BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 memperebutkan kantong ajaib Yufan xi
Melihat kematian sang komandan di hadapan mereka, semua orang terpaku dengan mata melebar. Seketika suasana menjadi hening mencekam.
Bagi mereka, akhir pertarungan ini begitu sulit dipercaya. Bagaimanapun, dari segi tingkat kultivasi, sang komandan jauh berada di atas Yefan. Bukan hanya itu, ia juga telah menggunakan Formasi Nomor Satu Keluarga Yujin hingga kekuatan tempurnya meningkat berlipat-lipat ganda. Namun, tetap saja ia tidak mampu menghindari kematian di tangan seorang pemuda yang tingkat kultivasinya jauh lebih rendah daripadanya.
Bahkan para prajurit yang menyaksikan pembantaian itu dibuat pucat pasi. Komandan yang selalu keluar sebagai pemenang di medan perang—sosok yang mereka puja-puja dan banggakan untuk diikuti hingga ke garis depan—kini tewas di negeri sendiri, dibantai oleh seorang pemuda yang bahkan berusia lebih muda dari mereka. Sontak, kepanikan massal melanda barisan pasukan tersebut.
"Lari! Laporkan kepada sang patriark bahwa komandan dan wakil komandan telah tewas!" teriak salah satu dari mereka yang baru tersadar dari keterkejutannya.
Wusss... wusss...!
Para prajurit berlarian ke segala arah dalam kepanikan yang luar biasa, bagaikan kawanan lebah yang kehilangan ratunya.
Yefan mendengus dingin melihat mereka berlarian kesegala arah yang di penuhi ketakutan yang tampak jelas di wajah mereka. "Yujin... akan kubuat hidupmu menderita perlahan-lahan dengan menyaksikan para bawahan elit yang kalian bina dengan susah payah selama ratusan tahun mati di tanganku dalam sekejap," geram Yefan, dipenuhi niat membunuh yang pekat saat kembali teringat penghinaan keluarga besar itu terhadap sang ibu.
Jepret!
Hanya dengan satu langkah, Yefan telah memotong jalur pelarian kerumunan prajurit yang sudah berlari sejauh ratusan meter. Pedang di genggamannya bergetar hebat.
"Mati!" teriak Yefan, suaranya menggelegar ke segala penjuru.
Serrreeet...!
Cahaya pedang sepanjang tiga ratus meter melesat membelah udara, memicu fenomena aneh di setiap garis lintasan yang dilaluinya.
"Lari...! Tolong kami...!"
Arrghh...!
Yefan sama sekali tidak memedulikan jeritan yang menyayat hati tersebut. Tanpa ampun, cahaya pedang putih keabuan itu mencacah tubuh ratusan prajurit, membelah, memenggal, sekaligus membekukan mereka seketika.
Tidak berhenti sampai di situ, Yefan kembali mengayunkan pedangnya, melepaskan dua puluh tebasan sekaligus untuk mengejar prajurit yang tersisa. Menghadapi serangan yang begitu mengerikan itu, para prajurit berusaha melawan sekuat tenaga dengan air mata berlinang menandakan keputusasaan yang mencekam di lubuk jiwa mereka. Namun, semua usaha itu sia-sia. Dengan pasrah, ratusan prajurit tersebut harus menerima takdir tubuh mereka dibelah dan di cacah serta dibekukan tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Hancur!" teriak Yefan dengan mata memerah.
Boommm...!
Seketika itu pula, potongan tubuh-tubuh tersebut meledak berkeping-keping dan berhamburan ke segala penjuru. Ledakan dahsyat itu menciptakan awan jamur setinggi ratusan meter yang menutupi separuh langit, membuat sebagian pedalaman Hutan Belantara Timur—yang terkenal sangat berbahaya—rata dengan tanah. Tempat itu kini hanya menyisakan lahan kosong penuh cekungan dan kepulan asap hitam akibat sisa energi ledakan.
Para kultifator yang mengepung yefan saat menyaksikan pembantaian sadis itu dibuat bergidik ngeri.
'Bukankah dia seperti seorang maniak pembunuh yang menghabisi ratusan nyawa manusia seperti membunuh seekor semut tanpa berkedip?' ucap salah seorang di tengah kerumunan dengan tubuh gemetar.
