Indonesia
NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:912.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Permintaan Tiana (Direvisi)

     Ardana memasuki ruangan Tiana, diikuti Nepa.

     Saat melihat Ardana, Tiana sangat senang sekali. Tangan kanan Tiana merekah menyambut Ardana. Dengan sukarela Ardana menyambut dan memeluk Tiana.

     Nepa berhenti beberapa meter di belakang Ardana. Dia tidak bisa menghalangi Ardana untuk mendekati Tiana, karena Tiana sudah terlebih dahulu bersikap posesif, seakan kehadiran Ardana adalah obat segala-galanya baginya.

     "Mas Arda, aku tidak mau jauh-jauh dari kamu, Mas," mohon Tiana sambil terisak.

     "Iya, aku sudah ada di sini. Kenapa kamu bisa begini lagi Tia? Kemarin kamu sudah membaik dan pulang. Sudah Mas katakan, kamu jangan stres dan berpikir yang terlalu berat," oceh Ardana memperingatkan Tiana.

     Tiana diam, dia tidak mungkin katakan kalau dirinya kembali kambuh karena sebelumnya berdebat dengan Nepa. Nepa lebih membela sahabatnya dan tidak berpihak padanya.

     "Entahlah, Mas. Yang jelas, setiap aku jauh darimu, aku merasa stres dan takut," alasannya. Kali ini Tiana mengada-ngada.

     "Maaf, Mas tidak bisa selalu ada di sampingmu 24 jam. Kamu tahu sendiri, Mas...."

     "Mas ada istri di rumah, meski tidak cinta, pernikahan kami kuat dan direstui keluarga kedua belah pihak, kan?" Tiana langsung memotong ucapan Ardana, seakan tahu apa yang akan Ardana katakan.

     Ardana memejamkan mata sejenak, ia sadar dirinya memang berada di persimpangan dua hati. Di rumah ada Nayra, istri yang masih belum dia cintai, sementara di sini, Tiana yang kembali dengan keadaan yang memprihatinkan kemudian mengemis harap dan ingin kembali seperti dulu. Bahkan Tiana meminta Ardana untuk menikahinya secara siri.

     "Dengan menikahi aku meski secara siri, aku yakin sakit yang aku rasakan akan sembuh," yakin Tiana berulang kali.

     Sementara Nepa yang masih berdiri di belakang Ardana, hanya bisa mendesah berat. Ia sama sekali tidak paham dengan sikap Tiana.

     "Ya ampun, Mbak Tiana ini benar-benar keterlaluan. Sepertinya dia sudah berhasil memperdaya suaminya Nayra. Apa yang harus aku lakukan?" Nepa sangat bingung, apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan langkah Tiana.

    Nepa keluar dari ruangan itu, untuk sejenak ia ingin mendinginkan otaknya yang terasa panas, ia menuju kantin di samping RSAU.

***

     Sementara itu, setelah Nepa keluar dari ruangan Tiana. Seseorang berpakaian serba putih masuk ke dalam ruangan Tiana.

     Ardana sempat terkejut sebab dia merasa tidak memanggil perawat itu. Namun, Ardana tidak bertanya apa-apa, ia menduga kalau perawat tersebut sedang melakukan pengecekan berkala.

     Perawat itu kembali menuju pintu keluar setelah memeriksa labu infus dan menuliskan sesuatu di buku catatannya.

     "Mas Arda, kapan kita menikah siri? Aku yakin kalau aku sudah menikah denganmu walau siri, pasti sakit aku ini sembuh. Aku yakin." Suara Tiana terdengar jelas, sampai si perawat tadi yang mau membuka handle pintu, urung keluar.

     "Tia Sayang, kamu jangan pikirkan itu dulu. Yang penting kamu sembuh dulu, masalah itu kita bicarakan nanti," redam Ardana. Lagi-lagi Tiana mengungkit masalah nikah siri.

     "Kenapa sih Mas hanya menikah siri saja susah banget? Kalau memang Mas Arda belum bisa menceraikan si Nayra, aku tidak masalah disiri dulu. Aku yakin sakitku ini akan sembuh," desak Tiana dengan sorot mata memohon.

     Ardana mendesah, untuk beberapa saat ia berpikir lumayan lama. "Tapi, Tia...kalau pernikahan siri ini ketahuan, itu resikonya sangat fatal. Mas bisa kena sanksi dari kantor."

     Tiana memejamkan mata kesal. "Ya, jangan sampai ketahuan dong Mas. Pintar-pintar kita."

     "Ok, ok. Mas nanti pikirkan, ya. Tapi, sekarang kamu harus tenang dulu. Kamu sembuh dulu. Kalau kamu masih terus begini, gimana Mas mau berpikir keras tentang pernikahan siri itu?"

     "Tapi, Mas janji, harus kabulkan permintaanku, ya," mohon Tiana manja sembari memeluk Ardana erat.

     Perawat itu segera menarik gagang pintu lalu membukanya dan berlalu, setelah ia mendengar semua yang dikatakan Tiana dan Ardana.

     "Eh, siapa tadi Mas?" kejut Tiana.

     Ardana dan Tiana menoleh ke arah pintu. Tidak ada siapa-siapa. Namun beberapa detik kemudian, pintu itu terbuka, Nepa muncul dan masuk kembali ke ruangan Tiana.

     "Nepa? Aku pikir kamu sudah pulang. Kenapa masih di sini, kan ada Mas Arda?"

     "Aku memang niat nungguin Mbak, aku dapat titah dari Papa dan Mama. Kalau Mbak tetap tidak mau aku tungguin, lebih baik aku telpon Mama dan Papa agar mereka segera ke sini dan tahu masalah apa yang sebenarnya menimpa, Mbak," ancam Nepa tidak takut.

