Indonesia
NovelToon NovelToon
SKETSA PUTIH BIRU

SKETSA PUTIH BIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:276
Nilai: 5
Nama Author: Aurentina Bulolo

Bagi Auren, kain biru tua yang kaku itu bukan sekadar seragam baru, melainkan awal dari cerita abadi yang akan ia lewati bersama Evan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurentina Bulolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Larangan Dan Rencana Baru

Suasana kantin kelas 7 siang itu cukup ramai, namun Evan berhasil menemukan meja kosong di sudut ruangan yang agak sepi. Setelah memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua, Evan duduk di hadapan Auren. Wajah ketuanya masih terlihat ditekuk, sisa-sisa rasa cemburu dari kelas tadi belum sepenuhnya hilang.

Evan menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap lekat mata Auren. "Mulai sekarang, jangan pernah pinjamkan alat tulis lagi ke anak baru itu," ujar Evan tiba-kira tanpa basa-basi.

Auren yang sedang memegang sedotan minumannya langsung tersedak pelan. "Loh, kenapa begitu, Van? Fathur kan cuma pinjam tip-ex sama pensil. Dia belum sempat bongkar tasnya karena buru-buru."

Mendengar pembelaan itu, Evan mendengus sebal. Ia memajukan posisi duduknya, lalu tangan kanannya bergerak mengetuk permukaan meja kayu sebanyak dua kali. Tok. Tok. Gestur andalannya itu seketika membuat Auren terdiam dan fokus mendengarkan.

"Aku tidak suka melihat dia tersenyum-senyum begitu sama kamu, Aurenku," bisik Evan dengan nada posesif yang kental. "Kalau dia butuh alat tulis, biarkan dia pinjam ke anak laki-laki lain. Di kelas 7-B kan banyak orang. Kamu itu perangkat kelas, bukan layanan penyewaan alat tulis khusus untuk dia. Mengerti?"

Wajah Auren kembali merona merah mendengar penuturan ketat dari Evan. Namun, di lubuk hatinya yang terdalam, ada rasa hangat yang membuncah melihat betapa besarnya rasa sayang dan takut kehilangan yang ditunjukkan oleh cowok dingin ini. "Iya, iya, Evan. Aku mengerti," jawab Auren pelan sambil menunduk malu.

Evan yang melihat kepatuhan gadisnya langsung melunakkan ekspresi wajahnya. Ia tersenyum manis hingga lesung pipinya terlihat jelas, lalu mengulurkan tangan untuk mengacak rambut depan Auren dengan gemas. "Anak pintar."

Sementara itu, kembali di dalam ruang kelas 7-B yang mulai sepi karena ditinggal penghuninya ke kantin, Balisya duduk sendirian di bangkunya dengan perasaan campur aduk. Rasa kecewa dan malu atas kegagalan rencananya tadi masih membekas jelas.

Matanya kemudian beralih menatap Anaya, murid baru perempuan yang kebetulan juga memilih tetap tinggal di kelas untuk merapikan buku-bukunya. Sebuah ide licik kembali terlintas di kepala Balisya untuk melampiaskan kekesalannya.

Balisya berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri meja Anaya dengan senyuman ramah yang dipaksakan. "Hai, Anaya. Gimana rasanya duduk sama Evan? Maaf ya kalau dia agak cuek tadi," buka Balisya berpura-pura simpati.

Anaya mendongak dan tersenyum canggung. "Eh, iya, salam kenal. Iya sih, tadi dia agak pendiam banget waktu aku ajak ngomong tentang pelajaran."

Balisya langsung memanfaatkan momen itu untuk memanaskan suasana. "Wajar kok, Evan memang begitu kalau belum kenal. Tapi sebenarnya Evan itu perhatian banget tahu. Oh ya, sebagai teman sebangku yang baru, kamu harus sering-sering ajak dia ngobrol dan minta bantuan dia buat jelasin materi kelas 7. Biar kalian cepat akrab dan tugas kelompok nanti jadi lebih mudah," hasut Balisya dengan nada manis yang manipulatif.

Balisya berharap, jika ia bisa memengaruhi Anaya untuk terus-menerus menempel dan mendekati Evan dengan alasan pelajaran, maka Auren akan berganti merasakan posisi cemburu yang luar biasa. Balisya tersenyum licik dalam hati, bersiap menyusun rencana baru yang lebih nekat untuk merusak kedekatan manis di antara Evan dan Auren.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!