Di sisi lain, ratusan mil dari tempat itu, Yufan Xi—yang tengah bertarung melawan Jiun Yi—mendadak terkejut saat merasakan getaran pembantaian brutal Yefan hingga berujung pada kematian sang komandan dan wakilnya. Ia dapat merasakan betapa pekatnya niat membunuh Yefan terhadap anggota Keluarga Yujin, membuat tubuh yufan xi gemetar. karena ia sendiri merupakan bagian dari klan tersebut.
Melihat Yefan berhasil membunuh para petinggi pasukan dan membantai ratusan prajurit, Jiun Yi—yang awalnya sempat skeptis—dibuat tercengang melihat kekuatan Yefan yang jauh melampaui ekspektasinya setelah menerobos tingkat tengah trasenden. Di sisi lain, ia merasa gembira. 'Sepertinya tidak terlalu memalukan menjadi bawahannya, meski karakternya sangat menyebalkan,' batin Jiun Yi.
"Heh, ayo terus hadang aku! Jangan sampai aku mengganggu peristirahatan komandanmu itu," kekeh Jiun Yi.
Mendengar sindiran tersebut, wajah Yufan Xi berubah-ubah antara hijau dan merah karena kesal. Kendati demikian, ia tidak punya waktu untuk meladeni ejekan Jiun Yi, sebab dari sudut matanya ia melihat Yefan kini telah berbalik arah dan menatap diri nya dengan tajam yang di selimuti aura pembunuh yang membuat sekujur punggungnya terasa dingin.
"Kurang ajar!" geram Yufan Xi sambil mengatupkan gigi rapat-rapat.
Tanpa ragu lagi, ia mengerahkan seluruh kekuatan nya dan menghantamkan tinjunya untuk memukul mundur Jiun Yi.
Boomm...!
Tinju mereka beradu, memicu ledakan hebat yang menghacurkan bukit hijau di dekat nya menjadi serpihan yang berhamburan ke segala arah. Karena tidak siap menghadapi lonjakan kekuatan Yufan Xi yang tiba-tiba jauh lebih besar, Jiun Yi terhempas mundur dan sedikit dirugikan, membuat buku-buku jarinya meneteskan darah segar.
Wuuuzzz...!
Melihat pukulan nya berhasil memukul mundur jiun yi, Dengan Cepat ia memanfaatkan celah tersebut Dan langsung mengaktifkan teknik pelarian misterius miliknya.
Jepret! Jepret!
Hanya dalam satu tarikan napas, Yufan Xi telah melesat sejauh dua ratus mil, membuat para yang menyaksikan pertempuran kembali tercengang menyaksikan teknik perpindahan tempat yang luar biasa itu. Tubuhnya sempat menghilang di tempat, lalu muncul kembali jauh di ujung cakrawala.
Yefan pun dibuat terkejut oleh teknik pelarian aneh tersebut. Jarak yang ditempuh teknik tersebut sangat luar biasa, dan yefan bisa merasakan ada aura aneh yang menyelimuti tubuh Yufan Xi— yang secara paksa membawa tubuh nya berpindah-pindah sejauh dua ratus mil.
Tentu saja Para kultivator yang berkerumun juga menyadari bahwa Yufan Xi melarikan diri dengan teknik yang sangat berharga. Bahkan, "Di antara mereka ada yang mengenali teknik pelarian tersebut. terutama Penjaga Kiri Klan Bai, Bai Feng, Yang memancarkan kilat keserakahan di matanya. Namun, mereka melihat harta tersebut hanya dengan keserakahan, sehingga tidak menyadari adanya aura aneh seperti yang dirasakan oleh Yefan.
"Itu adalah teknik teleportasi langka. Kultivator yang menguasainya bahkan mampu melarikan diri dari cengkeraman seorang kultivator Alam Nirvana," ujar Jiun Yi terkejut, tak menyangka Yufan Xi menyimpan harta karun seberharga itu. "Sepertinya dia belum sepenuhnya menguasai teknik tersebut, makanya jarak tempuhnya baru sebatas dua ratus mil," lanjut Jiun Yi setelah mengamati pelarian lawannya sejenak.