     "Ihh...dasar, bisanya cuma ngancam. Ya sudah, tapi kamu janji jangan sampai telpon Mama dan Papa, kasihan mereka lelah kalau harus nungguin aku," tukas Tiana akhirnya.

     "Oh ya, Mas, kalau Mas Arda mau pulang sebaliknya pulang saja dulu, di sini kan ada aku. Aku bisa jaga Mbakku dengan baik. Kalau dia ngamuk lagi, aku bisa panggil suster untuk menambah penenang di labu infusnya. Lagian, Mas Arda di rumah ada istri, kan?" kata Nepa sambil menatap Ardana serius.

     Tiana terkejut mendengar Nepa bicara seperti itu pada Ardana. Namun, Tiana tidak bisa berkutik sebab Nepa mengancam dengan memberi isyarat oleh tangannya.

     "I~iya Nepa, sebetulnya saya memang harus pulang dulu. Kalau kamu tidak keberatan, tolong jaga Mbak kamu dengan baik." Ardana sedikit lega, sebab malam ini dia bisa pulang.

"Tapi, Mas. Masalah tadi yang kita bicarakan, jangan lupa, ya," sela Tiana memperingatkan. Wajahnya memelas manja.

Ardana mengangguk. Nepa mendelik, ia sudah menduga apa yang sudah mereka bicarakan tadi.

Ardana keluar dari ruangan itu. Nepa bangkit dan berusaha mengejar Ardana. Sebab ada yang ingin dia sampaikan.

"Mas Arda, tunggu....!"

"Nepa...mau kemana kamu? Buat apa kamu mengejar dia?" halau Tiana.

Nepa terpaksa mengurungkan niatnya, mungkin saat ini kurang tepat untuk menyampaikan pada Ardana.

Nepa kembali ke sisi ranjang Tiana dan menunggu kakaknya dengan perasaan gelisah.

***

Sementara itu, di kediaman Ardana. Nayra merasa lega, sebab ia sudah tiba di rumah dan ruangannya. Baju putih-putih ala perawat itu sudah ia tanggalkan dan ia simpan dengan baik.

"Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan." Nayra bergumam sedih, namun air mata itu tidak lagi menetes. Ia sudah punya tekad yang kuat.

Nayra membuka buku diarynya, dan menuliskan sesuatu yang membuat ia meneteskan kembali air matanya, mungkin ini untuk yang terakhir kali.

"Mungkin besok, semuanya akan berubah. Maafkan aku Mas."

Selang satu jam, Ardana pun pulang. Langkah kakinya langsung menuju ruangan favorit Nayra.

Ardana berdiri di depan pintu Sanggar Mini itu sembari memegang kantong berisi gorengan unyil kesukaan Nayra.

"Nay, beri aku kesempatan sekali saja," gumamnya. Entah kesempatan apa yang dia maksud.

"Nay, kamu bisa dengar aku, nggak? Maaf, aku pulang sangat larut."

Tidak ada jawaban, sehingga memaksa Ardana harus menjauh dari depan pintu ruangan itu.

Hai, Readers, mohon maaf kemarin saya tidak up. Hanya mau kasih tahu, kalau baba 26 saya revisi ya.

Tadinya saya terpaksa tidak akan lanjut cerita ini dan minta mencabut kontrak karya saya ini ke Noveltoon. Sebenarnya kemarin saya sempat down dan kecewa berat dengan pihak Noveltoon, sebab karya saya ini dinyatakan belum lolos 20 bab terbaik, padahal retensi terpenuhi sampai 0,78.

Saya kehilangan mood untuk melanjutkan kisah ini, sebab merasa tidak dihargai. Sudah memeras otak sedemikian rupa dan hasil karya ini murni tanpa bantuan AI, tapi pihak Noveltoon menilai karya saya gak lolos bab terbaik di 20 bab karena alurnya terlalu lambat.

Saya paham, dan sebagian pembaca saya juga ada yang bilang alurnya lambat. Tapi, ini semua saya lakukan demi memenuhi 80 bab sebab karya saya ini saya ikutkan lomba, yang syaratnya harus 80 bab untuk memenuhi kriteria lomba dan calon pemenang. Sedangkan kalau alur dipercepat, saya takut nggak bisa mencapai 80 bab, sebab sejujurnya saya juga tipe penulis yang tidak terlalu suka bertele-tele bikin karya.

Menurut pembaca, jika karya saya ini tidak saya lanjutkan bagaimana? Saya ingin lanjutkan tapi hati saya udah sakit dan kecewa, bahkan kemarin setelah saya chat Editor, saya langsung menangis. Saya merasa nasib penulis yang minim pembaca seperti saya ini, dipermainkan dan dengan mudah mentalnya dihempas ke jurang, lalu tiba-tiba diberikan kalimat penyemangat lagi. Pihak NT memang tidak menyaksikan saya menangis seperti apa. Tapi dengan begitu mudahnya menghempas ke jurang, lalu tiba-tiba menyemangati, semangat kak jangan putus asa. Mereka pikir saya ini kapas.

Tolong kasih semangat untuk saya, jika kalian masih mau menantikan karya saya ini, saya minta komennya mau atau tidak mau. Saya akan pilih yang terbanyak. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

1
Ade Chubi
kebanyakan readers kalo tokoh utama nya di khianati suami nya ,readers suka langsung nyuruh minta cerai 😁walopun gak dapet apa apa
Lina Zascia Amandia: Iya Kak betul. Gtegetan readersnya kayaknya...
total 1 replies
Boru Angin
lanjut enak cerita nya 👍
Lina Zascia Amandia: Silahkan Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Boru Angin
aneh sekali punya suami kayak gitu
irma hidayat
cerita yang bagus
Tatan Utari
Apa ga salah Bandung / Bogor sampai 6 jam
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!