Indonesia
NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeritan di Lorong Bawah Tanah

​Suara derap langkah kaki Lucid memecah keheningan aula yang bagaikan kuburan. Alter ego bayangan itu bergerak secepat kilat, membelah kerumunan tamu undangan yang langsung bergeser ketakutan memberi jalan, tidak ada seorang pun yang berani sekadar mengangkat dagu ketika tatapan Lucid menyapu mereka. Dalam hitungan detik, Lucid telah sampai di sudut tersembunyi dekat pilar pualam putih, tempat Clara berdiri dengan lutut yang lemas dan sekujur tubuh bergetar hebat hingga tidak mampu menopang berat badannya sendiri.

​Tanpa membuang waktu atau menunjukkan sedikit pun rasa kasihan, Lucid mencengkeram kerah gaun malam mewah Clara dengan satu tangan yang kokoh, lalu menyeret wanita itu keluar dari persembunyiannya di hadapan ratusan pasang mata yang terpaku. Clara menjerit tertahan, air matanya tumpah membasahi pipi yang kini sepucat kertas, sementara kepanikan merenggut sisa-sisa kesadarannya. Tas tangan bermerek miliknya terlepas dari genggaman, membentur lantai marmer dengan suara nyaring, sementara botol mikro kosong yang tadi digunakannya menggelinding keluar dari sela-sela lipatan kain, menjadi barang bukti bisu yang menguatkan kejahatannya.

​Lucid melemparkan tubuh Clara dengan kasar tepat di hadapan meja utama keluarga Sterling, membuat wanita itu tersungkur telungkup di atas pecahan gelas kristal dan genangan cairan beracun buatannya sendiri.

​"Ampuni aku... Tuan... kumohon ampuni aku!" rintih Clara histeris sambil mencengkeram lantai marmer, jemarinya tanpa sengaja tersayat pecahan kaca hingga berdarah, mengotori lantai putih dengan bercak kemerahan. Ia tidak berani mendongak untuk menatap mata para penguasa yang kini menatapnya bagaikan sekumpulan predator haus darah yang siap mencabik-cabiknya hidup-hidup.

​Di sisi lain aula, Ayah Clara yang berdiri di barisan tamu hampir pingsan karena terkejut luar biasa. Namun, melihat situasi yang mematikan itu, pria tua tersebut memilih mundur perlahan ke dalam kerumunan, berniat menyelamatkan diri dan pura-pura tidak mengenali putrinya sendiri di saat-saat paling krusial. Sayangnya, Zero dengan cepat melirik ke arah pergerakan pengecut itu dan menembakkan isyarat mata dingin kepada dua pengawal bayaran. Dalam sekejap, Ayah Clara ditodong senjata api laras pendek dan dipaksa berlutut di samping putrinya dengan todongan di kepala.

​Audrey, yang melihat sahabat sekaligus rekan konspirasinya tertangkap basah di hadapan publik, merosot jatuh ke balik pilar tempatnya bersembunyi. Tangannya mendekap mulutnya rapat-rapat untuk meredam isak tangis ketakutan yang hampir meledak. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya berada di ambang kehancuran yang sama, dan tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menyelamatkannya dari amukan keluarga Sterling jika rahasia mereka terbongkar.

​Di panggung utama, Kaiser perlahan bangkit dari kursinya dengan gerakan yang anggun namun mematikan. Pria itu merapikan jasnya dengan gerakan lambat yang penuh ancaman, lalu melangkah turun mendekati Clara yang masih gemetar ketakutan di lantai. Bayangan tubuh tinggi besar Kaiser menutupi seluruh cahaya lampu gantung, menciptakan aura kegelapan mutlak di sekeliling wanita itu, membuat udara di sekitarnya terasa semakin menipis.

​"Kau menaruh racun di gelas istriku, Clara?" suara Kaiser terdengar sangat rendah, tenang, namun mengandung tekanan psikologis yang mampu meremukkan tulang rusuk siapa pun yang mendengarnya.

​"Bukan... itu bukan aku! Aku dijebak!" Clara berteriak histeris, menyangkal perbuatannya sambil menatap Kaiser dengan mata terbelalak penuh keputusasaan dan air mata yang bercampur keringat. "Wanita itu... Ceira! Dia sendiri yang merekayasa semuanya agar aku terlihat bersalah di hadapan kalian!"

​Mendengar fitnah murahan yang keluar dari mulut Clara, emosi Scarlett di dalam benak Ceira meledak sekilas, membakar kesadaran mereka hingga batas toleransi.

​“Beri aku kendali, Ceira!” maki Scarlett berang, suaranya menggelegar dalam kesadaran mereka bagai petir di siang bolong. “Biar kupecahkan kepala jalang pembohong ini detik ini juga! Beraninya dia memutarbalikkan fakta setelah tertangkap basah basah kuyang di hadapan publik!”