Sebenarnya, Jiun Yi sendiri merasa sangat tertarik dengan harta karun itu. Namun, ketika ia menyadari bahwa Yefan juga tertarik dengan harta itu, ia langsung mengurungkan niatnya. karena nyawa adik nya berada di tangan Yefan, apa lagi yefan terlampau kuat; dan meski ia sangat menginginkan harta itu. Tidak mungkin dirinya mampu mengalahkan yefan. Jiun Yi hanya bisa menghela napas dalam hati, pasrah dengan situasi yang dihadapinya.
Mendengar penjelasan Jiun Yi, mata Yefan menyipit tajam. Tentu saja ia tertarik dengan teknik tersebut, atau lebih tepatnya pada aura aneh yang di pancarkan teknik tersebut. Lagi pula, Yefan sama sekali tidak berniat membiarkan Yufan Xi lolos begitu saja.
Dengan gerakan kilat, Yefan mengalirkan seluruh energi vitalnya ke dalam bilah pedang yang baru ia tempa. Ia kemudian mengayunkan pedang berpola rumit itu sekuat tenaga.
Sreeetttr...!
Cahaya pedang sepanjang empat ratus meter melesat bagaikan petir, menimbulkan fenomena putih keabuan yang membekukan segala sesuatu di sepanjang lintasannya,
langsung mengincar Yufan Xi yang sudah berada sejauh lima ratus mil. Ini adalah serangan terkuat Yefan untuk menandingi kecepatan teknik teleportasi tersebut, sebab ia sadar bahwa untuk mengejar-atau membunuh Yufan xi yang telah menggunakan teknik teleportasi tersebut sangat lah sulit. "Jadi ia tanpa ragu mengerahkan seluruh kekuatan nya dalam satu tebasan tunggal.
Jiun Yi bergidik ngeri menyaksikan kedahsyatan serangan tunggal Yefan yang sangat berbeda jauh dari serangan biasa nya.
Di ujung pelariannya, Yufan Xi merasakan ancaman maut mendekat. Saat menoleh dan melihat cahaya pedang Yefan melesat membelah udara dengan niat membunuh yang pekat, ia ketakutan setengah mati.
"Sialan, cepat sekali!" geram Yufan Xi.
Ia terus memacu teknik teleportasinya hingga mencapai batas maksimal, menempuh jarak ribuan mil, namun kilatan pedang itu tetap saja mengekorinya tanpa henti.
membuat yufan xi tampak kelelahan akibat Beban energi yang teramat besar ia gunakan untuk memacu teknik tesebut.
Cahaya pedang itu kian mendekat—dua ratus meter, seratus meter, hingga kini hanya menyisakan jarak sepuluh meter di belakangnya.
"Kurang ajar!" teriak Yufan Xi frustrasi. Menyadari kecepatannya tak mampu meninggalkan Cahaya pedang tersebut, ia mendadak membanting arah secara tajam untuk menghindar.
Wusss...!
Cahaya pedang itu melesat lewat tepat di depan matanya, memperlihatkan pusaran energi destruktif berwarna putih keabuan yang begitu meledak-ledak, mengirimkan hawa dingin hingga ke tulang sumsumnya. Namun, tepat saat ia merasa sedikit lega karena berhasil menghindari tebasan maut tersebut, "Tiba-tiba, "Cahaya pedang di hadapannya secara ajaib berbelok tajam dan berbalik menghantam tubuhnya!
"Apa?! Tidak mungkin!" teriak Yufan Xi sambil mengatupkan giginya rapat-rapat. Baru kali ini ia melihat tebasan pedang yang seaneh ini. seakan akan memiliki kesadaran.
Tentu saja, itu adalah kemampuan khusus dari pedang Yefan—serupa dengan kuas bertinta hitam miliknya. Sekali dilepaskan, serangan itu akan terus mengejar target yang dituju secara otomatis, bahkan jika musuh tersebut bersembunyi hingga ke kerak bumi sekalipun.
Dengan tergesa-gesa, Yufan Xi merogoh sebuah benda berbentuk segi empat dari kantong ajaibnya dan langsung menghancurkannya. Seketika, pilar aura merah menyelimuti tubuhnya, melenyapkannya dari tempat itu dalam sekejap.
Namun, sebelum ia benar-benar lenyap sepenuh nya, cahaya pedang Yefan telah menyambar telak—menebas kaki kiri hingga ke bagian pinggangnya, tempat kantong ajaib itu tergantung.
