fadli hanyalah seorang penyihir rank E yang di anggap beban. puncak nya ia di hianati oleh rekan sendiri. ia di tinggalkan begitu saja di dalam sebuah dungeon rank A. namun terjadi keajaiban di mana fadli justru mendapatkan status. ia di berikan kekuatan oleh entitas misterius dan harus mencapai nya sendiri. bagaimana kisah fadli mencapai kekuatan baru itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
level up
Ke esokan hari nya tiba. Di pagi buta fadli sudah berlari di luar rumah sakit. Ia berkeliling di lapangan. "sedikit lagi tinggal 220 meter lagi," kata nya dalam hati sambil melihat layar yang terus menampilkan jarak lari yang di tempuh oleh fadli. Setelah berhasil menempuh jarak 1,5 kilo meter fadli pun istirahat. "hah.. Lelah sekali, sekarang lari sudah selesai sekarang tinggal pu up, aku harus pus up sebanyak 45 kali ya, eh.. Serius kemarin perasaan 50 kali dah, tapi ya sudah lah ayo gas," bisik nya langsung melakukan pus up.
beberapa menit kemudian baru juga pus upa sebanyak dua puluh kali. Fadli sudah terkapar ia ngos- ngosan sambil melihat layar. "sial ternyata pus up tidak semudah yang aku bayangkan. Punggung aku sakit, kaki aku sakit, tangan aku juga sakit, tapi bukan masalah aku akan menyelesaikan nya.
Ia pun lanjut pus up dengan napas yang ter engah- engah. Setelah perjuangan yang cukup lama akhir nya ia berhasil menyelesaikan misi harian itu.
ia terseyum dan segera membuka kotak hadiah, "kali ini aku hanya bisa pilih salah satu yang di up ya? Hem.. Aku pilih mana poin saja deh, up menjadi 140, sekarang saat nya cek status,"
(status fadli). Fadli level 2, gold 0.
Hp, 910. Mana poin, 140. Kekuatan, 13. Kecepatan, 14.
"hem... Kekuatan aku 13, 13 belas itu sebesar apa ya?" tanya nya bingung.
ia lalu memutuskan untuk mencoba nya sendiri, ia berjalan ke arah pohon dan brak... ia memukul pohon itu dengan seluruh tenaga nya. pohon itu sedikit bergetar namun tidak berdampak besar. "hanya segini ya kekuatan pukulan aku? Untuk kecepatan sih 14 itu lumayan cepat, soal nya tadi saat aku lari, aku bisa menyelesaikan nya dengan cepat," kata nya dalam hati.
ia lalu kembali masuk ke rumah sakit dan istirahat dengan tenang
Di hari- hari berikut nya fadli melanjutkan kegiatan harian nya. Ia menyelesaikan banyak 10 misi karena sudah 10 hari berlalu.
kini level fadli naik drastis.
(status fadli). Fadli level 10, gold 0.
Hp, 1200. Mana poin, 250. Kekuatan, 20. Kecepatan, 23.
fadli terseyum saat melihat status nya, ia lalu berbisik, "yos setelah 10 hari berlatih akhir nya aku bisa naik level juga. sekarang aku level 10, tapi aku masih berada di rumah sakit. Sebenar nya kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?"
ia tiduran di kasur dengan tubuh yang sudah berotot dan lumayan kekar. Akibat latihan harian nya. Tiba- tiba notipikasi muncul, "hah.. Apa ini, hadiah karena sudah mencapai level 10? Sudahlah aku buka saja," fadli membuka kotak hadiah itu dan terseyum saat melihat hadiah nya. Tongkat penyihir keterangan:tongkat penyihir rank B mampu mengeluarkan berbagai macam sihir apa pun yang bertemakan alam, ini tergantung pada pemakai nya. Setelah membaca keterangan fadli berkata, "keluarlah tongkat sihir,".