​Ceira menahan gejolak Scarlett dengan tarikan napas panjang yang terkontrol sempurna. Ia berdiri dari kursinya, merapikan gaun merah darahnya dengan anggun, lalu melangkah maju mendekati posisi Kaiser berdiri. Kehadiran Ceira memancarkan otoritas seorang ratu yang membuat Clara semakin ketakutan dan menciut ke lantai marmer.

​"Kau bilang aku menjebakmu, Clara?" suara Ceira mengalun dingin, memotong isak tangis wanita berambut pirang itu tanpa ampun. Ceira menunduk sedikit, menatap tajam ke arah Clara dari atas dengan sorot mata predator. "Lalu bagaimana kau menjelaskan botol mikro berisi cairan psikotropika ilegal yang jatuh dari clutch bag-mu? Apakah botol itu juga terbang sendiri dan masuk ke dalam tasmu atas kemauannya sendiri?"

​Clara tertegun, lidahnya mendadak kelu seketika saat matanya menangkap botol kecil kosong yang tergeletak tidak jauh dari tangannya. Bukti fisik itu berbicara lebih keras daripada ribuan kata pembelaan palsu yang ia ucapkan dengan suara serak.

​"Aku... aku hanya..." Clara tergagap, tidak mampu merangkai kata-kata lagi untuk menyelamatkan nyawanya yang kini berada di ujung tanduk.

​Zayn Al-Fayed, yang sejak tadi berdiri memperhatikan drama berdarah itu dari tengah aula, perlahan menyunggingkan senyuman miring penuh misteri. Alih-alih merasa kasihan pada Clara yang dimanfaatkan sebagai pion murahan, Zayn justru merasa terhibur dengan kecerdasan dan ketenangan mental yang ditunjukkan oleh wanita yang diincarnya.

​"Pertunjukan yang sangat memukau, Tuan Sterling," suara Zayn memecah keheningan, menarik perhatian seluruh orang di aula kembali kepadanya. Zayn melangkah mendekat tanpa rasa takut sedikit pun, mengabaikan moncong senjata pengawal. "Kalian mendapatkan ratu yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki insting pembunuh yang luar biasa tajam. Menyingkirkan tikus kecil seperti ini bahkan tidak memerlukan keringat sedikit pun."

​Zero menoleh tajam ke arah Zayn, manik mata merahnya berkilat tajam penuh peringatan keras. "Jangan menguji kesabaran kami malam ini, Zayn. Kehadiranmu di sini sudah cukup menjadi alasan bagi kami untuk meratakan kelompokmu sebelum fajar menyingsing di ufuk timur."

​Zayn mengangkat kedua tangannya ke udara tanda menyerah, meskipun seringai mengejek masih terukir jelas di bibirnya. "Tenanglah, Zero. Aku tidak berniat merebut panggung malam ini. Aku hanya datang untuk menyaksikan bagaimana kalian memperlakukan orang-orang yang mencoba mengusik ratu kalian. Dan kurasa... aku mendapatkan jawaban yang sangat menarik."

​Suasana di dalam aula kembali menegang hingga ke titik ekstrim. Di satu sisi, konfrontasi antara sindikat Sterling dan kelompok Zayn berada di ambang perang terbuka yang mematikan. Di sisi lain, nasib Clara dan ayahnya kini berada di ujung tanduk, menunggu titah eksekusi mati dari para penguasa dunia bawah yang tidak pernah mengenal kata ampun bagi pengkhianat.

​King melangkah maju perlahan, bergabung bersama Kaiser dan Zero di hadapan Clara yang kini sudah sujud mencium ujung sepatu mereka sambil menangis darah memohon ampunan. Suara bariton King menggelegar berat, mengakhiri seluruh perdebatan dan kebisuan yang menyelimuti ruangan.

​"Di dunia hitam, ada aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun, tanpa terkecuali," ucap King dingin, suaranya menghujam tajam ke setiap hati tamu undangan yang mendengarkan dengan napas tertahan. "Siapa pun yang berani mencoba meracuni atau menyentuh apa yang menjadi milik keluarga Sterling... maka balasannya adalah kematian tanpa nisan."

​King melirik sekilas ke arah Lucid, memberikan isyarat final yang sangat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun di ruangan itu.

​"Bawa mereka berdua ke ruang bawah tanah," titah King tanpa ekspresi belas kasihan. "Dan pastikan matahari esok pagi tidak lagi menyinari wajah mereka."

1
xuer jinghao
lanjut kak semangat ☺️
xuer jinghao
lanjut semangat kak ☺️
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!