mu sudah sgt terlambat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!