"Arghhh...!"
"Suara jeritan Yufan xi yang menyayat hati bergema kesegala arah.
"Yefan! Suatu saat nanti aku akan kembali untuk membalas semua ini!" teriak Yufan Xi diiringi teriakan amarah dan niat membunuh, sebelum tubuhnya sepenuhnya menghilang, meninggalkan gema ancaman yang melayang di udara.
Melihat diri nya gagal membunuh Yufan xi secara mutlak, ia hanya mengerutkan kening. Kemampuan pedangnya untuk mengunci target memang tidak perlu diragukan; masalah hidup atau mati target sepenuhnya bergantung pada kemampuan senjata dan pengguna nya. Yang kini menjadi pertanyaan di benaknya adalah: dari mana Yufan Xi mendapatkan begitu banyak benda pusaka berharga yang sanggup melindunginya dari ancaman maut cahaya pedangnya?
Wusss!
Tanpa membuang waktu memikirkan ancaman kosong itu dan pertanyaan di benak nya, Yefan melesat secepat kilat menuju potongan pinggang Yufan Xi yang terjatuh beserta kantong ajaibnya.
Di sisi lain, para kultivator yang awalnya berniat memburu Yefan kini beralih haluan setelah mengetahui Yufan Xi meninggalkan kantung ajaib yang mereka yakini terdapat harta karun bernilai tinggi di dalam nya. Mereka bergegas memperebutkan kantong ajaib tersebut.
Wusss... wusss...!
Tiga ribu kultivator dari berbagai faksi—termasuk Bai Feng dan Xijing Li—berlomba memburu harta karun itu. Mereka bergerak bagaikan gerombolan lebah yang berpindah sarang, menciptakan pemandangan mencengangkan di mana ribuan orang saling sikut hanya demi memperebutkan sebuah kantong penyimpanan.
"Kau, pendosa hina! Jangan berani-berani mendekati kantong ajaib itu, benda itu adalah milik kami!" teriak puluhan orang secara bersamaan. Mereka tidak rela harta seberharga itu jatuh ke tangan Yefan, sosok yang mereka anggap tidak layak memilikinya.
"Hei, bocah! Berhenti di situ!" teriak Bai Feng sekuat tenaga, disusul teriakan serempak dari kerumunan yang dipenuhi niat membunuh.
Yefan mendengus dingin melihat begitu banyak manusia yang telah kehilangan moral demi mengejar kekuatan dan kekuasaan, hingga tidak memperdulikan benar atau salah.
"Mati."
Ucap Yefan dengan nada jijik, lalu mengayunkan pedangnya ke arah kerumunan tersebut.
Sreerrtt...!
Cahaya pedang sepanjang tiga ratus meter meluncur menerjang kerumunan orang-orang yang wajahnya dipenuhi keserakahan.
"Awas! Lihat itu!" teriak barisan depan dengan tubuh gemetar hebat saat menyadari serangan teror yang baru saja membantai komandan beserta pasukan nya kini mengarah kepada mereka.
Seketika, langkah mereka terhenti mendadak.
"Jangan panik! Dia hanya sendirian!" teriak Bai Feng menyemangati kerumunan, matanya memancarkan kilat dingin penuh perhitungan. Ia sedang memanfaatkan situasi untuk menyingkirkan Yefan sekaligus merampas kantong ajaib tersebut. "Kita serang bersama-sama dan bendung cahaya pedangnya! Jika kita menggabungkan kekuatan, kita pasti bisa membunuhnya, lalu menyerahkan mayatnya kepada Keluarga Yujin untuk mengklaim hadiah satu juta tael perak! Setelah itu, kita bagi rata harta di dalam kantong penyimpanan itu!"
Mendengar sebutan kata, satu juta tael perak, dan tumpukan harta karun di dalam kantong ajaib,"Bagaikan disuntik darah ayam. seketika semangat mereka kembali memuncak. "Bahkan Keserakahan yang kian beringas terpampang jelas di wajah-wajah mereka yang jelek.
Bersambung...
---Bagi yang suka cerita ini beri like komen ya,"Agar aku semakin semangat buat cerita nya.
Dan' terimakasih bagi yang telah mendukung karya ini meski tidak sebaik yang lain.--
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