Tongkat sihir itu muncul dari item bok. Fadli terseyum ia mengarakan tongkat itu ke luar jendela. "sekarang bagaimana cara menggunakan nya? Di dalam keterangan sih aku cuma perlu membayangkan nya saja. Apa pelu melapal mantra? Hem.. Bingung juga, tapi aku bayangkan saja," ia pun membayangkan tongkat nya bisa mengeluarkan kekuatan air, seketika air muncul di tongkat menggelembung membulat, "sekarang bola air melesat lah," kata fadli terseyum, wos bola air itu melesat keluar dari jendela kamar fadli. Fadli terkejut namun ia juga senang, akan tetapi saat kembali melihat status nya ia terkejut "hanya bola air loh, masa mana aku berkurang sampai 15? Dari 250, menjadi 245, tongkat ini bagus namun aku harus hati- hati juga saat menggunakan nya". Ia pun memasukan kembali tongkat sihir nya ke dalam penyimpanan. Setelah itu ia pun tertidur karena merasa lelah setelah menyelesaikan misi harian.
beberapa jam kemudian. Di malam hari fadli kedatangan tamu tidak di duga. Tamu itu masuk dan memukul kepala fadli dengan keras. "kaka bodoh!!" bentak citra sambil menangis.
"hehehe citra kamu ingat juga kalau aku ada di rumah sakit, 11 hari lebih kamu tidak datang ke rumah sakit loh," ucap fadli sedikit kesal karena ia tidak di jenguk oleh adik nya itu.
citra duduk di kursi ia menatap tajam ke arah fadli dan berkata, "kaka kamu harus behenti jadi hunter, cari pekerjaan lain saja!"
Mendengar perintah yang tiba- tiba seperti itu jelas fadli terkejut, ia lalu diam tak mah menjawab.
"setiap kali kaka masuk ke dungeon, kaka pasti pulang dalam keadaan luka parah. Sekarang lebih parah lagi, luka di tubuh kaka sudah banyak, aku tidak ingin melihat kaka terluka lagi," jelas citra sambil menangis.
Melihat adik nya yang menangis fadli mengelus kepala nya, namun citra langsung menepis lengan fadli dengan kesal.
"aku tidak mau tau, pokok nya kaka tidak boleh jadi hunter lagi!!"
fadli merasa tertekan namun, "citra kamu juga tau kan kita butuh banyak uang? Untuk biaya hidup kita?" tanya fadli tiba- tiba.
"iya aku juga tau, tapi aku tidak suka kaka terluka, aku menyerah aku akan berhenti sekolah agar kaka mau behenti jadi hunter. Kita jualan keliling saja ya," ajak citra terseyum.
"maaf, tapi kamu harus tetap lanjut sekolah, tenang saja kaka sudah kuat lihat ini otot kaka saja sudah tumbuh," jelas fadli sambil terseyum.
Plak citra menampar pipi kaka nya itu, ia lalu memberikan surat pada kaka nya, "tanda tangani ini cepat!!" bentak nya dengan nada tinggi.
Fadli mengambil surat itu dan membaca nya, setelah 1 menit, "ini kan surat pengunduran diri aku sebagai hunter dari serikat garut? Citra kalau aku mengundurkan diri siapa coba yang manu menerima kaka di serikat hunter lain? Kaka sudah susah payah masuk ke serikat garut agar bisa bekerja dan dapat uang tapi kamu..."
belum selesai fadli berbicara citra sudah menarik rambut fadli. Ia melotot dan berkata, "cepatlah tanda tangani!!!!" fadli yang tertekan akhir nya menandatangani surat pengunduran diri itu.
seebelum pergi citra berkata " aku akan kembali setelah memberikan ini ke serikat hunter garut, kaka adalah hunter rank E, tidak akan ada serikat lain yang mau menrima kaka lagi, sudah cukup jadi hunter nya kita hidup dengan tenang saja,"
Fadli pun terdiam sementara citra pergi untuk mengirin surat pengunduran diri itu. Fadli terlihat kesal tetapi ia tidak mau bertengkar dengan keluarga satu- satu nya yang ia miliki. Ia lalu membuka ponsel dan mulai mencari pekerjaan.