Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Ditinggalkannya

Rahasia Yang Ditinggalkannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:385
Nilai: 5
Nama Author: Momowen

Dia kehilangan segalanya dalam sekejap.
Kecelakaan merenggut nyawa pria yang paling mencintainya, meninggalkan hanya rekaman suara terakhir...yang tiba-tiba menghilang.

Di balik air mata dan luka, Silvia Pliis menemukan rahasia besar yang tidak pernah dia ketahui dari pria yang mencintainya.

Antara cinta yang tak sempat tersampaikan, persahabatan yang setia, dan intrik keluarga penuh ambisi...ia harus memilih:
Tetap jadi gadis polos yang dilindungi, atau membuka pintu menuju kebenaran yang akan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momowen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Dua Orang

“SpeedRush.”

Kelvin menyandarkan tubuhnya di sofa. Jemarinya perlahan mengusap bibir gelas berulang kali, “Pernah dengar?”

Minnie terdiam selama sesaat. Namun, keheningan itu segera berlalu. Ia sedikit memiringkan kepalanya ke samping, “SpeedRush? Apa itu?”

Kelvin menatapnya, lalu tiba-tiba tertawa. Senyumnya sangat tipis, tanpa sedikit pun kehangatan, “Minnie Vera.”

“Hmm?”

“Setiap kali kamu berbohong, kamu selalu memiringkan kepala terlebih dahulu.”

Tatapan Minnie seketika berubah gelap. Namun, pada detik berikutnya, ia kembali memasang ekspresi tenang. Bahkan bibirnya perlahan melengkung membentuk senyuman, “Tuan Muda Kelvin benar-benar suka mengamati orang lain.”

“Bukan mengamati.” Kelvin kembali meletakkan gelasnya. Tubuhnya sedikit condong ke depan, kedua tangannya bertumpu di atas lutut, “Karena orang-orang tertentu terlalu mudah dibaca.”

Suasana seketika hening.

Minnie tidak menjawab. Ia hanya terus menatap Kelvin. Beberapa detik kemudian, barulah ia berkata pelan, “Kalau kita berdua memang sudah tahu, janganlah kita berputar-putar lagi. Sebenarnya, apa yang ada di Hills University?”

Kelvin terdiam.

Angin dari luar jendela berembus masuk ke ruang tamu, membuat beberapa lembar kertas di atas meja bergerak perlahan.

Setelah cukup lama, Kelvin akhirnya bertanya, “Kamu tahu kalau ada sesuatu di bawah tanah, tepat di bawah gedung utama Hills University?”

Pupil mata Minnie sedikit mengecil, “Bawah tanah?”

“Benar.”

Kelvin mengangkat pandangannya, “Setiap tahun, Hills University akan memilih beberapa mahasiswa terbaik dari jurusan Ilmu Komputer untuk mendapatkan tiket masuk ke dunia internasional.”

Jari-jari Minnie perlahan mengepal, “Maksudmu apa?”

Namun, Kelvin tidak melanjutkan penjelasannya. Tatapannya melewati Minnie dan jatuh pada sosok ramping yang berdiri di balkon.

Silvia masih berdiri di sana.

Sepertinya ia sama sekali tidak menyadari percakapan yang sedang berlangsung di ruang tamu.

Kelvin kembali menatap Minnie, “Minnie, kamu seorang jenius IT yang terkenal di seluruh ibu kota. Masa informasi sekecil ini saja tidak bisa kamu cari tahu?”

Minnie sempat tercekat. Ia kemudian berkata, “Silvia akan berangkat ke Hills University dua bulan lagi untuk mulai kuliah. Situasinya sekarang sangat mendesak. Aku takut aku tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya.”

Suara Kelvin terdengar sangat pelan, “Minnie, kalau Silvia benar-benar berada dalam bahaya, apa kamu yakin bisa menyelamatkannya tepat waktu?”

Minnie terdiam beberapa saat. Ia menatap sosok Silvia.

Sosok yang kesepian dan murung itu berdiri di bawah sinar matahari, memancarkan ketabahan yang samar-samar terasa seperti seseorang yang sudah berada di ambang batas.

Tak lama kemudian, tatapan Minnie perlahan menjadi semakin tajam. Ia mengangkat wajah dan menatap Kelvin, “Aku bisa.”

Kelvin masih memasang ekspresi yang tidak terlalu baik. Ia menatap Minnie dalam diam.

Beberapa saat kemudian, ia menundukkan kepala. Sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Akhirnya…”

Nelia mengayunkan lengannya di udara sambil sedikit membungkukkan tubuh.

Ia memandang samar-samar ke arah dua orang yang suasananya tampak begitu tegang, lalu mengambil camilan dari atas meja, “Kalian berdua tadi ngobrolin apa?”

Minnie langsung merangkul pinggang Nelia dengan satu tangan. Tangan lainnya mengusap rambut gadis itu dengan lembut, “Nggak ada apa-apa kok. Cuma ngobrol soal teknologi pemrograman AI milik Pollis Group yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.”

Nelia menyipitkan matanya. Tatapannya bergantian berpindah dari wajah Minnie ke wajah Kelvin.

Pada akhirnya, tatapannya berhenti pada Kelvin.

Jari Kelvin sedikit terhenti. Ia menunduk sambil tersenyum tipis, “Iya.”

Barulah Nelia berhenti bertanya. Ia bersandar dengan malas di sofa, lalu tanpa sengaja matanya jatuh pada Silvia yang masih berdiri di balkon.

Mata Nelia langsung berputar, senyum lebar segera muncul di wajahnya. Ia diam-diam berjalan mendekati Silvia dari belakang, mengambil selembar keripik, Nelia langsung menyodorkannya ke mulut Silvia.

Silvia terkejut oleh gerakan tiba-tiba itu. Kedua matanya langsung membelalak saat menoleh ke arah Nelia yang sedang tersenyum lebar, “Nelia!”

Nelia langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Jarinya menunjuk ke arah Silvia, “Si Kecil, kamu masih gampang banget dikagetin!”

Silvia pura-pura marah dan mengetuk kepala Nelia pelan, “Nelia! Sudah puas ketawanya?”

Nelia meringis kesakitan lalu berjongkok sambil mengusap dahinya yang mulai memerah karena ketukan Silvia, “Kak Minnie datang. Dia lagi ngobrol sama Bang Kelvin di ruang tamu.”

Mengikuti arah perkataan Nelia, Silvia menoleh ke ruang tamu.

Dari kejauhan, Kelvin dan Minnie tampak sedang berbincang dengan akrab.

Silvia menunduk dan melotot ke arah Nelia yang pura-pura menangis.

Setelah itu, ia masuk ke ruang tamu, “Minnie, kok kamu datang lagi?”

Minnie menopangkan satu telapak tangannya di permukaan sofa, lalu menyandarkan tubuhnya sedikit ke belakang. Ia sengaja memanjangkan nada suaranya, “Silvia, kamu segitunya nggak suka aku, ya? Baru lihat aku saja langsung mau mengusirku.”

Silvia tidak menggubris kepura-puraannya. Ia duduk di samping Kelvin, lalu menuangkan segelas air untuk dirinya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!